
Tangan Juni yang sudah ditarik oleh Trala tetap mengikuti Trala kedalam kelasnya. Didalam kelas yang masih ada beberapa murid yang juga sudah ada disana.
"Jun, si Om Saga kok bisa anter kamu pagi- pagi begini" tanya Trala.
"Oooh itu, Om Saga nginep dirumah aku, jadi tadi dia maksa buat nganter aku kesekolah. Karena satu arah jalan pulang kerumahnya, jadi dia minta ke mama buat nganterian aku" Juni berusaha tenang dalam menceritakan semua yang ingin Trala tanyakan. Kalau dia gugup sudah pasti Trala bisa menebak kalau dirinya berbohong saat itu.
"Yakin cuman itu saja, gak ada yang kamu sembunyikan?" tanya Trala kepada Juni.
"Sembunyiin apa Trala?, kenyataannya memang kayak gitu. Masak aku bohong sich" kata Juni.
"Ya kali aja ada yang udah main rahasia- rahasiaan sama aku" kata Trala sambil membuka tasnya dan mengambil kotak sarapannya yang sudah dibawa dari rumah.
"Kamu bawa sarapan dari rumah Trala? " tanya Juni.
"Ya kalau udah ada papi dirumah udah pasti aku bawa ini itu, udah kayak anak SD aja dibuatnya" kata Trala.
Juni yang mengingat kata Saga untuk menyuruhnya membuka tas, segera menaruh tas gendongnya diatas meja dan mulai membuka tasnya. Juni sudah penasaran dengan apa yang sudah Saga letakkan didalam tasnya.
"Oooooo, apa ini?" tanya Juni dalam hati yang sudah melihat sebuah kotak makanan. Juni mengambil kotak makanan yang sudah Saga siapkan. Ternyata Saga sudah memasukkan bekal makanan kedalam tas milik Juni. Dan pikir Juni pantas saja Juni merasa agak aneh karena sudah menemukan tasnya yang tergeletak diranjangnya seolah sudah direncanakan oleh Saga. Juni tak merasa marah karena mendapatkan bekal makanan dari suaminya. Ia sedikit tersenyum sambil mengambil kotak makanan dan meletakkannya juga dimeja kelasnya.
Trala juga melihat Juni meletakkan juga kotak makanan yang baru dikeluarkan dari tasnya.
"Kamu bawa bekal juga Jun? " tanya Trala
"Hehehhe" Juni hanya tertawa nyengir dihadapan Trala yang tak menyangka juga dirinya juga membawa bekal makanan pagi itu.
"Aku kira cuman aku yang masih anak SD, ternyata kamu juga masih SD" kata Trala mengejek temannya.
"Itu apa? " tanya Trala menunjuk arah minuman jus yang juga dibawa oleh Juni. Juni yang juga tak tahu minuman itu malah menggeleng kehadapan Trala yang juga tak tahu minuman yang juga baru dia lihat. Juni mengambil minuman itu dan membaca keterangan yang ada dibotol. Minuman itu ternyata adalah minuman yogurt rasa pisang.
"Ooh ini susu yogurt pisang" kata Juni yang sudah membaca keterangan dibotol minuman.
"Aku boleh minta gak?" tanya Trala.
"Ambil aja! ini ada dua kok" Juni memberikan satu botol minuman yogurt pada Trala yang hanya ada dua buah botol saja.
"Makasih saayyy,,,, " kata Trala.
__ADS_1
Tralapun membuka bekal makanan yang dia bawa dan diikuti oleh Juni yang juga membuka bekal makanannya. Isi kotak makanan yang ada pada Juni sangat unik sehingga membuat Juni terbelalak melihatnya. Nasi putih yang memenuhi kotak makanan yang berbentuk persegi kotak, dengan sudah dihiasi daging merah yang disusun membentuk sebuah hati.
Diatas hati sudah digambar sebuah wajah dengan membentuk mata dan bibir serta hidung dari kulit nori. Wajah yang juga dilengakapi dengan rambut yang terbuat dari mie kuning tak lupa saga juga meletakkan brokoli hijau di bagian pinggir hati.
Juni sontak kaget melihat gambar yang ada dikotak nasinya, seniat itukah suaminya membuatkan bekal seperti itu. Juni menutup kembali bekal makanannya dan tak berani memperlihatkannya kepada Trala. Kalau sampai Trala tahu bentuk jantung yang sudah tergambar dikotak nasinya tentu saja itu akan menjadi tanda tanya bagi Trala lagi dan akan susah bagi Juni menjelaskannya.
"Kok ditutup Jun" tanya Trala sambil menenggak minuman yang sudah di berikan oleh Juni. Juni melihat kertas kecil menempel dibagian bawah minuman yang Trala tenggak. Kertas kecil yang jelas-jelas bertuliskan (I Love U
from saga) tak lupa kertas itu dibubuhi oleh emoji senyum.
Juni sangat kaget melihat kertas itu dan dengan cepat tangannya mengambil kertas kecil yang menempel di bawah botol minuman yang sedang diminum oleh Trala.
"Apaan sich Jun?" tanya Trala.
"Gak ada apa-apa, aku cuman ambil daftar harga yang masih nempel dibawah botol minuman" kata Juni berbohong lagi.
"Udah biarin aja lah. Pake dicabut lagi" kata Trala.
"Gak enak, harga masih nempel" kata Juni.
"Ih kamu itu ada-ada aja" Trala kembali menenggak minumannya.
Juni membuka lagi kotak makanan, sambil melihat Trala agar tak melihat dirinya. Segera tangannya mengaduk-aduk makanan agar gambar yang terlihat dikotak makanan itu tak terlihat lagi.
"Kenapa diaduk begitu Jun, kapan makannya kalau begitu " kata Trala.
"Ini kan mau makan" jawab Juni.
Junipun memakan makanan yang sudah dia bawa dan Tralapun juga ikut memakan sarapan paginya dengan penuh suka cita karena bekal itu sudah di buatkan oleh papinya sendiri.
"Oh iya Jun, sore ini kita mau ngadakan party kejutan di hotel" kata Trala memberitahukan Juni.
"Dalam rangka apa? " tanya Juni sambil terus mengunyah makanannya dan menikmati makanannya.
"Kamu lupa Jun, hari ini si Tomi ulang tahun" kata Trala.
"OMG, sumpah aku lupa" kata Juni.
__ADS_1
"Gak apa-apa, kita sama teman sekelas yang lain udah nyiapin kok. Kamu tinggal dapet undangannya aja" kata Trala.
"Hotel mana?" tanya Juni.
"Hotel Citylink, depan lapangan golf yang ada dideket kota XXX" kata Trala.
"Kamu ikut gak?" tanya Trala.
"Hmmmmm, liat nanti deh Trala, aku kan harus ijin dulu sama kedua orang tuaku" padahal Juni harus ijin kepada suaminya si Saga. Entah kenapa Juni menjadi agak lebih penurut, sedikit-sedikit merasa harus ijin kepada Saga dan sedikit-sedikit mengikuti apa yang Saga mau.
"Oopppss, lupa. Kamukan anak berbakti" kata Trala mengejek Juni karena merasa tumben sekali Juni pergi harus butuh ijin dari kedua orang tuanya. Trala melihat sosok yang di bicarakan datang dari arah depannya dan seketika itu dia memberitahukan Juni agar tak lagi membahas acara kejutan karena yang akan diberikan kejutan datang mendekat kearah mereka berdua.
Tomi datang dari arah depannya dan langsung duduk didekat Juni dan Trala sambil berkata "Jun, tadi aku ketemu sama Om kamu didepan" mendengar perkataan Tomi, Juni tersedak dan terbatuk- batuk.
"Kenapa Jun, minum dulu" kata Trala yang segera memberikan botol minuman Juni. Juni meminum minuamannya dan langsung bertanya lagi kepada Tomi.
"Om aku? didepan?" tanya Juni.
"Ooo mungkin maksudnya Om Saga" kata Trala yang mengerti maksud dari perkataan Tomi.
"Oo jadi namanya Om Saga" kata Tomi.
"Kalian ngomong apa?" tanya Juni penasaran.
"Ngomong kalau dia nyuruh aku buat jagain kamu dari para cowok yang mau mendekat ke kamu, katanya gak boleh ada yang deketin kamu dan kamu gak boleh pacaran sama siapapun" kata Tomi mengulang lagi perkataan Saga.
Juni hanya tersenyum mendengar perkataan Tomi, bukan marah tapi senyum tersungging dibibir mungilnya. Pikiran Juni mengatakan kalau sebenarnya Saga memang licik dia menyuruh Tomi untuk menjaga istrinya dari para cowok yang mendekatinya.
"Kok kamu senyum sich" tanya Trala yang memperhatikan terus tingkah aneh dari temannya itu.
"Aku cemberut salah, aku tersenyum salah. Lama-lama kamu jadi netijen ajalah" kata Juni kepada Trala.
"Bukannya gitu, aneh tahu" ucap Trala.
"Udah Tom, si Om Saga memang begitu orangnya, jangan dihiraukan lah" kata Juni kepada Tomi.
Tanpa bantahan Tomi dalam hati juga ingin menjaga Juni dari para pria yang ingin mendekat jadi tanpa disuruh Sagapun dia akan menjaga Juni sepenuh hati.
__ADS_1
Juni dan Tralapun selesai memakan makanannya, mereka ditemani oleh Tomi yang terus memandang wajah Juni tanpa juni sadari. Bel sekolah tanda bahwa pelajaran pertamapun berbunyi, dan kedatangan seorang guru kekelas Juni sontak membuat semua murid bersiap- siap untuk belajar tak terkecuali untuk Juni yang sudah sangat senang dengan pelajaran matematika hari itu. Hanya juni yang merasa senang dengan kedatangan guru matematika, berbeda dari semua teman-temannya yang lain yang terlihat tidak suka dengan pelajaran hari itu.