Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan

Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan
Salah Perkataan


__ADS_3

Sakura mematung ketika laki-laki di hadapannya itu secara tiba-tiba meminta nomor ponselnya. Entah kenapa, iya sama sekali tidak bisa memahami isi kepala pembeli laki-laki tersebut. Dia bahkan melepas semua kue yang baru saja selesai dimasukkan ke dalam kantong. Setidaknya, pembelian tersebut telah memberikan sejumlah uang untuk membayar semua kue yang telah dibelinya. Dengan begini, toko roti ini tidak akan rugi.


Wajahnya berubah begitu serius terhadap laki-laki yang dengan santai menanyakan nomor teleponnya. Namun, pandangan wanita itu langsung terarah pada pintu masuk toko ini. Dimana dia menjumpai seorang laki-laki yang tengah berdiri di ambang pintu dengan sorot tatap yang cukup tajam ke arahnya. Di sanalah dia memasang senyuman tipis.


"Maaf, tapi saya tidak hafal nomor saya. Cuma nomor pacar saya yang saya hafal," kata Sakura guna membalas laki-laki yang tidak sopan itu.


Tepat setelah wanita itu mengeluarkan kalimatnya, pintu kaca tersebut berbunyi ketika seseorang masuk ke dalamnya. Dengan kedua bola matanya, Sakura melihat jelas ketika Dirga menarik salah satu bahu laki-laki yang secara tidak sopan meminta nomor ponsel Sakura.


"Saya pacarnya," kata Dirga.


Entahlah, Sakura tidak tahu harus senang apa kesal dengan kalimat pengakuan tersebut. Dirga begitu santai mengatakannya, tetapi wanita itu sama sekali tidak merasakan ucapan yang tulus dari mulut laki-laki itu. Pasalnya, hingga kejadian ini masih terjadi, Sakura bukanlah kekasih dari laki-laki itu. Hah, Sakura hanya bisa beruntung di dalam hati.

__ADS_1


Melihat laki-laki asing yang sedang diurus oleh Dirga, membuat Sakura membiarkan mereka. Ya, selain dia sudah kebakaran nama laki-laki asing tersebut telah menjauh darinya, dia juga ingin berpikir tentang Dirga—yang saat ini hanya terlihat bagian punggungnya.


Siapa Sakura bagi dia sebenarnya?


Kenapa perlakuannya begitu manis tapi masih takut untuk meresmikan hubungan keduanya?


Sejujurnya, Sakura juga sudah mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya itu. Hanya saja, dia mencoba untuk memikirkannya kembali. Wanita tersebut duduk seraya dua tangan yang dilipat depan dada. Dia terus memperhatikan laki-laki tersebut sampai akhirnya Dirga kembali menatap ke arahnya. Terlihat laki-laki tersebut yang membawa langkahnya mendekati Sakura. Dengan santainya, dia berujar.


Sakura sama sekali belum berniat untuk menimpali kalimat pertanyaan tersebut, dia hanya menatap Dirga dengan mulut yang terbungkam. Lantas dia bangkit dari tempatnya duduk gunakan sejajarkan wajahnya dengan laki-laki tersebut.


"Lagian, mereka cuma minta," balas Sakura dengan nada suara yang begitu santai.

__ADS_1


Saat ini Dirga menekukkan kedua alisnya dengan kepala yang sedikit dimiringkan setelah mendengar kalimat sederhana dari wanita di depannya itu. Respon yang aneh bagi Dirga.


"Lo kenapa kayak gini? Bukannya harusnya gue yang marah?" tanya Dirga.


"Kenapa juga lo harus marah? Nggak suka sama keputusan gue kemarin?" Sakura malah balik bertanya.


Obrolan keduanya semakin tidak karuan, yang mana membuat Dirga enggan untuk melanjutkannya. Dia sadar, jika saat ini dia masih berada di tempat kerja Sakura, dan tak mau membuat keributan apapun yang akan berpengaruh pada pekerjaan wanita tersebut. Lantas laki-laki itu memilih untuk diam, meredam kekesalannya supaya tidak salah berbicara.


"Ya udah, lanjutin kerjanya," tukas laki-laki tersebut. Dia mengusap singkat pucuk kepala Sakura sebelum akhirnya bergerak meninggalkan toko roti tersebut.


Sedangkan Sakura, kedua bola matanya sdikit melebar, antara terkejut dengan sikap tenang laki-laki itu. Dia menatap punggung Dirga yang keluar dari toko ini. Sakura yang tidak tahu kemana laki-laki itu akan pergi. Namun, di saat wanita itu terdiam usai melihat kepergian Dirga, dia menyadari jika ucapan menyakitkan untuk laki-laki tersebut.

__ADS_1


"Ah, harusnya gue nggak ngomong kayak gitu ke dia," katanya penuh rasa sesal, seraya duduk dengan menepuk kepalanya sendiri. "Dia pasti sakit hati, ck,".


__ADS_2