
Sekian lama Juni menunggu seseorang yang mengenal pria yang saat ini masih juga tak sadarkan diri dirumah sakit HK (Harapan Keluarga).
Juni yang sudah merasa bosan menunggu dilorong rumah sakit mencoba untuk mencari tempat yang agak nyaman untuk dirinya. Juni memutuskan untuk menunggu seseorang yang sudah berbicara dengannya dipanggilan telepon yaitu dari pihak pria yang sedang terbaring, diluar rumah sakit ternama tepat dipintu gerbang UGD satu-satunya pintu keluar masuk dirumah sakit itu.
\=\=>CONTOH VISUAL RUMAH SAKIT HK (HARAPAN KELUARGA)
Juni yang sudah mondar-mandir didepan pintu rumah sakit berusaha tenang dan sabar saat menunggu teman dari pasien, sedangkan dirinya juga memikirkan akan janji temunya dengan maminya yang akan berjanji untuk menyusul maminya yang mungkin sudah hampir selesai berbelanja.
Juni melihat lagi jam yang ada diponsel Saga dan tak beberapa lama ponsel itupun berdering lagi. Dering ponsel yang ditunggu- tunggu oleh Juni dari orang yang sama yang tadi sempat menghubungi ponsel Saga.
"Halo mbak" dengan cepat jarinya sudah mengangkat panggilan yang Angga lakukan dan terdengar suara lelaki yang sama yang sebelumnya menghubunginya lewat ponsel Saga.
"Iya masss, lagi dimana mas" tanya Juni yang saat itu masih berdiri menyenderkan diri digerbang utama rumah sakit.
"Aku udah ada didepan parkiran mau masuk menuju pintu utama rumah sakit, mbak ada dimana ini?" tanya Angga yang sudah mulai menuruni mobilnya dan segera bergegas akan masuk kedalam rumah sakit. Angga menutup pintu mobilnya dan berlari mencari dimana keberadaan orang yang sedang berbicara dengannya agar bisa menuntunnya mencari temannya.
"Kita ketemuan dipintu gerbang utama mas, aku lagi disana pakai baju merah muda" kata Juni memberikan Angga petunjuk tentang dirinya agar Angga gampang mengenali dirinya.
Merekapun berbicara dengan memberitahu ciri-ciri dari diri mereka masing- masing agar mudah saling mengenali. Juni yang sudah melihat kalau Angga datang dengan mengetahuii ciri-ciri Angga yang dia beritahukan melambaikan tangannya kearah Angga dan Angga sangat kaget ternyata wanita yang sedang sedari tadi berbicara dengannya lewat ponsel dan yang sudah membantu Saga itu adalah orang yang bisa mengalihkan pandangan Saga direstauran dan membuat seorang Saga tersenyum serta orang yang dia sempat ikuti karena penasaran dengan gadis yang membuat bosnya tertarik.
Angga walaupun terlihat agak kaget tapi dirinya tidak memperlihatkannya kepada Juni.
__ADS_1
"Mas, yang punya keluarga pasien yang pingsan bukan? " tanya Juni setelah Angga sudah ada didepannya dengan menunjuk Angga.
"Iya mbak, sekarang bagaimana keadaannya?" Angga segera bertanya kepada Juni tentang keadaan terakhir dari Saga.
"Jangan khawatir mas, keadaan pasien kata Dokter baik-baik saja. Pasien cuman pingsan dan hanya menunggu pasien sadar saja" kata Juni yang saat itu segera memberikan ponsel dan dompet kepada Angga "Mas ini dompet dan ponselnya, terus pasien sekarang ada dikamar rawat gang mawar no 11. Mohon maaf saya gak bisa antar mas kesana soalnya saya sedang ada janji temu yang penting" lanjut Juni yang saat itu sudah langsung akan berpamitan kepada pihak Angga yang sudah datang.
"Ooh iya mbak, terimakasi banyak atas bantuannya" kata Angga kepada Juni.
"Langsung saja masuk mas" kata pendek Juni.
Juni dan Angga berpisah setelah Juni mengembalikan semua barang milik Saga kepada Angga. Angga berlalu kedalam rumah sakit dan mencari kamar yang sudah dijelaskan oleh Juni dan Junipun berjalan kearah sebaliknya dari arah angga dan segera menaiki taksi yang memang sudah menunggunya diparkiran gedung rumah sakit dengan tujuan ingin menyusul maminya yang entah masih berbelanja atau sudah selesai dengan kegiatannya itu. Juni mencoba menghubungi maminya untuk berusaha menyusul maminya yang ternyata sudah selesai berbelanja. Mami Sintia tidak menyarankan Juni untuk menyusulnya, dia lebih menyuruh Juni untuk segera pulang ke rumah dan menemuinya di rumah saja. Juni yang masih berada dalam taksi menyuruh supir taksi untuk tidak jadi ke pusat pembelanjaan yang alamatnya sudah Juni berikan. Juni memberikan alamat rumahnya kepada pengemudi taksi agar diantar ke rumah. Yang tadinya ingin menemani maminya, dengan kejadian yang tak terduga yang dia alami Juni memutuskan untuk pulang.
*
*
*
Angga memutuskan menghampiri Saga yang masih terlihat sedang melihat arah langit-langit kamar rumah sakit
"Dah sadar kamu Sag?" tanya Angga yang baru tiba dan mendapati Saga dengan lamunannya.
Saga hanya melihat kearah temannya tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Angga saat itu.
__ADS_1
"Yang nolong aku, maksud aku gadis itu mana?" tanya Saga menanyakan seorang Juni yang dia tahu bahwa junilah yang menolongnya didalam lift dan membawanya sampai kerumah sakit.
"Ooo dia udah pulang, tadi aku ketemu dipintu utama dia balikin ponsel dan juga dompet kamu Sag" jawab Angga sambil menyerahkan lagi ponsel dan dompet kepada pemilik aslinya.
"Kamu gak tanya apa-apa lagi" tanya lagi Saga
"Gimana mau nanyak dia lagi buru-buru katanya sudah ada janji temu" sahut Angga yang duduk dikursi dekat tempat tidur Saga.
Saga melihat lagi langit- langit kamar seolah terlihat jelas kekecewaan yang ada diraut wajahnya setelah Angga berkata seperti itu. Angga yang melihat raut wajah sedih dari temannya berkata kepada Saga "Tenang aku sudah tahu dia anak dari siapa" suara pelan Angga berhasil membuat mata Saga terbelalak dan membangunkan tubuhnya untuk bersandar dikepala ranjang tempat tidurnya.
"Siapa?" tanya penasaran seorang Saga.
Angga mau menceritakan kalau dirinya sempat mengikuti gadis yang membuat Saga terpesona pada pandangan pertama setelah dirinya meninggalkan Saga sendirian diruang informasi yang akhirnya membuat Angga juga menyesal akan keputusannya saat itu hingga Saga sekarang berakhir dirumah sakit.
Angga juga memberitahukan kalau gadis yang sudah sempat dia tahu namanya itu, namun juga sudah dia lupakan nama dari gadis itu adalah anak dari salah satu rekan kerja yang bernama Bramanto. Angga juga memberitahu Saga kalau Bramanto itu adalah salah satu rekan kerja Saga yang belum menandatangani perpanjangan kontrak karena masih belum setuju dengan syarat yang baru diajukan oleh pihak gedung tentang pembayaran sewa.
"Kok kamu bisa tahu?" tanya Saga yang melihat Angga dengan tatapan takjub temannya bisa tahu sampai hal seperti itu. Angga memberitahu Saga kalau setelah dirinya membuntuti ayah dan anak itu dirinya langsung mengecek semua hal tentang Bramanto dan mendapatin hal-hal yang baru saja Angga beritahukan kepada Saga. Saga sangat senang dengan hal yang dilaporkan Angga, dengan cepat dirinya yang tadinya masih lemah segera berdiri dari tempat tidurnya.
"Kamu sudah bisa jalan? yakin udah sehat" Angga hanya bertanya kepada temannya yang melihat temannya sudah berdiri dihadapannya.
"Kamu gak liat aku sehat gini" Saga menujuk arah dirinya sendiri dari atas kepala hingga ujung kakinya memberitahukan kepada Angga kalau dirinya baiik baik saja.
"Ayo" ajak Saga kepada Angga yang masih duduk memperhatikannya.
__ADS_1
"Kemana? " tanya Angga
"Pulang lah, masak iya kamu mau nginep disini" sahut Saga yang sudah berjalan keluar ruangan dan menuju bagian admiistrasi bersama Angga yang mengikutinya berjalan melangkah menuju tempat administrasi untuk segera melakukan pembayaran. Setelah selesai dengan proses bayar membayar Saga dan Angga keluar menuju parkiran rumah sakit. Saga tetap bersenandung riang sejak dirinya keluar dari rumah sakit hingga menuju area parkiran mobilnya Angga.