AKU CINTA OM SAGA

AKU CINTA OM SAGA
Tergesa-gesa Meminum Minuman


__ADS_3

Tomi yang melihat Juni datang segera menyuruh Trala untuk pindah bertukar kursi dengan dirinya.


Trala hanya mengiyakan permintaan Tomi. Tomi disana tak menyia- nyiakan waktu, dia memberikan minuman yang memang sudah dia siapkan utuk Juni.


"Makasi tom, " kata Juni


"Sama-sama Jun" kata Tomi


Juni berusaha membuka minuman botol yang Tomi berikan namun Juni tak berhasil membuka tutup botol. Tomi mengambil lagi botol minuman dari tangan Juni sambil berkata "Sini aku bantu"


Juni menyerahkan botol minum untuk dibantu Tomi membuka tutup botolnya.


"Ini udah " kata Tomi sambil menyerahkan lagi minuman yang sudah terbuka


"Makasi Tom" Juni menenggak minuman yang diberikan Tomi, karena merasa sangat haus Juni meminum minuman dengan sangat tergesa- gesa sehingga minuman itu tumpah ke rok Juni. Tomi dengan sigap mengambil tisu dan membersihkan bagian rok yang tertumpah minuman botol.


"Gak apa-apa tom, aku bisa sendiri bersihin" kata Juni menahan tangan Tomi yang menbersihkan roknya. Juni mengambil tisu yang Tomi pegang dan mengelap sendiri roknya.


Saga memperhatikan semua yang terjadi dari jauh antara Juni dan teman lelakinya. Dia merasa agak cemburu karena dia merasa Juni membiarkan seorang lelaki yaitu Tomi mengelap roknya dengan tisu.


Sambil membersihkan roknya Juni melirik Trala yang ada disamping Tomi.


"Gimana Trala? membosankan gak? " tanya Juni


"Kayaknya bakalan seru" jawab Trala yang melihat kalau Saga yang ada diatas panggung terus saja memperhatikan Juni sedari dia masuk hingga dia duduk dikursi sebelah Tomi.


"Masak, bakalan seru. Kok bisa?" tanya Juni yang terus saja tidak memperhatikan Saga yang sedang berada atas panggung.


"Bisa lah" kata Trala


"Aduhhh,," suara mengaduh dari Juni


"Kenapa kamu" tanya serentak Tomi dan Trala

__ADS_1


"Pingin kencing" jawab Juni


"Lah tadi kamu kemana aja? " tanya Trala heran kepada temannya.


"Tadi juga kencing, sekarang pingin kencing lagi" jawab Juni "Aku juga harus bersihin ini" menunjuk arah roknya yang kotor.


"Ya udah sana, aku jagain tas kamu" suruh Trala.


Juni yang baru saja sampai akhirnya kembali lagi bangun dari kursinya untuk pergi ketoilet. Tanpa menjawab lagi perkataan Trala, Juni yang sudah tak tahan seakan kencingnya sudah diujung tanduk segera bergegas lagi keluar aula.


Saga yang memperhatikan kalau Juni tak sama sekali memandangnya yang sedang kesal dan akan mulai berpidato segera ingin menyusul Juni pergi keluar aula.


"Mohon maaf bagi semua para tamu yang hadir diacara ini, pidato saya kali ini akan diwakilkan oleh Pak Angga" Saga menunjuk arah Angga yang masih duduk.


Angga merasa sangat kebingungan karena tidak ada dalam rencana hari itu untuk dirinya akan berpidato mewakili Saga.


Saga kembali ke kursinya dengan tepuk tangan riuh semua orang yang ada di aula, tapi ada satu orang yang merasa tidak tahu harus berkata apa-apa saat berpidato yaitu Angga.


"Aku harus ngomong apa? " tanya Angga bingung kepada Saga


Saga segera keluar dari aula ingin menyusul Juni, dia berani keluar sendirian karena sudah mendengar bahwa tidak ada yang akan keluar dari Aula sebelum acara hari itu selesai.


Saga yang keluar dari aula berusaha menahan rasa kesal karena cemburunya, dia melihat sosok Juni, dan mengikuti Juni hingga melihatnya masuk kedalam toilet perempuan. Saga tak lantas pergi menemui Juni, dia kembali lagi kearah dimana dia meninggalkan mobilnya untuk mengambil buket bunga yang sudah di siapkan untuk Juni saat itu.


Dengan cepat Saga mengambil buket bunga dan segera berlari ke toilet mencari Juni disana. Saga menunggui Juni keluar dari dalam toilet. Dia bersandar didinding dengan tangan kiri memegang buket bunga mawar merah dan tangan kanannya memegang lagi setangkai bunga mawar merah. Tangan kanan saga menyelipkan setangkai bunga mawar merah disaku celananya. Tangan Saga hanya membawa sebuah buket bunga yang cantik.


Juni tak kunjung keluar dari dalam toilet, hingga Saga tetap bertahan menunggu Juni sambil terus melihat-lihat sekeliling. Juni keluar dari dalam toilet dan betapa terkejutnya dia mendapati suaminya berada di lorong toilet wanita sedang bersandar membawa bunga dikedua tangannya.


"Ngapain Om disini?" tanya ketus Juni yang harusnya senang tapi malah bertanya seperti itu pada suaminya.


"Cari istri aku" kata Saga


"Duh pulang sana" suruh Juni.

__ADS_1


Saga tidak mengikuti suruhan Juni, dia menyerahkan buket mawar merah dengan isi 99 tangkai mawar merah yanh sudah dijadikan buket kepada Juni.


"Ini apa?" tanya Juni


"Bunga" jawab Saga


"Aku juga tahu ini bunga mawar tapi maksud aku itu untuk apa" kata Juni


"Untuk diberikan kepada kamu" jawab Saga.


Juni tak tahan dengan jawaban Saga yang seakan mengajak dirinya bercanda. Juni mengembalikan buket yang Saga berikan dengan mendorong buket bunga mawar itu kedada Saga. Juni melangkah pergi meningalkan Saga yang masih berdiri memegang Buket mawar yang juni kembalikan.


"Stop" kata Saga menghentikan langkah Juni.


Juni berbalik lagi menghadap Saga dan bertanya "Apa lagi?"


"Sini! " perintah Saga dengan sudah memasang wajah yang juga jengkel dengan Juni. Dia sudah sengaja membeli sebuah buket bunga mawar namun tidak sama sekali merasa dihargai oleh Juni.


"Aku gak mau, aku mau pergi" kata Juni sambil berbalik lagi memunggungi Saga yang masih melihatnya.


"Satu langkah lagi kamu menjauh dari aku, aku akan bikin kamu nanggung hukumannya" kata Saga kesal. Dia sudah sangat menahan rasa marahnya karena mengingat teman lelakinya, Juni biarkan untuk mengelus-elus roknya walaupun itu tujuannya untuk membersihkan tumpahan minuman tapi Saga yang melihat dari kejauhan tidak terima.


Dia juga tidak mau memperlihatkan kekesalannya tapi penolakkan Juni membuat dirinya bertambah sangat marah.


Juni berdiam sejenak memikirkan kalau dirinya melangah satu langkah lagi apa yang akan dia dapatkan. Juni diam sejenak tidak berani untuk bergerak karena ancaman Saga terdengar sangat serius. Juni tak berani coba-coba melawan perintah Saga. Saga melangkah mendekati Juni dan berdiri menghadap didepan Juni.


"Aku sudah usaha buat nyari ini dulu sebelum kesini, ini semua buat kamu" Saga menyerahkan lagi buket bunga yang Juni kembalikan.


"Siapa suruh kamu beli kayak ginian" Juni tidak bergeming dari langkah dirinya berdiri, namun buket bunga mawar merah yang Saga berikan dia ambil dan dia banting kelantai.


Buket itu tersungkur dilantai dengan kelopak mawar merah berserakan dilantai. Juni juga menginjak buket bunga yang diberikan oleh Saga didepan mata Saga.


Yank,, " teriak Saga tambah kesal melihat Juni sampai sebenci itu dengan dirinya hingga hanya menerima buket bunga saja dirinya tak mau malahan menginjak buket pemberiannya.

__ADS_1


"Satu lagi aku gak suka Om panggil sayang dan istriku. Risih tahu gak! " kata Juni sambil tangan kanannya menunjuk arah Saga. Saga melihat tangan Juni menunjuk arahnya memperhatikan ada suatu yang kurang di jari tangan kanan Juni. Jari manisnya polos tidak ada sebuah cincin yang baru saja dia sematkan.


__ADS_2