Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan

Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan
Siap Berkencan


__ADS_3

Sakura tengah berada di kamar Dirga, membantu laki-laki itu memulihkan pakaiannya. Tidak hanya itu, bahkan wanita itu juga memilihkan beberapa aksesoris yang cocok dipakai oleh Dirga dihari penting ini.


"Batalin aja, ya?"


Sakura yang tengah mengambil jam tangan pada laci itu seketika menghentikan kegiatannya, lantas dia menatap laki-laki yang berada di hadapannya yang sedang memasang wajah memohon. Bagaimana bisa Dirga meminta dibatalkan hari ini? Dimana Dirga dan sosok arwah perempuan itu akan memulai kencan mereka. Tentu saja, Sakura juga bisa menolak permintaan tersebut.


"Padahal, kalau lo mau bantui, kita bisa bebas dari masalah ini," balas Sakura dengan raut wajah yang terlihat begitu menyedihkan—dengan maksud mempengaruhi Dirga.


Laki-laki itu hanya menghembuskan nafas beratnya, memutar bola matanya jengah lantaran tak ada pilihan lain selain melakukannya. Tatapannya langsung terarah pada cincin tersebut, yang mana membuat laki-laki itu kesal melihat benda tersebut. Dia tak menyangka akan melakukan hal sejauh ini untuk menyelesaikan masalahnya.


Dengan langkah yang pasrah, laki-laki itu duduk pada pinggiran ranjang. Menatap punggung Sakura yang masih memilih aksesoris untuknya. Dirga tak akan menampik jika dirinya masih tidak rela berkorban untuk berkencan dengan makhluk yang tidak bisa dia lihat. Bagaimana jika nantinya akan ada orang lain yang melihat dirinya? Seperti saat itu.


Bersama dengan arloji, Sakura berjalan guna menghampiri laki-laki tersebut. Wanita itu berdiri tepat di hadapan Sakura, salah satu tangannya berada di atas kepala laki-laki tersebut guna memberikan usapan lembut. Hal ini dia lakukan supaya tidak membuat Dirga terlalu kesal padanya—karena idenya.


"Maaf ya, ide gue terlalu ngerugiin lo," ucap Sakura yang juga merasa bersalah.


Dirga akhirnya melihat ke arah wanita yang disukai itu. Pribadi kita bisa membaca bagaimana raut sedih yang termasuk oleh wanita tersebut. Untuk kesekian kalinya Dirga menghela nafas panjang, lantaran dia tidak tega jika melihat raut wajah Sakura yang tampak sedih karena sikapnya. Pun laki-laki itu menarik pergelangan tangan Sakura guna lebih dekat dengannya—sampai dia berhasil memeluk pinggang wanita itu.


"Iya, ini ikhlas kok dilakuinnya," ucap Dirga yang langsung membuat wajah Sakura tersenyum.

__ADS_1


Karena tubuh mereka yang terlalu dekat, Sakura dengan cepat menjauhkannya. Pasalnya, dia baru teringat juga hari ini adalah bersama dengan arwah perempuan itu. Dan Sakura sendiri juga sudah berjanji untuk tidak merusak dan mengganggunya. Ya, dia khawatir jika hal ini membuat hantu perempuan itu berubah pikiran. Beruntung, Sakura sama sekali tidak melihat sosok itu di kamar ini. Akan tetapi, setelah beberapa menit mendirikan selesai dengan penampilannya, Sakura tidak bisa berkata-kata ketika melihat sosok arwah tersebut yang berjalan mendekat.


Wah, Sakura sama sekali tidak bisa mempercayai hal ini. Butuh waktu beberapa saat sampai wanita itu benar-benar tersadar. Sakura sungguh terkejut dengan penampilan arwah perempuan itu yang sangat berbeda dari yang biasanya dia lihat. Bahkan, tak ada setitik darah pun yang terlihat di kulit arwah perempuan itu. Sosok itu terlihat seperti wanita biasa.


"Ternyata lo cantik juga," puji Sakura pada sosok tersebut.


"Siapa yang cantik? Dia udah dateng?" tanya Dirga.


Sakura melakukan kepalanya dengan wajah yang terasa puas. Dia rasa, idenya ini akan berjalan sangat baik. "Sayangnya, lo enggak bisa lihat penampilannya dia sekarang. Sumpah, dia cantik banget dari kita lihat," tuturnya.


"Emangnya, tiada dan cantik kayak gitu buat siapa kalau gue nggak bisa lihat?" celetuk Dirga.


Bagaimana, ya? Sepertinya, tanpa laki-laki itu sadari, kalimatnya barusan membuat Sakura menatap dengan tatapan cukup tajam. Dirga begitu sampai mengatakan hal tersebut di depan Sakura. Hanya saja, wanita itu masih menahan diri supaya rencana hari ini tidak gagal. Lantas wanita itu kembali melihat sosok arwah perempuan yang berdiri di belakang pintu kamar Dirga.


Sosok tersebut menunjukkan cincin pasangan yang berada di tangannya. Itu memang cincin yang serupa dengan Dirga pakai, namun cincin yang asli sudah Sakura simpan di tempat yang aman. Entahlah, sakura tidak tahu apakah cincin tersebut juga seperti manusia yang memiliki jiwa dan raga. Dan tidak membutuhkan waktu lama sampai akhirnya Dirga bisa melihat orang tersebut.


"Dirga, barusan dia bilang, selama kalian kencan nanti, lo bisa lihat dia, bahkan nyentuh juga," tutur Sakura yang menyampaikan pesan dari arwah perempuan itu.


"Ngobrol?"

__ADS_1


"Mungkin bisa. Intinya, nanti kalian kayak kencan biasa," kata Sakura memperjelas.


Hingga akhirnya tiba dimana Dirga telah bangkit dari tempat tidurnya. Mereka bertiga berjalan keluar rumah. Dengan kedua matanya, dia melihat jelas saat Dirga dan arwah perempuan itu memasuki mobil Dirga. Di belakang Sakura, ibunda Dirga baru saja tiba guna melihat Dirga yang pergi.


"Dirga mau kemana?" tanya wanita paruh baya itu.


"Kencan, tante," jawab Sakura tanpa sadar. Yang mana, setelahnya wanita itu menutup mulutnya dengan cepat. "Be-begini, tante. Biar aku jelasin di dalem," katanya lagi dengan rasa panik, berjalan masuk bersama ibunda Dirga.


Kedua wanita itu duduk di sofa ruang tamu, Sakura menyatukan kedua tangannya lantaran rasa gugupnya yang masih belum hilang. Iya, memang salahnya tidak bisa mengontrol kalimatnya sendiri. Dia lupa jika hari ini belum dia jelaskan pada wanita paruh baya tersebut. Sakura khawatir akan terjadi salah paham.


"Tadi, kamu bilang kalau Dirga mau kencan? Apa maksudnya? Hubungan kalian udah nggak baik?" tanya ibunda Dirga.


Sakura menggeleng serta melambaikan tangannya dengan cepat guna menyanggah. Apa yang dipikirkan oleh ibunda Dirga tidaklah benar. Dengan satu tarikan nafas yang panjang, Sakura memulai penjelasannya.


"Begini, tante. Ryan ibu udah keterlaluan sama kita berdua, dan aku minta tolong sama arwah itu buat ngebantu kita berdua," Sakura menjeda kalimatnya, membasahi bibir sebelum kembali berbicara. "Tapi, apa itu susah buat dimintai tolong. Dan waktu aku kasih ide ini, dia setuju mau bantuin. Jadinya, hari ini mereka berdua bakalan kencan," jelasnya dengan kepala tertunduk.


Sakura juga sudah tahu jika wanita paruh baya tersebut akan terkejut dengan penjelasannya tadi. Wanita itu juga tidak menyalakan reaksi yang ditunjukkan oleh ibunda Dirga. Bahkan, iya sampai meminta maaf karena tidak memberitahu hal ini dari awal.


"Sebenarnya, tante kaget banget denger hal ini. Tapi kalau memang hal ini berkaitan dengan masalah yang sedang kalian hadapi, apa boleh buat? Tante tidak akan mempermasalahkannya. Yang terpenting, jangan sampai melewati batas," tutur ibunda Dirga dan langsung diangguki oleh Sakura.

__ADS_1


"Iya, tante. Aku janji, cuma hari ini aja, kok. Maaf juga karena ideku ngerugiin Dirga," kata Sakura yang kembali meminta maaf.


"Nggak apa-apa,"


__ADS_2