
Dikediaman Baramanto tepatnya didepan rumahnya sudah siap seorang Bayu dan beberapa orang lelaki dengan rencana yang sudah diatur oleh Lisa.
Bayu yang diberikan alamat oleh Lisa agar menunggu mobil dengan plat DR 1111 keluar dari kediaman ayahnya namun Bayu tidak tahu kalau itu adalah rumah dari Lisa.
Walaupun mereka sempat berpacaran lama hampir 3 tahun, Lisa selalu menyembunyikan Bayu dari keluarganya.
Bayu sudah mengintai alamat yang diberikan Lisa sejak siang hari dan melihat dari kejauhan kalau mobil yang berplat nomer yang diberikan Lisa tidak bergerak didepan rumah yang sedang diintainya.
Bayu memang beberapa kali melihat mobil keluar masuk dirumah itu namun menurutnya rumah itu tidak seperti rumah yang sedang akan melakukan pernikahan.
Namun karena dia sudah berjanji kepada Lisa untuk tetap mengintai pergerakan mobil sang empunya rumah dirinya rela untuk terus berada didepan rumah dengan ditemani hanya beberapa preman
*
*
*
*
*
Beda dikediaman Bramanto yang tidak terlihat aktifitas seperti orang yang akan melangsungkan pernikahan, di kediaman Saga sudah ada beberapa orang yang ingin mempersiapkan segala sesuatu agar nanti pernikahan Saga menjadi sempurna yang dipimpin oleh Angga.
Angga mencari celah mana yang belum lengkap dan memeriksa apakah ada yang belum sempat Saga pikirkan dalam pernikahannya dan tugas Angga adalah mengisi kekurangan persiapan itu menjadi sesuatu yang sempurna.
Dia tidak mau kalau pernikahan teman baiknya ini banyak kekurangannya.
Setelah merasa cukup dia menyuruh semua orang yang ada disana untuk segera bergegas mengosongkan tempat acara karena sesuai intruksi Saga dia tidak mau ada banyak orang yang tidak dia kenal berada diacara tersebut. Angga kemudian menghadap Saga yang masih berada dikamarnya sedang mempersiapkan dirinya.
"Saggg, semua sudah beres sekarang tinggal tunggu pengantin wanita datanga saja" kata Angga kepada Saga yang sedang dimake up oleh periasnya.
"Oke" Saga tersenyum melihat Angga yang sudah susah payah membantunya selama ini.
"Thanks brow" imbuh Saga kepada Angga.
Angga hanya tersenyum dan berkata kepada Saga" gak nyangka aku Saggg, teman baik aku sebentar lagi akan menikah dengan pujaannya pula"
"Semoga semua berjalan lancar ngga, doain semoga semua sesuai keinginan aku" kata Saga.
Saga terdiam setelah berbicara seperti itu dia tidak mau ada yang mengacaukan pernikahannya yang sudah dia impi-impikan.
"Angga" panggil Saga agar Angga mendekat kearahnya
"Apa Sag? kamu butuh sesuatu?" tanya Angga
"Hmmmmzzzzzz, aku boleh minta tolong gak sama kamu" Saga memohon kepada Angga dengan tatapan mata penuh pengharapan.
"Apa? " tanya pendek Angga.
__ADS_1
"Sini!" Saga memainkan telapak tangannya seolah berharap agar Angga lebih mendekat lagi kepadanya dan Anggapun mengerti ucapan temannya bahwa sesuatu yang akan disampaikan oleh Saga adalah hal yang sangat pribadi dan tidak boleh ada yang tahu.
Angga mendekat kearah Saga dan Saga kemudian berbisik ketelinga Angga.
Setelah Saga berhenti berbisik, Angga menjauhkan lagi dirinya dan kemudian berkata "Oke aku mengerti Sag"
"Bisakah sekarang kamu langsung lakukan?" kata Saga
"Siap bosss, aku langsung pergi sekarang" Angga berbalik arah melangkah meninggalkan Saga dengan beberapa perias yang masih berkotak-katik dengan riasan yamg belum juga rampung.
Angga sedang ditugaskan sesuatu yang rahasia oleh Saga dan hanya saga serta Anggalah yang tahu apa tugas yang harus dilakukan Angga (authoor aja gak tahu)
Angga yang sudah berada dilantai satu kediaman Saga berusaha menghubungi Pak Bramanto apakah dirinya sudah siap disana dan kapan Pak Bramanto akan jalan kekediaman Saga bersama Juni.
Angga yang mendapatkan info dari Pak Bramanto kalau sebentar lagi mereka akan berangkat namun saat mendengarkan hal itu Angga berkata agar Pak Bramanto mengulur waktu sebentar saja karena itu adalah perintah dari Saga.
Pak Bramanto merasa bingung tiba-tiba sekertaris Saga itu menyuruhnya untuk mengulur waktu namun Pak Bramanto hanya bisa mengiyakan apa permintaan Saga lewat sekertarisnya itu.
*
*
*
Sudah hampir pukul 07.00 PM belum juga ada dari keluarga Baramanto yang jalan menuju kediaman Saga.
Salah satu preman pergi mencari sesuatu yang bisa dimakan dan segera kembali membawa makanan untuk mereka makan.
Bayu melihat ada sebuat mobil hitam masuk kehalaman rumah Bramanto, dia tidak tahu siapa yang datang karena kalau dari kejauhan tidak terlihat apalagi situasi itu sudah termasuk gelap.
Bayu yang niatnya akan memakan makanan terlebih dahulu karena perutnya sudah beberapa kali memanggilnya untuk diisi.
Tiba- tiba telepon dari Lisa menghentikan niatnya itu, Bayu lebih memilih untuk menerima panggilan telepon saat itu. Lisa yang tidak mendapatkan kabar dari Bayu merasa harus tahu apa yang terjadi kenapa sampai malam tidak satupun kabar yang dia dengar apakah berhasil ataukah tidak.
Bayu hanya bisa melaporkan tidak ada pergerakan yang terjadi dikediaman rumah itu, Bayu berkata bahwa baru saja ada mobil hitam yang memasuki rumah itu.
Saat Bayu selesai melaporkan hal itu tiba-tiba sebuah mobil dengan warna putih dengan berplat DR 1111 yang menjadi incaran Bayu keluar dari rumah.
Tanpa pikir panjang bayu melaporkan kepada Lisa kalau mobil yang menjadi target sudah keluar dari rumah Bramanto dan dia akan segera mematikan panggilan telepon dari Lisa.
Lisa hanya mendengar kalau Bayu akan membuntuti mobil ayahnya dan dia tersenyum senang karena rencananya akan berhasil.
Sebentar lagi dia akan mendapatkan kabar entah dari Bayu atau mungkin dari maminya kalau pernikahan adiknya Juni akan batal dikarenakan rencananya.
Lisa sudah sangat senang bisa membayangkan hal seperti itu.
"Ayo semuanya masuk ke mobil target sudah keluar dari rumah" kata Bayu kepada semua preman yang sudah dia sewa untuk melancarkan aksinya.
Preman yang saat itu sudah memegang makanan masing masing ditangannya langsung membuang makanan itu dan segera memasuki mobil yang dikemudikan oleh Bayu.
__ADS_1
Mobil putih itu terus saja melaju dikeramaian dan Bayu tidak berpikir kalau itu adalah tempat yang pas untuk beraksi.
Dia tetap berada dibelakang mobil putih itu untuk terus mencari waktu yang tepat menyalip dan menghentikan laju mobil serta menculik salah satu penumpang mobil putih itu.
Bayu terus saja berada tepat dibelakang mobil yang sudah dia incar, dia tidak mau kalau-kalau kehilangan mobil yang ada didepannya.
Bayu sempat berpikir kalau jalur mobil yang dia buntuti tidak seperti yang dikatakan Lisa.
Jalur yang diberikan Lisa berbeda dari jalur yang seharusnya dilewati.
Karena malam itu sangat ramai tidak ada waktu Bayu untuk menghentikan mobil itu namun dirinya tetap membuntututi terus mobil putih dan menunggu waktu yang pas.
Setelah lama diperjalan mobil putih yang berplat DR 1111 akhirnya melalui jalan yang agak sepi dan Bayu dengan sudah niatnya yang diberanikannya demi Lisa segera menyalip mobil itu dan berhenti tepat didepan mobil putih sehingga mobil putih itu berusaha menginjak rem agar berhenti tidak menabrak mobil Bayu.
Bayu turun dari mobil dan diikuti oleh preman yang sedang bersama Bayu kala itu.
Bayu melangkah berjalan menghampiri pengemudi mobil dan menggedor- ngedor pintu kaca mobil agar penghuni dalam mobil membuka pintu mobilnya.
Pintu kaca yang digedor Bayu terbuka dan Bayu dengan cepat membuka lebar pintu mobil dari arah luar.
"Siapa kamu?" tanya penghuni mobil dengan suara kemayunya. Bayu mencari- cari wajah Juni namun tak dia temukan karena yang ada didalam mobil itu adalah perias yang tadi merias Juni.
Bayu kecewa yang dia buntuti hanyalah perias make up dan sudah dipastikan kalau dirinya gagal dalam melaksanakan misi yang diberikan Lisa. Lisa jika mengetahui kejadiann ini pasti tidak akan senang karena kegagalan Bayu.
*
*
*
Dikediaman Saga sudah tiba sebuah mobil hitam yang dikemudikan Angga. Mobil itu berisikan keluarga Bramanto. Ternyata tugas yang diberikan Saga untuk Angga adalah untuk menjemput sendiri keluarga Bramanto.
Saga menjaga jaga agar semua yang sudah dipersiapkan dan direncanakan sesuai dengan keinginannya.
Saga tidak mau kalau Lisa merencanakan sesuatu yang membuat pernikahannya gagal dan benar saja untung Saga membuat rencana cadangan kalau tidak bisa saja sekarang dia gigit jari karena menunggu pengantinnya yang tak kunjung datang.
Angga yang sudah turun terlebih dahulu dari pintun kemudi mobilnya segera bergegas membukakan pintu untuk Juni yang menjadi gadis spesial dihari itu.
Juni keluar dari mobilnya hanya diikuti kelurganya seperti ayah dan maminya tanpa ada kakaknya Lisa.
Angga menyilahkan Juni untuk memasuki rumah Saga yang akan menjadi tempat pernikahan mereka yang akan menjadi tempat tinggal Juni juga.
Juni berjalan berharap waktu bisa berhenti, hatinya sangat berat melakukan hal ini namun dia mau tidak mau harus melakukannya.
Angga menyuruh Juni untuk menunggu sebentar saja diruangan bawah tempat altar pernikahannya. Angga meninggalkan keluarga Bramanto yang sudah tiba untuk memanggil Saga yang masih berada diatas.
Juni melihat kesekeliling rumah Saga dan rumah itu adalah rumah yang sangat mewah yang pernah dia lihat.
Jangankan dari dalam rumah dari luar rumah Saga saja sudah terlihat bagaimana mewahnya rumah itu.
__ADS_1