
"Jun,,, kantin yuk!" ajak Trala
Juni hanya terdiam, dia mengambil tasnya tepat berada di belakang punggungnya yang menempel dengan kursi duduk miliknya.
"Jun,,, kamu kenapa sich! kok diam aja dari tadi pagi malah" tanya Trala. Trala menatap menghadap Juni yang masih membereskan buku dan barang barang yang ada dimeja miliknya.
Trala yang penasaran akan diamnya Juni, akhirnya memberanikan diri untuk bertanya. Dijawab atau tidak setidaknya dia sudah mencoba bertanya akan keanehan temannya.
Juni berhenti menggerakkan tangannya dan menatap Trala yang masih melihatnya dengan perasaan khawatir.
"Cerita dong, biar aku bisa bantu" lanjut Trala.
"Hmmmm" Juni ragu karena dia juga tak mau kalau Trala tahu masalahnya dengan suaminya. Juni tak mau kalau dia cerita, si Trala akan tahu kalau dia sudah menikah. Dan Trala sudah pasti marah dengannya karena hal sepenting itu tak dia tahu.
"Gak ada Trala,,, aku lagi bosen aja!"
"Bosen? kenapa?"
"Ya hidup gini gini aja,,, bangun tidur, sekolah, pulang kerumah, tidur lagi. Gak ada yang seru! " kata Juni memberikan alasan agar Trala tak bertanya lagi tentang dirinya.
"Aku juga pikir kita udah kayak robot hanya melakukan keseharian yang membosankan. Tapi aku gak ampe harus diemin teman seharian juga Jun"
"Emang aku diemin kamu?"
"Dih,,, berasa gak punya salah. Kalo gak diemin ngapain aku nanyak sikap kamu yang beda dari pagi"
Juni tersenyum, dia memaksakan dirinya sendiri untuk kembali ceria seperti dirinya yang dulu khususnya didepan Trala yang sedikit ingin tahu cerita hidupnya.
"Gak lah, aku biasa aja masih sama kayak yang kemarin"
"Dih,,,, auk ah gelap, kantin yuk?" ajak lagi Trala.
__ADS_1
"Aku lagi malas, kamu aja gich" sambil mengambil tas yang Saga berikan padanya.
"Itu apa? " tanya Trala.
Juni tak menjawab pertanyaan Trala, dia membuka kotak dan mengambil ponsel untuk dia pasangkan kartu miliknya yang dulu.
"Posel baru? kapan beli? ponsel yang dulu mana? "
"Rusak jatuh dijalan gara gara menghindari anjing galak"
Juni memasangkan kartu miliknya kedalam ponsel yang baru dibelikan oleh Saga. Trala hanya melihat Juni memasangkan kartu ponsel miliknya.
Tomi datang dari arah belakang mereka dan menepuk pundak Trala, refleks Trala terkejut. siang itu mereka bertiga masih berada dikelas sedangkan teman temannya yang lain sudah meninggalkan kelas untuk istirahat.
"Ini buat kamu Jun,,," ucap Tomi sambil membawa beberapa makanan yang sengaja dia beli Untuk Juni.
Trala segera mengambil tas yang baru disodorkan oleh Tomi sambil tertawa kecil dan berkata "Kebetulan banget, kita laper belum makan siang"
Trala mengambil sebuah botol minuman yang akan dia buka, Tangan tomi dengan cepat mengambil botol minuman dari tangan Trala.
"Ini buat kamu, kamu hauskan Jun? "
Juni masih diam, hanya melihat botol minuman yang Tomi sodorkan. Dan dengan cepat mulut Trala mendekatkan bibirnya dibotol minuman sambil tangannya menuangkan sendiri minuman yang masih ada ditangan Tomi.
Tomi yang melihat itu hanya bengong, bagaimana tidak minuman yang akan dia berikan kepada Juni malah diminum terlebih dahulu oleh Trala dan itupun meminum botol yang masih ada ditangannya.
"Makasiii Tom, " ucap Trala sambil tersenyum mengejek Tomi.
Tomi yang melihat ejekan dari Taral tak bisa berbuat banyak, dia ingin marah namun dia sadar kalau ada Juni didepannya.
"Kita jalan jalan yuk!!! " ajak Tomi pada dua temannya yang ada didepannya, Tomi mengalihkan kekesalannya pada Trala dengan mengajak Juni dan Trala jalan jalan.
__ADS_1
"Kemana?" tanya Trala.
"Juni mau kemana?" balik tanya Tomi pada Juni yang masih saja diam tanpa kata.
"Gak tahu, aku kayaknya gak bisa. Aku mau langsung pulang"
"Jun lama lama kamu gak asik nech. Kapan lagi kita bisa jalan jalan. Besok besok gak bakalan bisa apalagi sebulan lagi bakalan ujian. anggap aja ne buat terakhir sebelum ujian seneng senengnya" ucap Trala
"Iya Jun, ayok sekali doang ilangin rasa bosan" imbuh Tomi.
Juni kembali diam, dia memikirkan kata kata temannya dan menurutnya kata temannya juga ada benarnya, daripada dirinya memikirkan masalahnya sendiri, kenapa tidak untuk melupakannya sejenak lebih beruntung lagi kalau masalahnya bisa hilang selamanya. Juni juga merasa malas kalau harus pulang dan ketemu lagi dengan suaminya. menyenangi diri sendiri juga tidak ada salahnya.
"Hmmm, ya udah ayok. tapi kita kemana? " ucap Juni
"Gampanglah itu bisa sambil jalan mikirnya" ucap Tomi
"Oke fix ntr pulang sekolah kita langsung cap cus" Senyum girang dari Trala muncul setelah secara tidak langsung Juni mengiyakan ajakan untuk pergi jalan jalan. Begitu juga dengan Tomi yang sangat senang karena bisa pergi setelah sudah lama dirinya tidak bepergian dengan dua temannya itu terutama dengan Juni gadis pujaannya.
***
Saga yang masih berada dirumah merasa jenuh, sakitnya sudah tidak dia rasakan. Dirumah Saga memikirkan banyak hal, apalagi saat berada dikamar, kamar yang dia tinggali bersama Juni membuatnya terus menerus ingat dengan istrinya Setiap penjuru kamar selalu membawa pikirannya pada sosok yang sedang marah dengannya. Saga merasa tidak enak juga kepada Angga yang waluupun di kantor dia hanya bawahan Saga, namun terkadang dia juga mengambil tugas menggantikannya apabila Saga tak bisa kekantor.
"Apa aku harus ke kantor?"
"Kayaknya egois banget. kalau aku harus diam dirumah sedangkan Angga malah mengambil tugas yang harusnya aku lakukan" ucap Saga.
Saga menimang lagi dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke Mentari Departemen Store untuk mengurus semua urusan kantor yang sudah terjadwalkan hari itu. Mungkin sebagian sudah diurus oleh Angga. Saga mencoba menghubungi Angga yang menanyakan dimana dirinya berada. Angga yang menghawatirkan sahabatnya hanya mengusulkan agar Saga lebih baik ada dirumah saja untuk beristirahat karena kerjaan kantor sudah teratasi. Saga yang tetep ingin ke kantor terus memaksa sehingga Angga akhirnya memberitahukan kalau dirinya sekarang ada diparkiran bawah untuk melihat panggung. Saat itu Angga sedang mengawasi pegawai yang sedang mengurus acara fashion show anak anak yang akan digelar keesokan harinya. Saga yang mendengar itu memberitahukan kalau dirinya akan langsung menuju ke tempat Angga berada.
***
Mereka bertiga sekarang sudah berada didalam taksi. Setelah pulang sekolah Juni, Trala dan Tomi tidak menyianyiakan waktu. Juni yang duduk dibelakang kemudi ditemani dengan Trala sedangkan Tomi memilih untuk duduk disamping kemudi.
__ADS_1
Hanya Trala dan Tomi yang asik berbincang saat itu sedangkan Juni duduk mengahadap jendela mobil, Juni lebih fokus melihat apa yang ada diluar mobil.
Melihat Juni terdiam dengan tatapan kosong seakan banyak sekali yang ada dalam benaknya Tomi mencoba mengajak Juni berbicara namun tak ada sautan atau respon dari wanita yang asik dengan lamunannya. Trala dan Tomi pun saling pandang karena sahabat yang sedang berada dengan mereka seolah bukan Juni yang sebenarnya. Wanita yang sejak berada dikelas mereka terlihat sangat murung, suka melamun, seakan pikirannya penuh entah dipenuhi dengan apa mereka tidak tahu, bagaimana bisa mereka tahu kalau sang pemilk pikiran tidak mau berbagi dengan mereka. Dan ini juga yang menjadi alasan Tomi untuk mengajak Juni jalan jalan, Tomi yang selalu memperhatikan Juni dikelas tahu betul.kalau gadis yang sedang berada didekatnya itu dalam keadaan butuh hiburan. Suara didalam mobil dipenuhi hanya dengan dua orang yang sedang asik berbicara sambil sesekali juga suara Juni terdengar walau dengan jawaban singkat yang terucap di bibir Juni.