AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Untung Saja


__ADS_3

Keesokan harinya, Juni yang masih tertidur tak dia rasakan seorang Saga sudah memandanginya lagi. Saga sengaja bangun lebih cepat dari Juni agar dia bisa melancarkan aksi jahilnya.


Saga tak kunjung melihat Juni terbangun pagi itu, alhasil Saga menganggu tidur Juni agar dirinya terbangun dan semua rencana Saga berhasil.


Saga mengganggu tidur Juni dengan cara memasukkan sedikit ujung rambut panjang Juni ketelinga Juni sendiri dan itu membuat Juni terus saja merasa resah dalam tidurnya, Juni terganggu karena merasa ada sesuatu yang aneh masuk di telinganya.


Juni kemudian terbangun dari tidurnya dan tentu saja Saga berpura- pura untuk tertidur pulas.


Juni mengusap matanya dengan pelan sebelum benar-benar membuka matanya dan mendapati Saga dengan setengah telanjang dadanya berada disampingnya.


Juni merasakan kepalanya sangat pusing dan berat.


Juni mengingat lagi apa yang sebenarnya terjadi tadi malam sampai dirinya tak mengingat apapun dari kegiatan yang tadi malam dia lakukan. Yang dia ingat hanya pada saat dia memandangi gelapnya pantai dengan ditemani sebotol minuman ditangannya selebihnya tidak sama sekali dia ingat.


Juni melihat dirinya yang merasa tidak memakai baju satupun dengan hanya dililit selimut putih yang menempel dibadannya.


"Oppsss,, apa ini? bajuku mana?" kata Juni


Juni melihat lagi Saga yang juga tak memakai baju, Juni memasang wajah kaget dan melihat lagi tubuhnya yang ada didalam selimut dengan perasaan tak percaya.


"Jangan - jangan tadi malam aku...." Juni melihat lagi Saga yang masih tidur walaupun kenyataannya itu hanyalah kepura- puraan. Perkataan Juni tentu saja didengar oleh Saga dan berhasil membuat Saga tertawa dalam hati karena setidaknya bisa menjahili Juni sepagi itu.


Juni menendang tubuh Saga hingga Saga terguling dan terjatuh dari ranjangnya.


"Ahhhhh" teriak Saga yang kembali berpura-pura kesakitan akibat jatuhnya dia dari ranjang. Saga membangunkan diri dan kembali tidur keranjangnya. Juni yang melihat Saga kembali lagi tidur tak tinggal diam, dia memukul mukul Saga sambil berkata "Apa yang om cabul lakukan tadi malam sama aku"


Saga lagi-lagi berpura- pura membangunkan dirinya dengan sangat susah payah. Dia berakting membuka matanya yang berat dengan sudah menghadap Juni didepannya. Juni sudah pasti melihat ada banyak sekali bekas lipstik didada Saga dengan bentuk cap bibir, warna lipstik yang tadi malam dia pakai berada dan membekas sangat terlihat didada putih Saga.

__ADS_1


"Om apa yang kita lakuakan tadi malam? " tanya Juni lagi kepada Saga dengan tangannya sudah mempererat selimut putih agar tetap menempel ditubuhnya.


"Masak kamu lupa yank... " kata Saga santai.


"Lupa apa?" tanya Juni.


"Ini bukan yang kayak aku bayangkan kan? " lanjut tanya Juni kepada Saga yang dalam hati sudah senang bisa mengerjai Juni.


"Gimana sich yank, gitu aja lupa. Apa perlu kita ulangi lagi agar kamu ingat semuanya?" kata Saga lagi sambil tersenyum seakan membayangkan kejadian tadi malam yang Juni tak ingat.


"Om, kita ngapain tadi malam? " tanya Juni lagi, kali ini Juni sudah meneteskan air mata.


"Kamu gak pakai baju aku juga, bekas bibir kamu didada aku dengan warna lipstick yang tadi malam kamu pakai. Itu tandanya kita ngapain tadi malam?" tanya Saga memberikan tebak- tebak dipagi hari kepada istrinya.


"Gakkkkk" teriak Juni sambil menuntup kedua telinganya seolah tak mau mendengar perkataan Saga lagi.


"Kalau kamu gak percaya gak apa-apa, biarin itu cuman jadi kenangan terindah buat aku" kata Saga yang lantas membuat Juni tambah menangis..


"Gak mungkin om, om bohongkan" tanya Juni masih setengah tak percaya dengan apa yang Saga katakan.


"Anggap aja gak terjadi apa-apa. Kalau kamu gak mau mengingatnya sebagai kenangan indah, biar saja hanya bibir ini yang jadi saksi kalau kita itu sudah........ " kata Saga


"Bibir! maksud om apa?" tanya Juni.


"Ini" saga menunjukan bibirnya yang lebam dan berkata lagi "Aku udah gak mau, tapi kamu maksa aku, kamu mukul aku karena aku gak mau melakukannya" kata Saga lagi.


Juni tak berkata apa apalagi setelah melihat sebuah lebam di bibir Saga, Juni hanya terus mengeluarkan air mata dan menangis seolah dia juga percaya dengan perkataan Saga yang sangat meyakinkannya dengan bukti warna lipstik Juni yang sama dengan bekas bibir di dada Saga serta luka lebam yang Juni pikir tidak mungkin kalau saga yang membuat sendiri luka dibibirnya.

__ADS_1


Juni menangis sejadi jadinnya sambil menundukan dirinya merasa malu dengan apa yang tadi malam dia perbuat.


Pikir Juni ini adalah karma lagi untuknya karena sudah berkata kasar kepada Saga tadi malam dan Tuhan malah menegurnya dengan cara seperti ini.


Saga yang awalnya merasa senang karena berhasil mengerjai Juni akhirnya suara tangis Junilah yang membuat dia merasa bersalah lagi. Dia ingin mengerjai Juni hanya karena ingin mendapati kesenangan dari hal itu namun ternyata malah membuat Juni menagis lagi. Saga mendekat kearah Juni yang terus saja menunduk dan menangis, Saga memeluk tubuh Juni sambil berkata "Udah yankk,,,.Maaf". Saga sebenarnya ingin jujur kepada Juni bahwa itu semua hanyalah sekedar candaan dari Saga dan tadi malam tak terjadi apa-apa antara mereka berdua.


Juni yang mendengar perkatan maaf dari Saga bukannya langsung diam, malah perkatan Saga membuat Juni tambah menangis dengan sangat keras dan terdengar menyedihkan dihati Saga. Saga memeluk erat tubuh Juni lagi dan menepuk pundak Juni.


"Om gimana ini? "tanya Juni terdengar sangat polos yang terdengar dari mulutnya yang terus saja terisak tangis.


"Apa yank...?" tanya Saga sambil terus menepuk punggung Juni pelan.


"Om harus tanggung jawab" kata Juni. Mendengar seorang Juni meminta Saga untuk bertanggung jawab membuat Saga malah ingin tertawa namun dia sengaja menutup mulutnya dengan tangannya sendiri agar tak terdengar tawanya. Bagaimana Saga tak ingin tertawa seorang istri ingin agar suaminya bertanggung jawab atas apa yang belum dia lakukan. Dan karena mendengar perkataan polos Juni membuat Saga mengurungkan niatnya berkata jujur kepada Juni walaupun dia sangat ingin.


"Iya aku bakalan tanggung jawab kok!" kata Saga


"Maunya tanggung jawab kayak gimana yank.. ?" lanjut kata Saga dengan sudah menghilangkan rasa tawanya.


"Aku gak tahu caranya gimana, yang jelas om harus tanggung jawab" kata Juni yang berbicara sambil terus sesegukan menangis.


"Apa perlu kita nikah ulang lagi?" tanya Saga.


"Om,,, aku serius" kata Juni yang kembali meneriaki Saga.


"Lah keluar aslinya ne gadis" kata Saga dalam hati yang kembali mendapatkan teriakan dari Juni.


"Habisan kamu aneh, kita udah nikah. Terus cara aku tanggungjawab lagi sama kamu kayak gimana?" tanya Saga kepada Juni.

__ADS_1


__ADS_2