AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Handuk Cadangan


__ADS_3

Mami Sintia yang merasa sangat senang dengan kedatangan anak dan mantunya bergegas berjalan menuju dapur.


Ayah Bramanto mengikuti Mami Sintia tanpa sepengetahuannya.


Ayah Bramanto tak tahu harus melakukan apa. Aneh jika terus melanjutkan nonton acara berita di televisi setelah anak dan mantunya datang berkunjung.


"Yah,,, ngapain ayah ikutin mami kedapur. Ayahkan bisa ngapain kek, gak ikutin mami juga kesini" kata Mami Sintia.


"Ayah bingung mau ngapain. Ayah mau bantu mami apa aja deh! biar makanannya nanti cepet jadi. Kasihan kalau mereka dibiarkan menunggu" kata Ayah Bramanto.


"Ooo gitu,,, mami sebenarnya senang ada yang bantuin mami dan itu bikin mami semangat lagi" kata Mami Sintia.


Merekapun tertawa bersama didalam dapur.


Hal pertama yang mereka lakukan adalah mengambil celemek dan memasangkan satu persatu kebadan mereka.


Mereka saling membantu dalam memasang celemek.


Mami Sintia mulai melakukan pekerjaan dapur seperti biasa namun kali ini lebih menyenangkan karena ada suami tercinta yang membantu dan menemani.


*


*


*


*


Juni yang sudah berada didepan kamarnya dengan diikuti Saga yang berada dibelakang Juni.


Saga memperhatikan sekeliling, melihat pemandangan yang baru kali ini Saga lihat.


Juni masuk kedalam kamarnya yang sudah lama tak dia tempati.


Mereka sudah berada didalam kamar.


Juni langsung membaringkan diri diatas ranjangnya merasa kalau dirinya sudah sangat rindu kamarnya saat ini.


Juni masih tak menyadari kalau dirinya sedang bersama seorang laki-laki.


Saga melihat tubuh Juni sudah terbaring terlentang didalam kamar Juni memilih untuk memalingkan pandangannya.


Kamar Juni cukup nyaman, kamar yang didominasi warna merah muda.


Saga yang juga merasa lelah ikut terlentang membaringkan tubuhnya disebelah Juni.


"Om aku bahagia banget hari ini" kata Juni membuka pembicaraan saat tubuh mereka terlentang bersama disatu ranjang yang sama.


"Apa lagi aku yank,, sungguh sangat bahagia" kata Saga.


"Emang Om bahagia, kenapa?" tanya Juni.


"Jelas yank aku bahagia, lihat kamu bahagia itu adalah kebahagian buat aku" ucap Saga.


Juni yang mendengar perkataan Saga tersipu malu, Pipinya memerah.


Ucapan yang tergombal dari seorang lelaki baru dia dengar dari bibir Saga.


Badannya terasa gerah. Dia tiba-tiba berdiri dari tidurnya.

__ADS_1


"Om panas, aku mau mandi dulu" kata Juni sambil mengipas-ngipaskan tangannya kearah dirinya.


Saga hanya mengangguk dengan diikuti senyuman sebelum Juni melangkah kearah kamar mandi. Saga melepaskan jam tangan dari tangannya dan meletakkannya dimeja kecil dikamar Juni.


Saga merogoh kantong celananya dan mengambil dompet serta ponsel untuk dia taruh juga dimeja.


Juni yang memasuki kamar mandinya merasa sangat kaget.


Kamar mandi miliknya berubah tak seperti kamar mandinya terdahulu tapi Juni malah merasa lebih senang melihat kamar mandinya yang sekarang karena lebih terlihat keren.


Juni yang terpaku melihat kamar mandinya menyadarkan dirinya. Juni berpikir kalau dirinya saat itu dikamar mandi untuk membersihkan dirinya bukan untuk mengagumi kamar mandinya yang terlihat baru.


Juni bergegas membersihkan dirinya di kamar mandi.


Saga yang masih ada dikamar tidur Juni hanya menerawang kelangit-langit kamar Juni.


Perlahan matanya yang terbuka lebar terasa sangat berat.


Saga merasakan kantuk yang luar biasa. Sebelumnya Saga sangat susah yang namanya tidur apalagi ini baru jam 08.11 malam.


Namun entah kenapa setelah menikah dan merasa hubungannya dengan Juni semakin membaik membuat Saga selalu bisa tidur tanpa meminum obat tidur terlebih dahulu.


Saga tak melawan matanya yang berat untuk terpejam. Saga mengikuti rasa kantuk yang menyelimutinya.


Ia tertidur dikamar Juni dengan Juni yang masih ada dikamar mandi.


\=\=> CONTOH VISUAL JUNI DALAM KAMAR MANDI



Juni yang masih berada dalam kamar mandi lupa membawa handuknya.


Juni memanggil suaminya agar mau mengambilkannya handuk dilemarinya.


Seingat Juni ada handuk cadangan lagi yang dia taruh dilemari bajunya.


Panggilan pertama dari Juni tak digubris Saga, karena Saga masih tertidur.


Juni terus saja memanggil suaminya dan akhirnya satu panggilan dari Juni setelah beberapa kali memanggil Saga membuahkan hasil.


Juni membuat Saga membuka matanya dengan cepat.


"Iya yank, ada apa?" jawab Saga dengan tanya dan bernada keras agar didengar Juni.


"Om,,, aku minta tolong boleh gak? " tanya lagi Juni.


"Apa yank,,, ngomong aja!" kata Saga.


"Handuk aku gak ada disini Om, bisa minta tolong ambilin aku handuk cadangan berwarna pink dilemari baju-baju. Laci yang paling bawah" kata Juni.


Saga beranjak dari ranjangnya dan segera bergegas mencari handuk dilemari baju yang Juni katakan.


Saga membuka laci besar yang ada di urutan paling bawah.


Saga tak langsung menemukan handuk milik Juni tapi Saga menemukan hal- hal pribadi milik Juni.


Saga mengangkat BH milik Juni, dari berbagai warna dan jenis sambil Saga berkata dengan suara pelan agar tak didengar Juni "Banyak banget". Saga meletakkan lagi sesuatu yang tak menjadi fokusnya saat itu, namun lagi -lagi kali ini saat tangannya mencari lebih dalam lagi Saga menemukan sesuatu yang berbentuk segitiga. Semua orang sudah pasti tahu apa itu, tentunya milik Juni lagi.


Saga tersenyum penuh arti, karena baru kali ini dia melihat segitiga milik istrinya dengan berbagai warna serta model dan yang menjadi perhatian Saga adalah segitiga yang sangat tipis, bertali satu dan dihiasi renda pink dipinggirnya "Apa ini?" kata Saga.

__ADS_1


Saga melepaskan milik Juni dari tangannya dengan cara melemparkan segitiga milik Juni masih dalam laci dimana dia menemukannya.


Dia membuka satu persatu tumpukan barang pribadi Juni dan akhirnya tangannya menemukan handuk berwarna pink yang Juni maksud.


"Ketemu Om?" teriak lagi Juni bertanya karena suaminya dia rasa sangat lama.


"Yang warna pink, laci paling bawahkan yank?" tanya saga memastikan.


"Iya Om, yang itu maksud aku. Om cepetan aku kedinginan ini" kata Juni.


Saga berjalan cepat mendekati kamar mandi Juni setelah membereskan lemari pakaian Juni yang dia sempat acak- acak.


"Yank, ini handuknya" kata Saga yang berdiri didepan pintu kamar mandi.


"Masuk aja Om" suruh Juni.


"Haaaa,,, masuk! " seru Saga.


"Iya masuk, aku udah kedinginan ini. Om mau aku mati kedinginan" kata Saga.


"Ya gak lah yank,,, tapi kamu yakin aku boleh masuk" Saga tak meyakini kalau juni menyuruhnya masuk kedalam kamar mandi yang masih ada dirinya didalam kamar mandi.


Kali ini Saga yang takut harus masuk kedalam kamar mandi istrinya.


Tanpa berpikir panjang lagi, Saga yang sudah memegang gagang pintu kamar mandi akhirnya mengerakkan gagang pintu ke bawah sehingga pintu kamar mandi Juni berhasil terbuka.


Saga memberanikan langkahnya mencari Juni didalam kamar mandi.


Kamar mandi yang Saga masuki ternyata bukan kamar mandi yang langsung bisa menemukan Juni tanpa sehelai benangpun dengan basah diguyur air. Saga kecewa, semua tak sesuai pikirnya yang kotor.


\=\=> CONTOH VISUAL JUNI



Saga berjalan dan menemukan punggung Juni dibalik kaca yang buram, namun Juni masih bisa dilihat walaupun tak jelas.


"Mana Om? " Juni mengulurkan tangannya untuk mengambil handuk dari Saga.


Juni masih berada dibalik kamar mandi basahnya. (anak masih ukuran anak sultan, punya kamar mandi bagian basah dan kering. Apa daya thor yang masih mandi pake gayung)


Saga dan Juni hanya dipisahkan oleh bilik kaca yang buram. Saga tertegun sejenak melihat tubuh belakang Juni yang terlihat sama-samar. Air liur Saga seakan memenuhi mulutnya. Jakun Saga turun naik saat dirinya menelan air liurnya menahan hasrat kelelakiannya.


"Om mana? " kata Juni sambil uluran tangannya dia guncangkan lagi.


"Opsss,,, ini yank" kata Saga sambil menunduk seakan tak tahan melihat punggung istrinya.


Handuk ditangan Saga sudah berhasil diambil oleh Juni, Juni segera melilitkan handuknya ditubuhnya. Dia keluar dari kamar mandi basahnya.


"Lhoo Om,,,ngapain masih disini" tanya Juni.


"A I U E O" Saga tak tahu harus menjawah apa. Dirinya sempat berpikir untuk pergi keluar dari kamar mandi Juni tapi kakinya seakan ditahan oleh otaknya yang hanya berisi BH dan segitiga jikalau melihat Juni.


Tak ada satupun pria yang tahan melihat istrinya seperti itu. Dan Juni yang termasuk polos tak sempat berpikir seperti itu.


"Apa Om,. beribet amet jawab akunya" kata Juni lagi.


"Gak kok, aku kira kamu butuh sesuatu lagi makanya aku tungguin" kata Saga.


"Oooh ya udah,,, ayok keluar!" ajak Juni lagi.

__ADS_1


__ADS_2