Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan

Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan
Kejutan


__ADS_3

Terkejut bukan main, sosok di balik topeng tersebut adalah seseorang yang sangat dia kenali. Iya, sosok itu yang dekat dengannya, tapi juga jauh dengannya. Siapa yang peduli hubungan diantara mereka? Tetapi, apa yang terjadi dibalik pertemanan keduanya?


"Lupa? Atau pura-pura lupa?"


Dirga masih bungkam, dia tak berniat sedikitpun bersuara. Baginya, menghadapi sosok dihadapannya itu bukanlah hal penting. Pun sejak awal Dirga mengenalnya ia memang tak pernah meladeni laki-laki di hadapannya ini. Anehnya, selalu ia yang disalahkan tanpa sebab.


Selagi laki-laki itu berceloteh membahas masa lalu mereka, manik Dirga terarah pada Sakura yang masih menangis. Sungguh tak kuasa melihat wanita itu menangis dengan kondisi tubuh seperti itu. Mencari kesempatan, Dirga menendang tubuh bawah laki-laki itu, tepat pada alat vitalnya. Namun, sebab ulahnya itu, justru menjadikan pria tersebut murka.


Memang kesalahannya, Sakura yang mendapat imbasnya. Laki-laki itu berjalan mendekat ke arah Sakura, melecehkan wanita tersebut tepat di depan matanya. Tubuh Dirga berontak, berharap bisa terlepas dari ikatan tubuhnya. Ya, tapi usahanya sia-sia, lantaran dia tetap tidak bisa bergerak.


"Berhenti!!"


Saking kesalnya, Dirga sampai melontarkan semua umpatan pada sosok tersebut. Dadanya naik-turun menahan amarah sekaligus kekhawatirannya pada Sakura.


"Gue bakal berlutut minta maaf ke lo karena udah nyakitin dimasa lalu. Gue lakuin sekarang," Dirga mengalah, tak ada cara lain selain dirinya merendah demi menolong Sakura.


"Menarik," jedanya seraya menganggukkan kepalanya beberapa kali. "Tapi, setelah lo lihat pertunjukan," katanya lagi yang langsung berjalan mendekati Sakura.


Di sana Sakura selalu ketakutan saat melihat laki-laki tersebut yang mendekat ke arahnya. Dia berusaha untuk menjauh, memutar tubuhnya agar tak disentuh olehnya, namun usahanya memang tak berguna, karena pergerakannya sangat terbatas. Sebanyak apapun ia bergerak, Sakura tetap tertangkap oleh laki-laki tersebut.


Tanpa izin dari Sakura, laki-laki itu mencium bibir Sakura tepat di hadapan Dirga. Sekeras apapun Dirga berteriak, semakin membuat nafsu laki-laki aneh itu meningkat. Aksinya itu turun tepat pada dada Sakura yang hanya tertutup oleh **********. Sesekali menoleh ke arah Dirga dengan tawa puasnya. Lebih kurang ajar ketika tangannya bergerak ke belakang guna melepas kaitan bra milik wanita tersebut.


Dirga memalingkan wajahnya, tak sanggup melihat Sakura diperlakukan sangat buruk. Dirga benar-benar menyesal dan marah pada dirinya sendiri. Bahkan, dia bisa membenci diri sendiri lantaran tak berguna sebagai laki-laki. Hanya suara tangisan dan jeritan Sakura yang dia dengar.

__ADS_1


Aksi bejat itu juga tidak berlangsung sebentar, lantaran hal yang paling membuatnya bergairah ada pada tubuh bawah wanita Jepang itu. Sakura tak bisa menangkis tangan laki-laki aneh tersebut saat berusaha membuka kancing celananya.


"Dirga, gue takut," kata Sakura ditengah-tangisannya.


Bukan hanya Sakura, bahkan Dirga pun takut dengan hal itu. Dirga sampai menggigit bibir bawahnya. Hanya keajaiban yang bisa membantunya saat ini—walau dia tahu, keajaiban itu tak akan datang diwaktu yang tepat. Namun, pada kenyataannya tidak seperti yang dia takutkan, lantaran keajaiban itu datang diwaktu yang tepat sebelum laki-laki busuk tersebut menyentuh tubuh bawah Sakura. Iya, Ryan datang dengan mendobrak pintu ruangan tersebut.


"Jauhin dia dari Sakura!!" teriak Dirga.


Entah bagaimana Ryan bisa selamat, setidaknya dia sangat senang karena sepupunya itu datang. Sepupunya juga berusaha melepaskan ikatan Dirga saat ia memiliki waktu tepat setelah laki-laki busuk itu terkapar. Usai berhasil melepaskannya, Dirga segera berlari ke arah Sakura guna menoleh wanita itu.


"Jangan takut lagi, lo selamat, kok," kata Dirga segera melepaskan seluruh ikatan pada tubuh Sakura.


Di belakang sana, Ryan tengah berusaha mati-matian menahan penjahat tersebut untuk tak mendekati Dirga dan Sakura. Sejujurnya, Dirga sendiri juga tak tega untuk membiarkan Ryan melawannya sendirian. Namun Sakura lebih dulu diamankan. Dia membantu Sakura untuk mengancingkan pakaiannya dengan berantakan, lantas menggendong wanita tersebut.


"Arahin pistolnya ke arah dia," titah Dirga.


Dan ya, pertengkaran yang terjadi antara Ryan dan laki-laki itu akhirnya berhenti. Sakura memberikan pistol tersebut pada Ryan, supaya sepupu Dirga itu menuntun mereka keluar dengan mengarahkan pistol tersebut.


"Diem di sana!" kata Ryan.


Pun ketiganya berjalan keluar dari tempat tersebut. Mereka melewati lorong-lorong tersebut, hanya saja Dirga mendadak berhenti, dia menyuruh Ryan untuk membawa Sakura ke mobil, lantas merebut pistol yang dibawa oleh sepupunya itu. "Kalian pergi duluan, gue masih ada urusan di sini. Cepet!!" kata Dirga.


Entah apa yang ingin dikerjakan oleh laki-laki itu, Ryan menggendong Sakura keluar dari tempat tersebut. Sedangkan Dirga masih mengarahkan pistol tersebut pada orang-orang yang mendekatinya. Dirga membuka tiap pintu yang berisikan para wanita yang menjadi korban. Dengan gerakan tangannya, mereka saling membantu melepas ikatan tali pada tubuhnya, sebelum akhirnya keluar bersama.

__ADS_1


Sepuluh menit berada di dalam gedung tersebut membuat Sakura semakin khawatir. Namun, ia melihat ada banyak wanita yang mulai keluar dari gedung tersebut, bersamaan dengan datangnya polisi yang telah dihubungi oleh Ryan.


Ada senyuman penuh rasa lega saat dirinya melihat perawakan Dirga yang keluar dari gedung tersebut. Sakura berada di mobil ini sendiruan, melihat Ryan yang memberi keterangan pada salah satu polisi. Sedangkan Dirga telah masuk ke dalam mobilnya, bersama Sakura dengan senyuman. Detik itu juga, Sakura memeluk erat Dirga disertai dengan tangisannya yang pecah.


"Gue takut," ucapnya.


"Gue udah di sini, Ra,"


"Gue takut kalau lo nggak keluar dari sana," kata Sakura yang sukses membuat Dirga terbungkam.


Disaat Sakura tengah menumpahkan tangisannya, mereka berdua mendengar salah satu jendela mobil yang diketuk dari luar. Dirga menoleh, dia ingat wanita tersebut yang memberi informasi tentang ruangan tersebut. Lantas Dirga keluar guna menemui wanita tersebut. Dia senang ketika melihat para korban juga telah berhasil diselamatkan, bahkan tak tersisa sedikitpun.


"Saya mau mengucapkan terima kasih karena mas benar-benar menolong kita semua yang udah terjebak di sana selama berminggu-minggu," kata wanita tersebut.


"Saya sudah bilang, kan, kalau yang menolong kalian adalah wanita itu, bukan saya," balas Dirga.


Wanita tersebut juga melakukan hal yang sama pada Sakura, mengucapkan rasa terima kasihnya. Hal ini membuat Sakura bingung, namun tetap menerima ucapan tersebut. Hanya sebentar obrolan itu terjadi sebelum akhirnya salah satu korban tersebut meninggalkan mereka. Dirga tak bisa menyembunyikan senyumannya, lantaran tak akan ada lagi tempat ini. Pun tepat di depan kedua matanya, seluruh penjahat di tempat tersebut telah diringkus polisi.


Ryan berjalan menghampiri dirinya yang masih berada di luar mobil. Menatap sepupunya yang berjalan ke arahnya juga membuat rasa bersalah hadir dalam dirinya. Pasalnya, Dirga sempat menyalahkan dan menuduh Ryan jika tempat tersebut adalah markas dari sepupunya itu. Tapi ternyata semua itu salah.


"Gue minta maaf, karena sempet nuduh lo tentang tempat ini. Gue nyesel udah jahat ke lo," kata Dirga.


"Udah, lupain aja. Mending pergi dari sini. Tempat ini udah diamankn polisi," balas Ryan yang langsung mengajak sepupunya itu untuk meninggalkan tempat. "Biar gue yang nyetir. Lo sama Sakura di belakang. Tenangin dia," kata Ryan lagi.

__ADS_1


__ADS_2