
Juni dan Mang Ujang sudah sampai di area parkir gedung Mentari Departemen Store. Juni tak berniat memberitahukan Saga akan kedatangannya. Dia ingin memberikan kejutan kepada Saga. Juni sendiri tak tahu kalau Bik Tika sudah memberitahukan Angga terlebih dahulu bahwa Juni dan Mang Ujang akan bersama-sama mengantarkan makanan untuk Saga dan Angga.
Mang ujang menghentikan mobilnya diparkiran tepat didepan gedung. Mang Ujang yang sudah memarkirkan mobilnya segera turun dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Juni.
"Mang Ujang, " panggil Juni yang sudah turun dari mobil
"Iya non" Jawab Mang Ujang.
"Mang Ujang,, Mang Ujang balik aja langsung kerumah, nanti biar aku yang antar makanan ini ke kantor Saga" kata Juni yang sudah berdiri dihadapan Mang Ujang dengan membawa tas.
"Tapi Non....." sela Mang Ujang.
"Gak apa-apa Mang, aku sendiri aja yang anterin ini makanan" kata Juni.
"Non Juni tahu dimana kantor bos?" tanya Mang Ujang.
"Kan nanti bisa tanyak satpam, Mang" kata Juni.
"Iya sich tapi Mang Ujang takut Non Juni nyasar, ini gedung besar Non" Mang Ujang mengingatkan Juni.
"Gak apa-apa Mang, kalau udah nanyak satpam pasti aman kok" jawab Juni.
"Terus nanti Non pulang sama siapa? Non lihatkan ini mau hujan Non. " kata Mang Ujang
"Gampanglah Mang, aku bisa nungguin Saga sampai selesai kerja" kata Juni sambil melihat atas langit yang sudah dipastikan kalau hari itu akan turun hujan yang besar.
"Ya udah,,, kalau maunya Non Juni seperti itu" kata Mang Ujang.
"Mang Ujang balik kerumah lagi Non, nanti kalau ada apa-apa Non telepon Mang Ujang aja" lanjut imbuh Mang Ujang berpamitan kepada Juni sambil memberikan kartu nama miliknya kepada Juni dan masuk kedalam mobil.
Juni melihat kartu nama milik Mang Ujang, pikirannya malah tersenyum melihat kartu nama Mang Ujang "Aku aja gak punya kartu nama, Mang Ujang canggih amet bisa punya kartu nama begini" kata Juni dalam hati sambil terus menatap kartu nama yang diberikan Mang Ujang padanya.
"Hati-hati Mang" teriak Juni pada Mang Ujang yang sudah melajukan mobilnya. Juni merasa sangat senang karena hari ini dia akan membawakan makanan buat Saga yang sudah pasti kelaparan.
Juni masuk kedalam gedung dengan sudah membawa tas yang berisikan rantang makanan untuk suaminya dan Angga. Langkahnya sangat bersemangat tak seperti orang yang baru saja sembuh dari sakitnya. Sesekali Juni berdendang melantunkan lagu yang sedang hits saat itu yaitu "Who dis? milik sicret number"
Dia memasuki lantai bawah gedung dan mendapati sangat ramainya pengunjung hari itu. Maklum saja hari itu adalah hari sabtu jadi otomatis banyak sekali pengunjung. Ada yang masih memang sengaja untuk makan direstauran, ada yang berbelanja baju-baju brandit dan ada juga yang hanya sekedar jalan jalan saja dengan kekasihnya dan keluarga.
Juni yang ada didalam gedung sudah mulai merasa kebingungan tentang langkahnya yang harus kemana. Dia mendekati satpam yang kebetulan sedang berdiri melihat-lihat pengunjung.
"Pak..... numpang nanyak" kata Juni.
"Iya mbak" ada yang bisa saya bantu" jawab satpam.
__ADS_1
"Kalau mau cari kantor pemilik gedung ini, aku harus kemana yach? " tanya Juni
"Apa mbak sudah ada janji temu dan untuk apa mbak kekantor Pak Saga " tanya satpam yang sedikit mau tahu keperluan Juni yang ingin kekantor atas.
"Ohhhh aku mau antar makanan buat pemilik gedung, makanan dari rumahnya" kata Juni sambil mengangkat tas yang ada ditangannya.
"Mohon maaf, mbak ini siapanya Pak Saga?" tanya satpam
"Oh aku ponakannya Om Saga" jawab santai Juni dengan dibumbui kebohongan dari dirinya, lagian tak mungkin juga untuk dirinya jujur pada satpam.
"Ooo begitu,, ponakannya Pak Saga. Mbak pertama kali kesini ya..? " tanya satpam
"Kalau kesini udah lumayan sering tapi kalau ke kantor Om Saga aku gak pernah kesana" jawab Juni.
"Ooohh begitu, harusnya kalau mbak turun di kebelakan gedung ini, bisa langsung sampai. Hanya butuh naik lift satu kali saja bisa langsung menuju kantor Pak Saga tapi kalau dari sini perlu usaha dulu buat cari-cari kantor Pak Saga" kata satpam. Juni juga memaklumi perkataan satpam karena gedung itu sangat besar, mungkin kata Mang Ujang dan satpam ada benarnya kalau Juni sudah pasti akan kebingungan sendiri.
"Nanti mbak naik lift itu, langsung kelantai paling atas. Dari sana mbak lurus, belok kanan kalau ketemu ruangan kantin karyawan. Mbak belok kanan lagi terus lurus ketemu kantor Admin. Mbak masuk kekantor admin tanyak disana pasti mereka nunjukin kantor Pak Saga.
"Duh ribet" kata Juni didalam hati.
"Oh iya pak makasi, coba nanti aku cari sendiri" kata Juni. Juni mulai berjalan menuju lift yang sempat ditunjukan pak satpam. Juni masuk kedalam lift.
Tak beberapa lama karena lift kosong tak ada pengunjung yang menggunakannya. Juni keluar dari lift setelah sudah berada dilantai yang dia tuju, sembari terus mengingat petunjuk yang diberikan satpam dan memperhatikan sekeliling.
Juni melangkah lagi dengan pasti tapi dirinya juga berharap untuk tak nyasar digedung itu.
Kalau sampai Ayah Bram tahu Juni baru sembuh dari sakitnya dan sekarang malah berkeliaran mencari kantor suaminya sudah pasti ayahnya akan marah besar padanya. Juni melangkah lagi mengikuti arahan pak satpam yang masih dia ingat betul petunjuk dari satpam.
"Oh,,, ini kantin karyawan" kata juni yang menunjuk arah kantin karyawan dan berbicara dengan dirinya sendiri sambil tetap melangkahkan kakinya.
"Habis ini belok kanan, dan harus ketemu kantor admin" kata Juni lagi mengguman sendiri.
Betapa senangnya mata Juni saat sebuah papan kecil yang menggantung diatas pintu. Papan dengan tulisan berwarna putih. Tulisan yang dibaca Juni keras "Kantor admin"
"Yes,,, akhirnya ketemu juga" kata Juni sambil meloncat senang. Juni berjalan memasuki kantor admin dan mendapati banyak sekali karyawan yang memang sedang asik bekerja menggerakkan jari tangan mereka untuk mengetik. Entah apa yang mereka ketik hingga tak menyadari kalau ada seorang yang bukan karyawan sana memasuki ruangan mereka.
Dari ujung tempat Juni berdiri tak ada yang menanyainya tentang maksud dirinya yang datang kesana. Karena berpikir itu jauh lebih baik, Juni langsung berjalan cepat, sebelum ada yang sadar dan mengusir serta menyeret dirinya dari kantor itu
z
z
z
__ADS_1
z
z
z
Diruangan kantor ada Saga yang sudah benar- benar kelaparan. Dia menahan rasa laparnya karena masih mau menunggu kedatangan Juni dan Mang Ujang untuk membawakannya makanan. Saga menatap arah luar kantor dari jendela kaca yang ada dibelakang tempat duduknya.
Awan yang tadinya sudah gelap dengan sesekali disinari lampu langit sekarang sudah mulai dituruni hujan yang sangat lebat.
"Hujan" kata Saga dalam hati.
Saga yang gelisah menunggu istrinya mengambil ponselnya dan beberapa menit kemudian meletakkan lagi ponsel dimejanya. Saga mengambil lagi bolpoint dan memutar-mutarkan bolpoint ditangannya lalu kembali lagi menaruhnya.
Kegiatan Saga itu sangat mengganggu Angga yang sedang mengetik keybord laptopnya. Angga sesekali juga terkadang memperhatikan gerak gerik gelisah Saga. Angga tak pernah melihat Saga segelisah ini. Angga kembali mengerjakan kerjaannya dan karena sudah tak tahan melihat Saga yang terus saja mengusik dirinya yang sedang fokus mengetik
"Saga,, Mening kamu jangan ambil apa-apa lagi, berisik dan ganggu aku kerja" kata Angga kesal.
"Hehhe,,, maaf brow " jawab Saga cengengesan.
"Tunggu bentar aja, nanti juga bakalan datang" kata Angga
"Emang siapa yang datang?" kata saga berpura-pura tak tahu.
"Kamu pikir aku gak tahu dari tadi kamu gelisah nungguin istri kamu datang kesini bawa makanan" kata Angga.
"Ketahuan ya! aku nungguin dia" kata Saga
"Ya iyalah" kata Angga.
"Tapi ini udah lama banget masak mereka gak datang-datang. Lagian kamu lihat diluar udah mulai hujan. Aku takut mereka kena macet gara-gara hujan dijalan" kata Saga.
"Kan didalam mobil, kecuali kalau Juni pake gojek kesini baru boleh was-was" kata Angga.
"Sag,,,, ngomong- ngomong kamu bikin aku penasaran. Gimana ceritanya Juni sekarang manis banget sama kamu? " tanya Angga
Saga tertawa, dia berdiri dari kursinya. Kursi yang dia duduki dia geser untuk mendekat kearah Angga yang penasaran apa yang sebenarnya terjadi dengan Juni sampai bisa berubah seperti itu.
"Aku belum cerita sama kamu" kata Saga.
"Apa? " tanya Angga.
"Tentang cara aku naklukin Juni, sumpah gampang banget dan itu aku juga gak berniat menjurus kesana. Itu cuman kejahilan yang membawa kenikmatan" kata Saga.
__ADS_1
"Maksud kamu?" tanya Angga.
"Gini......... "