AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Merasa Sangat Malu


__ADS_3

Angga penasaran dengan siapa yang dipanggil mama oleh anak-anak tersebut.


Dia menoleh dan mendapati satu- satunya wanita yang ada disana adalah Rose dan benar saja semua anak itu memanggil Rose dengan sebutan Mama.


Rose juga menyapa anak-anak yang datang padanya seperti layaknya seorang ibu kepada anak-anaknya.


Angga memperhatikan Rose dengan perasaan masih tidak percaya wanita semuda itu sudah mempunyai 5 anak.


Saga yang melihat situasi tersebut sudah tak bisa menahan tawanya. Dia menggunakan lengannya untuk menutup bibirnya yang akan tertawa.


Sekali-kali Angga naksir dengan wanita pemilik toko ternyata sudah punya banyak anak.


Angga merasa sedih dan kecewa. Angga berlari mendekati Rose yang masih memegang setangkai bunga mawar putih pemberian dirinya.


Angga mengambil lagi dengan cepat tangkai bunga mawar yang dia berikan sambil berkata "Maaf mbak, gak jadi aku lupa mau ngasih nenek aku dirumah" kata Angga dengan cepat dan berlari lagi kearah Saga. Ia segera mendorong Saga agar ikutan pergi secepat mungkin dari toko itu.


Angga merasa sangat malu, karena dia menggoda wanita yang sudah punya anak.


Mereka memasuki mobil dengan seorang Saga yang tak bisa menahan tawanya setelah melihat kejadian didepan matanya. Angga sangat merasa malu kala itu.


Didalam mobil yang sudah berjalan meninggalkan Toko The Rose, tawa Saga terus saja terdengar didalam mobil, membuat Angga merasa sangat malu akan kejadian yang baru dia alami.


"Sudahlah saga, senang banget liat temannya malu" kata Angga


"Oke,,oke" Saga berusaha menahan tawa dari bibirnya yang tak bisa sebenarnya dia tahan.


"Habisan kamu bikin aku ketawa ngakak" lanjut Saga.


"Gak ngerti juga aku, giliran suka sama orang kalau gak orang itu naksir kamu pasti orangnya udah nikah kayak tadi" kata Angga.


"Terus itu mawar putih mau kamu kasih nenek kamu?" tanya Saga


"Kamu rada-rada juga sag, udah tahu aku besar dipanti asuhan mana ada punya nenek" kata Angga merasa diejek Saga.

__ADS_1


Saga kembali tertawa, bukan maksud dirinya mengejek Angga tapi dirinya tak sadar sudah mengucapkan kata-kata itu. Dia menyadari bagaimana angga punya nenek kalau mereka berdua tinggal dan bertemu pertama kali dipanti asuhan milik keluarga Saga.


Akhirnya mereka sudah sampai didepan sekolah Juni. Kedatangan mereka sudah ditunggu dan disambut hanya oleh kepala sekolah SMA xxx. Tidak ada murid yang ikut menyambut kedatangan pemberi sumbangan bea siswa terbesar tahun ini. Para murid sudah berkumpul di aula sekolah dan tak diperkenankan untuk ikut menyambut Saga.


Disana juga sudah ada beberapa pengawal yang memang sudah disiapkan Angga untuk menjaga Saga. Penjaga dari sekolah sudah juga bersiap-siap menjaga saga di aula sekolah.


"Selamat datang Pak Saga" kata kepala sekolah sambil mengalungkan bunga dileher Saga sebagai tanda sambutan pihak sekolah padanya.


"Iya Pak, terimakasi" kata Saga sambil tersenyum.


"Mari kita semua langsung saja menunju aula sekolah " ajak kepala sekolah


Angga yang melihat sekeliling merasakan keadaan di sekolah saat itu sangat terlihat sepi.


"Pak kok agak sepi ya?" tanya Angga kepada kepala sekolah saat itu sambil melangkah mengikuti kepala sekolah yang akan menuntun mereka ke aula sekolah.


"Oh iya Pak, kami sengaja tidak ingin mengacaukan acara ini jadi kami memutuskan kalau murid kami yang kelas 1 dan 2 kami pulangkan saja. Mohon maaf kami sebelumnya tidak sempat memberitahukan hal yang mendadak seperti ini" jelaskan kepala sekolah.


"Lebih baik seperti itu Pak" sahut Saga menyahuti perkataan kepala sekolahnya. Saga berpikiran tidak apa-apa kalau murid kelas 1 dan 2 tidak hadir, yang jelas dia lebih mengharapkan murid kelas 3 harus hadir dan tentu saja agar dia bertemu dengan Juni.


"Terus muridnya semua kemana pak? Saya gak lihat ada satu muridpun" tanya Saga


"Oh mereka sudah kami intruksikan untuk menunggu langsung di aula sekolah jadi tidak ada yang akan berkeliaran disekolah sebelum acara selesai" kata Kepala Sekolah.


Saga dan Angga hanya mengangguk-angguk mengerti tentang apa yang dijelaskan oleh kepala sekoalh SMA xxx saat itu.


Mereka sudah masuk kedalam aula sekolah dengan disambut tepuk tangan oleh para murid yang memenuhi kursi duduk di aula. Saga duduk dikursi yang telah disediakan oleh porak sekolah. Satu hal yang Saga lakukan saat sudah duduk dikursinya adalah memperhatikan dan melihat-lihat sekeliling murid mencari keberadaan Juni. Namun tak dirinya temui sosok Juni yang di cari. Saga hanya menemukan sosok dua murid yang tak asing yaitu teman kemayu Juni dan teman lelaki Juni.


Saga tahu kalau teman lelaki Juni yang dia maksud mempunyai perasaan yang lebih kepada Juni.


Ada Trala dan Tomi duduk bersebelahan berjejer.


Disebelah Trala ada sebuah bangku kosong dengan sudah diisi tas.

__ADS_1


Dari kejauhan Saga mengenal tas yang berada dikursi kosong itu. Itu adalah tas yang tadi pagi menghiasi punggung Juni.


Saga berpikir kalau Juni sedang tidak berada di aula dan sudah pasti dia segera akan berada disana.


Acara hari itu di sekolah sudah dibuka oleh pidato dari kepala sekolah, para siswa mendengarkan isi pidato yang kepala sekolahnya sampaikan. Sampai kepala sekolah berhenti berpidato singkat tak kunjung Saga menemukan wajah Juni didalam Aula. Pikirannya merasa tak karuan apakah Juni saat itu memamng ada di sekolah atau dia memilih melarikan diri lagi dari sekolah seperti yang sering dia lakukan saat Saga melihat Juni pergi dari rumah kediaman mertuanya diam-diam dan terakhir dia lihat saat Juni juga pernah lewat jendela rumahnya. ke apartemennya.


"Kenapa Saga?" tanya Angga


"Kenapa apanya?" tanya lagi Saga dengan pertanyaan kepada temannya.


"Kok gusar" kata Angga


"Gak ada ngga" jawab Saga


"Liatin Juni yang gak ada disini" kata Angga yang berhasil membuat Saga menoleh kearahnya.


"Iya kok kamu tahu" kata Angga


"Tahulah, mata kamu udah kayak maling liat sana sini dari tadi" kata Angga


"Waduh ketahuan deh!" kata Saga


Tiba -tiba nama Saga sudah dipanggil untuk memberikan sepatah dua patah kata sambutan. Saga akhirnya maju setelah namanya dipanggil untuk dipersilahkan memberikan pidatonya.


Trala yang melihat seseorang yang dia kenalnya berada diatas panggung untuk memberikan pidatonya. Orang yang tadi pagi mengantar Juni dan yang dia tahu namanya adalah Saga.


"Oooh" suara kaget Trala


"Kenapa Trala?" tanya Tomi yang berada disampingnya.


"Gak ada apa-apa Tom" jawab Trala tidak mau memberitahukan Tomi bahwa dia tahu sedikit tentang Saga. Itupun dari cerita Juni tapi dia tak tahu kalau Saga itu adalah penyumbang Bea Siswa terbesar tahun ini di sekolah


Tiba-tiba Saga yang sedang akan mulai berpidato diatas panggung melihat sosok istrinya yang dia nanti- nantikan baru datang memasuki area aula sekolah. Juni langsung saja mencari Trala dan Tomi lalu duduk dikursi kosong disebelah Trala. Juni tidak memperhatikan Saga yang sedang akan mulai berpidato dan sedang memperhatikannya juga.

__ADS_1


__ADS_2