
Dirga dan Sakura sama-sama sibuk menatap layar ponsel. Hal itu mereka lakukan lantaran mencari informasi tentang pelaku. Sejak keduanya menemukan dugaan, hal itu membuat mereka sibuk. Entah kenapa, rasanya cukup kuat dugaan tersebut berkaitan dengan apa yang mereka pikirkan.
Akan tetapi, apa yang sedang dikerjakan saat ini tidak selalu mudah. Apalagi mencari informasi tentang seseorang yang sudah dipenjara itu cukuplah sulit. Namun, juga tidak menutup kemungkinan mereka mencari banyak sumber dan mendapatkan informasi tersebut.
"Gimana? Lo udah dapat informasi dari orang suruhan lo?" tanya Sakura tanpa mengalikan pandangannya dari layar ponsel.
Dirga sendiri hanya menggelengkan kepalanya, itu adalah jawaban atas usahanya sejak tadi. Laki-laki itu juga menanyakan hal yang sama pada Sakura, dan hasilnya pun sama. Mereka berdua juga kesulitan mencari informasi tersebut. Apalagi Sakura juga tidak bisa mendesak Riana untuk mencari tahu segala sesuatu tentang 'teman' yang ia bilang sebagai teman Ryan.
Mereka berdua sama-sama berdecak lantaran kebingungan untuk mencari cara lain supaya bisa memastikan jika sosok yang berada di penjara itu adalah pelaku yang sama seperti kejadian beberapa bulan yang lalu. Ah, keyakinan itu sudah berada di tingkat paling tinggi. Namun, keduanya juga harus bersabar mendapatkan hasil yang tepat.
"Ya udah, kita tunggu informasi dari orang suruhan gue dulu. Nanti kita pikirin lagi setelahnya gimana," kaya Dirga.
Sakura menganggukan kepalanya beberapa kali, dia menuruti apa yang dikatakan oleh laki-laki tersebut. Paling tidak, hari ini mereka berdua bisa sedikit lebih tenang—kendati juga sedang berkobar untuk mencari tahu rincinya. Dirga sampai mengusap kepala wanita itu, supaya Sakura tidak perlu memikirkannya terlalu dalam.
Sampai akhirnya jam kerja Sakura telah berakhir, wanita itu pulang bersama dengan Dirga. Keduanya hening, seakan telah kehabisan bahan obrolan. Bagaimana bisa mereka berdua mencari obrolan ringan disela-sela pikiran yang masih terarah pada pelaku kejahatan itu.
__ADS_1
"Kira-kira, kalau dugaan kita bener, apa yang lagi mereka rencanain?" tanya Sakura.
"Gue nggak bisa kasih dugaan apapun, karena sejauh ini, Ryan itu nggak pernah kelihatan jahatnya. Dia bener-bener bersikap layaknya sepupu," jawab Dirga.
Iya, Sakura bisa memahami jawaban laki-laki di sebelahnya itu. Toh, Dirga saja mulai mengetahui sifat asli Ryan setelah masalah ini terungkap. Memang terkadang orang yang paling jahat itu justru berada di dekat kita. Entah itu masih memiliki hubungan saudara atau tidak.
"Mendadak, gue nyesel pernah bersikap baik ke dia," kata Dirga yang juga merasakan banyak salah dia mengetahui bagaimana Ryan yang sebenarnya.
"Daripada nyesel sama hal yang udah kelewat, mending kita manfaatin hal itu," tutur Sakura.
...****************...
Setibanya di rumah Sakura, mereka berdua turun bersama ke dalam rumah tersebut. Sakura setiap hari mengamati raut wajah yang dipasang oleh laki-laki itu. Dirga mungkin lebih murung daripada sebelumnya. Bisa jadi, karena dirinya masih memikirkan hal yang menjadi penyesalan terbesarnya. Akan tetapi, ketika dirinya sedang berusaha untuk mencari cara menghibur laki-laki tersebut, secara tiba-tiba sosok yang sama sekali tidak ingin dia lihat justru berada di belakang tubuh kekar Dirga.
Sakura berdecak, lantaran dia tidak bisa bersikap bebas terhadap laki-laki itu jika sudah terdapat sosok hantu yang menyebalkan baginya. Iya, semakin dia sering bertemu dengan sosok tersebut, justru membuat Sakura kesal.
__ADS_1
"Dasar pengganggu," ucapnya lirih.
Wanita itu menyuruh Dirga untuk duduk di sofa ruang tamunya. Dia akan segera kembali dengan membawa segelas minuman hangat. Setidaknya, laki-laki itu bisa menenangkan dirinya dengan menghangatkan tubuh.
"Nih, diminum dulu," kata wanita itu.
Hanya seutas senyuman singkat yang Dirga tunjukkan. Dia menyeruput minuman tersebut sebelum merokok saku jaketnya usai mendapati sebuah pesan yang diterima ponselnya. Dia melihat pesan yang berasal dari orang suruhannya itu. Dan ya, setelah berjam-jam menunggu, akhirnya dia sebutkan informasi apa yang dia dan Sakura inginkan. Laki-laki itu menularkan wajah yang begitu serius, hotelnya pada Sakura guna memberikan kesempatan pada wanita itu untuk melihatnya sendiri.
"Jadi, Ryan datengin pelaku yang waktu itu udah nyulik gue?" tanya Sakura yang juga terkejut.
"Iya. Ternyata, Ryan kenal sama dia,"
"Tapi, sebenarnya siapa dia? Apa sebelumnya Ryan juga pernah ketemu sama pelaku itu sebelum dimasukin ke penjara?" tanya Sakura lagi.
Dirga menarik nafas panjang, laki-laki itu menatap ke lain arah saat kepalanya membuka ingatan lama. "Dia orang yang pernah ngerasa sakit hati sama gue karena sesuatu," jawab Dirga dengan kedua manik yang menyalang.
__ADS_1