AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Menghilang


__ADS_3

Setelah kepergian pegawainya Saga membesarkan matanya karena kaget melihat bahwa sudah tidak ada lagi seorang gadis yang sejak tadi dia perhatikan.


Gadis dan dua orang temennya sudah menghilang dari pandangannya.


Rasa ketidak nyamanan Saga tiba-tiba muncul semakin besar keringat dikeningnya mengucur, dadanya terasa sesak, seluruh badannya merasakan gemetar.


Angga yang menyadari kalau temannya itu sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja segera menghampiri saga dan memapah tubuh yang sudah terasa sangat lemah itu.


Saga berusaha memejamkan matanya sejenak saat Angga sudah membantu dirinya keluar dari kerumunan orang.


"Saga, kita sudah diluar sekarang" kata Angga kepada Saga yang matanya masih terpejam.


Saga yang mendengar perkataan Angga segera membuka matanya dan benar saja keadaan yang ramai tadi sudah tidak dia lihat, sesak yang dia rasakan perlahan menghilang, tubuh ynag tadinya gemetar tak terlihat lagi.


Saga menghirup napas dalam dalam dan membuangnya perlahan. Udara yang segar dia rasakan saat itu, Angga yang mengajak temannya ketempat yang jauh lebih sepi tepat di ruangan informasi yang terletak didepan restauran dengan tidak ada penjaga yang menjaga ruangan itu.


Karena ruangan tidak dijaga membuat Angga segera membawa temannya agar lebih tenang disana. Saga sebenarnya sedikit mengalami gangguan kecemasan.


Gangguan kecemasannya yang dia alami timbul saat dirinya berada ditengah tengah keramaian yang tiba-tiba terjadi. Karena saat didalam restauran dirinya berada ditengah-tengah kepadatan orang yang sedang mengunjungi tempat itu membuat rasa cemas dalam diri Saga muncul tanpa berucap permisi kepada yang punya rasa.


Angga menyuruh Saga untuk tetap berada diruangan itu sedangkan dirinya pamit ingin meninggalkan bosnya untuk kembali kerestauran. Angga memang sengaja kembali kerestauran saat itu dikarenakan Angga ingin membayar pesanan kopi yang belum dia bayar saat sedang tergesa-gesa membawa Saga keluar dari tempat itu.


"Tunggu bentar disini Sag, aku harus balik ketempat tadi" Angga menepuk pundak Saga yang masih lemas duduk dikursi kayu.


Saga tak menjawab perkataan Angga, dirinya masih mencoba untuk berusaha menenangkan kembali dirinya seperti sedia kala.


Biasanya gangguan yang tiba-tiba muncul saat saaga merasa tidak nyaman dikerumuni atau lebih tepatnnya dihimpit banyak orang yang tak pernah dilihatnya akan hilang saat Saga sejenak memejam kan mata dan mengatur nafasnya dalam-dalam, itu dia lakukan kurang lebih 10 menit sudah bisa mengembalikan keadaannya seperti sedia kala.


Angga meninggalkan Saga didalam ruangan informasi dan dirinya berusaha sesegera mungkin berjalan agar cepat mencapai restauran untuk menyelesaikan kewajibannya dalam proses bayar membayar kemudia ingin bergegas kembali ketempat Saga berada.

__ADS_1


Angga yang sudah menyelesaikan pembayaran direstauran keluar dari tempat itu menuju tempat Saga namun dirinya kembali menghentikan langkahnya karena mereka lihat seorang gadis yang Saga perhatikan sejak berada didalam restauran thailand bersama dengan salah satu lelaki kemayu (Trala) bertemu dengan pria tua yang sepertinya dia kenal.


Pria tua yang dia tahu bernama Bramanto, salah satu rekan kerja sagaa yang menempati beberapa Stand Toko yang ada digedung milik sagaa dengan menjual berbagai macam barang merk lokal yang sedang digandrungi remaja saat ini.


Angga yang melihat Juni memeluk Pak Bramanto merasa agar penasaran dengan hubungan yang seorang gadis dan seorang bapak yang dilihatnya. Pikir Angga kalau dia mengabaikan penglihatannya sekarang mungkin dia tidak akan mengetahui sesuatu jadi karena Angga sangat ingin memberitahukan sagaa tentang apa yang dia lihat akhirnya anda memutuskan utuk berpura-pura berjalan diantara tiga orang tersebut untuk menguping pembicaraan mereka.


"Ayah Bram, kangen" sapa junj yang terlebih dahulu melihat ayahnya sedang berjalan didepan toko miliknya.


Pak Bramanto yang merasa kaget karena bisa bertemu dengan anaknya disana, maklum Juni tidak pernah mau kalau diajak melihat lihat toko yang ayahnya miliki didaerah sana berbeda dengan kakaknya yang sudah setiap hari minggu datang. Perjumpaan ayah dan anak itu adalah kejadian yang sangat tak terduga bagi sang ayah.


"Trala, kamu ikut juga" tanya Pak Bram yang sudah mengenal Trala dari dulu.


"Iya oom, aku nemenin Juni sebentar" jawab Trala dengan suara kemayunya dihadapan bram.


"Kalian cuman berdua saja?" tanya Bramanto sambil terus memeluk pundak Juni yang juga memeluk pinggang ayahnya dengan erat.


Bramanto mengajak anak dan teman anaknya untuk berbicara sembari duduk disalah satu cafe es krim.


"Kita makan es krim disana yuk!!? sambil berbicara sebentar sebelum ayah pergi keliling toko lagi" Ayah Bram melihat jam tangannya yang masih mempunyai waktu yang tak banyak untuk berbincang dengan anaknya sembari menunjuk kearah cafe es krim yang terlihat lucu.


"Maaf ooom, aku gak ikut ya! om sama Juni saja" jawab pelan Trala yang menolak dengan sopan ajakan ayah dari temannya itu.


"Kamu mau kemana?" tanya Juni dengan melepaskan pelukannya kepada ayahnya dan berdiri tegak menghadap Trala.


"Aku sudah dijemput sama papi, papi lagi nunggu diparkiran mau beliin aku boneka lagi" jawab Trala tersenyum kegirangan karena akan bertemu dengan papinya yang sudah menunggu dirinya.


"Dih kamu ini" jawab pendek Juni


"Om aku ijin pamit duluan ya om. Papi sudah nungguin aku diparkiran" pamit Trala kepada Pak Bram.

__ADS_1


Bram hanya mengiyakan pamitan Trala dan hanya melihat Trala berlalu melangkah perlahan menghilang dari pandangan ayah dan anak itu. Bram yang mengajak Juni untuk makan es krim didalam cafe yang bernama Cafe es pelangi. Anak dan ayah itu berbicara banyak hal hari itu, sudah sekitar 20 menitan mereka berbincang didalam cafe. Ayah Bram yang sesekali terus melihat jam tangannya yang tentu saja diperhatikan oleh Juni.


"Ayah lagi sibuk?" tanya Juni yang melihat Ayah Bram selalu melihat kearah jam tangannya.


"Kalau ayah sibuk!!! gak apa-apa tinggal aja aku. ntar aku habis makan es krim langsung pulang juga" lanjut Juni sambil terus menyantap es krim yang sudah dua cup besar habis olehnya.


"Gak apa-apa ayah tinggal Juni?" tanya Ayah Bram lagi memastikan kalau-kalau nanti Ayah Bram meninggalkannya.


"Tenang aja ayah ku ganteng, aku juga mau pergi habis ini." sahut Juni santai dengan masih menyantap es


"Pergi kemana kamu Juni" tanya Ayah Bram penasaran


"Di ajak mami belanja beli kebutuhan bulanan" jawab Juni.


Mendengar jawaban Juni, Ayah Bram segera berpamitan dengan anaknya itu dan tentu saja meninggalkan Juni tetap berada didalam cafe.


Sebelum pergi Ayah Bram mencium kening anaknya. Beberapa menit dari kepergian ayahnya, Juni pun bergegas ikut meninggalkan cafe es. Angga yang masih berada dicafe, yang juga sedang duduk tepat dimeja sebelah meja juni berada mengetahui dari pendengarannya kalau Juni itu adalah anak dari Bramanto.


Dan Bramanto memang adalah salah satu rekan kerja saga yang mempunyai 10 toko yang berada dinaungan Mentari Store.


Angga mengetahui kalau anak dan ayah itu saling menyayangi, dilihat dari cara mereka berbicara dan berpisah tadi.


Angga baru sadar setelah yang sedari tadi dirinya ikuti menghilang dari samping mejanya mengingat kalau masih ada Saga yang belum dia sempat temui lagi.


Pikirannya juga panik karena meninggalkan Saga sendirian dengan kondisi seperti itu.


Angga bergegas berlari menuju ruang informasi dimana dirinya meninggalkan Saga seorang diri. Dan betapa kagetnya dia karena tidak menemukan Saga disana.


Saga sudah menghilang tidak ada ditempat terakhir Angga tinggalkan.

__ADS_1


__ADS_2