AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Kucing-kucingan


__ADS_3

Catatan : Jika berkenan bantu vote,like,jantung,rate,folow dan masuk grup. Jika tidak ya udah cukup baca aja gak apa-apa.... Terimakasih sudah tetap mendukung walau up nya agak telat. 🙏🙏🙏🙏🙏


Saga yang sudah melihat taksi berhenti didepannya segera meminta pengemudi taksi membuka bagasinya. Pengemudi taksi mendengar permintaan Saga, lantas langsung membuka bagasinya.


Saga yang melihat bagasi sudah terbuka berjalan kearah bagasi dan meletakkan dua tasnya didalamnya. Saga berlari ke arah Juni tak kala melihat istrinya masih berdiri memperhatikannya. Pengemudi taksi keluar dari mobil dan akan membukakan pintu untuk Juni.


"Pak,, udah diam aja didalam. Biar aku aja yang bukain pintu mobil buat istri aku" kata Saga yang sudah berada didepan pintu tempat Juni berdiri.


"Oh iya mas" kata pengemudi taksi sambil mengurungkan langkahnya mendekati Juni dan kembali lagi kedalam mobilnya.


"Om jangan gitu, aku bisa sendiri bukain pintu mobil" kata Juni tepat dihadapan Saga yang sudah berada didekatnya.


"Ya udah,, nikmati aja rasa perhatian suami terhadap istrinya" kata Saga.


"Iya tapi malu,,, liat aku masih pakai seragam" kata Juni sembari matanya melihat dirinya sendiri yang masih berseragam.


"Terus malunya dimana? " tanya Saga.


"Apa kata orang Om, Om ngomong sama orang aku istrinya Om" kata Juni.


"Ya udah gak apa-apa. Anggep aja lagi belajar perlahan ngenalin istri depan orang rasanya gimana" kata Saga.


Juni hanya menatap wajah Saga dan menggigit bibir bawahnya dengan expresi kesal. Juni masuk kedalam mobil diikuti dengan Saga yang juga ikut masuk kedalam mobil taksi setelah sudah membukakan pintu untuk Juni.


Setelah mereka berada didalam mobil dengan duduk berdampingan pengemudi taksi itu segera menyalakan mesin mobil taksi dan mengerakkan mobil taksi perlahan meninggalkan halaman hotel yang cukup luas.


Dalam perjalan, pengemudi taksi yang tak tahu akan kemana membawa penumpangnya memberanikan diri bertanya kepada dua pasang manusia yang ada dibelakangnya.


"Kita kemana ini Mas? " tanya pengemudi taksi.menatap Saga melalui spion depan.


"Kiri" jawab Lisa.


"Kanan" jawab Saga secara bersamaan dengan istrinya.


Juni dan Saga saling pandang. Pengemudi taksi dibikinnya bingung karena tak jelas harus mendengarkan intruksi siapa.


Juni berpikir kalau ingin kerumah kediaman mereka tentu harusnya mobil taksi berbelok kesebelah kiri namun Saga malah berkata agar mobil taksi berbelok ke sebelah kanan.


"Om kita mau kemana ini? " tanya Juni yang masih menatap suaminya yang berada disebelahnya sedang duduk sambil menatapnya juga.


"Udah kamu ikut omongan aku aja" kata Saga.


"Pak kita belok kanan aja, tetap lurus nanti kalau harus belok aku kasih tahu lagi" lanjut imbuh Saga.


"Oh iya Mas" jawab pengemudi mobil taksi melihat spion dalam mobilnya saat berbicara dengan Saga

__ADS_1


Mobil taksipun melaju tanpa henti, terus saja lurus karena belum ada intruksi dari Saga untuk berbelok.


"Om beneran, kita mau kemana Om?" tanya Juni


"Suprise" kata Saga.


"Jangan yang aneh- aneh" kata Juni memperingati.


"Aneh yang kayak gimana yang yanknya maksud " kata Saga.


"Gak ada sich. Cuman aku lagi gak mau becanda Om" kata Juni.


"Yang pasti kejutannya ini kamu pasti suka" kata Saga.


"Awas aja Om" kata Juni.


"Iya,, iya,,, iya, takut amet sich" kata Saga.


Setelah beberapa intruksi dari Saga untuk pengemudi taksi, akhirnya Juni baru menyadari kalau jalan pulang yang taksi mereka lewati adalah jalan menuju rumah ayah dan ibunya.


"Om kita mau pulang kerumah ayah dan mami ya?" tanya Juni, Saga hanya tersenyum tak menjawab pertanyaan Juni padanya.


"Om jawab" tangan Juni memegang paha Saga, dan mengguncangkan paha suaminya dengan manja dan girangnya.


"Iya,, iya" jawab Saga.


"Sumpah aku seneng banget" jawab Juni yang terus memasang wajah bahagia tak kala akan pulang kerumah ayahnya.


"Aku tahu kamu kangen sama kedua orang tua kamu dan begitu juga sebaliknya. Ayah Bram dan Mami sintia juga kangen banget sama kamu" kata Saga.


"Dari mana Om tahu mereka juga kangen sama aku" kata Juni.


"Yang nelpon tadi dihotel Ayah Bram, katanya mami kangen sama kamu jadi aku putuskan untuk bawa kamu pulang kesana" kata Saga.


"Om,,, makasi" kata Juni sambil menarik tangan Saga dan menaruhnya diatas pahanya sebagai ucapan rasa tak terduganya karena sikap Saga yang langsung membawa dirinya kerumah kedua orang tuanya dengan cepat setelah mendengar salah satu dari kedua orang tuanya merasa kangen pada Juni. Mata juni berbinar -binar menatap suaminya.


"Aku bakalan bales semua kebaikan Om" kata Juni


"Balas semua?!" seru Saga.


"Iya om. Apa yang Om minta dari aku" kata Juni.


"Yakin yank,, " kata Saga memasang wajah seakan sudah bisa membayangkan apa yang dia inginkan dari istrinya.


"Iya Om, sebut aja" kata Juni.

__ADS_1


"Kamu gak bakalan nyesel udah ngomong gini sama aku kan? " tanya Saga.


"Gak lah Om, emang Om mau apa dari aku? Kalau aku bisa lakuin pasti akan aku beri langsung" tanya Juni.


"Aku mau" Saga mendekatkan bibirnya ketelinga Juni. Dia akan berbisik ditelinga istrinya agar pengemudi taksi yang sedang asik melihat arah depan jalanan tak mendengar perkataan Saga pada istrinya.


"Ini" lanjut imbuh Saga dengan bisikannya sambil menggigit telinga istrinya.


"Auuuuu" teriak Juni merasa kegelian. Juni menepuk lengan suaminya. Tangannya kembali memegang telinganya sendiri dan mengusap-usap telinganya agar rasa geli yang masih dia rasakan menghilang.


Sontak supir taksi yang mendengar teriakan Juni langsung melihat arah spion dan melihat dua pasang muda mudi di belakangnya. Ada yang tersenyum dan tertawa penuh arti serta ada yang tersipu malu -malu.


Juni melihat supir taksi sedang memperhatikan mereka berdua.


Juni menjauhkan diri dari Saga dan Saga juga merasa tak enak karena menggoda istrinya tapi malah mengganggu supir taksi yang sedang mengemudi.


Mereka sudah seperti pasangan yang lagi kasmaran. Saga sibuk menggoda sampai tak tahu tempat.


Saga menunggu supir taksi itu tak memperhatiakan mereka lagi dan setelah merasa supir taksi itu tak melihat dirinya dan Juni dispion mobil Saga segera meraih leher sang istri, Saga menyambar dan mengecup bibir istrinya.


"Cup" suara kecupan bibir Saga dibibir Juni. Juni kaget merasa keanehan terjadi pada dirinya. Dia sama sekali tak marah seperti yang sudah-sudah. Dia tak berontak sama sekali.


Juni merasakan rasa sentuhan bibir Saga yang manis, tak seperti pertama kali dirinya dicium bahkan berbeda pada saat dirinya berada dikamar hotel. Di kamar hotel walaupun Juni menikmatinya juga tapi rasa manis bibir Saga baru kali ini dia rasakan.


Dia membiarkan Saga berbuat apa saja pada dirinya baik itu dihotel dan sekarang ditaksi. Juni sempat berpikir kalau kenyataanya mereka juga sudah melakukan hal selayaknya suami istri walaupun dirinya dalam keadaan mabuk dan tak sadar. Karena semua sudah terjadi jadi Juni hanya bisa tetap menjadi istri yang baik sesuai keinginan Saga padanya.


Juni merasa malu. Bibirnya dia lipat, matanya melihat arah supir taksi, takut kalau-kalau adegan itu di lihat oleh pengemudi depan taksinya. Berbeda dengan Juni, Saga merasa sangat bahagia, istrinya sepertinya sudah jinak dalam pikirannya.


Saga memegang terus bibirnya dan kali ini dia mendekat perlahan kesamping Juni. Juni yang tahu suaminya mendekat tak berbuat apa- apa seolah-olah tubuhnya memang ingin kalau Saga mendekat lebih dekat lagi kearahnya.


Mereka akhirnya sudah duduk berdekatan, sangat dekat hingga tak ada satu incipun selah diantara mereka. Juni yang berpura-pura tak melihat Saga memalingkan wajahnya memilih menatap arah luar mobil. Saga sesekali melihat supir taksi dan saat supir taksi tak dia rasa melihat dirinya dan istrinya


Saga menciumi leher Juni. Berkali-kali saga lakukan sambil bermain petak umpet dengan sang supir yang asik mengemudikan mobilnya. Juni hanya diam berpura-pura menatap luar jendela mobil. Tangannya mengepal lagi. Badannya kaku dalam duduknya. Juni ketakutan kalau- kalau mereka dilihat oleh supir taksi, namun dia juga sangat menginginkan ciuman suaminya lagi tanpa dia sadari.


Mobil taksi melewati polisi tidur dan alhasil taksi mereka terbentur, Saga yang berada didalam taksi sedang asik dengan aktivitasnya sengan Juni membenturkan kepalanya ke kepala Juni.


"Auuuuu" mereka teriak bersama membuat supir taksi kaget dan terus meminta maaf karena sudah melakukan kesalahan dalam mengemudi.


"Gak apa-apa pak,, santai aja" kata Saga yang melihat Juni tersipu malu dengan sedikit menutup wajahnya.


"Maaf sekali lagi mas dan mbak, bapak gak liat ada polisi tidur" kata pak supir.


"Gak apa-apa Pak. beneran! lupain ajalah. Bapak fokus nyetir aja lagi" kata Saga.


"Iya Pak" Juni juga menimpali agar supir taksi tak merasa bersalah padahal kepalanya terbentur juga bukan karena supir taksi tapi karena kelakuan suaminya yang terus saja kucing-kucingan dengan supir taksi untuk menciumi dirinya.

__ADS_1


Supir taksi akhirnya kembali fokus untuk mengemudikan mobilnya dengan benar. Juni menatap Saga dan menepuk lengan suaminya lagi sambil berkata berbisik "Udah,, geser Om" tangan Juni sudah mendorong Saga untuk duduk agar menjauh darinya. Saga yang mendapatkan kode dari istrinya, menjauh dari Juni namun tetap dengan memasang wajah kepuasan. Saga sangat bahagia hari itu sampai tak terasa rumah kediaman Bramanto sudah terlihat dari pandangannya.


__ADS_2