
"Tuhan apa dosa yang pernah kulakukan sampai akhir- akhir ini kerjaanku cuman ngikutin orang saja" kata Angga yang masih saja membuntuti Juni yang berada didalam mobil taksi.
"Saga,,saga nikahin anak orang yang belum jinak, kayak gini jadinya malam pertama bukannya bermesraan malah ditinggal kabur" imbuh Angga terus saja berbicara dengan dirinya sendiri.
Taksi Juni belok kearah kiri dan Angga berpikir sejenak merasa heran kemana Juni akan pergi, setahu dirinya rumah kediaman ayahnya tidak melalui jalan yang sedang dilalui Juni.
Dengan tetap menjaga jarak dengan taksi Juni, Angga tidak mau kalau pengemudi taksi yang menyadari kalau taksinya sedang diikuti.
Taksi itu bergerak melaju lurus dan berbelok ke sebuah apartemen lantai disebuah kawasan elit.
"Dia kemana Juni ne?" tanya lagi Angga tanpa jawaban karena dirinya sedang berbicara seorang diri.
Angga sengaja menghentikan mobilnya tidak terlalu dekat dan dia baru menyadari kalau ternyata Juni pergi ke apartemen lamanya.
Angga pernah menyelidik semua tentang Juni saat Saga mengetahui kalau dirinya salah menerka Lisa sebagai Juni anak dari Bramanto.
Angga menyelidiki tempat tinggal Juni, teman- teman Juni.
Apa yang Juni suka dan tidak sukai semua tentang Juni karena Saga tidak mau melakukan kesalahan untuk kedua kalinya.
Melihat Juni keluar dari taksi dan langsung masuk ke gedung apartemen.
Angga segera mengambil ponselnya dan menshere lokasi kepada Saga yang memang sudah menanti dirinya memberitahukan keberadaan Juni sekarang.
Angga tetap menunggu sambil memperhatikan gedung yang juni datangi sambil menunggu kedatangan temannya disana.
Pikirnya untung saja waktu Saga menyuruh dia langsung pulang, dia tidak mengikuti perintah Saga. Angga masih tetap berada dikediaman Saga sampai para pegawai selesai dengan tugas yang sudah diperintahkan dirinya.
Dan saat dia akan pulang dia mendapati Juni naik taksi dan lantas langsung membuntuti Juni hingga sekarang dia berada didepan gedung apartemen.
\=\=> CONTOH VISUAL SAGA YANG MENGEMUDIKAN MOBILNYA.
Saga yang sudah keluar dari post satpam rumahnya segera melangkah menuju garasi mobil. Saga memilih memasuki mobil putihnya lalu menghidupkan mesin mobil.
Saga tidak hanya memiliki dua atau tiga mobil, di garasi mobilnya sudah ada sembilan mobil dengan berbagai macam warna. Mobil yang paling dia sering gunakan adalah mobil merah yang merupakan mobil kesayangannya. Namun kali ini dia lebih memilih menggunakan mobil putihnya.
Saga akan mencari juni malam itu dengan mobil putih.
Mobil putih saga keluar dari gerbang kediamannya dan ponselnya pun berbunyi.
Sebuah pesan dari Angga tentang lokasi yang sedang Juni kunjungi.
Mobil Sagapun dikemudikan dengan sangat cepat menuju lokasi yang Angga kirimkan.
__ADS_1
Mobil Saga sampai dilokasi yang sudah sesuai dengan lokasi yang Angga kirimkan.
"Tin tin tin" suara mobil Angga memanggil Saga agar Saga melihat mobilnya yang sudah sedari tadi menunggu kedatangannya.
Saga tak melihat mobil Angga karena Angga parkir terlalu jauh dari gedung yang dia intai.
Angga keluar dari mobilnya dan segera berlari menuju mobil Saga.
Saga membuka pintu mobilnya agar Angga bisa masuk kedalam mobilnya.
"Ini dimana?" tanya Saga
"Ini itu apartemen lama juni" jawab Angga
"Juni tidak tinggal dengan ayahnya tapi dia tinggal seorang diri di apartemen yang ayahnya berikan" lanjut Angga menjelaskan
"Terus juni dimana?" tanya Saga lagi.
"Menurut kamu juni dirumah aku" kata Angga bercanda ketika mendengar pertanyaan Saga.
"Sialan, aku nanyak serius ngga" ucap Saga
"Itu diatas" Angga menunjuk ke arah lantai atas tepat dilampu apartemen yang sedang menyala.
"Apartemen nomer A12 " lanjut Angga berkata.
"Mana aku tahu saag, kan kamu yang punya bini" Angga tertawa saat Saga bertanya dirinya harus melakukan apa.
"Kalau istri kamu belum jinak, kamu harus apa? " imbuh tanya Angga.
"Ya harus jinakin" Mereka berdua menjawab serentak sambil Saga tersenyum seakan sudah tahu apa yang harus dia lakukan.
Angga juga ikutan tertawa sambil berkata "Nah itu baru sohib aku"
"Makasi sob " kata Saga kepada Angga yang sudah sampai larut malam begini masih saja bersamanya mengurusi masalah tak terduga saga.
"Santai aja! habis ini aku beneran pulang kerumah aku capek banget ngurusin istri orang yang kabur Masih mending istri aku" kata Angga
"Okelah hati- hati dijalan, aku mau naik kelantai atas" ucap Saga
Angga akhirnya kembali membuka pintu mobil saga dan keluar mobil Saga menuju mobilnya yang agak sedikit jauh. Sagapun keluar pintu mobilnya dan melihat Angga sudah berlari kearah mobil hitamnya
"Angga, thank you broww" teriak Saga yang dibalas lambaian tangan oleh Angga.
Saga akhirnya melangkah maju memasuki gedung apartemen Juni setelah melihat Angga masuk mobil dan benar- benar hilang dari pandangannya.
__ADS_1
Juni merebahkan dirinya merasa sangat senang karena bisa lolos dari Om Saga yang merupakan suaminya.
Setelah berada diapartemennya Juni ingat harus menghubungi Trala, dia juga baru sadar mempunyai ponsel cadangan di apartemennya. Juni segera mengambil ponsel dan mengirimi Trala pesan singkat yang berisikan kalau dirinya akan mulai bersekolah besok pagi.
Dan Juni juga mengatakan kalau dirinya sudah sangat kangen dengan Trala.
Juni hanya ingin mengirimi Trala pesan agar Trala tahu kalau dirinya akan bertemu lagi dengan Trala namun Juni juga tidak mengharapkan balasan pesan dari Trala karena memang malam itu sudah sangat larut.
Pikir Juni, Trala sudah pasti berada dalam mimpinya.
Setidaknya besok pagi mungkin Trala akan membaca pesan darinya dan berharap Trala menunggunya digerbang sekolah seperti biasa.
Setelah beberapa menit Juni terlentang diatas kasurnya, Juni merasa kegerahan.
Dia mengambil remote Ac yang ada diatas meja riasnya.
Juni menyalakan remote Ac tapi Ac tidak bereaksi.
"Dia kenapa lagi ini ac?" Juni memukul- mukul remot merasa mungkin yang bermasalah saat itu adalah remotnya, maklum Juni sudah agak lama meninggalkan apartemennya jadi Juni tidak tahu kalau antara remot atau Ac nya yang tidak berfungsi.
Juni meletakkan kembali remote Ac nya dan akan menyuruh orang agar besok memperbaiki Ac kamar apartemennya.
Juni memutuskan untuk menuju kamar mandi, agar bisa membersihkan diri dan gerah ditubuhnya yang dia rasakan menghilang.
Juni sudah berada didalam kamar mandinya, menyalakan shower membasahi rambutnya yang terasa lengket, mungkin karena hairspray bekas acara pernikahannya.
Juni berdendang didalam kamar mandinya melantunkan lagu lagu kesukaannya karena merasa senang.
\=\=> CONTOH VISUAL APARTEMEN JUNI DENGAN KAMAR TAMU DIATAS.
Saga sudah berada dilantai atas tepat didepan pintu apartemen yang bernomerkan A12.
Saga yang masih berdiri didepan pintu membunyikan bel yang ada didinding sebelah kanan.
"Tingnong tingnong" bunyi bel apartemen Juni.
Tak ada respon dari penghuni dalam kamar, pintu apartemen masih saja tertutup tanpa ada penghuni yang membuka pintu.
Saga tak lekas berhenti, dia mencoba lagi memencet bel hingga ada orang yang membukakan dirinya pintu.
Juni yang masih mandi merasa terganggu, karena yang dia pikirkan adalah siapa yang datang selarut malam ini.
Juni keluar kamar mandi memakai handuknya dengan rambut yang masih berbusa dan melihat jam yang ada didinding kamarnya.
__ADS_1
Dia berjalan lagi kelorong yang menuju pintu dan membuka pintu kamar apartemennya.
Juni sangat kaget melihat tamu yang tidak dia harapkan datang didepan pintu apartemennya.