AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Pulang


__ADS_3

"Kamu mau kemana Lisa tiap hari selalu gak pernah ada dirumah" Ayah Bramanto melirik Lisa dan manatap wajah anaknya.


"Ayah, kayak gak tau kehidupan anak muda saja kalau malam" kata Lisa dengan masih memegang garpu dan memainkan garpu dibibirnya yang merah sambil manatap Saga berusaha menggoda.


"Jaman ayah, ayah gak pernah keluyuran sampai larut malam. Apalagi kamu juga sampai sering gak pulang. Anak gadis tapi kelakuannya seperti itu. Siapa yang bakalan mau" ceramah dari ayahnya walaupun terdengar panas ditelinga tetap tak dihiraukan Lisa.


"Ini aku lagi usaha buat nyari yah" jawab Lisa simple pada ayahnya sembari menatap mata Saga. Juni yang tak terlalu nyaman mata kakaknya mentap Om Saga segera menghentikan ayahnya agar tak marah lagi.


"Yah,,. udahlah jangan marah lagi, tak baik buat kesehatan sendiri" kata Juni.


"Iya yah" Mami Sintia juga setuju dengan perkataan Juni.


Mereka yang sudah selesai makan tetap duduk dimeja makan. Khususnya Saga dan ayah mertuanya masih saja berbicara membicarakan topik yang masih sama membahas masalah perusahaan.


Juni memutuskan untuk memanggil asisten rumah tangganya. Bik Oyah yang datang setelah mendengar dirinya dipanggil Juni segera menghampiri Juni.


"Bik boleh minta tolong. Minta tolong bawain dua tas yang tadi bibik bawa keatas milik aku" kata Juni.


"Oh iya Non. Ada lagi Non? " tanya Bik Oyah.


"Minta tolong sekalian kalau bibik lihat barang diatas meja kecil deket ranjang tolong dimasukkan lagi kedalam tas" Imbuh Juni


Setelah mengerti Bik Oyah segera menuju kamar Juni untuk mengambil dua tas yang dimaksud Juni.


"Jun, mami bungkusin semua makanan tadi ya! buat kamu bawa pulang" kata Mami Sintia.


"Iya Mami. Mi,, boleh pinjem handphonenya gak? " tanya Juni.


"Boleh Nak, Ini" ponsel sudah Mami Sintia ulurkan kepada Juni.


"Buat apa Nak? " lanjut tanya Mami Sintia.


"Cari aplikasi" jawab Juni yang sudah membuka ponsel Mami sintianya dengan cepat. Juni mencari aplikasi Go-online.


Karena Juni akan pulang dan Saga tak membawa mobil jadi Juni berniat ingin memesan kendaraan online.


Saga yang memperhatikan Juni serius mengetik ponsel maminya bertanya "Ngapain Yank?"


Juni berbisik ketelinga Saga "Aku lagi mau pesan mobil online buat kita pulang"


"Jangan yank,,, aku udah suruh Angga buat jemput kesini dan kayaknya dia juga udah deket dari sini" kata Saga.


"Ooo gitu,,, ya udah aku gak jadi" kata Juni.


Juni menaruh ponsel maminya dimeja makan tempat maminya duduk.


Saga kembali lagi berbincang dengan mertuanya. Lisa yang merasa sudah sedikit jengkel karena semua tingkahnya yang menggoda Saga tidak berhasil.


Yang dia lihat Saga memang sangat mencintai Juni. Dari pancaran mata Saga, dari cara bicaranya dan gerak- gerik Saga saat dekat dengan Juni sudah bisa dipastikan.


Tapi Lisa akan terus berusaha merebut sesuatu yang dia inginkan dari tangan adiknya.

__ADS_1


"Suatu saat nanti, kamu pasti akan menjadi milik aku " ucap lisa dalam hati.


Mami Sintia yang sudah membungkus makanan yang baru dia buat menaruh bungkusan makanan diatas meja.


Tak berapa lama Bik Oyah datang dengan memberitahukan kalau teman Saga datang untuk menjemput Saga dan Juni.


Perpisahan akhirnya sudah tak bisa dielakkan lagi. Setiap ada pertemuan sudah pasti perpisahan akan terjadi didalamnya.


Itu sudah menjadi bumbu-bumbu kehidupan yang mau dan tidak mau harus dijalani. Ayah Baramanto dan Mami Sintia serta Lisa langsung mengantar Juni dan Saga keluar pintu rumahnya. Bio Oyah juga ikut membawakan dua tas dan bungkusan makann yang Mami Sintia sudah siapkan untuk Juni bawa pulang kerumahnya.


Angga yang berada didepan pintu rumah Bramanto sudah membuka lebar pintu mobil untuk temannya dan istrinya.


"Nak,,, kamu yakin gak nginep bareng satu hari saja" kata Ayah Bramanto.


"Gak bisa yah, besok ada ulangan. " jawab Juni yang lagi-lagi membahas soal ulangannya yang menjadi alasannya kali ini.


"Tapi janji sama ayah, nanti kalau kamu udah selesai ulangan langsung nginep disini beberapa hari saja" kata Ayah Bramanto.


"Iya yah, kalau Mas Saga ijinin dan Mas Saga juga ikut nginep aku pasti nginep kok" kata Juni.


"Aku juga yah,,, nanti kalau adik ipar aku ini nginep disini, aku pasti juga bakalan tidur diruamah" kata Lisa.


Hanya seorang Saga yang tahu maksud dari perkataan Lisa saat itu. Semakin dia mendengar Lisa membual, semakin merasa takut dirinya karena ulah agresif dari sang kakak ipar.


"Ya udah, Angga udah nungguin kalian disana. Masuk mobil gih!" kata Mami Sintia.


"Iya mami" jawab Juni.


Kedua orang tua Juni tambah merasa senang mendengar perkataan Saga seperti itu. Mereka merasa tidak salah pilih membiarkan Saga menjadi suami Juni.


Angga sontak melihat sesuatu yang tidak dia percayai.


Seorang Saga bisa menjinakkan Juni dengan waktu yang relatif cepat.


Pantes saja Saga akhir-akhir ini lebih memilih untuk tak kekantor.


Angga baru tahu kalau alasannya adalah mungkin lebih agresif mencoba menjinakkan Juni.


Setelah mereka berpamitan lagi, akhirnya Saga dan Juni berjalan memasuki mobil.


Saga lebih mendahulukan istrinya untuk terlebih dahulu memasuki mobil.


Setelah Juni sudah ada didalam mobil, dia juga ikut bergegas duduk disebelah Juni.


Angga tak lupa juga berpamitan sebelum dirinya mengendarai mobil untuk mengantar Saga dan istrinya pulang kerumahnya.


Mesin mobil telah dihidupkan Angga, perlahan laju mobilpun bergerak menjauh dari tempatnya berhenti.


Juni melambaikan tangannya kekedua orang tuanya dan kakaknya.


Orang tua Juni juga membalas lambaian tangan Juni dengan juga melambaikan tangannya kearah Juni.

__ADS_1


Berbeda dengan Lisa dia memasang wajah muak melihat adiknya yang sok manis didepan kedua orang tuanya.


Perpisahan itu membuat Juni bersedih, dia meneteskan air mata karena kembali lagi berpisah dengan kedua orang tuanya. Saga yang melihat Juni mengusap air matanya bertanya "Kenapa yank? "


"Aku sedih Om" kata Juni. Saga kembali mendengar Juni memanggilnya dengan sebutan Om.


"Akukan sudah ijinin kamu buat nginep disana, tapi malah kamu mau ikut pulang sama aku" kata Saga.


"Aku juga gak mau jauh dari Om Saga" kata Juni yang berhasil meluluhlantahkan dunia Saga.


Saga mendekatkan dadanya lagi dan menggapai kepala Juni lalu menyenderkannya didadanya yang bidang. Juni mengikuti arahan tangan Saga dan sesekali dua juga merasa sangat sedih melihat Juni sedih.


"Angga yang melihat dua pasangan yang seakan dimabuk kasmaran seolah ikut bahagia dan bangga pada Saga karena hanya angga yang tahu sikap awal Juni yang sangat membenci Saga namun seiring berjalannya waktu sang penakkuk Saga bisa membuat semuanya berubah dengan cepat.


Angga tak mau mengganggu adegan romantis yang ada dibelakangnya.


Dia memilih tetap diam tanpa suara walaupun hanyak sekali yang ingin Angga tanyakan kepada temannya itu tentang bagaimana cara seorang Juni bisa dengan mudah ditaklukkan Saga.


Angga memfokuskan dirinya mengemudikan mobil


sampai Angga membawa kedua pasang pengantin yang termasuk baru itu menuju gerbang rumahnya.


"Saga,, aku gak mampir ya! aku ada janji temu dengan seseorang" kata Angga.


"Malam -malam begini ngga" kata Saga.


"Anak muda, maklum lah" jawab Angga.


"Jun, aku langsung pamit" kata Angga kepada Juni yang masih menyenderkan kepalanya didada Saga.


"Iya kak" jawab pendek Juni.


Akhirnya mereka turun dari mobil Angga. Satpam yang melihat pemilik rumah turun dari dalam mobil mendekati mereka.


Saga menyuruh agar dua satpam rumah mengikutinya kedalam rumah dengan terlebih dahulu membantu Saga membawa barang bawaannya yang ada didalam mobil Angga.


Saga masuk kedalam rumahnya dengan masih memeluk Juni setelah mengucapakan salam perpisahan selamat malam dan ucapan terimakasinya pada temannya itu.


Saga dan Juni sudah berada didalam rumahnya. Saga menyuruh Juni untuk lebih dahulu masuk kekamar karena ada sesuatu yang ingin dia katakan pada dua satpam.


Juni naik keatas tangga menuju kamar tidurnya setelah disuruh Saga untuk naik terlebih dahulu.


Melihat Juni sudah menuju atas, Saga berbalik menghadap dua satpam yang mengikutinya dibelakang dan berkata "Hmmm. Aku minta tolong jaga tangga ini. Jangan biarkan seorangpun naik keatas" perintah Saga.


"Siap pak" jawab dua satpam itu.


"Maaf pak, ini saya taruh mana? " tanya salah satu satpam yang masih membawa dua tas dan bungkusan berbau makanan.


"Oooh iya aku lupa. Dua tas itu serahkan sama Bik Tika biar dia yang meletakkannya nanti. Kalau bungkusan itu suruh Bik Tika bagi-bagi buat karyawan yang lain." kata Saga


"Bungkusan itu isinya makanan dari pada asem nanti mubajir" lanjut imbuh Saga.

__ADS_1


"Siap bos" kata dua satpam itu bersamaan.


__ADS_2