Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan

Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan
Tak Menyiakan Usaha


__ADS_3

Duduk sendiri dalam keadaan tenang bukan berarti menandakan jika Sakura akan bernafas dengan lega. Karena pada kenyataannya, dia sama sekali tidak bisa tenang ketika dia mengetahui jika Dirga dan Riana sedang melakukan rencana Dirga untuk mencari dukun tersebut. Ya, sejak tadi Sakura ha ni ya menggigit jarinya, menunggu kabar dari Djana hang sudah beberapa jam berlalu tidak mengirimkan sebuah pesan padanya.


"Kira-kira mereka berhasil apa nggak ya?" tanyanya pada diri sendiri.


Membayangkan apa yang dilakukan mereka saja sulit Sakura lakukan. Pasalnya, wanita itu tak bisa menghubungi mereka duluan, lantaran khawatir jika akan mengganggu. Entah sampai kapan dia menunggu, Sakura yakin jika dia akan terus memikirkan kedua orang itu. Memang, Sakura telah memberikan sebuah perlindungan pada Riana, tapi tetap saja dia mengamatirkan gadis itu.


Berkali-kali dirinya memeriksa ponsel, berharap ada pesan yang memasuki ponselnya. Akan tetapi, itu hanya ekspektasinya. Pun tak ada pilihan lain selain dirinya bersabar dan menunggu salah satu dari mereka memberi kabarnya lebih dulu.


Sedangkan di lain tempat, Riana dan Dirga masih mengelilingi pusat perbelanjaan yang keduanya datangi. Mereka berdua masih belum menyerah untuk mencari dukun tersebut sampai berhasil ditemukan. Beberapa hari yang lalu, Dirga sudah sempat mencarinya seorang diri, akan tetapi dia tidak mendapatkan hasil apapun. Dan saat ini bersama dengan Riana, laki-laki itu berharap jika mereka berdua bisa menemukannya.


Riana dan juga Dirga terpencar untuk mencari dukun itu. Di sana gadis itu juga merasa cukup lega, lantaran hantu perempuan itu tidak ikut bersamanya. Biarlah Hanna bersama dengan Dirga sampai berhasil menemukan dukun tersebut. Toh, dukun itu pastinya lebih mudah untuk terpancing ketika melihat adanya roh jahat yang mengikuti seseorang. Ya, walaupun tidak sepenuhnya yakin karena dukun itu sudah terlanjur melepaskan tangannya.


"Mau cari ke mana dukun itu? Mana tempatnya lagi rame banget," katanya yang sedikit mengeluh dengan keadaan pusat perbelanjaan ini.


Kepala gadis itu terasa sedikit pening, laporan paniknya harus mengamati setiap orang yang berada di depan matanya. Iya, dia tidak bisa melewatkan satu orang pun demi mencari wanita tua yang benar-benar mereka butuhkan bantuannya. Gadis itu sampai mengeratkan rahangnya, merasa keberatan dengan situasi sekarang. Sejak tadi berlari dan mencari, dia sama sekali tidak menemukannya.

__ADS_1


"Gimana kalau ternyata dukun itu hari ini nggak ada di sini? Nanti gue harus datang lagi besok?"


Gadis itu hanya berceloteh sendirian dengan sedikit terasa kesalnya karena tidak menemukan presensi yang dicari. Lalu, gadis itu merasa menyerah dan kembali mencari Dirga. Sungguh, mengelilingi pusat perbelanjaan ini bukanlah hal yang mudah. Bukan hanya lokasinya yang begitu luas, tetapi ada banyak pengunjung yang datang untuk menikmati semua yang ada di sini. Tak heran jika memang mereka akan memakan banyak waktu di tempat ini. Toh, usaha mereka hari ini belum tentu mendapatkan hasil.


Ketika langkahnya membawa gadis itu mencari keberadaan Dirga, secara tiba-tiba dirinya mendadak terkejut setelah teringat akan sesuatu. Buru-buru dia mengambil ponsel dan mencari nomor Sakura. Iya, Riana lupa untuk mengabari wanita itu. Walaupun tidak mendapatkan hasil apapun, setidaknya Dia memberikan laporan ini pada Sakura. Barangkali dia memiliki rencana.


Pun Riana berhenti, menghubungi Sakura dengan wajahnya yang terisi oleh keringat tipis. Nafasnya juga tersengal, dia menunggu sampai Sakura menjawab panggilannya. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama sampai akhirnya panggilan mereka berdua tersambung.


"Hm, Riana. Gimana? Udah berhasil nemuin dukun itu?" tanya Sakura yang tanpa ragu menanyakannya.


"Belum. Dari tadi gue udah keliling mall ini tapi nggak nemu dukun itu sama sekali. Gue nggak tau kalau Dirga udah ketemu atau belum. Sekarang gue lagi mau nyamperin dia," balas Riana.


Riana juga menganggukkan kepalanya guna memberikan keyakinan atas jawaban tersebut. Dan panggilan mereka berdua akhirnya terputus, yang mana membuat Riana langsung bergegas mencari keberadaan Dirga. Semoga saja sepupunya berhasil menemukan dukun itu. Dengan begitu usaha mereka hari ini tidak sia-sia.


Dia berlari guna mempercepat dirinya untuk bertemu dengan Dirga. Maniknya masih tidak berani untuk mencari keberadaan sepupunya itu. Dia hanya perlu mencari diri kakak tempat-tempat yang tadi sudah direncanakan sebelum mereka berpencar. Dan setelah menghabiskan waktu sekitar sepuluh menit untuk mencari laki-laki itu, secara mendadak Riana berhenti dan menatap Dirga dari kejauhan.

__ADS_1


Riana tidak bisa mendatanginya, lantaran dia melihat dengan kedua bola matanya secara jelas saat Dirga sedang berlutut di hadapan dukun itu. Pada akhirnya mereka berdua berhasil menemukan buku tersebut. Hanya saja, gadis itu sama sekali tidak melihat keberadaan hantu perempuan yang selalu bersama dengan Dirga. Hanya ada Dirga dan dukun tersebut. Dia menoleh ke segala arah guna mencari keberadaan hantu perempuan itu.


"Awas!!"


Itu adalah teriakan salah satu pengunjung yang juga berada di tempat ini. Teriakan itu untuk Riana dan menyadarkan dirinya supaya menjauh dari tempatnya berdiri. Dan tempat setelahnya dia melihat sebuah lampu gantung yang jatuh tepat di tempat dirinya berdiri. Riana mendongak, penyakit secara langsung jika Hanna yang membuatku lah itu dan dengan sengaja ingin mencelakainya.


"Hantu sialan!" kesalnya.


Riana sampai tidak bisa berbicara apapun saking terkejutnya. Gadis itu hanya bisa pegawatirkan dirinya sendiri saat ini untuk berjaga-jaga dari ulah hantu itu. Dirga harus berhasil membujuk selagi Riana akan menghadapi Hanna dengan caranya ini. Dirinya hanya perlu untuk menghindar dan mengulur waktu, serta meletakkan seluruh harapannya supaya dukung tersebut mau membantu mereka.


Akan tetapi, cara ini juga memerlukan energi yang cukup. Pasalnya, Riana harus kembali berlari guna menarik perhatian Hanna. Dia tidak mau usaha hari ini terasa sia-sia begitu saja. Setidaknya, ada hasil yang bisa mereka harapkan untuk menyelesaikan masalah ini. Sejujurnya, Riana sendiri juga merasa takut dikejar-kejar oleh hantu tersebut. Bagaimana tidak? Energinya tidak banyak untuk bisa terus menghindar sampai Dirga berhasil membujuk dukun tersebut. Dan juga, dirinya bisa saja terancam jika tertangkap oleh hantu itu.


Di tengah-tengah usahanya untuk menghindar, secara tiba-tiba ponselnya berdering. Demi apapun, Ryan hanya berharap jika ini adalah panggilan dari Dirga yang memberikan kabar baik. Hanya saja, panggilan tersebut berasal dari Sakura yang menghubunginya. Waktunya memang tidak tepat, tapi Riana tetap menjawab panggilan tersebut, dan memberikan kabar tentang situasi saat ini.


"Halo, Sakura. Singkat aja, Dirga udah berhasil ketemu sama dukun itu dan lagi ngebujuk. Tapi, sekarang gue lagi dikejar sama Hanna. Gue harus apa?" tanya Riana.

__ADS_1


"Lari ke arah Dirga. Biar dukun itu bisa lihat kalau lo dikejar roh jahat," kata Sakura yang memberikan arahan pada gadis itu.


"Oke,"


__ADS_2