
Tidak ada sahutan ataupun kedatangan seseorang yang membuka pintu rumah bramanto untuk saga yang sudah memainkan bel rumah.
Saga mencoba meraih gagang pintu rumah bramanto dan betul saja pintu itu tidak terkunci.
Saga bertanya kenapa pak bramanto membiarkan saja pintu rumahnya tanpa terkunci dengan benar, pikirnya juga adalah pak bramanto sengaja membuka pintu rumahnya untuk agar dirinya kalau datang bisa langsung masuk kedalam rumah.
Saga dengan perasaan ragu-ragu tetap memutuskan untuk perlahan membuka pintu rumah bramanto yang berukir dengan nuansa warna putih bersih sedangkan warna gagang pintu bernuansa emas.
Saga membuka pintu rumah itu dan berjalan perlahan hingga dirinya melihat punggung dua orang yang sedang asik berbicara membicarakan anak mereka yang paling bontot siapa lagi kalau bukan juni gadis yang saga telah lama rindukan.
Saga sontak terdiam sejenak melihat punggung dua orang tua yang akan dengan tega dia lukai malam ini jika tidak seperti itu
mungkin akan ada banyak hati yang akan terluka termasuk hatinya yang memang sudah salah menerka kalau lisa adalah juni yang akan menjadi tunangannya dengan kejadian yang telah terjadi.
"Ada tamu yah" saga mendengar suara dari istri bramanto setelah melihat dirinya berdiri diruang makan
Saga melihat sekelilingnya begitu banyak sekali hidangan yang ada dimeja makan itu karena akan mengadakan penyambutan dirinya. Makanan yang setengah dari hidangan itu adalah makanan kesukaannya. Saga melihat pak bram sedang duduk dimeja makan kala itu.
__ADS_1
Kedua orang tua itu mempersilahkan saga untuk duduk dikursi meja, saga duduk dengan pikiran harus melakukan sesuatu yang pasti akan melukai hati kedua orang tua itu.
Saga yang sudah duduk dimeja makan langsung ke pokok pembicraan mereka dan menjelaskan niat kedatangannya ke rumah itu adalah untuk membatalkan dan memutuskan kontrak kerja sama yang sudah akan disepakati. Perkataan yang terucap dari bibir saga betul saja membuat pak bram dan istrinya terkejut mendengar ucapan dari pak saga.
Pak bram bertanya lagi kepada saga karena tidak mengerti saga tiba-tiba memutuskan pertunangan dan akan membatalkan rencana kerja sama. Saga yang saat itu sudah duduk dikursi meja makan yang memang sudah di siapkan oleh keluarga itu diperuntukan saga.
Pak bram juga mempertanyakan alasan yang ingin dia dengar dari mulut saga hingga bisa membatakan perjodohan yang dia sendiri inginkan dari awal.
Saga dalam hatinya antara tega dan tidak tega mengatakan kelakuan lisa yang orang tuanya tidak tahu. Sebelum dirinya berada diruangan itu saga sudah sangat yakin akan menjadikan perbuatan salah lisa sebagai alasan namun saat dirinya melihat begitu banyak hidangan makanan yang diperuntukan untuk menyambut dirinya apalagi saat saga melihat punggung dari orang tua lisa yang adalah orang tua juni juga merasa berpikir dua kali lagi untuk tetap memberitahukan alasannya.
Saga yang mendengar pertanyaan bram saat ingin mengetahui alasannya berusaha untuk berkata agar pak bram langsung bertanya kepada lisa nanti saat mereka temui.
Mami sintia berkata kepada suami dan pak saga memberitahukan lisa sudah datang dan memohon kepada pak saga untuk berbicar baik baik dengan ada lisa juga diruangan itu.
Lisa datang dengan keadaan yang sangat kacau, baju berantakan dengan leher penuh cupangan merah serta lipstick bibir yang berantakan. Mami sintia yang melihat lisa seperti itu tidak menyangka dan menyuruh lisa untuk segera sadar karena lisa juga terlihat memang masih terpengaruh dengan minunan keras. Lisa tidak mendengar perkataan yang diucapkan maminya lisa malah langsung menghampiri saga yang masih terduduk.
Lisa meminta maaf dengan menggandeng tangan saga, saga yang tadinya tidak akan mengungkapkan alasannya merasa sudah tidak bisa lagi diam. Dirinya tidak mau lagi kalau diamnya malah akan membuat dirinya terjerumus lagi dengan hubungan yang memang tidak dia inginkan sejak awal "Kamu wanita gak benar, mabuk-mabukan dihotel dan bercumbu dengan seorang pria yang bahkan tidak kamu kenal" saga akhirnya dengan lantang dan keras mengatakan alasan dirinya akan membatalkan pertunangannya dan membatalkan kontrak kerjasama.
__ADS_1
Dua orang tua itu mendengar perkataan saga dan merasa sangat kaget terlihat dari sorotan pancaran mata yang diperlihatkan kala itu. Saga sengaja mengatakan kalau pria yang lisa ajak berselingkuh itu adalah orang asing yang tidak lisa kenal juga karena kalau pak bram tahu bahwa pria itu adalah anak dari pak wijaya entah apa yang mungkin akan dia lakukan karena sejak pak wijaya membatalkan pertunangan anak mereka pak bram sudah tidak terlalu respek dengan pak wijaya yang sudah mempermalukan dirinya kala itu.
Lisa hanya bisa mengucapkan kata maaf dan hilaf dia berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut namun saga yang akhirnya sudah mengungkap semuanya segera berdiri didepan pak bram yang masih terduduk lemas tidak percaya akan kelakuan lisa dibelakangnya dan saga segera mengatakan undur dirinya dari rumah tersebut.
Pak bram dan mami sintia tidak bisa menghentikan langkah dari saga karena juga merasa sangat malu akan tingkah anaknya yang mereka dengar langsung dari ucapan pak saga.
Saga melangkah meninggalkan mereka bertiga, sontak senyum dari bibir saga tersungging tak kala dirinya merasa sudah terbebas dari beban yang hampir 3 bulan ini dia rasakan.
Saga yang sudah keluar dari rumah bramanto berada di gerbang dan terdiam sejenak. Dirinya mendengar dari arah dalam rumah yang baru dia tinggalkan itu terdengar suara ribut besar. Pikirnya jelas saja saat itu mungkin lisa sudah disidang dengan kedua orang tuanya. Saga menatap arah bulan diatas langit yang gelap malam itu.
\=\=> CONTOH VISUAL TATAPAN SAGA MALAM ITU
Saga menggapai saku yang berada dibalik jasnya saat itu untuk mengambil ponselnya. Saga membuka aplikasi Driver-online untuk memesan sebuah mobil agar bisa mengantarnya menyusul angga yang sedang mengikuti juni. Namun sampai saat itu dirinya tidak mendapati laporan dari angga pikirnya mungkin saja angga sudah kehilangan arah tujuan juni dan tidak bisa mengikutinya.
Saga yang sudah memesan Driver-online menunggu sejenak mobil yang dia pesan datang menghampirinya. Dirinya tetap melihat kearah bulan diatas kepalanya dan saga segera mengusap-usap matanya tak kala bulan yang dia lihat berubah menjadi wajah dari juni yang sedang tersenyum dengannya.
__ADS_1
Saga merasa ada yang salah dengan otaknya, tiba -tiba saja otak saga sangat merindukan gadis itu. Walaupun dirinya hanya bertemu beberapa kali dan itu dari jarak jauh saga sangat mengenal dan menghafal wajah juni yang dia rindukan.