AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Kebetulan


__ADS_3

Taksi yang mereka tumpangi tiba-tiba berhenti didepan sebuah Departemen Store. Tempat yang sudah tak asing lagi bagi Juni, tempat dimana yang tanpa dia sadari adalah awal berlanjutnya kehidupannya sampai saat ini menjadi istri Saga. Tomi dan Trala turun dari mobil taksi.


"Tok Tok Tok" pintu kaca samping milik Juni digedor Trala, karena melihat Juni tak kunjung turun dari taksi.


Juni tersadar dari lamunan panjangnya dan begitu tersadar dia kaget melihat dirinya sudah berada didepan Departemen Store milik suaminya.


"Haaaa,,, kenapa kita berhenti disini?" tanya Juni sambil membuka pintu taksi dan keluar pelan dari dalam mobil.


"Lah expresimu kok kaget gitu Jun, Kenapa?" tanya Trala yang melihat raut wajah Juni seolah- olah kaget dirinya berada ditempat itu.


"Gak kok biasa aja, aku cuman heran aja kok bisa kita ada disini. Kita mau ngapain disini?" ucap Juni lagi


Tawa pelan terdengar dari bibir tipis Tomi sambil menepuk pundak Juni dan berkata "Kitakan mau jalan jalan Jun,, ini tempat hits nongkrong anak muda kayak kita"


"Iya nech lagian kamu kayak tumben kemari aja! kita kan juga biasanya nongkrong disini" imbuh Trala


"Kamu gak suka? atau kita cari tempat lain aja gimana?" tanya Tomi yang melihat wajah diam Juni.


"Mau kemana lagi Tom, oohh atau kita ke pantai aja gimana?" usul lagi Trala yang hendak mengganti tempat.


"Udahlah jangan,,, gak apa apa kita kesini aja, udah terlanjur juga kan!" sahut Juni.


"Yesss,,, nah gitu dong Jun." balas Trala sambil tersenyum gembira karena tempat ini adalah tempat paling keren kalau buat nongkrong anak muda terutama bagi dirinya yang suka sekali belanja.


Trala melangkahkan kecil untuk tetap berada dibelakang Juni, tangannya yang lembut mungil dan putih mendorong pelan pundak Juni dari belakang agar Juni melangkah masuk kedalam area Depatemen Store.


"Ya udahlah gak apa apa, lagian gak mungkin juga bakalan ketemu ma Om gila itu. Dunia tak sesempit itu kan?" kata Juni dalam hati.


Langkah yang awalnya terasa sangat berat perlahan namun pasti menggerakkan seluruh tubuhnya.


Juni berusaha untuk menikmati acaranya dengan teman-temannya agar kedua orang yang berada bersamanya tak mengetahui apa yang sengat dia pikirkan dan masalah apa yang berada dalam pikirannya. Walaupun sebenarnya perubahan sikap Juni sangat kentara kalau dirinya saat ini sedang tidak baik-baik saja.


Mereka bertigapun melangkah bersama memasuki pusat perbelanjaan terbesar itu. Juni mulai menikmati kebersamaannya dengan teman- temannya dan sekejap bisa melupakan pikirannya dari Saga. Pikirannya yang memikirkan apakah sikapnya terlalu kekanak-kanakan ini salah, apakah Saga dalam keadaan baik-baik saja sekarang karena tadi pagi dia merasakan kalau suaminya sedang sakit. Kebencian dalam diri Juni tak serta merta membuat dirinya berubah menjadi seorang monster. Dia juga seorang manusia yang punya hati, apalagi mengetahui kalau Saga dalam keadaan tidak baik membuatnya merasa bersalah namun tak sama sekali dia perlihatkan. Dalam bencinya juga masih ada rasa bersalah karena terlalu bersikap kasar pada Saga.

__ADS_1


"Jun, Trala kita belanja yuk! beli baju" ucap Tomi yang melihat sebuah toko baju tepat berada didepan matanya.


"Aku gak bawa uang,," ucap Juni melihat mata Tomi.


"Aku juga Tom, lagian ini kan jalan jalan yang gak terencana. Mana aku belum dapat jatah bulanan ma Ortu" imbuh Trala yang menjawab perkataan Tomi.


"Udah tenang aja? Aku traktir" ucap Tomi.


Suara teriakan senang dari dua temannya yang mengetahui kalau mereka ditraktir Tomi saat itu terdengar keras.


"Yakin nech! kamu yang traktir?" tanya Trala.


"Iya aku yang traktir" jawab Tomi.


"Kita mau belanja dimana?" tanya Juni.


"Tuch Jun, didepan kan ada toko baju remaja " jawab Tomi sambil menunjuk dengan jari telunjuk miliknya.


"Ok yuk!" ajak Juni pada dua teman temannya yang berada dibelakang punggungnya. Saat Juni sudah berjalan dan akan diikuti oleh Trala, tangan Tomi menarik tangan Trala untuk menghentikan langkahnya yang akan mengikuti Juni sambil berbisik kepada Trala "Khusus kamu cuman boleh ambil satu baju atau satu celana" Jari telunjuk Tomi menunjuk kemuka Trala.


"Justru aku yang traktir, aku gak mau kamu habisin isi kartuku" jawab Tomi.


"Dua dech!" pinta Tomi dengan raut wajah memelas.


"Kagak,,,, satu aja"


"Dich pelit"


"Biarin" jawab Tomi.


"Iya iya iya aku ambil satu aja! giliran Juni pasti boleh ambil banyak" ucap Trala yang agak jengkel denga Tomi.


"Siapa suruh punya muka gak kayak punyanya Juni" jawab Tomi.

__ADS_1


"Ihhhhh sebel" ucap manja Trala. trala meninggalkan Tomi dan bergegas menyusul Juni yang sudah memasuki area toko untuk membeli baju hari ini.


"Trala" panggil Tomi dari arah belakang punggung Trala. Tralapun menoleh karena nadanya begitu keras didengarnya.


"Satu" jari tangan Tomi terangkat sambil menggerakkan bibir dengan disertai raut ancaman pada wajah Tomi.


Trala yang kesel dengan melihat raut wajah Tomipun langsung mengalihkan pandangannya kedepan sambil berkata dalam hati "Ihhhh pelit banget ne laki, awas aja nanti gak aku restuin sama Juni biar tahu rasa dia"


Mereka bertigapun merasa sangat senang.karena bisa menikmati hari itu bersama. Dari berbelanja di toko baju mereka pindah untuk makan disebuah restauran. Tak selesai disana merekapun memutuskan untuk pergi menonton bioskop setelah sebelumnya berkaraoke ria disebuah karaoke.


Tak terasa waktu cepat sekali berlalu siang sudah berganti dengan sore. Trala yang memang sore itu mengingat jika dirinya dan keluarganya sudah ada janji memutuskan untuk mengakhiri kebesamaannya dengan para teman temannya. Tomi yang sebenarnya masih ingin bersama Juni, apalagi akan ditinggal Trala duluan pulang membuatnya sangat senang namun Juni juga memutuskan untuk pulang juga karena hari sudah akan gelap. Merekapun akhirnya memutuskan untuk pulang. Di area parkir saat akan menunggu taksi Trala ingat kalau ada yang dia lupakan yaitu tas belanjaan milik dirinya. Dia mengingat dengan jelas kalau tas itu dia tinggal di area restauran karena Trala ingat kalau saat di bioskop dan ditempat karaoke dia tak membawa tas belanjaannya


"Jun, aku boleh minta tolong gak?" tanya Trala.


"Apa?" kata Juni.


"Tolong ambilin tas belanjaanku direstauran tadi, sialnya aku kebelet pipis sekarang. Kan kamu tahu restauran itu tempatnya bertolak belakang sama kamar mandi disini"


"Kan direstauran ada kamar mandi" jawab Juni.


"Kata petugas disana ada, tapi lagi rusak" jawab Trala.


"Ihhhhh ngerepotin kamu, rem bawah blong ya ampe gak bisa nahan dikit. Ya udah aku yang ambilin tasnya aja. Kamu tunggu disini aja Juni" kata Tomi.


"Iya maaf, kan belum buka segel" ucap Trala yang masih sempat bercanda


"Idihhhh buka segel"


"Beneran nech kamu yang ambilin" kata Trala.


"Iya, gich lari sana ntar gak lucu kalau kamu pipis disini" ucap Tomi.


Tanpa kata, Trala langsung berlari masuk lagi kedalam Depatemen Store menuju toilet umum. Tomipun segera berjalan masuk juga kedalam.

__ADS_1


"Cepetan, jangan lama-lama" kata Juni keras. Juni berdiri sambil membawa tas belanjaan, dia juga menunggu taksi yang tak kunjung ada. entah kenapa hari itu susah sekali mencari taksi diarea itu.


Juni melihat diarea parkir sudah ada berdiri panggung dan diatas panggung sedang ada pragawan pragawati cilik mencoba area atas panggung. Juni melihat anak anak dengan tawa dan candanya yang khas tanpa beban. Ingin rasanya dia mengulang masa kanak kanaknya. Masa dimana dia hidup tanpa memikirkan sesuatu yang berat.


__ADS_2