
"Iya memang salah aku juga, aku kira Juni itu anak satu-satunya keluarga Bramanto sesuai perkataan dari Pak Wijaya yang bilang kalau Pak Bramanto punya anak perempuan cuman satu" kata Saga menjelaskan kepada Angga.
"Ooo iya bener aku baru inget nama gadis itu Juni" potong Angga yang baru mengingat nama Juni setelah Saga menyebut nama itu.
"Terus gimana? gak mungkinkan kamu bilang sama Bramanto kalau gak jadi dijodohkan sama si Lisa itu" tanya Angga tentang rencana selanjutnya Saga yang sudah terlanjut salah dari awal dengan semua rencananya.
"Bingung aku ngga" sahut Saga yang mengacak rambut klimisnya dengan kedua tangannya.
"Udah jadiin ajalah lagian cantik kok orangnya" suruh Angga sambil menggoda Saga.
"Gila kamu, percuma cantik tapi kalau hati aku deket dia itu gak bergerak. Mau apa lagi coba!" kata saga
"Lagian aku sudah suka sama saudaranya tiada yang lain lagi" lanjut Saga
"Sook setia amet" jawab Angga
Belum sampai rumah Saga, tiba-tiba ponselnya berdering dan itu sudah bisa ditebak oleh Saga yang menghubunginya malam itu adalah Lisa kakak dari Juni. Saga memperlihatkan ponselnya yang berdering kepada Angga agar Angga juga melihat kalau dirinya dihubungi lagi oleh Lisa.
"Tuh liat belum ada berapa jam ketemu udah nelpon lagi ne cewek" Saga mematikan suara dari dering ponselnya.
__ADS_1
"Kenapa gak angkat, sikat Sag" suruh Angga
"Gila kamu geli aku sama cewek agresif kayak gini, kelihatan banget pengalamannya sudah profesional" Saga membalik arah layar ponselnya dan meletakkannya di sebelah tempat duduknya.
Akhirnya mereka sudah tiba dirumah Saga, Saga yang sebelum turun menyuruh Angga untuk lebih baik menginap semalam dirumahnya karena malam sudah sangat larut dia tidak mau kalau terjadi sesuatu dijalan dengan temannya itu. Angga mengikuti saran dari Saga, dirinya juga merasa sangat letih dan kecapekan karena sudah bolak balik mengantar Saga. Apalagi dengan banyaknya rutinitas pekerjaan yang sudah dia lakukan dikantor dalam membantu urusan bosnya yaitu Saga.
Didalam kamar Saga yang cukup besar dan mewah dengan ranjang putih bersih sudah ada Angga dan Saga berbaring ditempat tidur yang cukup besar. Mereka terlihat sudah sangat letih dan capek karena sudah menjalankan hari yang berat dan sibuk. Mereka berdua tertidur dalam satu ranjang, namun Angga malam itu tidak bisa tidur dengan pulas dikarenakan dering dari ponsel Saga terus saja berbunyi, sedangkan sang pemilik ponsel tidak terganggu sama sekali dengan dering ponsel tersebut.
Saga tertidur dengan sangat pulasnya malam itu. Angga memutuskan untuk meraih ponsel dari Saga yang berada disamping kepala Saga. Angga melihat anak dari Bramanto sedang menghubungi Saga, Angga tersenyum dengan mata yang masih sangat mengantuk membaca nama dari nomer kontak yang menghubungi Saga karena Saga menyimpan nama itu dengan nama "Lisa si gatel"
Karena angga merasa tidak mau diganggu oleh wanita yang jelas Saga tidak sukai itu, Angga sengaja mengangkat ponsel itu dan langsung berkata "Salah sambung Mbak, jangan hubungin nomer ini lagi. Terimakasi" Angga segera mematikan ponsel dari Saga setelah dirinya mengatakan perkataan dengan diakhiri ucapan terimakasi tanpa mendengar apa yang Lisa akan katakan disambungan seberang.
***
Dari sejak itu sampai hampir tiga bulan, Lisa selalu berusaha mendekati Saga, namun sudah jelas dari sikapnya bahwa Saga tidak pernah tertarik dengan Lisa.
Hampir tiga bulan Lisa merayu Saga dan selama itu juga saga menolak rayuan Lisa wanita yang tidak dia sukai.
Berbagai macam cara pendekatan yang dilakukan oleh Lisa. Tidak hanya ditempat kerja Saga, bahkan Sagapun merasa terganggu didalam rumahnya sendiri dengan segala upaya Lisa merayu dirinya namun Saga tidak pernah menggubrisnya.
__ADS_1
Saga berusaha untuk menghindar tidak memperdulikan Lisa, mungkin dengan hal seperti itu membuat Lisa membatalkan perjodohannya sendiri dengan Saga. Harapan yang mungkin tidak akan terwujud sebab Lisa dari hari ke hari terlihat sangat-sangat menyukai Saga. Tidak ada hari dia lewatkan untuk tetap berusaha menjadi orang terdekat dari Saga. Banyak yang sudah Lisa lakukan dari perhatian Lisa membawakan bekal Saga baik itu pag,i siang, hingga malam hari. Lisa juga sangat sering menjemput Saga dari rumah menuju kantornya walaupun Saga sudah sering menolak hal tersebut.
Lisa selalu mengirimi Saga pesan menanyakan keadaan Saga namun sangat jarang sekali dirinya mendapatkan balasan dari Saga. Dulu, saat Saga gencar gencarnya menghubungi Lisa sebelum Saga tahu bahwa yang dihubungi bukanlah Juni tapi Lisa namun berbeda setelah dirinya mengetahu hal yang sebenarnya. Sekarang malah terjadi yang sebaliknya justru Lisa yang gencar menghubungi Saga.
Hampir tiga bulan mereka menjalin status pacaran yang Lisa klaim sendiri, hanya karena akan menjadi tunangan Saga yang itupun belum tentu terjadi.
Apapun yang Lisa lakukan tidak bisa menggugah dan menggerakkan hati dari Saga karena hati Saga sebelumnya sudah berlabuh pada sosok Juni yang terakhir dia temui pada saat dirinya pingsan dilift.
Lisa yang sebenarnya juga tahu kalau sikap Saga padanya layaknya sikap lelaki yang tidak pernah memandang dirinya sebagai wanita yang dia sukai. Namanya juga seorang Lisa kalau tidak tebal muka mungkin namanya bukan itu.
Hingga puncak berakhirnya hubungan mereka yang juga sangat ditunggu tunggu oleh saga sebagai alasan dirinya mengakhiri perjodohannya adalah pada saat dirinya meeting disalah satu cabang hotel Garden City. Saga malam itu dengan ditemani oleh Angga berusaha menyelesaikan pekerjaan terakhir mereka sebelum pergi menemui keluarga Bramanto yang sudah mengatur acara makan malam keluarga untuk membicarakan pertunangan saga dengan Lisa. Saga memang sangat berat menyelesaikan dengan cepat pekerjaannya, dirinya berusaha untuk mengulur-ulur waktu sambil membayangkan bagaimana kalau seandainya Tuhan memberikan jalan agar dirinya lolos dari pertunangan dengan Lisa.
Saga yang sudah kedatangan beberapa pihak yang bersedia menjual tanah mereka dalam rangka saga ingin membangun cabang serta memperluasa Mentari Departemen store.
Angga datang menghampiri Saga dengan memberitahukan hal yang sudah dia iginkan dan sempat dia mohon kepada Tuhan.
"Sag, Lisa ada di hotel ini dengan seorang pria asing dan sekarang dia berada di kamar 101. Gimana ini? " lapor Angga kepada Saga yang jelas melihat Lisa sedang berpelukan sambil berjalan memasuki salah satu kamar hotel dengan keadaan masih setengah sadar.
"Yakin kamu" kata Saga.
__ADS_1
"Yakin lah! aku liat dia masuk dari lobi depan dan karena aku penasaran aku ikuti sampai Lisa masuk kamar dengan pria itu" jelaskan Angga kepada bosnya dengan berbisik ditelinga Saga agar tamu yang ada didepan Saga tak mendengar perkataan dari Angga.