AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Mengubah Segalanya


__ADS_3

Saga tetap bertahan bersembunyi dibalik pagar gerbang rumah Pak Bramanto sembari melihat dan menyaksikan sebuah kaki milik seorang gadis turun dari lantai atas rumah Bramanto. Gadis yang entah bagaimana cara dirinya bisa menuruni perlahan lantai atas dengan seutas tali tambang.


Angga yang melihat keanehan dari tingkah laku saga yang bersembunyi dibalik pagar sambil memperhatikan sesuatu yang tidak dirinya tahu langsung mengeluarkan kepalanya dari jendela pintu mobil dan bertanya kepada Saga "Sag, ngapain kamu disana?"


Saga menoleh kearah Angga hanya mengeluarkan suara desisan "Sttsssss" dengan jari telunjuk sudah menutup mulut Saga seakan memberikan kode kepada Angga untuk tetap diam dan jangan mengelurkan suara.


Angga merasa aneh, dan dengan penasarannya Angga keluar dari mobilnya dan sengaja menaiki atap mobil Saga. Dirinya tidak peduli kalau-kalau Saga marah karena telah menginjak mobil merah kesayangan saga. Itu semua dia lakukan karena tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan dari Saga atas apa yang membuat dirinya penasaran.


Saga tetap berdiri berada dibalik pagar, Saga kembali melihat kaki gadis yang dengan santai seperti sudah sering melakukan hal seperti itu. Dengan tetap waspada gadis itu melihat arah samping kanan dan kirinya serta tetap melihat arah bawah.


Gadis itu sekarang sudah berada menginjak tanah. Saga masih penasaran dengan wajah gadis yang tidak terlihat karena saat itu sangat gelap. Gadis yang menggunakan kaos putih dengan rok pendeknya menunduk mengambil tas dan jaket yang sudah terlebih dahulu dia lemparkan kerumput. Gadis itu tetap dengan kewaspadaannya yang terus saja menoleh ke penjuru arah.


Gadis itu sudah membawa tas serta jaketnya, dia terlihat berjalan mengendap endap keluar berusaha agar tidak ada yang tahu dirinya keluar kamar.


Saga terus saja melihat dengan rasa penasaran, dia masih yakin kalau gadis itu adalah gadis yang dia rindukan selama ini.


Angga tanpa saga sadari juga melihat kejadian yang saga juga perhatikan. Angga malah lebih takjub dengan perbuatan gadis yang bisa menuruni lantai atas rumah Bramanto dengan hanya menggunakan tali tambang.


Saga kaget setelah melihat wajah dari sosok gadis yang berusaha keluar dari rumah Bramanto dimalam yang sudah termasuk larut bagi seorang gadis. Saga tersenyum melihat Juni sosok yang sudah dia rindukan apalagi Saga sudah melihat tingkah Juni yang sudah berani melakukan hal yang belum tentu semua gadis bisa lakukan.


Saat Juni berjalan pelan menuju gerbang rumah tempat dirinya bersembunyi Saga langsung memutuskan untuk langsung menuju mobilnya. Dia melihat mobilnya saat itu sedang diinjak-injak oleh Angga karena juga ikut penasaran dengan kelakuan anehnya yang tidak memberitahukan tentang apa yang sedang dia perhatikan.

__ADS_1


"Aiiissstttt" Saga berdesis lagi melihat Angga sudah berada diatas mobil merah kesayangannya. Saga berlari menuju mobil lagi. Saga menyuruh Saga untuk turun dari mobil dan segera memasuki mobil agar Juni tidak mengetahui kalau ada orang yang sedang memperhatikannya dimalam itu.


Angga yang sudah turun dari mobil Saga dan sudah berada didalam mobil dipukul pelan oleh Saga "Ngapain naikin si merah kesayangan aku"


"Yah siapa suruh gak mau kasih tahu, aku cari tahu sendirilah" kata Angga tanpa merasa salah sudah menginjak injak mobil merah Saga.


"Gak sabaran amet sich" kata Saga pendek.


Saga melihat dari dalam mobilnya sosok Juni yang sedang memainkan ponselnya sambil melihat kearah belakangnya seakan dirinya takut ketahuan oleh orang dalam rumah.


"Waahhhh amaizing ne gadis" kata Angga yang melihat kelakuan juni.


"Eitsss jangan macam-macam. Udah aku stempel atas nama kepunyaan saga" kata Saga kepada Angga sambil dirinya merebahkan tubuhnya agar tidak diketahui oleh Juni saat itu.


Dikarenakan diam-diam juni keluar dari rumah Bramanto padahal Saga tahu hari itu adalah malam dimana dirinya akan melakukan pertemuan dengan keluarga Bramanto dan Juni tidak mungkin tidak tahu akan hal itu, namun Juni memilih untuk tidak mengikuti acara keluarga itu serta memilih pergi diam- diam dari rumahnya.


Setelah menunggu lama Saga tetap diam didalam mobil dan melihat ada sebuah taksi datang kedepan rumah Bramanto. Supir taksi itu turun dari dalam mobilnya dan mencari- cari siapa yang memesan taksi yang karena Juni sudah terlebih dahulu bersembunyi dibalik pepohonan samping gerbang kediaman Juni.


Saga melihat kalau supir taksi itu sedang berbicara dengan Juni yang masih bersembunyi. Saga juga melihat dari kejauhan kalau Juni sudah masuk kedalam mobil taksi dan diikuti dengan pengemudi supir taksi yang juga memasuki kemudi mobilnya. Saga penasaran kemana Juni akan pergi dengan penampilan seperti itu dan tentunya diam- diam pula.


Saga tetap melihat mobil taksi yang ditumpangi oleh Juni berjalan dan perlahan menghilang dari arah kegelapan jalan panjang itu.

__ADS_1


Saga segera keluar dari dalam mobilnya dan juga menyuruh Angga juga ikutan keluar dari tempat duduk dalam mobil belakangnya.


"Angga, turun!" pinta Saga


"Apa lagi Saagg?" tanya Angga


"Kamu ikutin mobil taksi yang tadi ditumpangi Juni" suruh Saga kepada temannya yang sudah menuruni mobilnya.


"Trus kamu aku tinggal disini gitu" tanya Angga masih tidak mengerti dengan maksud dari perkataan Saga terhadapnya yang menyuruh dirinya untuk mengikuti kemana arah Juni pergi.


"Iya, kalau aku gampanglah kalau sudah selesai didalam rumah Bramanto aku pasti bakalan menyusul yang jelas kamu sekarang harus ikuti Juni agar aku tahu kemana gadis itu akan pergi malam-malam begini" jelas Saga


"Udah jangan banyak tanyak, kamu pergi saja.sekarang" Saga bergegas turun dari kemudi mobilnya dan digantikan oleh Angga yang juga sudah berada dikursi depan kemudi mobilnya. "Aku berangkat" kata Angga yang menghidupkan mesin mobilnya dan akan bersiap- siap untuk mengikuti arah mobil taksi yang ditumpangi oleh Juni.


Saga melihat mobil merah kesayangan yang dikemudikan oleh Angga sudah perlahan menghilang dari pandangannnya saat itu.


Setelah melihat mobil merahnnya benar- benar menghilang dari pandangannya, Sagapun memutuskan untuk berjalan melangkah menuju pintu rumah kediaman Bramanto yang sudah pasti menunggunya karena ini adalah acara yang memang sudah dia janjikan sebelumnya dalam rangka menentukan kapan waktu yang tepat untuk Lisa dan dirinya bertunangan.


Saga dengan tegak melangkah maju mendekati pintu rumah Bramanto dan akhirnya tibalah dia didepan pintu rumah kediaman Bramanto.


"Ting Nong" suara bel rumah yang sudah jari Saga tekan.

__ADS_1


"Ting Nong" Saga menekan lagi tombol merah agar penghuni didalam rumah tahu bahwa mereka kedatangannya seorang tamu yang akan mengubah segalannya malam itu.


__ADS_2