
\=\=> CONTOH VISUAL SAGA YANG KELUAR DARI KAMAR MANDI
Saga keluar dari kamar mandinya, dia yang masih menggunakan baju handuknya keluar dari pintu kaca kamar mandinya.
Dengan rambut masih basah Saga keluar dan melihat dikamarnya tidak ada seorang Juni yang dia cari.
Saga masih tidak tahu kalau Juni sudah pergi keluar rumahnya.
"Juni" panggil Saga yang tidak mendapatkan sahutan dari gadis itu.
"Juni" panggil lagi Saga berharap kali ini dia mendapatkan jawaban. Namun tak ada dari panggilannya yang dijawab Juni.
Saga berjalan menuju ruang belakang tempat lemarinya dan disana dia melihat gaun pengantin tergeletak dilantai.
Lemari pakaian yang tidak ditutup tapi jendela yang ada diruangan itu masih tertutup.
Juni lumayan cerdas.
Dia tidak mau kalau Saga tahu dirinya keluar melalui jendela jadi sebelum dia turun lewat jendela Juni terlebih dahulu menutup rapat jendela. Maksudnya agar Saga tidak sadar kalau jendela itu adalah pintu baginya keluar diam- diam.
Saga masih tidak merasa curiga dengan gaun yang tergeletak dilantai serta pintu lemari pakaian yang terbuka lebar.
"Juni kemana ya?" tanya Saga pada dirinya sendiri. Saga kemudian mengambil bajunya dan segera mengganti bajunya.
Saga berniat ingin mencari Juni diluar kamar, siapa tahu Juni sedang bejalan-jalan mengelilingi rumahnya malam itu.
Saga yang sudah menggunakan bajunya tidak lantas pergi begitu saja, dia mengambil gaun pengantin Juni dan merapikan gaun itu.
Saga meletakkannya gaun dikotak pakaian khusus, untuk nanti dia simpan sebagai barang berharga dan tentunya bersejarah dalam hidupnya.
Saga tak lupa juga menutup pintu lemari yang sudah dibuka Juni, setelah semua selesai dia lakukan Saga berjalan keluar kamarnya.
Saga mencari keseluruh ruangan yang ada dirumahnya dan tak lupa sesekali dia menanyakan kepada pegawai yang masih ada disana.
Para pegawai Saga sudah sebagian meninggalkan rumah Saga karena sudah selesai dengan tugas terakhir yang diberikan Angga.
Hanya ada beberapa pegawai Saga yang memang tinggal disana.
Tak satupun dari pegawai Saga melihat juni keliling rumah ataupun keluar dari rumah.
__ADS_1
Dan itu membuat Saga mulai khawatir tentang keberadaan Juni.
Saga menyuruh satu pegawai rumahnya untuk memberitahukan yang lain agar ikut mencari Juni keseluruh rumahnya tanpa ada tempat yang terlupakan.
Saga memutuskan untuk kembali lagi ke kamarnya barang kali Juni sudah kembali, namun Saga yang sudah berada dikamar tidak menemukan Juni disana.
Saga merasa khawatir dengan Juni yang entah berada dimana, salah satu pegawai Saga mengetuk pintu kamar 2saga.
"Tok Tokk Tokkk" suara pintu berbunyi.
"Ya masuk" ucap Saga.
"Pak kami sudah mencari ibu keseluruh penjuru rumah, namun tidak menemukannya" kata seorang satpam rumah Saga.
"Coba kamu periksa cctv rumah, kalau melihat sesuatu tolong kabari saya" kata Saga.
"Iya pak laksanakan" satpam rumah Saga mengiyakan apa yang diperintahkan oleh Saga dan kembali lagi menutup pintu kamar Saga dari arah luar kamar.
"Ahhhhhhhh, kemana kamu Juni?" Saga mengacak rambutnya merasa frustasi tak menemukan Juni dimana-mana.
Saga yang masih duduk didalam kamarnya mendapatkan sebuah panggilan telepon.
Saga mengambil ponselnya dan mendapati kalau malam yang sudah benar- benar larut itu, ada Angga yang mencoba menghubunginnya.
"Kenapa ngga?" lanjut tanya Saga dengan sebuah pertanyaan pendek disertai suara yang benar-benar tidak lagi dalam keadaan yang tenang.
"Sag, si Juni gak ada dirumah ya?" kata Angga yang jelas membuat Saga kaget dan berpikir darimana Angga bisa tahu kalau dirinya sekarang lagi pusing mencari istrinya dan kenapa juga Angga bisa berpikir kalau Juni sedang tidak ada dirumahnya.
"Juni tidak ada dirumah? Kok bisa ngomong gitu ngga. Aku memang lagi pusing nyari Juni. Aku takut dia nyasar dirumah ini" Saga penasaran dengan perkataan Angga.
"Kamu gak bakalan menemukan istrimu dirumah sagg" kata Angga
"Kenapa?" tanya Saga yang memang tidak tahu maksud dari perkataan Angga.
"Iya karena sekarang aku lagi buntutin istri kamu sedang didalam taksi, entah mau kemana?" jelaskan Angga
"Apa? Juni sekarang keluar rumah? sedang lagi didalam taksi?" Saga merasa sudah ditipu dengan manisnya Juni hari ini.
"Oke bentar lagi aku bakalan nyusul kamu, kamu tetap ikuti dia dan sheree lokasinya ke aku" lanjut Saga. saga bergegas mematikan panggilan teleponnya yang tersambung dengan Angga.
Saga mengambil kunci mobil dilaci meja kecil dekat ranjangnya. Saat Saga mengambil kunci mobil dia menemukan sebuah catatan kecil menempel diluar dompetnya.
__ADS_1
Saga mengambil catatan keci itu, dan membacanya.
Saga mengetahui kalau Angga ternyata memang benar, Juni sudah mengambil beberapa uang didalam dompet untuk dia membayar taksi.
Saga diam sejenak untuk berpikir dan setelah dia menyadari sesuatu Saga langsung mengambil lagi ponselnya dan memeriksa semua panggilan yang ada didalam ponselnya.
Benar saja Saga mendapati lagi panggilan nomer taksi yang mungkin Juni sudah lakukan.
"Ahhhh Juni " saaga merasa dirinya lucu karena junj sudah benar- benar mengelabuinya.
Saga mengetahui kalau Juni sempat menggunakan ponselnya untuk menghubungi taksi dan mengambil beberapa uang agar bisa membayar taksinya sengaja meninggalkan catatan kecil didompetnya.
Saga masih tidak bisa percaya dari mana Juni bisa keluar rumah sedangkan semua pegawai yang ada dirumahnnya tidak sama sekali melihat kalau Juni keluar dari rumah.
Kalau Juni keluar melalai jendela seperti yang pernah dia lihat langsung saat memergoki Juni keluar lewat jendela Bramanto, jendela itu pasti akan terbuka namun jendela itu masih tertutup. Saga berlari memastikan lagi apakah jendela itu benar-benar tertutup atau hanya terlihat tertutup saja.
Saga sudah barada diruangan pakaian lagi dan benar saja Saga mendorong pelan jendela dan dia menjumpai jendela itu terbuka dengan mudahnya. Saga hanya bisa tersenyum melihat kalau dirinya sudah dibodohi oleh Juni istrinya sendiri.
Padahal kalau Juni meminta lagi izin keluar secara manis dia pasti akan mengantarkan Juni langsung.
"Tok tok tok " suara ketokan pintu dari luar kamar Saga
Saga melangkah kepintu kamarnya dan membuka pintu kamar itu. Saga melihat satpam tadi kembali lagi
"Ada apa? " kata Saga
"Pak kayaknya bapak harus lihat cctv pak... " kata satpam itu kepada Saga
Saga juga ingin benar- benar memastikan semua yang dia pikirkan benar karena dalam hatinya Saga masih tidak percaya dengan yang dilakukan juni padanya. Sepercaya itu Saga pada Juni namun dihari pertama pernikahannya Juni sudah bisa mengelabuinya dengan sangat telak.
"Ayo" ajak saga langsung
Mereka berjalan menuju ruangan satpam yang sudah dilengkapi cvtv nya. Satpam itu memberitahukan kamera dibelakang kamar Saga dan benar saja saga melihat bagaimana cara juni turun dari kamarnya dan cara Juni diam-diam keluar dari rumah Saga tanpa diketahui satpam rumah yang menjaga rumah Saga saat itu serta pergi menggunakan taksi.
Saga tertawa disana dengan merasa dirinya sangat bodoh.
"Maaf pak, kami lengah" kata salah satu satpam rumah Saga yang sudah terlihat siap-siap akan dimarahi Saga.
"Ya sudahlah lupakan, kalian bisa jaga lagi" kata Saga yang sontak membuat para satpam yang ada disana kaget. Bukan kemarahan yang mereka dapatkan dari bosnya tapi hanya perintah untuk terus menjaga rumahnya.
"Makasi pak" kata semua satpam yang berjumplah 4 orang itu.
__ADS_1
Saga berjalan melangkah keluar post satpam rumahnya.