AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Mengancam Lagi √


__ADS_3

Juni membuka pintu apartemennya tanpa melihat dulu dikamera monitor siapa yang sudah datang pukul 01.11.


"Hay istriku!" sapa Saga yang sudah dibukakan pintu oleh Juni.


"Oppsssss" Juni segera dengan cepat tangannya menutup lagi pintu yang sudah dia buka. Saga tak hilang akal, sepatunya mengganjal pintu yang akan ditutup Juni. Saga mendorong pintu Juni agar terbuka lebar.


"Om jangan dorong dong!" kata Juni yang tidak kuat menahan dorongan dari Saga.


"Kalau gak mau didorong, kamu harus buka pintu. Lagian suami datang kok kayak gitu" kata Saga sambit tersenyum.


"Idihhhh, suami?" kata sinis Juni berbarengan dengan tanya dirinya.


"Suami yang dapetin istrinya dengan ancaman" kata Juni.


"Kita baru aja nikah Juno dan saksinya juga ada dari keluarga kamu" kata Saga mengingatkan Juni.


Juni berbalik arah masuk kedalam kamarnya meninggalkan Saga yang masih didepan pintu.


"Iya kita sudah nikah tapi nikah atas dasar kontrak kerjasama. Tolong om catat" Juni mengingatkan kembali Saga tentang kontrak kerjasama yang membuat mereka akhirnya bisa menikah.


"Aku gak berpikir seperti itu Juni, aku nikah sama kamu karena aku cinta sama kamu" kata Saga


"Cinta? itu bukan cinta tapi obsesi" kata Juni


"Om keluar sekarang dari apartemen aku" lanjut Juni membentak Saga untuk segera keluar dari apartemennya.


"Obsesi sama istri sendiri, boleh kan?" jawab Saga, Saga bukannya keluar malah segera berjalan mencari tempat tidur Juni. Juni yang melihat Saga melenggang berjalan dan melihat Saga berbaring diranjangnya.


"Eiitttsss, om mau ngapain disana?" tanya Juni


"Mau tidurlah, namanya ranjang dipakai untuk tidur ya buat tidurlah" kata Saga


Juni mendekati Saga yang sudah berbaring diranjangnya dengan posisi terlentang menghadap langit- langit kamar Juni.


Juni menarik tangan Saga agar Saga bangun dari tempat tidurnya.


Saga yang berpura-pura sudah sangat mengantuk tidak bergeming dengan tarikan tangan Juni.


Juni kembali lagi menarik tangan Saga, bukannya malah bangun Saga ikut menarik tangan Juni sehingga Juni kaget dan jatuh menindih Saga dengan rambutnya yang basah menutupi wajah Saga


Tangan Saga membersihkan rambut Juni yang menutupi wajahnya,

__ADS_1


Juni berusaha bangun dari tubuh Saga, saat Juni mengangkat tubuhnya sendiri handuk yang dia gunakan tersangkut dikancing baju Saga dan handuk yang Juni pakai terlepas.


Juni tak lantas membenahi cepat handuk yang terlepas, hal pertama yang Juni lakukan adalah menutup mata Saga dengan dua telapak tangannya karena satu tangan mungil Juni tidak akan cukup menutup dua mata Saga.


Kalau mata Saga tak ditutup mungkin dia sudah menyaksikan tubuh molek Juni, dan itu Juni tidak akan suka memperlihatkan tubuhnya.


Menyadari ada sesuatu yang tidak ingin dilihat saga saat matanya ditutup tangan Juni. saga berkata kepada Juni


"Kenapa jun? handuk kamu lepas?" Saga menebak kenapa Juni lebih memilih menutup matanya saat itu.


"Butuh bantuan, sini aku bantu! " imbuh Saga meledek


"Diam om" bentak Juni


"Ok" jawab Saga dengan senyuman dibibirnya yang membuat Juni terlihat tambah jengkel.


"Aku minta om tetep tutup mata" pinta Juni kepada Om Saga


Saga tak menyahut perkataan Juni dia masih saja diam dengan mata yang ditutup oleh kedua tangan Juni.


Saga seakan sudah pasrah dengan apa yang sedang terjadi.


"Kenapa gak jawab om" bentak lagi J


Juni yang merasa sangat kesal dengan perkataan Saga tidak bisa memukul Saga karena kedua tangannya sedang menutup mata Saga agar Saga tidak berusaha melihat sesuatu yang Juni tidak inginkan.


Juni tidak kehilangan akal, masih ada bibirnya yang tidak bekerja, saking kesalnya Juni dengan Saga Juni menggigit dada Saga hingga saga mengerang kesakitan.


"Aaaauuuuuuu sakit jun" teriak Saga kepada Juni dan tangan Saga sontak menjauhkan kepala Juni didadanya agar Juni menghentikan gigitannya


"Rasain om" kata pendek Juni


Saga mengelus- elus dadanya bekas gigitan Juni dan mendengar kalau Juni tertawa karena berhasil menyakiti Saga dengan gigitan mautnya.


Saga yang mendengar tawa dari Juni tak terima dengan perlakuan Juni, dia membalik tubuh Juni dengan posisi berbalik. Sekarang bukan lagi Saga yang ditindih tapi Juni yang ditindih Saga dengan masih tangan Juni menutupi mata Saga.


"Eeeeh om mau ngapain?" kata Juni merasa kalau Saga akan melakuakn hal yang tidak-tidak padanya.


"Diam" pinta Saga kepada istrinya


Saga yang masih tak melihat apa-apa berusaha tangannya mencari seprai yang ada diranjang Juni. Saga menarik seprey yang sudah dia dapati ditangannya.

__ADS_1


Dengan kedua mata yang masih ditutup Saga menutupi tubuh Juni.


Juni yang merasa tubuhnya sudah tak terlihat bugil lagi melepaskan tangannya yang menutupi mata Saga.


Juni mendorong tubuh Saga kesampingnya, Saga tertawa karena bukan ucapan terimakasi yang dia dapati malah dorongan dua tangan Juni yang sudah menghentikan matanya melihat pemandangan cantik milik Juni.


Juni bangun dari ranjangnya, Saga dengan cepat menarik lagi tangan Juni dan membuat tubuh Juni berbaring diatas dadanya yang bidang.


Saga memeluk erat tubuh istrinya itu dengan rontaan Juni yang berusaha melepaskan dirinya.


Semakin Juni berusaha melepaskan dirinya semakin erat pelukan yang dilayangkan Saga.


"Terimakasi Om Saga" Saga mengikuti suara dari juni seolah- olah Juni sedang mengucapkan terimakasi kepadanya.


"Iya sayang sama-sama" Saga menjawab sendiri suara cewek yang dia keluarkan.


"Dihhh norak" kata Juni mendengar Saga seperti itu.


Juni segera beranjak dari dada bidang Saga dan berkata kepada suaminya yang masih saja terbaring diranjangnya "Aku pergi pakai baju dan aku harap setelah aku kembali om sudah nggak ada disini" kata Juni


Saga tak mejawab perkataan Juni, dia terus saja merasa sengat senang hati.


Beberapa menit juni meniggalkan Saga, untuk menggunakan pakaiannya setelah dia kembali Juni tidak melihat kasurnya kosong.


Dia tetap melihat Saga masih saja terbaring disana.


Saga sengaja terlihat sangat capek agar Juni berpikir mungkin karena hari ini adalah hari yang sangat merepotkan dan sangat melelahkan jadi Juni akan membiarkan saga tidur disana namun Junipun terlihat tidak peduli dengan apa yang dia lihat.


Juni menghampiri lagi tubuh sagaa dan mendorong-dorong tubuh itu agar mau bangun dari ranjangnnya.


"Om bangun, aku mau tidur" kata junj


Dengan suara yang sedikit dibuat agak mengantuk, Saga berkata kepada istrinya "Kalau mau tidur ya tidur saja disamping aku, lagian kamu harus membiasakan tidur satu ranjang dengan aku"


"Dihhhh ogah om" kata Juni


"Ya udah kalau kamu gak mau aku bakalan bilang besok sama ayah mertua aku dan aku bakalan batalin kontrak kerjasama yang sudah aku buat dengan beliau" Saga menggertak Juni dengan ancaramannya yang tertuju pada ayah mertuanya agar Juni menurut dan takut dengan ucapannya.


"Ngancem lagi" sahut Juni yang kalau sudah menyakut ayahnya junj tak bisa berkata apa- apa lagi.


Juni pikir usahanya menikahi sagaa akan sia- sia kalau nanti kontrak ayahnya dibatalkan lagi oleh Saga dan ayahnya akan sedih.

__ADS_1


"Ya udah kalau gak mau, tinggal nurut aja bobok disamping aku susah amet" Saga menepuk ranjang sebelahnya agar Juni mau tidur di sebelahnnya.


"Kamu takut suami kamu ini ngapa-ngapain kamu, atau kamu mau aku apa-apain" saga meledek Juni yang masih berdiri walaupun kantuk matanya sangat terlihat jelas dari penglihatan Saga.


__ADS_2