
Saga melihat sekeliling yang ada disekitar Juni dan semua pria saat itu melihat kearah Juni yang sedang berbicara.
Entah apa yang dipikirkan para lelaki yang menatap Juni namun Saga sudah merasa tidak suka akan hal tersebut.
Saga yang terus memperhatikan Juni tidak Juni sadari kalau dirinya menjadi pusat perhatian Saga dan semua lelaki yang ada disana.
Saga sontak terkejut melihat Juni yang tak henti batuk setelah meminum air botol mineral yang ditenggaknya karena merasa kaget oleh perkatan temannya yang saat itu mengajak Juni berbicara. Entah apa yang mereka bicarakan Saga tidak tahu karena melihat mereka dari jauh. Saga juga melihat Juni berlari kearah toilet perempuan.
Saga yang melihat hal tersebut langsung memanggil pelayan Club untuk dirinya memesan sebotol air mineral.
Saga juga menyuruh salah satu anak buahnya untuk ke mini market yang ada didepan Club agar membelikannya madu sesegera mungkin.
Setelah menunggu beberapa menit pesanan air botol mineral sudah ada ditangannya dan anak buah yang Saga sudah suruh membelikan dirinya madupun sudah datang.
Saga mengambil madu yang diberikan dan mencampur madu itu kedalam air botol mineral dan bergegas menuju kearah toilet.
Saga menunggu lama didepan toilet wanita yang juga bersebelahan dengan toilet lelaki sehingga saat Saga menunggu junj keluar dari dalam toilet tidak akan ada yang merasa mencurigai Saga.
Junipun dilihat Saga sudah keluar dari kamar mandi, Juni masih berdiri mencari dinding kamar mandi dan terjongkok disana sambil terus batuk tak henti. Saga yang melihat kejadian itu langsung menghampiri Juni yang masih terjongkong. Saga melihat mata Juni juga menatapnya perlahan.
Saga memberanikan diri untuk menyodorkan botol minum yang sudah ingin dari tadi dia berikan kepada Saga "Ini minum, biar batuk kamu lebih mendingan" Saga mengucapkan kalimat pertama kepada jini yang baru dia temui setelah sekian lama dirinya menunggu pertemuan itu.
Juni dengan memasang wajah yang bingung masih mau menerima air mineral yang Saga berikan dan itu sudah cukup membuatnya senang.
Saga mendengar ucapan terimkasi dari bibir mungil Juni dan segera berbalik arah meninggalkan Juni yang sudah dia berikan air minum dengan campuran madu didalamnya. Entah faedahnnya apa memberikan air mineral dengan campuran madu namun setidaknya Saga menunjukan rasa kepeduliannya kepada Juni.
__ADS_1
Saga yang sangat kegirangan dalam perjalanannya meninggalkan Juni yang masih terduduk dipinggir dinding.
Saga kembali menghampiri Angga yang sedari tadi tidak menghiraukan apa yang Saga perbuat karena sedang asik menikmati musik yang dia dengar. Saga juga tidak merasa kesal dengan tingkah Angga karena dirinya juga sedang merasa senang bisa berjumpa Juni dan juga tidak menghiraukan kelakuan Angga.
Saga terus saja melihat arah lorong yang membawa kearah kamar mandi berharap kalau Juni akan keluar dengan keadaan baik- baik saja.
Junipun dilihatnya keluar dari dalam lorong itu dan Saga melihat Juni kesusahan untuk melangkah menerobos beberapa orang. Ingin dia membantu namun dirinya juga harus tetap berada dalam perlindungan para pengawalnya yang sudah memberikan ruang sedikit terbuka kepada Saga.
Saat Juni mendekat dan akan melewati Angga yang sedang asik menggerakkan badannya dengan diiringi musik DJ, Angga tidak mendengar kalau Juni sudah mengucapkan kata permisi sekian kali. Saga menggapai tangan Angga dan menariknya agar Juni bisa berjalan melewati Angga yang tidak sengaja menghalau langkah Juni menuju mejanya.
Saga berkata "Ngga ada yang mau lewat" Saga menarik lengan Angga agar minggir karena Juni akan lewat Angga melihat kalau ternyata yang akan lewat itu adalah Juni yang sudah dia buntuti hingga ketempat ini.
Angga hanya tersenyum setelah menatap Juni yang juga melihatnya sudah meminggirkan tubuhnya agar dirinya bisa berjalan.
Saga melihat terus kearah Juni dan betul saja mungkin karena ketampanan dirinya membuat teman juni tralaaa menoleh kearahnya dan Saga melihat kalau Trala memberitahukan sesuatu yang tidak dirinya tahu hingga membuat Juni juga memperhatikannya sedang duduk dikonter seorang diri.
Saga sesekali tersenyum kearah Juni namun dirinya sedikit kecewa karena senyum dirinya tidak dibalas oleh Juni, Juni terus saja menunduk tanpa melihat lagi dirinya.
Juni berdiri dan segera berlari meninggalkan mejanya bersama temannya yang juga ikut berlari mengikuti Juni setelah Juni mendapatkan telepon dari seseorang.
Saga sempat berpikir mungkin orang tuanya saat itu sedang meneleponnya mengabari kejadian dirinya yang batal bertunangan dengan kakaknya Lisa. Saga melihat mereka (juni dan trala) sudah menghilang dikerumunan orang yang sedang berdansa.
Saga tak langsung mengikuti arah kepergian Juni dan temannya yang terlihat tergesa gesa itu. Saga memanggil Angga dan menghentikan kelakuan Angga yang sangat menikmati malam itu berada disana.
"Angga stop kita keluar" kata Saga sontak menghentikan dansa Angga dengan beberapa para wanita yang baru dia kenal.
__ADS_1
"Ikut" imbuh Saga mengajak Angga ke meja Juni yang sudah dia tinggalkan.
Saga melangkah mendekati meja Juni dan mengambil sebuah jaket kulit hitam yang dia lihat milik Juni dan lupa untuk Juni ambil karena terburu-buru.
"Siapa yang punya? " tanya Angga kepada Saga yang ada didepannya dan sudah memegang jaket ditangannya.
"Milik Juni, mungkin dia lupa bawa ini" sahut Saga sambil memandang jaket kulit hitam dan sesekali memandang arah dimana Juni terlihat menghilang dikerumunan orang.
"Ngaa, kumpulin semua pengawal suruh mereka buatin aku ruang biar bisa berjalan menuju keluar gedung ini. Kita harus ikuti Juni" pinta Saga yang memerintahkan Angga untuk mengumpulkan pengawal.
Angga dengan cepat sudah mengumpulkan semua pengawal yamg tadi dibawa oleh Saga dan akhirnya Sagapun bisa berjalan keluar gedung tanpa harus dihimpit oleh banyak orang.
Saga dan Angga sudah berada dimobilnya "Sag, kita mau kemana sekarang?" tanya Angga yang merasa bingung karean Juni yang ingin dia buntuti sudah tidak ada dipandangan mereka.
"Hmmmmmmm, coba kita ke rumah kediaman pak Bramanto" Saga berpikir sejenak sebelum mengelurkan perkataan itu kepada Angga.
"Lagi" angga Kaget mendengar Saga menyuruh dirinya membawa mobil merah kesayangan Saga kembali kerumah Bramanto.
"Iya sapa tau pikiran aku bener" kata Saga
"Ya udah lah, ayo lah kita kesana" Angga menghidupkan mesin mobilnya dan bergerak berjalan keluar dari deretan parkiran mobil yang berjejer dan membating kemudinya kearah kanan meninggalkan parkiran gedung Onyx Club Night.
Setelah melalui perjalanan panjang dan cepat akhirnya Saga dan Angga melihat sebuah mobil berhenti dikediaman Pak Bramanto dan betul saja mereka melihat Juni keluar dari mobil dan segera berlari memasuki rumah. Saga dan Angga tidak ikut turun mereka hanya memperhatikan situasi dari luar rumah kediaman Pak Bram.
Ingatan Saga terhenti sampai disitu dan dirinya kembali lagi kewaktu Saga berada dipantai sedang berjemur dengan mencoba membiarkan panggilan dari Pak Bramanto yang sengaja tak diterimanya cepat.
__ADS_1