
Juni yang terus saja menunduk mengikat tali sepatunya berkata "Om tolong jangan panggil dengan sebutan kata istri lagi, om harus merahasiakan kalau kita sudah menikah agar aku masih bisa tetap sekolah. Seperti yang sudah kita sepakati"
"Iya jun, aku juga tahu tapi kan kita sekarang lagi berdua jadi tidak akan ada yang tahu dan dengar juga" kata Saga menjawab perkatan Juni.
"Iya tapi aku risih dengarnya " Juni berbicara menjawab Saga dalam hati dengan expresi wajah cemberutnya.
Juni berdiri setelah selesai memakai sepatunya,dia merapikan pakaian seragam yang dia gunakan dengan kedua tanganya. Setelah melihat lagi jam tangannya dia merasa kalau dia berangkat sekarang dia tidak akan telat pergi ke sekolah.
"Okey aku berangkat sekolah, kalau om masih mau tinggal di apartemen aku ingat jangan berantakin apa-apa" peringatkan Juni kepada Saga yang masih duduk diranjangnya dengan setengah telanjang dada.
Saga menghentikan langkah Juni yang akan memunggunginya menuju pintu keluar apartemennya.
"Stop yank" kata Saga dengan nada sedikit mengejutkan Juni.
"Duhhhhh, apa lagi om. Aku mau ke sekolah nanti aku bisa telat kalau tidak langsung berangkat sekarang" Juni yang memasang wajah yang kesal dengan melihat Saga.
Saga menggapai ponselnya dan menyalakan layar ponsel agar bisa melihat jam hari itu "Ini masih pagi Jun, kamu gak bakalan telat kalau berangkat dengan mobil aku. Kalau kamu memilih menggunakan bus berangkat dari sini walaupun kamu berangkat sekarang sudah pasti bakalan telat ke sekolah"
"Dan aku bisa jamin itu" imbuh lagi Saga.
Juni melihat jam ditangannya lagi sambil menghitung waktu tempuh dirinya ke sekolah dan memikirkan lagi perkatan Saga yang memang ada benarnya, walaupun dia ke sekolah sekarang juga kalau menggunakan bus sudah pasti akan terlamat ke sekolah. Tapi jika dia menggunakan mobil pribadi waktu yang tempuh akan lebih efisien.
"Aku anter kamu ke sekolah" kata Saga sambil Saga beranjak dari ranjangnya, segera dirinya menuju kamar mandi.
"Trus aku bakalan nungguin om selesai mandi gitu" Juni melihat Saga yang sudah berjalan ke kamar mandi.
"Sama aja bakalan telat om" lanjut Juni berteriak karena Saga yang dia lihat sudah masuk kedalam kamar mandi tanpa ada jawaban dari Saga didalam kamar mandi.
Juni melangkah kembali keranjangnya sambil menunggu Saga yang masih berada dikamar mandinya.
Juni merapikan ranjangnya yang terlihat sangat berantakan karena baru saja ditiduri oleh dirinya dan Saga.
Setelah ranjangnya terlihat rapi Juni memutuskan untuk duduk dipinggir ranjang sambil melihat jam yang ada ditangannya.
Hari itu entah berapa kali sudah Juni terus melihat jam tangannya, kalau jam tangan Juni bisa bergerak mungkin dia akan menutup wajahnya karena malu sudah terus terusan dilihat Juni.
__ADS_1
Karena merasa sudah agak lama saga berada dikamar mandi tapi tak kunjung keluar dari kamar mandi.
Juni yang tidak sabar segera berjalan mendekati kamar mandi yang sedang saga gunakan.
"Dor Dor Dor" bunyi gedoran pintu kamar mandi oleh Juni yang sudah sangat kesal menunggu Saga yang tak kunjung keluar.
"Om om cepetan, aku telat neeeh"
"Tunggu bentar yank" Saga menjawab Juni
"Dihhh " Juni menggerakkan tangannya yang sudah dia kepal seakan sedang memukul Saga dari arah luar kamar mandi.
"Aku hitung kalau sampai hitungan 4 om tetep gak keluar aku tinggal" kata Juni
Juni mulai menghitung dengan sangat keras agar Saga bisa mendengar dirinya
4
3
2
Karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari Saga, Juni langsung berkata "Aku pergi om"
Saat Juni balik badan dan berjalan satu langkah dari tempat awalnya berdiri didepan pintu kamar mandi suara pintu kamar mandi yang di buka dari dalam kamar mandi oleh Saga terdengar.
Saga melangkah menyusul langkah Juni dan menarik pergelangan tangannya dan berhasil membuat Juni terhenti.
"Aduh apa lagi om, aku udah telat nechhh" kata Juni lagi.
"Tunggu yank" kata Saga dibelakang punggung Juni, Juni berbalik arah memandang Saga dan dirinya dikagetkan oleh kondisi Saga saat itu yang telanjang dada dan hanya memakai handuk dibagian bawahnya.
Handuk yang dia gunakan menutupi bagian bawah Saga adalah handuk utuk rambut sehingga Saga membuat Juni menutup dua matanya dengan telapak tangan Juni namun Juni mengintip dari selah selah jari tangannya dan berteriak
"Om, bisa gak om gak cabul gitu?" kata Juni
__ADS_1
"Suka banget cabul kalau didepan aku, ini itu masih pagi nanti aku dapat sial" imbuh Juni.
Saga tertawa melihat Juni menutup matannya namun dia juga melihat dari sekah selah jari tangannya yang digunakan untuk meutup matanya sambil berkata "Terus kalau udah malam boleh gitu, lagian aku cuman nyuruh tunggu bentar aja kamu gak mau ya udah aku keluar dalam keadaan gini"
"Bukan gitu om maksud aku, tapi bisa gak pakai handuk besar " kata Juni salah tingkah membenahi perkataannya yang sudah terlanjur salah dimengerti Saga.
"Ya udahlah mau gimana lagi gak ada handuk besar jadi aku pakai ini saja yang ada didalam kamar mandi. Masih mending aku pakai yang ini dari pada aku gak pakai sama sekali" kata Saga
"Kamu pingin aku gak pakai ya!" lanjut lagi Saga sambil tangannya mengambil ujung handuknya seakan akan ingin membuka handuknya.
Juni yang masih mengintip Saga langsung berteriak sambil berlari keluar pintu kamar apartemennya
"Ogah om, aku tunggu diluar"
Saga tertawa melihat tingkah lucu istrinya itu, Saga yang melihat Juni keluar pintu apartemennya menjawab teriakan Juni dengan ikut berteriak "Tunggu kalau gak mau dapet hukuman"
Diluar pintu apartemen Juni hanya menyuruh Saga agar bisa lebih cepat agar dia juga bisa cepat datang ke sekolah.
"Apa yang pernah aku lakukan Tuhan sampai mau menikah dengan pria pedofile dan cabul kayak gitu" guman Juni sambil bersender didinding.
Saga kembali lagi kedalam kamar mandi dan mengambil baju yang kemarin dia pakai.
Dirinya lekas menggunakan baju kemarinnya.
Saga terpaksa menggunakan lagi baju yang kemarin karena dia tidak punya pilihan baju lain yang dia gunakan.
Saga yang sudah selesai memakai bajunya keluar dari kamar mandi.
Saga tak lupa membawa ponsel dan kunci mobilnya.
Setelah merapikan rambutnya didepan cermin, Saga segera bergegas keluar dari pintu apartemen rumah Juni.
"Jun, berapa pin kamar apartmen kamu" tanya Saga yang sudah keluar dari kamar Juni dan mendapati Juni bersandar didinding dengan menunduk dan memainkan kakinya.
"Om mau apa nanyakin pin apartemen aku?" tanya Juni tak lantas memberikan pin dia perlu tahu apa yang akan dilakukan Saga.
__ADS_1
"Aku mau ambil semua barang kamu disini dan pindahin kerumah kita"
Juni tak lantas memberikan jawaban atas pertanyaan yang Saga ajukan tapi dirinya memilih untuk berjalan tanpa menjawab pertanyaan Saga terlebih dahulu.