AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
SAH


__ADS_3

Kemudian ritual terakhir adalah saat pendeta menyuruh Saga dan Juni untuk menyematkan cincin dijari manis tangan kanan masing-masing sebagai tanda pernikahn akan sah terjadinya pernikahan dengan saksi semua orang yang hadir diacara tersebut.


\=\=> CONTOH VISUAL. CINCIN PERNIKAHAN SAGA & JUNI



Saga mengambil sebuah cincin yang sudah disiapkan sebelumnya, Saga berharap Juni mengulurkan tangannya agara bisa Saga sematkan cincin dijari manisnya.


Akan tetapi Juni tidak mengulurkan tangannya walaupun Saga sudah memberikan kode kepada Juni.


Juni terus saja diam tanpa mau menggerakkan tangannya.


Saga yang tidak mau kalau ritual terakhirnya berantakan segera dengan cepat hanya menggerakkan bibirnya tanpa terdengar suara, saga berkata dihadapan Juni "Kontrak kerjasama".


Juni mengerti gerakan bibir Saga yang sudah pasti mengancam dirinya dengan kontrak kerja sama ayahnya. Tangannya yang sedari tadi tidak bergerak dengan terpaksa menyodorkan jari manisnya untuk dihiasi sebuah cincin dari Saga.


Saga hanya bisa tersenyum melihat expresi marah yang Juni perlihatakan ketika dirinya berusaha menggunakan kontrak kerjasama ayah mertuanya sebagai ancaman.


Saga yang sudah memasangkan cincin dijari tangan jun1i, dirinya menyodorkan jari tangannya agar Juni juga melakukan hal yang sama dengan yang Saga lakukan tadi.


Akhirnya Juni juga melakukan hal yang sama yang saga lakukan padanya. Dia memakaikan cincin dijari manis Saga dan setelah prosesi pernyematan cincin dijari manis masing-masing mereka dinyatakan sah menjadi suami istri oleh pendeta dan diyakini juga oleh saksi yang juga ada diruangan itu.


Saga dan Juni saling menempatkan diri, sang mempelai lelaki disebelah kanan dan sang mempelai perempuan yaitu Juni berada disebelah kiri.


Mereka mengucapkan terimakasi kepada para tamu yang hanya ada beberapa orang saja diruangan itu.


Kini mereka, Saga dan Juni sudah sah menjadi suami istri dan kebahagian Saga sungguh terlihat dari pancaran expresi Saga kala itu.


Setelah semua acara selesai Saga mengucapkan terimakasi kepada pendeta yang sudah memimpin acara pernikahannya, namun Juni melangkah menuruni altar meninggalkan Saga yang sedang berbicara dengan pendeta kala itu.


Juni menghampiri ayah dan maminya, kedua orang tua itu memeluk anaknya yang sudah menjadi seorang istri dari Saga.


"Ini hari bahagia Nak, kenapa kamu cemberut seperti itu?" tanya Mami Sintia kepada anaknya.


"Iya Jun, senyum dong! pengantin perempuan kok wajahnya begitu" imbuh Ayah Baramanto yang setuju dengan perkataan istrinya.

__ADS_1


Juni tak menjawab perkataan kedua orang tuanya,Juni hanya berdiam dengan senyum palsunya dan tanpa kata dari bibirnya.


Saga datang menghampiri kedua orang tua Juni yang sedang bersama istrinya, saga memeluk mertuanya satu persatu sebagai tanda bahagia darinya malam itu.


Ayah Bram yang melihat expresi dari Saga merasa kalau Saga akan benar-benar menjaga Juni sebagai istrinya. Dan Saga sudah mendapatkan restu dari kedua orang tua Juni.


Angga datang menghampiri Saga dan berbisik kalau ruang makan sudah siap. Saga yang mendengar itu dari Angga langsung mengajak kedua mertuanya agar segera melangkah keruang makan untuk bersantap malam.


"Ayah dan mami mari kita keruang makan" ajak Saga kepada kedua orang tua Juni yang sudah dianggap orang tuanya juga.


"Angga minta tolong ajak mereka keruang makan" pinta Saga


"Mari pak ikuti saya" kata Angga yang melangkah terlebih dahulu. Bramanto dan Sintia langsung melangkah menuju ruang makan mengikuti Angga yang menuntun mereka.


Sedangkan Saga masih berdiam diri disamping Juni yang terlihat sangat tidak bahagia hari itu.


Saga menggapai tangan kanan juni dan memegang telapak tangan itu, Juni sudah merasa tidak suka dengan genggaman tangan Saga.


Juni merasa tidak nyaman tapi dia mencoba berusaha membiarkan saja tangannya dipegang Saga.


"Aku bahagia hari ini Juni dan semoga ini awal dari kebahagiaan kita" kata Saga sambil menggenggam tangan kanan Juni.


"Kamu gimana Juni? bahagia kan?" tanya Saga


"Hmmmmmmm" sahut Juni entah apa maksud dari jawaban yang terdengar dari bibir Juni.


"Mari kita bergabung dengan kedua orang tua kamu" Saga menggandeng tangan Juni dan berjalan menghampiri kedua orang tua Juni untuk ikut menyantap makanan.


Juni yang mengikuti jalan dari Saga agak kesusahan karena dia masih memakai sepatu hak tinggi. Saga melihat kalau jalan dari Juni seperti orang yang kakinya sedang terluka.


"Kenapa?" tanya Saga


"Gak ada" jawab Juni


"Jalannya kok begitu" kata Saga

__ADS_1


"Aku bilang gak ada ya gak ada, jangan maksa" sahut jutek Juni kepada Saga yang bertanya baik baik dengannya.


Mendengar dari bibir Juni kalau dia tidak apa apa namun Saga sudah pasti tahu kalau kaki Juni sedang sakit karena terlalu lama memakai hak sepatu tinggi.


Saga tidak lagi berusaha bertanya karena Juni terdengar sedang marah, dia menggandeng lagi tangan Juni untuk kemeja makan.


Namun Saga sengaja memelankan langkah kakinya agar Juni bisa mengikuti langkah kaki Saga dan tidak terlalu merasakan sakit dikakinya.


Mereka sudah berada dimeja makan bersama kedua orang tua Juni.


Saga menggeserkan kursi untuk istri tercintanya agar Juni bisa duduk dengan santai dimeja makan.


Saga tetap berdiri dan Saga menyuruh untuk mereka yang ada dimeja makan terlebih dahulu makan tanpa dirinya karena Saga ingin pergi sebentar meninggalkan mereka.


Orang-orang yang ada diruang makanpun mengikuti apa yang dikatakan Saga.


Mereka mulai menyantap hidangan yang sudah disiapkan dimeja makan tanpa kehadiaran Saga disana.


Angga merasa heran kemana Saga akan pergi.karena semua keluarga barunya dan istrinya berada dimeja makan.


Angga mengikuti langkah Saga dan Angga sudah berhasil menyusul saga kemudian berjalan disamping Saga sambil bertanya "Sag, mau ngapain kamu pergi dari sana?"


"Lho kamu ngapain ikutin aku ngga, kamu bisa makan dengan mereka disana" kata Saga


"Gimana mau makan disana sedangkan kamu saja pergi dari sana mau ngapain? jawab dulu" kata Angga


"Oooh aku butuh sesuatu diatas kamar" kata Saga


"Kamu bisa nyuruh orang sag, gak usah repot repotlah ngelakuin semua sendiri lagian inikan acara penting kamu jadi kamu harus ada disana sampai akhir" kata Angga


"Udah lah gak apa-apa bentar aja kok, lagian aku mau ambil sesuatu buat istri sendiri" kata Saga


"Ooooo buat istri" jawab Angga.


Saga berhenti berjalan dia menghadap Angga, Saga menyuruh Angga untuk tidak mengikutinya lagi dan balik kemeja makan untuk menyantap makanan karena Saga tahu bahwa Angga temannya itu sudah sangat lelah dengan pelaksanaan pernikahannya dan dia juga tidak ingin kalau Angga sakit gara-gara angga lupa makan.

__ADS_1


Angga yang mendapatkan ceramah dari Saga lalu memutuskan untuk balik lagi sesuai permintaan temannya kembali kemeja makan untuk makan sesuatu karena memang dia juga merasa kalau perutnya sudah sedari tadi belum juga dia isi.


Saga dan Angga melangkah saling memunggungi masing-masing dengan tujuan yang berlainan arah. Angga berjalan menuju keruang makan dan Saga berjalan melangkah menaiki anak tangga untuk pergi keruangan lantai atas kamarnya.


__ADS_2