
Awalnya Saga ingin membiarkan semua itu karena sebenarnya apapun yang Lisa lakukan tidak pernah dia pedulikan namun beberapa menit dirinya berpikir sejenak hingga tamu yang ada dihadapannya juga merasa kebingungan karena Saga tidak berbicara setelah Angga membisikkan hal itu padanya.
"Bingo" akhirnya ini jawaban atas semua permintaanku gumam Saga dalam hati. Saga segera memberitahukan kepada para tamu yang dia temui malam itu bahwa mungkin Saga tidak bisa melanjutkan pertemuannya lebih jauh lagi dengan pihak penjual tanah. Saga meminta maaf kepada para tamu dikarenakan ada sesuatu yang.mendadak yang harus dia lakukan dan ingin menunda pembicaraan mereka dilain hari. Pihak penjual tanah yang saat itu tidak merasa keberatan dengan permintaan Saga. Saga menyuruh Angga untuk membicarakan lebih lanjut tentang jadwal mereka kedepan.
"Ngga, tadi kamar nomer berapa?" tanya Saga kepada Angga yang baru akan mulai berbicara dengan para pihak penjual tanah yang bersedia untuk melanjutkan meeting mereka dilain hari.
Angga langsung menjawab pertanyaan Saga dengan cepat "Kamar 101". Saga melangkah berlari menuju lift untuk mencari kamar nomer 101 yang dimasuki oleh Lisa dan pria asing.
Saga yang sudah tiba tepat berada didepan kamar 101.
"Room service" teriak Saga pelan berpura- pura menjadi pelayan hotel yang sedang akan mengantarkan pesanan.
Saga menggedor langsung kamar itu. Saga sudah berpikir jika dirinya masuk nanti dalam kamar, Saga akan berpura pura marah padahal dalam hatinya sangat suka akan kejadian ini. Pikirnya ini adalah alasan yang tepat untuk segera mengakhiri hubungannya yang salah dengannya dan Lisa.
\=\=> CONTOH VISUAL SAGA
Didalam kamar Lisa yang sedang menikmati ciuman yang dilayangkan oleh pria yang sedang bersamanya merasa kalau ada yang mengganggu kegiatan dirinya dari arah luar kamar.
"Ahhhhh ada aja yang ganggu" Lisa menghentikan sejenak kegiatannya.
__ADS_1
"Yang, kamu pesen room service?" tanya Lisa kepada pria yang tidak mau menghentikan kegiatannya dengan Lisa. Lisa melepaskan dirinya dari pelukan pria yang berada satu kamar dengannya.
"Gak" jawab pria yang sedang berasam Lisa.
"Terus itu" kata Lisa yang masih diciumi oleh pria yang berada satu kamar dengannya.
"Stop dulu yang. Buka pintu dulu gih" suruh Lisa pada pria yang terlihat dari raut wajahnya merasa kesal malam itu yang. juga sangat terganggu dengan kegiatannya.
Pria itu sudah membuka pintu kamar dan sontak pria itu kaget dengan apa yang dia lihat, ada sosok pria yang dia kenal dihadapannya. Pemilik Mentari Departemen Store berada dihadapannya. Pria itu sangat mengenal Saga karena sempat beberapa kali melihat Pak Saga menemui ayahnya yaitu Pak Wijaya, namun berbeda dengan Saga yang tidak sama sekali tahu pria itu adalah anak dari Pak Wijaya.
Pria yang sedang bersama Lisa itu adalah Bayu, anak sulung dari Pak Wijaya orang yang sebenarnya dijodohkan dengan Lisa namun batal dikarenakan sang ayah tiba-tiba mendadak membatalkan perjodohan mereka.
Bayu dan Lisa sudah menjalin cinta sejak 3 tahun yang lalu. Lisa tiap minggu menyempatkan datang ke Mentari Store dikarenakan memang sengaja menemui Bayu disana yang juga ikut membantu Pak Wijaya dalam mengurus bisnis ayahnya.
"Siapa yang" tanya Lisa yang tidak tahu kalau Sagalah yang sedang berdiri didepan kamar hotel berhadapan dengan Bayu. Bayu yang bisa terdiam tanpa bisa menjawab pertanyaan Lisa.
Lisa yang tidak mengetahui kedatangan Saga tiba-tiba melangkah menghampiri Bayu dengan sudah menggunakan baju tidurnya yang tipis dan terlihat sangat sexsi. Begitu kagetnya dia mendapati mata tajam sudah memandang dirinya dengan terlihat sangat marah malam itu. Saga sudah tepat berhadapan dengan Lisa dan Bayu pria yang tidak dia kenal sama sekali.
Saga bertepuk tangan dan segera memasuki kamar hotel "Ooo,, begini kelakuan calon tunangan dari Saga".
Lisa mendengar perkataan Saga langsung mencoba untuk menenangkannya dan berusaha memeluk tubuh Saga "Aku bisa jelasin mas, yang kamu lihat ini tidak seperti yang ada dalam benanak kamu"
__ADS_1
"Yang kok kamu gitu" Bayu menarik lengan Lisa yang memeluk Saga dihadapannya. Malam itu semua terasa sangat kacau. Dering ponsel dari handphone Lisa yang terus berbunyi mengganggu pembicaraan mereka bertiga. Lisa menepis lengannya yang masih dipegang Bayu. Lisa bergegas menggapai ponselnya dan melihat Juni yang saat itu menghubunginya. Panggilan yang tidak dia harapkan malam itu dengan kondisi kacau dirinya dalam kamar hotel. Lisa mematikan begitu saja panggilan dari adiknya dan terus menggenggam ponsel berada ditangannya.
"Kamu mau jelasin apa lagi semuanya sudah jelas" saga berdiri mendekati Lisa dan berkata seperti itu tepat ditelinga Lisa. Lisa juga bingung saat itu harus berbuat apa lagi. Lisa tidak menyadari kalau jari tangannya yang terus bergerak sudah dengan tidak sengaja menerima panggilan telepon dari maminya yang saat itu dipegang oleh maminya sendiri namun maminya menyuruh Juni untuk menggantikannya berbicara dengan kakaknya saat itu. Juni mendengar semua kejadian yang terjadi lewat sambungan telepon yang tidak disengaja diterima oleh Lisa. Lisa meletakkan ponselnya dalam keadaan masih hidup diranjang.
"Dia bukan siapa -siapa aku, aku mohon kamu percaya mass" kata Lisa menunjuk arah Bayu yang berdiri disampingnya, Lisa memohon agar Saga percaya kepadanya.
"Aku pacar kamu Lis, kita udah pacara 3 tahun. Kenapa kamu berbicara seperti itu" Bayu yang tidak terima dengan perkataan Lisa didepannya segera memegang tangan Lisa. Lisa menepis tangan Bayu.
"Ooo 3 tahun pacar dan aku gak tahu kalau kamu jadiin aku orang ketiga diantara kalian" kata Saga kepada Lisa dengan memasang wajah marahnya, namun dalam hati Saga sangat senang menemukan satu lagi kesalahan Lisa yang dia jadikan alasan akan kondisi hubungannya dengan Lisa akan berujung seperti apa.
"Dan buat kamu, pacar kamu lagi mendekati pria lain dan sebentar lagi akan tunangan dengan pria tersebut hanya bisa diam tanpa berbuat apa-apa" lanjut Saga menceramahi Bayu yang terdiam mengingat perkataan Saga ada benarnya harusnya dia tidak diam saja melihat Lisa juga ikut mendekati Saga. Apalagi didepannya langsung Lisa itu tidak mengakui kalau mereka sudah menjalin hubungan sebelum Lisa dan Saga akan dijodohkan. Tiga tahun pacaran mereka tidak ada artinya dimata Lisa.
"Aku bisa jelasin mass" hanya kalimat itu yang bisa terucap dari Lisa yang juga dalam keadaan sedang terpengaruh minuman keras.
"Semua sudah jelas, aku lihat kamu sedang dalam kamar bedua dengan pakaian seperti ini dan lihat lipstick kamu berantakan" Saga menunjuk arah bibir Lisa yang terlihat berantakan.
"Ngapain lagi pasangan laki dan wanita dalam kamar kalau bukan. Aahh sudahlah mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa lagi. Aku bakalan bilang langsung sama orang tua kamu dan membatalkan semua perjodohan ini" Saga akhirnnya bisa mengucapkan kata-kata yang sudah tertahan dan ingin sekali dia katakan.
Hatinya terasa senang dan tambah tenang. Saga yang sudah selesai dalam kepura-puraannya berbalik arah melangkah keluar dari dalam kamar hotel meninggalkan dua orang yang masih terdiam tanpa kata.
Diluar kamar ada Angga yang sedang berdiri mendengar akting Saga yang sangat luar biasa. Saga keluar dari kamar dan menatap wajah Angga dengan memainkan satu matanya kearah Angga sebagai expresi kalau dirinya sudah berhasil satu tahap dalam menggagalkan perjodohan ini.
__ADS_1
"Waaaahhhhh, Lee Min Hoo lagi shutting" kata Angga mengikuti langkah dari Saga meninggalkan kamar hotel sembari terus memperlihatkan rasa takjub dirinya yang jelas terlihat dari sorot mata Angga saat melihat Saga.