AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Salah Terka


__ADS_3

Saga tak bisa berkata apa-apa setelah melihat sosok gadis yang mengaku anak dari Bramanto dan akan menjadi calon tunangannya adalah orang yang berbeda dari harapannya saat itu. Dirinya menyadari kalau saat itu dirinya sudah salah terka tentang semua yang terjadi.


Saga tidak mungkin berbicara jujur kepada Pak Bramanto kalau dirinya sudah salah paham dan tidak mau meneruskan tentang rencana pertunangan ini. Dirinya juga tidak mungkin berbicara dari awal tentang Saga yang sengaja mendekati pak bram serta menyuruh Pak Wijaya untuk membatalkan perjodohan anak mereka hanya karena sebuah kesalahan informasi yang dia dapat dari Pak Wijaya sendiri.


Saga mengingat lagi saat dirinya berbicara dengan Pak Wijaya melalui sambungan telepon, kalau dirinya diberikan informasi bahwa Pak Bram hanya mempunyai satu anak perempuan, namun Pak Wijaya juga tidak menjelaskan nama anak perempuan yang dia maksud karena Saga juga tidak bertanya terlalu jauh tentang informasi mengenai anak Bramanto.


"Kamu anak tunggal dari Pak Bramanto?" tanya penasaran Saga kepada Lisa yang masih berdiri dihadapannya, Saga saking penasaran dan merasa sudah salah terka langsung bertanya tanpa sebelumnya menyuruh liaa untuk duduk dikursi.


" Iya mas" sahut Lisa yang sudah berani memanggil Saga dengan sebutan sayangnya (Mas). Lisa tanpa dipersilahkan duduk oleh Saga langsung saja menduduki kursi yang memang diperuntukan oleh calon tunangan Saga walaupun tanpa sepengetahuannya bukan dirinya yang Saga maksud. Saga sangat merasa kecewa mengetahui kalau bukan Juni yang datang malam itu.


"Ooo iya mas aku lupa memperkenalkan diri secara langsung, aku Lisa Hapsari Bramanto panggil saja Lisa" imbuh Lisa sambil mengulurkan tangannya kepada Saga yang masih duduk terdiam.


Saga lama menatap Lisa dalam lamunannya dan perlahan juga ikut mengulurkan tangan, Lisa dan Saga berjabat tangan sebagai tanda resmi mereka berkenalan.


Saga yang masih percaya kalau yang dikatakan oleh Angga itu memang benar bahwa anak dari Bramanto yang angga sempat ikuti dan yang pernah menolong Saga waktu pingsan di lift adalah gadis lain bukan Lisa memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada Lisa.


"Bukannya Pak Bram punya anak gadis yang lain?" tanya Saga kepada Lisa yang sudah meminum segelas anggur merah yang telah disiapkan terlebih dahulu oleh para pelayan restauran. Saga melihat tingkah dari Lisa sudah merasa tidak nyaman karena tingkah Lisa saat bertemu dengannya tidak terlihat seperti wanita yang sopan.

__ADS_1


"Oooo anak haram itu, si Juni" kata Lisa menjawab pertanyaan yang terlontar dari Saga. Saga sontak perperangah dengan ucapan Lisa, dia menyadari antara Lisa dan gadis yang baru Saga ketahui namanya adalah Juni itu ternyata mempunyai hubungan yang buruk dengan saudaranya.


"Kok gitu!" tanya heran Saga.


"Apa namanya anak yang terlahir dari hubungan yang terlarang, hasil dari mengambil suami orang" Lisa berbicara tanpa memikirkan pandangan dari orang yang dia ajak berbicara.


"Udahlah jangan ngomongin si Juni, gadis gak penting" imbuh Lisa yang membuat Saga sudah sangat marah. Saga berpikir apakah ini karma dari perbuatannya yang menyuruh Pak Wijaya untuk memutuskan perjodohan anaknya dengan anak Bramanto yaitu Lisa.


Kalau Saga tahu dari awal kalau anak yang akan dijodohkan itu adalah Lisa mungkin Saga akan diam saja, tapi Saga mengira kalau anak yang akan dijodohkan itu adalah Juni karena kemarin Saga melihat kalau Juni yang diajak menemui keluarga Wijaya.


Saga menyalahkan dirinya sendiri, kenapa sebelumnya dirinya tidak menerima permintaan Angga untuk lebih mencari informasi yang lebih terlebih dahulu dari silsilah keluarga Pak Bramanto agar tidak terjadi kesalah pahaman seperti ini. Dia hanya bisa terdiam saat Lisa berbicara tentang kehidupannya. Saga tidak tertarik dengan kehidupan dari Lisa yang terus berbicara mengenai hidupnya.


Saga terpaksa menikmati acara makan malamnya dengan Lisa. Saga hanya bisa menjalankan sesuatu yang sudah terjadi dengan rasa penuh penyesalan. Nasi sudah menjadi bubur dan Saga berusaha membuat bubur itu menjadi enak untuk dirinya telan walapun lidahnya terasa pahit.


Lisa sebenarnya sangat marah kepada ayahnya karena sudah menjodohkannnya dengan rekan kerjanya yang dia kira adalah seorang pria tua yang sebaya dengan ayahnya. Sejak dirinya dihubungi oleh Saga, dirinya tidak terlalu merespons Saga, pesan Saga yang sering diterimannya mungkin bisa dihitung dengan jari tangan kanannya saja mendapatkan balasan dari Lisa.


Awalnya lis tidak akan datang keacara makan malam ini, namun setelah dibujuk oleh Mami Sintia dan Ayah Bram akhirnya Lisa mau menemui dengan terpaksa Saga direstauran tempat Saga mengadakan makan malam berdua dengan Lisa.

__ADS_1


Lisapun yang terpaksa, diyakinkan lagi oleh Bram dengan memperlihatkan sosok Saga melalui sebuah foto, setelah melihat foto tersebut akhirnya Lisa dengan senang hati datang ke restauran tanpa ada unsur paksaan dari orang tuanya lagi.


Lisa tidak menyangka kalau Saga yang dia anggap pria tua yang sebaya dengan ayahnya adalah sosok pria ganteng dengan tatapan mata yang tajam apalagi dengan tambahan seorang pemilik Mentari Departemen Store tidak akan ada yang tidak tergiur dengan sosok pria seperti itu.


Saga yang sedang menyantap spaghetti dihadapannya tidak mengetahui kalau dirinya sedang diperhatikan oleh Lisa. Lisa sejak melihat Saga dalam bentuk foto sangat tertarik dengan pria tersebut, apalagi saat ini dia melihat Saga langsung. Saga yang dia lihat langsung lebih menarik dibandingkan dengan melihat Saga difoto. Lisa memainkan anggur merah yang ada digelas dengan mengangkat gelas dan memutar mutarkan anggur didalam gelas dengan tangannya.


Saga melirik kearah Lisa dan melihat sekilas apa yang sedang dilakuakn oleh Lisa, saga berusaha untuk tidak menggubris apa yang sedang Lisa lakukan. Yang hanya Saga pikirkan saat itu adalah sosok Juni yang tidak berada bersamanya malam ini.


Dering ponsel dari Lisa terus saja berbunyi, Lisa melihat dilayar ponselnnya dan mematikan lagi panggilan ponsel tersebut. Lisa memasukan ponselnnya kedalam tas jinjing yang dia bawa malam itu. Lisa sengaja tidak mengangkat dan menaruh ponselnya karena dirinya takut kalau Saga akan merasa terganggu.


"Siapa?" tanya Saga


"Oooh cuman teman kok" sahut Lisa


"Gak apa-apa angkat saja siapa tahu beneran penting " kata Saga menyuruh Lisa untuk mengangkat panggilannya.


"Gak penting, tenang aja lagian sudah mati juga dan gak ada kedengaran lagi temen nelpon" sahut Lisa gelagapan.

__ADS_1


Saga hanya tersenyum pahit mendengar perkataan Lisa, pikir Saga ada sesuatu yang Lisa sembunyikan sampai Lisa menjawab dirinya berbicara dengan gelagapan seperti sedang menyembunyikan hal yang lain yang tidak ingin Saga ketahui.


__ADS_2