Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan

Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan
Tak Butuh


__ADS_3

"Mau sekarang?"


Sakura menoleh ke arah laki-laki yang bertanya itu. Kepalanya mengangguk, lantas menenteng tasnya sebelum bergegas keluar bersama Dirga menuju mobil laki-laki tersebut. Keduanya segera berangkat meninggalkan rumah Sakura. Ada tempat yang ingin mereka kunjungi.


Tak ada obrolan apapun yang terjadi di sana. Sakura hanya terdiam dengan pikiran yang begitu banyak, dan Dirga yang menghargai ketenangan Sakura. Walau sesekali laki-laki itu melihat ke arah Sakura, ingin sekali berbincang dengannya. Tapi, karena memang tak memungkinkan, Dirga memilih untuk bungkam.


Akan tetapi, ketika laki-laki itu fokus dengan jalanan, secara mendadak dia menangkap sesuatu dari kaca spionnya. Iya, sesuatu yang berhasil membuat kedua alisnya tertekuk secara bersamaan. Untuk memastikannya, Dirga juga sampai menoleh cepat ke arah belakang mobil, mengamati sebuah mobil dengan plat yang sama sekali tidak asing baginya.


"Ada yang ngikutin kita," kata Dirga.


Mendengar kalimat itu, Sakura seketika menyadarkan tubuhnya dan turut melihat ke arah kaca spion. Entahlah, wanita itu sama sekali tidak mengetahui jika ada mobil lain yang sejak tadi mengikuti mereka berdua. Siapapun yang berada di dalam mobil tersebut, Sakura tak mau orang itu mengikuti ke mana dirinya dan Dirga akan.


"Kalau gitu cari tempat lain," kata Sakura.


Perintah dari Sakura itu terucap, dengan seorang laki-laki itu membawa mobilnya melaju dengan kecepatan lebih cepat dari sebelumnya. Dirga juga Tengah berpikir untuk mengalihkan mobil tersebut, dia hanya meletakkan fokusnya pada jalanan yang kemungkinan bisa diambil untuk menghindarinya.


Namun, seberapa banyak dia mengambil jalan pintas untuk menjauh dari mobil tersebut, Dirga sama sekali tidak berhasil menjauhinya. Sopir yang berada di balik mobil tersebut pasti sangat handal dalam melajukan mobil.


"Kita nggak bisa ngejauh. Dia terlalu cepet," kata Dirga pada Sakura.


"Kalau gitu, kita ubah rencana," kata Sakura. Dia menoleh ke arah Dirga yang sekilas melihatnya. "Kita kencan," katanya lagi.


Tentu saja Dirga dibuat terkejut dan juga kebingungan dari kalimat yang baru saja terucap dari mulut Sakura. Pasalnya, ajakan untuk perpecahan tersebut sangatlah dadakan, walaupun dia sendiri juga paham jika itu adalah cara untuk menjauhi mobil yang dari tadi masih mengikutinya.

__ADS_1


Lantas dengan satu tarikan nafas panjang, akhirnya laki-laki itu memilih untuk membawa mereka berdua ke suatu tempat yang terkesan romantis untuk berkencan. Walau rencana awal mereka dibatalkan, setidaknya Dirga menyukai rencana dadakan ini. Karena dia akan memiliki banyak waktu untuk berkencan bersama dengan Sakura.


Pada akhirnya laki-laki itu memilih untuk berkunjung ke salah satu pusat perbelanjaan. Toh, Sakura sama sekali tidak berkomentar, wanita itu hanya menurun ketika dibawa ke tempat tersebut oleh Dirga—karena memang mereka harus mengubah menjadi kencan romantis hari ini.


"Ayo turun," ajak Dirga.


Sakura dan Dirga akhirnya berjalan memasuki tempat tersebut. Mengetahui mereka masih diikuti, Sakura dengan sengaja menggandeng lengan Dirga, sehingga membuat tubuh mereka saling menempel.


"Kita mau kemana?" tanya Sakura dengan suara lirih.


"Bioskop,"


Hanya anggukkan yang Sakura berikan, dia dan Dirga dan mendatangi bioskop. Pun pandangan Sakura juga sempat melihat ke beberapa kaca toko yang mereka lewati. Dia masih melihat seseorang yang mengikutinya tanpa ragu. Padahal, seharusnya orang tersebut menyadari jika Dirga dan Sakura pastinya sudah merasa ada yang mengikuti. Akan tetapi, sesak tersebut sama sekali tidak takut jika nantinya akan ketahuan oleh mereka berdua.


"Ketahuan, kan. Lo dari tadi ngikutin kita berdua," kata Dirga yang tidak bisa menahan kekesalannya.


"Nggak. Nggak ngikutin," sanggah Riana.


"Nggak ngikutin gimana, sih? Jelas-jelas lo ada di sini,"


Tak ingin mereka menjadi pusat perhatian banyak orang, dengan segera Sakura menghentikan perdebatan yang terjadi di antara Dirga dan juga Riana. Wanita itu membawa mereka bertiga pergi jauh dari area keramaian bioskop ini. Setidaknya, tak akan ada penjaga keamanan yang mendatangi mereka karena membuat keributan.


Sakura menghela nafasnya cukup panjang, dia mencoba untuk menahan diri untuk tidak meledak di hadapan gadis yang masih berusaha untuk menutupi faktanya. Dia menyugar rambutnya ke belakang, tersenyum datar lantaran kepalanya mendadak terasa pening.

__ADS_1


"Oke, sekarang gini, mau lo apa? Karena pada kenyataannya, lo udah di sini sama kita berdua," tanya Sakura.


Riana tidak menjawab pertanyaan tersebut. Tentu saja, Sakura sendiri juga tidak menyukai hal seperti ini. Terlalu lambat untuk mereka hadapi.


"Mau ngasih jawaban?" tanya Sakura lagi.


"Nggak, gue nggak mau ngasih jawaban. Tapi, mau bantu kalian," jawab Riana.


Sakura dan Dirga saling bertukar pandang, lantaran tak menyangka akan mendengar jawaban itu. Ini yang Sakura tidak inginkan, lantaran adanya orang baru yang mau mencoba ikut campur urusan mereka. Apalagi Riana adalah adik dari target mereka.


"Riana, kita lagi nggak butuh bantuan apa-apa. Hari ini, kita berdua mau kencan, tapi sadar lo ngikutin kita berdua," balas Sakura.


"Silahkan kalau mau kencan, gue juga nggak akan ganggu, kok,"


Sakura sudah tidak tahu harus bagaimana menghadapi Riana. Gadis itu benar-benar tidak memiliki ketakutan apapun. Karena sudah tidak bisa berkata-kata lagi, Sakura menarik pergelangan tangan Dirga untuk tetap memasuki bioskop. Entah film apapun yang akan mereka tonton, kencan hari ini tetap harus dijalankan—kendati suasana hatinya sudah kacau.


"Sakura, kalau lo nggak mau kita ke sini, nggak apa-apa. Kita bisa cari tempat lain," kata Dirga yang merasa sedikit khawatir dengan wanita di sebelahnya itu.


"Nggak. Nggak apa-apa. Lebih baik kita ke sini aja. Gue sendiri juga udah capek suruh keluar nyari tempat lain lagi," balasnya.


Mendengar penuturan dari wanita itu, Dirga hanya menganggukan kepalanya dan menuruti apa yang diminta oleh Sakura. Pun mereka berdua juga sadar jika Riana coba memesan film yang sama dengan kursi yang tidak jauh dari mereka. Mungkin, jika rencana awal mereka memang ingin berkencan, Sakura tetap mendatangi bioskop ini dan memilih untuk pulang. Akan tetapi, rencana ini ia jalankan dengan separuh hati, berharap membuat Sakura juga menyesal telah mengikuti mereka sejauh ini.


Jauh di dalam hati wanita itu, dia sama sekali tidak memiliki ketertarikan dengan film yang sedang mereka tonton. Sakura hanya terdiam dengan berpikir lebih dalam lagi. Namun, setidaknya dia merasa lega karena pada akhirnya mereka menyadari seseorang yang ingin mencoba untuk mengikuti tujuan awal mereka.

__ADS_1


"Gue harus nyingkirin Riana dulu," ucapnya dalam batin.


__ADS_2