
Catatan : Mohon maaf up nya selalu lama ada banyak kerjaan asli yang harus dikerjakan dan mulai dari sini cerita akan dipercepat. Terimakasi buat yang selalu dukung. Love u all
"Hmmmm iya Mami" jawab Lisa di barengi dengan anggukan kepalanya.
Padahal yang sebenarnya Lisa sengaja datang dengan berbusana serba hitam untuk menunjukan rasa bela sungkawanya atas kepergian adiknya tapi pagi itu ternyata tak seperti yang dia pikirkan.
Dia kecewa, rasa marah menyelimuti hatinya, Lisa juga sedikit penasaran kalau tidak seperti dugaannya apa yang terjadi dengan Juni disana. Apakah dia benar benar selamat.
Dan hari itu yang dia rasakan adalah kesedihan dibarengi dengan kekecewaan. Mami Sintia merasa kasihan kepada anaknya, dia mengusap-usap rambut panjang Lisa sambil memberikan kata-kata penyemangat.
Mami Sintia ikut merasakan kesedihan yang sedang anaknya rasakan. Setelah beberapa waktu lamanya mereka duduk saling berdampingan dan dengan seorang Lisa yang masih duduk bersender didada Maminya, Mami Sintia menawarkan Lisa untuk sarapan pagi. Mami Sintia sangat kangen kepada Lisa karena anaknya itu jarang sekali pulang dan sama sekali tidak mengangkat panggilan ponsel Mami Sintia ketika maminya menghubunginya. Lisa hanya mengikuti apa yang diinginkan Mami Sintia untuk mengajaknya sarapan pagi. Merekapun berdiri dari duduknya dan melangkah bersama ke ruang makan.
"Ayah mana Mi? " tanya Lisa sambil berjalan bersama Mami Sintia.
"Ayah keluar kota, ada bisnis yang harus ayah kerjakan" jawab Mami Sintia.
"Ooooooo" ucap pendek Lisa.
Lisa Dan Mami Sintia duduk dikursi makan, sarapan pagi sudah tersedia diatas meja. Merekapun makan bersama berdua hanya ada Lisa dan maminya.
______________________________________
^^^Parkiran gedung Mentari Departemen Store^^^
Saga memutuskan untuk berkerja, walaupun sebenarnya pikirannya masih tertuju pada Juni tapi ini mungkin jauh lebih baik membiarkan Juni sendiri terlebih dahulu agar dia tenang. Saga berada didalam mobilnya yang sudah berada diparkiran gedung Departemen. Hari ini Saga tak memarkirkan mobilnya di parkiran khusus yang biasa dia gunakan, dia malah memberhentikan mobilnya diparkiran umum. Bukan tanpa alasan Saga memarkirkan mobilnya di tempat umum, Saga ingin hidup normal dan hari ini dia ingin menguji dirinya sendiri tentang penyakitnya. Apakah benar troma yang selama ini dia derita sudah hilang atau itu hanya disaat kejadian kemarin saja.
"Hufffffffttttttt" hembusan nafas Saga terdengar seakan ingin menguatkan dirinya dan memberanikan diri keluar dari mobil.
__ADS_1
Saga memperhatikan sekeliling dari dalam mobil dan sudah banyak sekali mobil dan juga orang lalu lalang di tempat parkiran saat itu. Saga diam sejenak.
Jarinya bermain diatas kemudi mobilnya. Detik demi detik berjalan menuju ke menit dan tak ada pergerakan dari seorang Saga.
Masih tetap berada didalam mobil.
Matanya tertuju pada seorang anak kecil yang sedang menangis karena es krim yang dia pegang terjatuh.
Anak kecil di parkiran, seorang diri tanpa ada orang dewasa yang menemani.
Walaupun banyak sekali orang lalu lalang tapi tak satupun dari mereka yang peduli dengan anak kecil tersebut.
Saga sontak menekan tombol pintu mobil dan keluar dari dalam mobil dia berjalan menghampiri anak tersebut.
"Kenapa dek? kok nangis? maminya mana?" tanya Saga sambil duduk jongkok didepan anak kecil itu. Saga sama sekali tak mendapat jawaban dari pertanyaannya. Saga mulai kebingungan.
"Kamu mau apa? Om berikan" lanjut Saga berkata. Tambah Saga bersuara, tangisan anak kecil itu semakin keras.
"Ok ok ok,,, Om beliin es krim" ucap Saga.
"Sekarang Om" ucap anak kecil itu yang langsung terdiam saat mendengar kata es krim.
"Haaaaa" Saga tersenyum sambil mengelurkan raut wajah herannya. Hanya dengan es krim anak kecil bisa berhenti menangis seketika. Saga berdiri tegak lagi dan bilang "Ayo" sambil mengulurkan tangannya untuk berharap dipegang sang anak.
Sang anak hanya diam saja tanpa meraih uluran tangan Saga. Saga kembali melihat sang anak yang tak mengambil tangannya sambil berkata lagi "Ayo,,, Om anter beli es krim"
"Gendong Om" kata anak tersebut.
Saga hanya diam sejenak, dia kembali tersenyum dan tak lama duduk didepan sang anak agar anak tersebut bisa meraih punggungnya. Saga yang sudah menggendong anak tersebut segera berjalan menuju toko es krim. Di perjalanan menuju toko es krim Saga bertanya pada anak tersebut.
__ADS_1
"Nama kamu siapa? Om boleh tahu kan? " tanya Saga
"Arya Om" jawab Arya
"Kamu kesini sama siapa? Om boleh tahu?" tanya Saga.
"Sama Bunda Om" jawab sang anak.
"Trus Bunda kamu kemana? kok gak ada deket kamu" tanya Saga lagi.
"Gak tahu Om" ucap sang anak.
"Nanti habis Om beliin es krim kita ke ruang informasi ya! Om anterin Arya buat cari Bunda Arya" ucap Saga.
"Ok Om" ucap anak kecil itu.
Saga menggendong anak kecil yang bernama Arya hingga sampai ke toko es krim didalam gedung itu. Saga membelikan es krim dan setelah selesai dia mengantarkan Arya ke ruang informasi. Disana para petugas yang berjaga merasa heran, seorang Saga yang adalah bos pemilik gedung datang menggendong anak kecil yang ternyata tersesat tanpa pengawalan satu satpampun. Mereka tahu penyakit yang diderita bosnya dan itu yang membuat mereka kaget. Saga menyuruh petugas informasi menginformasikan kepada seluruh pengunjung bahwa ada anak yang tersesat. Sengaja di informasikan agar orang tua Arya tahu keberadaan anaknya. Setelah merasa sudah beres hanya tinggal menunggu kedatangan orang tua Arya,
"Arya,, Om tinggal disini y! bentar lagi bunda kamu pasti datang. Kamu tunggu disini sambil makan es krim" ucap Saga pada Arya.
"Siap Om, tenang jangan khawatirin Arya. Arya bisa jaga diri" sahut Arya.
Ucapan Arya membuat Saga tergelitik ingin tertawa, seorang anak kecil yang kalau dilihat umurnya belum sampai 7 tahun bisa berbicara seperti orang dewasa.
"Ok,,Ok,, OK. Om percaya" kata Saga sambil tersenyum.
"Om pergi ya! " ucap Saga sambil memegang kepala sang bocah dan berbalik badan dan akan melangkah namun seorang karyawannya menghentikan langkah Saga dan bertanya apakah bosnya itu tak butuh satpam untuk menjaga dirinya dari kerumunan orang. Saga malah bertanya kepada petugas yang bertanya pada dirinya, untuk apa dirinya harus dijaga dan dengan polosnya petugas itu menjawab Saga bahwa didepan bapak ada keramaian dan petugas itu bertanya lagi apakah bapak tidak kenapa-napa.
"Clingggggg" Saga baru sadar dan baru memperhatikan disekelilingnya begitu banyak sekali orang lalu lalang dan tidak ada terjadi apa-apa dengan badannya. Sedari tadi dia melewati banyak manusia dan troma yang dia miliki tidak muncul dan artinya Saga sudah benar benar sembuh dari penyakitnya. Saga sangat senang dan dengan sangat percaya diri dia menjawab perkataan sang karyawan dengan hanya sebuah senyuman.
__ADS_1
Saga berjalan melangkah melewati pengunjung gedungnya dengan suka cita. Semua mata karyawan yang tahu penyakitnya sangat kaget dan adapula yang bersyukur karena Saga akhirnya bisa mengatasi penyakitnya yang sudah sangat lama dia alami.