AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
A I U E O


__ADS_3

Saga dan Angga mengelilingi gedung Mentari Depatemen Store seperti agenda biasanya. Karena Saga mengetahui kabar dari Juni yang sudah baikan dirinya kembali fokus dengan pekerjaan awalnya.


z


z


z


z


z


z


Juni yang sudah merasa tak demam lagi, bangun dari tidurnya. Hal pertama yang dia lakukan adalah mencari ponselnya. Juni melihat sekitar kamarnya dan mendapati ponselnya sedang dicash. Juni beranjak bangun dari ranjang dan mengambil ponselnya. Dia menghidupkan ponselnya dan kembali lagi duduk keranjangnya.


Ponsel Juni yang baru menyala sudah berbunyi. Banyak sekali panggilan masuk dan beberapa pesan dari teman -teman sekolahnya terkhususnya dari Trala dan Tomi yang memang sudah penasaran dengan kabar Juni setelah mengetahui kalau Juni sakit, itupun dari pihak sekolah yang memberitahukan mereka.


Juni mencari-cari lagi pesan, karena pesan dari suaminya tak dia dapati dikotak masuk ponselnya. Pemberitahuan panggilanpun tak ada dari Saga.


Juni sedikit kecewa. Dia berharap ada nama Saga dipemberitahuan pesan ataupun panggilan miliknya namun tak satupun ditemukannya nama suaminya.


"Gimana sich! istri lagi sakit gini bukannya diteleponin kek" kata kesal Juni.


Juni membalas satu persatu pesan dari teman-temannya yang mengatakan kalau dirinya sudah tak sakit lagi. Juni mengatakann kalau mungkin hari senin dia akan masuk sekolah. Semua teman Juni yang dikirimin pesan oleh Juni segera membalas, mereka mengucapkan sukur karena Juni sudah sembuh dari sakitnya. Namun tidak untuk Trala. Trala langsung menelepon Juni setelah tahu ada sebuah pesan dari temannya.


"Hmmmmm" sahut Juni dipanggilan Trala.


"Kamu gak apa-apa cin? " tanya Trala.


"Udah gak apa-pa kok, udah mendingan" kata Juni.


"Aku kerumah ya" kata Trala.


"Jangaaaaannnnnn" cegah Juni dengan berteriak


" Why?" kara Trala


"Aaaaa iiiiii uuuuuu eeee ooooo,,, gini say aku sekarang mau pergi nganterin mami belanja di supermarket jadi otomatis rumah aku kosong" kata Juni menjelaskan.


"Jiah padahal aku pingin banget jenguk kamu" ucap Trala.


"Aku udah baikan,,, ngapain mesti dijenguk say" sahut Juni.


"Lagian tumben banget gak ngijinin aku buat jenguk kamu. Biasanya kalau kamu sakit selalu minta dijenguk " jawab Trala.


"Kan aku tahu besok mingg, jadi jadwal kamu pasti belanja sama papi kamu. Akukan gak mau ganggu,, Trala" kata Juni yang padahal sebenarnya hanya tidak ingin Trala sampai kerumah lamanya dan mendapati kenyataan kalau dirinya tak lagi tinggal disana setelah menikah.


Trala tertawa lebar mendengar perkataan Juni, dan Juni sangat tahu, mengingatkan Trala akan acara hari minggu yang tak bisa di ganggu gugat sangat berhasil membuat Trala mengubah pembicaraannya yang ingin menjenguk Juni kala itu.

__ADS_1


Juni segera mengakhiri sambungan teleponnya dengan Trala sebelum Trala sadar dan ingin lagi menjenguk dirinya yang sudah tak lagi tinggal bersama kedua orang tuanya.


Juni keluar dari kamar, matanya melihat sekeliling ruangan dan tak menemukan seorangpun diluar kamarnya. Juni yang siang itu sudah sangat haus menuruni lantai atas kamarnya dan menuju dapur.


Juni yang menuruni setapak demi setapak anak tangga penasaran saat akan mendekati dapur, ada suara adukan gelas didapur. Juni yang tak tahu siapa yang lagi berada didapur berjalan dengan cepat.


"Ohhhh ada Bik Tika" kata Juni mendapati Bibi Tika sedang mengaduk jus di gelas.


"Oohh Non Juni, kalau butuh apa-apa meningan panggil Bibi atau pelayan yang lain aja. Non kan masih gak sehatan" kata Bik Tika.


"Udah baikan Bik, aku udah gak demam lagi. Kalau udah dapat tidur, demam aku pasti bakalan hilang" kata Juni yang membuka kulkas dan mengambil air putih serta langsung menenggak botol minuman yang sudah ada ditangannya.


"Non,, udah minum obat yang Bibik taruh dinampan" kata Bibi Tika.


"Hehehe belum Bik, aku cuman makan buburnya aja. Habisan aku gak suka makan obat Bik, tepatnya aku gak bisa makan obat" kata Juni yang menaruh lagi botol minuman didalam kulkas dam kembali menutup kulkas.


"Lah kok bisa begitu,,?" tanya Bibi Tika gak mengerti.


"Iya Bik,,, dari kecil aku kalau sakit gak pernah minum obat palingan cuman istrirahat aja" kata Juni.


"Kok aneh Non,,,, " kata Bik Tika.


"Reaksi Bik Tika sama saja dengan reaksi semua orang yang tahu kalau akau dari kecil gak pernah minum obat kalau sakit. Mami sama ayah juga selalu marah marah karena aku gak bisa minum obat" kata Juni menceritakan dirinya.


"Ya udah lupain aja Bik,,, Bibi lagi apa? " imbuh Juni bertanya.


"Oh ini Non,,,. Bibi Tika lagi mau bikinin Den Saga sama Den Angga jus. Dan Bik Tika udah angetin makanan buat dikirim Mang Ujang nanti ke kantor Den Saga" kata Bik Tika.


"Ooohh" kata Juni pendek.


"Kok gitu Non,,," kata Bik Tika.


"Kenapa bik?" tanya Juni.


"Non Juni kayak lagi kesel gitu sama Den Saga. Kenapa? " tanya Bik Tika.


"Gimana gak kesel Bik. Istri lagi sakit bukannya nelponin tanyakin kabar malah ilang gak ada kabar" kata Juni.


"Non Juni salah paham sama Den Saga, hampir tiap setengah jam Bibi diteleponin terus buat tanyakin keadaan Non Juni. Bibi disuruh jagain Non Juni terus dan pantau kondisi Non Juni" kata Bik Tika.


"Masak Bik,?" tanya tak percaya Juni.


"Beneran Non, ini ponsel Bibi ada sms dan juga ada panggilan yang riwaya panggilannya isinya nama Den Saga semua" kata Bik Tika menyodorkan ponselnya agar diperiksa oleh Juni.


"Gak perlu Bik Tika, aku percaya kok" kata Juni dengan wajah tak cemberutnya lagi. Juni tersenyum mendengar perkataan Bik Tika yang menceritakan kalau suaminya sangat peduli dan perhatian dengannya.


"Bik,, aku bantuin ya" kata Juni.


"Iya Non,,, " kata Bik Tika.

__ADS_1


Mereka berdua akhirnya bekerjasama didapur untuk menyiapkan makanan yang akan dikirim untuk dimakan Saga dan Angga.


"Bik, ini udah hampir jam 3 an, kalau terlalu lama takutnya mereka udah kelaparan" kata Juni.


"Iya Non, kita siapain agak cepetan aja yuk" kata Bik Tika.


Tanpa banyak bicara lagi mereka bergegas menyiapkan makanan yang memang sudah siap. Mereka mengepack makanan disebuah rantang kotak yang terbuat dari emas (kayak gimana rupanya rantang dari emas, hanya anak sultan yang tahu)


"Udah selesai Bik,,, " kata Juni sambil memeluk pundak Bik Tika.


"Iya Non,,, akhirnya semua sudah selesai tinggal dikirim aja" kata Bik Tika.


Bik Tika memasukkan rantang dan botol minuman jus kedalam sebuah tas untuk segera diserahkan kepada Mang Ujang yang akan mengirim makanan ke kantor Saga.


"Non tunggu bentar, Bibi bawa ini ke Mang Ujang biar bisa dianter langsung" kata Bik Tika.


"Hmmmm, Bik" panggil Juni.


"Iya Non, ada apa? " tanya Bik Tika.


"Bilangin Mang Ujang suruh tunggu sebentar. Aku mau ikut" kata Juni membuat Bik Tika kaget.


"Tapi Non Junikan baru aja sembuh jadi nanti Bibi malah dimarah sama Den Saga karena ngasi Non Juni keluyuran" kata Bik Tika.


"Udah gampang itu Bik, nanti kalau dia udah liat aku juga pasti bakalan seneng" ucap Juni.


"Suruh tunggu Mang Ujang bentar,, aku ganti baju dulu Bik" lanjut Juni yang tak bisa diberitahu oleh Bik Tika. Juni berlari kembali menuju kamar atasnya. Dia bergegas mengganti baju karena memutuskan untuk mengantarkan makanan untuk suaminya dan Angga.


Bik Tika hanya bisa diam melihat Juni yang sudah sangat senang bisa mengantarkan makanan untuk Saga. Bik Tika membiarkan saja kemauan Juni untuk ikut pergi karena pasti Saga juga akan ikutan senang melihat istrinya menghampiri dirinya. Bik Tika segera mencari Mang Ujang dan menyerahkan tas yang berisi makanan buat Saga dan Angga tak lupa Bik Tika juga menyuruh agar Mang Ujang menunggu Juni karena Juni juga akan ikut kekantor Saga.


Setelah beberapa menit menunggu turunnya Juni dari lantai atas, akhirnya Juni yang ditunggu- tunggu menghampiri Bik Tika dan Mang Ujang.


"Oke, aku udah siap" kata Juni.


"Ayolah Non" ucap Mang Ujang.


"Non yakin mau ikut" tanya lagi Bibi Tika.


"Yakilah Bik, ini udah rapi begini masak gak jadi" jawab Juni.


"Ya udahlah kalau begitu,,," kata Bik Tika.


"Bibi jangan khawatir, aku pasti bakalan aman lagian aku perginya sama Mang Ujang" kata Juni.


"Iya Non,,," jawab Bik Tika.


"Ya udah mening Non Juni langsung berangkat saja" lanjut Bik Tika.


"Mari Non" ajak Mang Ujang.

__ADS_1


Juni masuk kedalam mobil yang sudah dibukakan oleh Mang Ujang. Mang Ujang berlari menuju pintu kemudinya. Mobil Mang Ujang segera menyalakan mesin mobil dan melajukan gerak mobilnya untuk menuju kekantor bosnya. Bik Tika melambaikan tangan kepada Juni dan Junipun membalas lambaikan tangan Bik Tika. Bik Tika tidak masuk langsung kedalam rumah sampai melihat mobil yang dikendarai Mang Ujang bergerak menghilang dari pandangannya.


__ADS_2