AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Hari H


__ADS_3

Dikediaman Saga walaupun malam sudah agak larut, dirinya tetap sibuk dengan rutinintas persiapan pernikahan untuk besok malamnya.


Saga sangat antusias dengan hari pernikahannya bersama Juni, senyum dari bibirnya tak pernah hilang sedetikpun.


Saga memang ingin ikut terlibat dengan persiapan dirumahnya, karena dia merasa besok adalah hari terbahagia baginya yang dia yakini akan terjadi sekali seumur hidup.


Saga bisa saja memerintahkan anak buahnya dan dia tinggal melihat saja hasil namun tidak dengan acara yang memang sudah dinanti- nanti.


Angga sampai dibuatnya kesal, karena Angga berpikir untuk lebih baik Saga beristirahat agar esok hari badannya bisa terlihat segar untuk mejalani ritual pernikahan.


Namun Saga tetap saja tidak merasa kecapekan dan terus saja ikut serta dalam persiapannya malam itu.


Angga yang merasa sudah capek memberitahu Saga tapi tak didengar Saga, angga membiarkan saja semua keinginan Saga untuk mengurus persiapan dirumahnya sendiri.


Angga meninggalkan Saga dengan rutinintas malamnya yang tanpa sadar dirinya sudah terlelap dalam kantuknya disofa.


Angga sudah tak sadar kalau dirinya benar-benar terlelap dalam mimpinya malam itu mungkin Angga juga merasakan lelah yang luar biasa.


Pagi hari dia harus membantu Saga dikantor dengan banyak urusan kerjaan dan malam hari dia juga membantu Saga di rumahnya apalagi besok adalah hari spesial Saga dan tidak mungkin juga Angga tidak membantu Saga dalam persiapan pernikahnya.


"Akhirnya" kata Saga sambil menghela nafas panjang, Saga terus saja melihat diruang tamu yang seketika sudah disulap menjadi tempat pernikahan yang esok akan terlaksana disana.


Saga sangat puas dengan hasil yang sudah dilihat. Besok adalah hari dimana akan menjadi hari yang penuh sejarah baginya.


Saga tinggal melaksanakan pernikahan karena semua persiapan sudah semuanya rampung.


Saga terus saja melihat sekelilingnya dan menemukan temannya Angga yang tertidur disoffa dengan posisi badan masih terduduk.


Saga yang melihat Angga tertidur pulas walau posisi tidurnya tidak terlihat biasa saja. Saga mendekat dimana Angga tertidur dan berusaha untuk membangunkannya


"Angga bangun" sambil tangannya menggoyang goyangkan badan Angga yang tak bereaksi karena saking lelahnya.


Saga berniat ingin menyuruh Angga pindah ke kamar atas agar bisa nyaman tidur, namun melihat kondisi Angga yang tak terbangun walaupun dirinya sudah mencoba membangunkannya.


Saga akhirnya menyerah dengan temanya yang memang susah sekali untuk dibangunkan kalau dia sudah tidur. Saga hanya bisa membenarkan posisi tidur Angga agar lebih nyaman untuk dia tinggal tidur disoffa.


Setelah Angga terlentang disofaa Saga meminta salah satu pelayannya untuk membawakannya selimut dan menyuruh pelayan itu untuk langsung menyelimuti Angga yang sudah tertidur. Saga meninggalkan Angga tertidur disofa dan dirinya beranjak pergi kekamarnya untuk beristirahat malam itu.


\=\=> CONTOH VISUAL ESOK PAGINYA



Pagi-pagi buta, dikediaman keluarga Pak Bramanto ada bram yang merasa harus menghubungi saga memberitahukan kalau gaun pernikahan untuk hari itu tidak ada.


Namun bukan menghubungi Saga, Bram memilih untuk menghubungi Angga karena Bramanto berpikir kalau Saga sudah pasti sedang sibuk mengurusi hal lain apalagi saat dia menghubungi Angga itu masih sangat terlalu pagi.


Bram menghubungi Angga lewat ponsel dan berbicara apa adanya tentang gaun pengantin yang sudah dirusak oleh Lisa kakak dari Juni.

__ADS_1


Bramanto meminta agar dirinya akan mengganti gaun pengantin itu dan tidak memperpanjang masalah Lisa kedepannya.


Angga hanya bisa berkata kepada Pak Bramanto agar dirinya akan menyampaikan terlebih dahulu tentang masalah ini kepada Saga, sebelum bisa memberikan solusi yang terbaik namun Angga menyuruh Pak Bramanto untuk tidak terlebih dahulu mengganti gaun pengantin sebelum Saga tahu.


Angga hanya bisa menyuruh Pak Bram untuk menunggu kabar darinya.


Setelah Bramanto selesai menceritakan keadaan yang terjadi, Bramanto akhirnya memutuskan sambungan telepon hari itu.


Dengan semua yang terjadi entah apa yang membuat Bramanto percaya dengan Saga bahwa dia akan tetap menikahi Juni, tetap menjaga Juni.


Bramanto sengaja memberitahukan masalah yang sebenarnya agar dirinya juga tahu apa solusi yang akan diberikan kepada Saga dan memang pantas atau tidakkah keputusannya membiarkan Juni akan diserahkan kepada Saga.


*


*


*


Didalam kamar Juni masih ada sosok gadis yang ternyata tidak bisa memejamkan kedua matanya sejak kemarin. Juni masih terbaring menatap langit-langit kamarnya dan membayangkan dirinya sekali lagi akan hidup dalam sangkar pria tua yang adalah rekan kerja sekaligus mantan kakaknya.


Juni walapun sudah pasrah namun didalam lubuk hatinya yang terdalam masih sangat ingin menolak jika saja bisa keputusan itu dia ambil namun hal itu hanyalah ada dalam mimpi.


Sesekali dia menatap jam dinding kamarnya dan berharap ada keajaiban dirinya diculik atau waktu berhenti saat dia inginkan.


"Juni" panggilan sang ayah dari luar kamarnya membangunkannya dari keinginan yang aneh yang terlintas dalam benaknya.


"Keluar cepetan, kita makan dibawah" pinta Ayah Bram.


"Ayah tunggu dibawah ya!" imbuh Ayah Bram dan saat kalimat itu terdengar disertai dengan suara langkah kaki sang ayah yang menuruni anak tangga.


Dari suara langkah kaki ayahnnya, Juni tersadar kalau jam saat itu sudah menunjukkan pukul 09.11. Dan Juni sama sekali tidak tertidur, dia memutuskan untuk langsung saja turun menemui kedua orang tuanya tanpa terlebih dahulu mandi. Hari itu entah kenapa dirinya sangat malas untuk melakukan sesuatu.


Diruang makan ada kedua orang tuanya yang sudah menunggui Juni untuk turun makan bersama.


#


#


#


Angga yang masih saja menunggu agar Saga terbangun untuk memberitahukan apa yang sudah disampaikan oleh Bramanto tetap tak mendapati saaga keluar dari kamar atasnya.


Pikirnya Saga mungkin sangat terlalu lelah akibat kegiatan tadi malam yang dia lakukan.


Angga memutuskan untuk naik kekamar atas mencari dan membangunkan Saga sendiri.


Angga yang sudah berada didepan pintu kamar Saga langsung membuka pintu kamar yang memang tidak pernah Saga kunci dari dalam, kebiasan yang sangat dikenal oleh Angga.

__ADS_1


Angga membangunkan Saga hanya dengan satu panggilan.


"Kenapa ngga?" tanya Saga sambil berusaha membuka kedua matanya yang terlihat berat.


"Ada masalah, aku harus bilang sama kamu kalau tadi Pak Bram nelpon" mendengar nama Bram, Saga langsung saja beranjak duduk diatas ranjangnya penuh semangat.


"Apa? ada masalah?" Saga penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh Angga yang terlihat sangat tegang.


Angga menceritakan kalau Pak Bram menghubunginya dikarenakan gaun pengantin yang dia hadiahkan untuk dipakai Juni nanti malam sudah dirusak oleh Lisa. Mendengar kata (rusak) membuat Saga sangat kaget


"What?" kata Saga


"Kok bisa" imbuhnya pendek


Angga mengingatkan lagi kalau Lisa sangat membenci adiknya dan Saga adalah orang yang dia selingkuhi tetapi sangat dia sukai akan menikahi adiknya dan bagaimana Lisa tidak murka mengetahui kalau Saga memberikan gaun pengantin.


"Oooo iya lupa" saaga hanya tertawa sambil mengacak- acak rambutnya merasa dirinya lucu karena tak mengaitkan hal seperti itu.


"Trus gimana Sag? " tanya Angga


"Tinggal kamu pesenin lagi ditempat yang sama dengan gaun yang sama, gampangkan" Saga kembali membaringkan tubuhnya.


"Sag, disanernya sekarang ada diluar negeri dan bikin gaun pengantin itu tidak secepat membalikkan telapak tangan apalagi mau bikin yang sama" kata Angga


Mendengar perkataan Angga, sontak Saga bangun lagi dari tidurnya dan berkata "Masalah ini"


"Iya masalah, dari tadi aku juga bilang ini masalah Sag" Angga menggeleng- gelengkan kepalanya.


"Trus solusinya gimana Sag" kata Angga


Saga menyodorkan telapak tangannya sambil berkata "Handphone aku mana?"


Tanpa banyak tanya Angga memberikan handphone Saga yang kebetulan dia bawa karena tertinggal dimeja dekat Angga tidur tadi malam. Saga segera mengambil ponselnya yang sudah Angga sodorkan dan menghubungi seseorang yang tidak Angga tahu.


"Halo mas gun" kata Saga


"Aku mau gaun pengantin yang sama yang kemarin aku pesan tapi untuk hari ini" imbuh Saga


Angga baru menyadari kalau Saga menghubungi disainer yang sudah membuatkannya gaun pengantin yang sudah dirusak Lisa. Angga mendengar hanya jawaban iya dan iya selalu terdengar dari bibir Saga dan kemuadian Saga menutup teleponnya dengan expresi tesenyum kepada Angga yang masih menatapnnya.


"Masalah kelar, aku tidur dulu ngga masih ngantuk" kata Saga kepada Angga


"Kelar gimana sag?" tanya Angga


Saga memberitahukan kalau disainer itu akan mengirimkan gaun pengantin yang sama persis dengan hasil yang kemarin itu dan Saga meminta agar Angga tidak perlu khawatir gaun itu akan dikirimkan langsung kerumah Bramanto.


"Kook bisa? " tanya Angga

__ADS_1


"Bisalah, siapa dulu yang ngomong Saga" Saga mulai menyombongkan dirinya didepan Angga dan tak lupa saga meminta agar angga sebelum keluar kamarnya mengirimkan alamat rumah Bramanto agar gaun itu bisa langsung terkirim ke kediaman Juni.


__ADS_2