
Malam dikediaman Saga dipenuhi dengan gelak tawa dimeja makan sambil menyantap makanan yang sudah disediakan Saga, tak terasa malampun semakin larut.
Tibalah saat keluarga dari Baramanto yang hanya ada suami dan istrinya ingin pulang kerumahnya karena mereka pikir kalau hari itu kedua pengantin mungkin sangat capek dan butuh istirahat juga.
Pak bramanto berpamitan kepada menantunya yaitu Saga, Saga mengantar kedua calon mertuanya hingga didepan rumahnya.
Saga menyarankan supir pribadinya untuk mengantar kedua calon mertuanya hingga sampai didepan rumah kediaman Bramanto karena Saga tahu kalau saat mereka datang kerumah Saga, mereka hanya dijemput oleh Angga dengan mobil Saga.
"Nak saga, sekarang kami pamit," kata Pak Bramanto kepada mantunya.
"Iya yah, nanti ayah dan mami akan diantar oleh mang ujang" Saga menunjuk supir pribadinya yang sudah ada dibelakang Bramanto.
Kedua orang tua itupun berjalan menuju mobil tang tadi membawa mereka kerumah Saga dengan diikuti Juni dibelakang mereka. Saga yang melihat Juni mengikuti arah orang tuanya bertanya "Kamu mau kemana yank" perkataan Saga terdengar oleh mertuanya dan merekapun berbalik arah melihat Juni sudah ada dihadapannya
"Jun, kamu mau kemana?" tanya Mami Sintia.
Juni hanya berkata, "Ikut pulanglah yah."
Ayah Bram dan Mami Sintia tersenyum mendengar jawaban anaknya yang polos itu.
Mereka mengatakan kepada Juni kalau rumahnya masih dikediaman Ayah Bram kalau suatu saat rindu rumah namun rumah tempat tinggalnya yang sekarang adalah ditempat Saga tinggal bersama suaminya.
Juni mendengar penjelasan dari ayahnya menundukan wajahnya dan merasa sangat sedih kalau harus tinggal bersama orang yang belum Juni kenal baik walaupun Saga sekarang sudah menjadi suami sahnya.
Saga menghampiri Juni dan memegang tangan mungil Juni sambil berkata "Kapan kamu rindu rumah Ayah Bram dan Mami Sintia kamu bisa pulang kesana bersama aku," kata Saga.
Juni melepaskan pegangan tangan Saga, dia memeluk kedua orang tuanya secara bergilir dan berkata, "Aku pasti bakalan kangen kalian."
"Kami juga Nak, namun kamu sudah menjadi istri orang jadi pesan kami kamu harus ikuti perintah suami kamu karena perkataan suami adalah surga bagi istrinya yang bisa mengikutinya" nasehat yang terucap dari Mami Sintia kepada Juni yang memeluknya
Ayah bramanto memegang tangan anaknya dan menyerahkannya kepada Saga yang masih berdiri dideket mereka.
__ADS_1
Ayah Bram berkata kepada Saga yang sudah diserahkan tangan Juni untuk Saga pegang "Jaga juni untuk kami Nak, semoga kalian selalu bahagia dan selalu dalam lindungannya"
Saga hanya menjawab, "Pasti itu yah."
Saga yang memegang erat tangan Juni membiarkan kedua mertuanya melangkah berjalan menuju dalam mobil.
Juni dan Saga melihat mobil itu berjalan dan menghilang dibalik gerbang mewah rumah saga.
Setelah mobil itu menghilang Saga tetap memegang tangan Juni dan menuntun tangan Juni untuk mengikutinya.
Juni yang merasa sedih saat itu mengikuti tuntunan Saga namun setelah Juni berada didalam rumah tangannya yang digenggam oleh Saga menepis mencoba melepaskan pegangan Saga.
Saga yang tahu kalau Juni mencoba menepis genggaman tangannya dan Saga melepaskan tangan Juni yang dia pegang.
Angga yang menghampiri mereka melihat kalau Juni berusaha melepaskan tangannya dari Saga, Angga melihat kalau juni tidak begitu suka dengan perlakuan Saga. Angga menyamarkan hal yang dia lihat dengan berpura-pura bertanya kepada Saga "Sagg, sekarang aku harus apa?"
"Aku minta tolong sekali lagi ngga! kamu bisa suruh pegawai yang lain buat bersihin ini semua dan aku mau ruangan ini kembali seperti semula," pinta Saga
"Aku langsung pulang sag nanti," kata Angga
"Kamu gak nginep disini saja?" tanya saga masih berbicara dengan Angga dengan masih ada Juni disampingnya malam itu.
Angga melihat juni yang terlihat marah lalu Angga berkata kepada Saga "Aku langsung pulang saja sagg, besok pagi aku jemput kamu"
"Ya udah kalau kamu mau pulang tapi kalau buat besok kamu gak usah jemput aku, kita ketemu dikantor saja," kata Saga yang berbicara dengan Angga sambil menepuk pundak temannya itu.
"Ya udah nanti habis ini aku langsung pulang," kata Angga
Angga yang saat itu langsung pergi meninggalkan pasangan yang baru saja menikah itu untuk menyuruh sebagian pegawai yang ada dirumah Saga membersihkan dan menata ulang ruangan itu seperti semula.
Saga mengajak Juni untuk pergi melihat kamar baru untuk Juni tinggali.
__ADS_1
Juni hanya berjalan megikuti langkah dari Saga dengan masih menggunakan gaun pengantin yang sudah pasti sangat berat dan membuat Juni terasa pegal.
Sesampai mereka dilantai atas kamar Saga, Juni mengingat kalau besok pagi dirinya harus kembali kesekolah dan semua barang barangnya masih berada dirumah Bramanto dan sebagian lagi berada di apartemennya.
"Om aku harus pergi ke rumah Ayah Bram," kata Juni
"Haa om! kamu panggil aku om yank" Saga tertawa mendengar kalau dirinya dipanggil om oleh istrinya sendiri.
Mendengar tawa dari bibir saga Juni tampak kesal dan berkata "Udahlah gak usah panggil yank, emang aku yayangk kamu apa om," kata jutek Juni yang terdengar dari bibirnya.
"Ya udahlah kamu mau panggil aku sebuatan om juga gak apa-apa kalau kamu bahagia panggil aku om ya sudah aku biarkan kamu panggil aku gitu"
kata Saga masih dengan tawa lucunya
"Dihhhh!" Juni melirik Saga yang masih menertawainya karena dirinya sangat lucu buat Saga hanya karena memanggil Saga dengan sebutan om.
"Tadi kamu bilang mau pergi? pergi kemana biar om anterin" Saga seolah olah meledek panggilan yang diberikan Juni kepadannya
"Gak usah aku bisa pergi sendiri" kata Juni
"Ini udah malam, gak baik kalau wanita keluyuran jam segini apalagi kamu sudah punya suami. Apa kata orang tentang aku nanti" jelaskan Saga
"Kamu ngomong dulu kamu mau kemana, aku anterin" kata Saga
"Udahlah gak usah sok manis, lagian gak ada orang yang tahu kita menikah jadi gak akan ada yang ngomong jelek tentang kamu," kata Juni
"Tapi pasti bakalan ada yang ngomong jelek tentang kamu yang keluyuran malam dan itu sama artinya dengan ngomongin kejelekkan aku sebagai suami kamu" Saga berusaha meyakinkan Juni agar mau diantarkan olehnya, walaupun Saga belum tahu tujuan dari Juni yang akan pergi kemana.
Juni tak bisa lagi berkata apa-apa karena melawan Saga dengan percakapan menurutnya akan memakan waktu yang lama dan akhirnya hanya dirinyalah yang akan kalah.
Juni akhirnya menjelaskan kepada Saga bahwa dirinya akan pergi kerumah Bramanto untuk mengambil beberapa pakaian untuk digunakan besok karena besok pagi dia harus bersekolah seperti biasa.
__ADS_1