AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
SEBULAN KEMUDIAN


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang kerumah, Saga yang sudah bisa menurunkan emosinya tetap diam, hanya fokus mengendarai mobil walau sesekali matanya melihat arah sampingnya. Melihat Juni yang masih sesegukan walau sudah tak menangis lagi. Saga merasa sedikit bersalah karna rasa cemburu dalam dirinya membuatnya gelap mata. Dirinya tiba tiba bisa berbuat kasar hanya melihat istrinya dengan pria yang tidak dia kenal. Dia sadar kalau ada seseorang yang berusaha membuat keadaan rumah tangganya semakin kacau, Saga merasa bodoh, bisa bisanya sangat mudah dirinya terjebak oleh siasat orang hanya dengan beberapa foto. Rasa cintanya yang berlebih kepada sang istri membuatnya berbeda dari dirinya yang sebenernya. Saga menyadari kalau istrinya sebenernya tidaklah bersalah, dan dirinyalah yang merasa sangat bersalah. Dia pun melihat lagi Juni, sosok wanita sedang tidur dengan pipi basah. Wanita yang masih memakai seragam sekolah lengkap. Tangan kiri Saga meraih rambut yang menutupi wajah sang istri. Tangannya mengusap pipi yang dipenuhi bercak air mata, walau Juni tertidur lelap entah kenapa air matanya tetap terus mengucur keluar dari matanya.


"Apa yang aku lakukan?" gumam Saga merasa sangat menyesal, penyesalan yang mungkin akan sulit dimaafkan Juni, terlebih lagi masalah mereka berdua sebelumnya juga belum terselesaikan. Tangan saga kembali meraih tangan mungil Juni dan merekatkannya seolah tak mau lepas. Sontak Saga meminta maaf kepada istrinya yang sedang tertidur, dengan wajah sedih penuh dengan perasaan bersalah, dia menyesali semua perbuatannya yang membuat dirinya semakin dibenci Juni serta membuat hubungan mereka berdua menjadi renggang. Padahal hubungan mereka membaik seiring berjalannya waktu, namun sekarang hubungan itupun kembali ketitik nol. Titik dimana Juni sangat membenci dirinya, ditempat Saga sangat berusaha mengejar namun tak mendapatkan respon positif dari Juni.


"Tuhan…ijinkan kami dekat lagi, pererat hubungan kami sebagai suami istri" pinta Saga, seolah dirinya sudah sangat putus asa karna Juni kembali lagi menjadi wanita yang sangat membencinya sama seperti dulu saat diawal mereka bertemu. Saga yg merasa kalau Juni adalah belahan hatinya dan alasannya bisa sembuh dari penyakitnya selama ini.


Sesampainya dirumah, Saga menghentikan mobil yang dia kendarai. Saga yang sudah disambut oleh beberapa satpam segera turun dari mobil dan langsung menuju pintu samping untung mengangkat Juni yang masih tertidur didalam mobil. Saga bertanya kepada salah satu satpam yang ada didekatnya sambil tubuh Juni berada ditangannya "bibi kemana?" "bibi pulang kampung tuan" jawab salah satu satpam yang ditanya oleh Saga. Saga baru ingat kalau pagi tadi bibi sudah pamit untuk pulang sementara ke kampung dan dia bener bener lupa akan hal itu.

__ADS_1


Dengan langkah yang dipercepat, Saga memasuki rumah untuk meletakkan Juni ditempat tidur mereka. Juni terlelap tidur, mungkin karena hari ini cukup melelahkan baginya, menguras energi dan tentu saja hatinya. Sedangkan Saga beranjak langsung menuju kamar mandi setelah sebelumnya mengurus Juni, mengganti seragam yang masih menempel dibadan istrinya serta mengelap badan Juni dengan tisu basah. Dia harus melakukannya sendiri karena kebetulan bibi pulang kampung serta pelayan wanita tidak satupun ada dirumahnya saat itu. Karena Juni adalah istrinya tentu saja semua tugas itu dengan senang hati dia lakukan.


Juni terbangun dari tidurnya, disaat Saga masih didalam kamar mandi. Dia langsung melihat jam dinding dan menyadari kalau saat itu sudah larut malam. Dia kembali mengingat hal yang sebelumnya terjadi antara Saga dan dirinya. Dan yang paling membuatnya sontak terkejut adalah mendapati dirinya yang sudah menggunakan baju piyama dan dengan rasa tubuh yang tidak lengket seperti sudah dibersihkan oleh seseorang. "baju? siapa yang mengganti seragam ku dengan piyama ini?" tanya Juni dengan suara yang lumayan agak keras. "aku yang menggantinya, aku hanya ingin kamu tertidur dengan nyaman tanpa rasa lengket dibadan dan menggunakan piyama yang nyaman" Saga keluar dari kamar mandi hanya menggunakan selembar handuk yang hanya menutupi bagian bawah badannya. Sontak kedua tangan Juni menutupi seluruh bagian wajahnya dan hanya menyisakan renggangan dua jari agar bisa mengintip dari balik jari tangannya sambil berkata "kenapa om telanjang? apakah gak bisa tetep berada di kamar mandi?" ujar Juni. "kenapa harus malu Jun, semua sudah kamu lihat dan tentu aku juga sudah melihat semuanya, lagian ini kamar kita dan kita suami istri" ucap Saga sambil mendekat kearah Juni dan duduk disebelah Juni. "aku minta maaf atas kekasaran ku hari ini? aku gak bisa kontrol emosi aku. Aku dapat kiriman foto dan vidio tentang kamu dengan pria yang tidak aku kenal didepan umum" Saga menggenggam tangan Juni namun dilihat sinis oleh Juni "Aku kesana hanya untuk jalan jalan, kalau aku gak dipaksa Trala, gak mungkin juga aku bakalan ketempat yang jelas jelas ada kamunya disana" ujar Juni dengan wajah masih marah. "Pria itu siapa?" tanya Saga. "bukan urusan om" Juni melepaskan secara kasar genggaman tangan suaminya. "itu jelas urusan aku, aku suami kamu Jun" kembali memegang pundak Juni sambil mengguncangkannya perlahan seolah mengingatkan Juni tentang apa yang Saga ucapkan. "itu sebelum banyak kesalahan yang om lakukan sama aku, terus aja bikin banyak kesalahan dan bikin aku tambah benci sama Om" Juni bangun dari tempat tidur dan beranjak akan pergi keluar dari kamar. Saga menarik belakang piyama Juni dan berhasil membuat Juni duduk dipangkuannya. "apaan sich om, lepasin" Juni berontak. "aku gak bakalan lepasin sebelum kamu jawab laki itu siapa? dan kita harus menyelesaikan satu persatu masalah yang ada diantara kita hari ini juga" ujar Saga "Om itu tukang bohong, bohong tentang kita tidur bareng dan sekarang posesif cemburu tidak beralasan" Junipun tetap meronta ingin lepas dari genggaman tangan Saga


Saga yang sudah sangat kewalahan dengan energi Juni memegang kedua tangan Juni dan membantingnya pelan keranjang dengan posisi tidur dan tangan Juni ada diatas kepalanya. Juni kaget, matanya melotot pikirannya sudah memikirkan apa yang akan suaminya lakukan setelah ini pada dirinya. Junipun berontak ingin lepas dan menjauh dari Saga. Saga mencoba menenangkan istrinya dengan terus minta maaf atas apa yg telah terjadi, Saga menjelaskan kalau yang dia lakukan untuk membuat dirinya dekat dengan Juni dan alasan kenapa dia marah hari ini karena Saga merasa agak kesal dan cemburu. Juni kembali meronta ingin lepas dari sergapan Saga dengan menggigit dada Saga hingga berbekas merah. Alhasil cara itu termasuk ampuh karena Saga langsung melepaskan pegangan tangannya dari Juni. Juni langsung berdiri dan bergegas pindah kekamar sebelah, namun sebelum itu Juni mengatakan kepada Saga kalau dia tidak akan memaafkan Saga dengan mudah. Langkah kakinya pun lambat laun terdengar menghilang setelah sosok Juni keluar dari kamar tidur mereka.


SEBULAN KEMUDIAN

__ADS_1


Sebulan sudah berlalu semenjak kejadian itu, Juni tetap pada pendiriannya yang agak keras kepala. Dia tetap tidak bertegur sapa dengan Saga kalau pun harus bertegur sapa itupun hanya seadanya saja. Dan yang terus mengalah tentu saja masih Saga. Dia masih tetap perhatian tiap pagi mengantar dan menjemput Juni disekolah walaupun masih ada supir tapi dia ingin melakukannya sendiri hingga urusan kantorpun tidak sepenuhnya dia kerjakan lagi. Urusan kantor dia serahkan kepada Angga. Tidak hanya urusan sekolah, dari urusan sarapan, pakaian dari kepala hingga ujung kaki Juni disiapkan oleh Saga sendiri. Saga yang biasanya diperlakukan bagai Tuan muda di rumahnya, sekarang dia lebih mementingkan dan mengurus segala keperluan Juni dengan cara seperti itu mungkin saja Juni akan terketuk hatinya dan mulai berubah menjadi lebih baik lagi bersikap. Juni yang juga sudah selesai dengan ujian akhir sekolahnya memilih tetap datang kesekolah walaupun banyak dari teman temannya yang hanya berdiam dirumah sembari menunggu hasil kelulusan mereka. Juni merasa lebih baik bwrada disekolah berkumpul dengan sahabatnya yang ada disekolah ketimbang harus bertatap muka seharian dengan suaminya...


Juni dan Trala yang berada didalam kelas asik berbincang bincang memikirkan dan membayangkan setelah mereka lulus dari sekolah akan lanjut kemana arah hidup mereka. Trala yang sudah memutuskan akan kuliah diluar negeri setelah kelulusan mereka diumumkan tapi berbeda dari Juni yang masih berpikir keras kemana langkah hidupnya selanjutnya. Tomi datang menghampiri Juni dan Trala,.dia langsung duduk dan memilih salah satu kursi kemudian mengesernya mendekat kearah Juni. Juni mengendus endus aroma badan Tomi yang memang dari jarak tiga meter sudah tercium wangi farfum milik Tomi.


"Tom, kamu pake farfum apa?" tanya Juni sambik sesekali tetap mengendus badan Tomi lalu dengan tangannya menutupi hidungnya.


"kenapa Jun, wangi kan?" dengan senyum ingin dipuji langsung oleh Juni. "

__ADS_1


__ADS_2