Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan

Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan
Untuk Dirahasiakan


__ADS_3

"Kasih tau Dirga aja,"


Itu adalah kalimat yang keluar dari Hanna setelah keadaan Sakura terlihat lebih tenang daripada sebelumnya. Pasalnya, menurut hantu itu, hal ini pasti juga berkaitan dengan dendam pribadi mereka. Bagaimana tidak? Baru beberapa jam yang lalu mereka mendatangi rumah Ryan. Bahkan, mereka juga tidak meminta para di sana untuk memberitahu Ryan perihal kedatangan mereka. Dan hal itu berujung seperti ini.


"Hm, besok gue bakal kasih tau ke dia," balas Sakura.


Setelah kejadian ini, wanita itu sama sekali tidak merasakan kantuk. Kedua matanya benar-benar terbuka lebar, kembali merasa takut berada di rumahnya sendiri. Dan dirinya hanya terus berbicara dengan Hanna.


"Aku beneran nggak boleh nyentuh dia dengan caraku sendiri?" tanya Hanna.


Sakura yang tadi melamun letakkan seluruh fokusnya pada hantu perempuan itu. Pasalnya, kalimat yang diutarakan oleh hantu perempuan itu sangat mengejutkan baginya. Belum lama Hanna mengatakan jika dia akan berubah menjadi sosok yang baik hati, tapi barusan Sakura mendengar kalimat itu. Pun wanita itu segera menggelengkan kepalanya dengan sangat yakin, serta memberikan tanggapan yang cukup menyakang ke arah Hanna. Dia menghela nafas kasar, mendadak menjadi pribadi yang lebih tegas daripada sebelumnya.


"Nggak boleh," Sakura menekuk kedua alisnya. "Kita udah sepakat supaya nggak ada korban sama sekali," katanya lagi.


"Iya, aku paham," balas Hanna.


Hanna menoleh ke arah jam dinding di kamar Sakura. Saat ini waktu sudah melebihi dari jam tengah malam, namun dia melihat Sakura yang sama sekali belum memposisikan dirinya untuk beristirahat. Arwah perempuan itu meminta Sakura untuk segera beristirahat, akan tetapi wanita itu tetap saja menolaknya dengan gelengan kepala.

__ADS_1


Posisi mereka berdua masih sama seperti tadi, dimana Hanna berada di atas tempat tidur Sakura. Sedangkan sama pilih rumah tapi memilih untuk duduk di sebuah kursi. Keduanya tak banyak bicara, hanya suara jarum detik yang terdengar stabil. Hanna juga banyak melihat Sakura melamun. Dia tidak mau banyak bertanya, yang mana khawatir membuat wanita itu merasa terganggu. Dia tahu, akan percuma mendatangi Dirga untuk membicarakan tentang Sakura saat ini. Dirga saja tidak bisa melihatnya, apalagi mendengar. Yang ada, Dirga hanya akan mendengar suara hembusan angin.


Disaat Sakura masih melamun, Hanna merasa dirinya harus melakukan sesuatu. Tanpa izin dari Sakura, wanita itu pergi meninggalkan rumah Sakura guna menuju rumah target mereka bertiga. Dia sangat tahu jika Ryan tidak bisa melihat keberadaannya, jadi dia pikir Hanna bisa dengan bebas demi memata-matai laki-laki itu.


Hantu perempuan itu kembali menuju rumah Ryan—tempat yang tadi telah dikunjungi oleh mereka bertiga. Di sana, Hanna melihat adanya mobil Ryan yang terparkir, menandakan jika laki-laki itu pasti sudah pulang. Lantas arwah perempuan itu kembali masuk ke rumah tanpa merasa takut dengan para penjaga. Melayang dengan bebas menerobos pintu utama yang tertutup rapat.


Dia sedang berada di ruang tamu, namun Hanna masih belum tahu di mana keberadaan laki-laki itu saat ini. Sampai karena dia berada di ruang tengah, Hanna dengan jelas adanya suara yang dia yakini adalah suara Ryan. Dengan segera hantu perempuan itu mendatangi ke sumber suara. Namun, untuk memasuki ruangan, dia terkejut ketika melihat keberadaan Riana di sana. Tunggu dulu, bukankah Riana bisa melihat keberadaannya?


Tidak memungkinkan untuk hantu itu berkeliaran dengan sembarangan di ruangan itu. Dia khawatir jika Riana benar-benar akan melihat keberadaannya. Lantas Hanna mencoba untuk mencari tempat di mana dia bisa mendengarkan seluruh percakapan yang terjadi diantara Ryan dan juga Riana.


"Sakura nggak mau diajak ketemu," kata Riana.


"Gue nggak tau. Dia nggak jawab pesan gue. Ditelpon pun nggak dijawab," jawabnya.


Ryan dan Riana tampak terdiam dengan raut wajah frustasi. Pasalnya, mereka berdua menjadi sedikit sulit untuk memancing Sakura. Bahkan, disana Ryan juga telah mengakui perbuatannya yang menyuruh seseorang mendatangi rumah Sakura.


Di sana Hanna menganggukkan kepalanya, lantaran dugaannya bersama dengan Sakura memang benar tentang sosok laki-laki yang menggunakan motor trail itu. Sayangnya, Hanna tidak memiliki apa-apa untuk menjadikan hal tersebut sebagai barang bukti untuk diberikan kepada Dirga dan juga Sakura. Padahal, suara mereka bisa sangat menguntungkan Sakura dan Dirga menyelesaikan masalah ini. Jujur saja, Hanna kesel dengan dirinya sendiri. Pun hantu perempuan itu kembali mendengarkan obrolan yang terjadi di antara kakak beradik itu.

__ADS_1


"Mereka berdua juga tadi datang ke sini," kata Ryan.


"Dirga sama Sakura? Ngapain?"


"Katanya, mereka mau ketemu gue. Tapi, karena gue nggak di sini, mereka pergi," jawab Ryan. Pandangan laki-laki itu bergerak ke lain arah, kedua matanya menyipit, seakan menelisik sesuatu yang aneh menurutnya. "Tapi, mereka malah minta supaya para penjaga ngomong ke gue tentang kedatangan mereka. Kayak nggak ada rasa takutnya," imbuh laki-laki itu.


"Berarti dia nantang," kata Riana, menyandarkan tubuhnya. "Tinggal jalanin aja yang udah lo rencanain. Dirga bakalan kalah," kata Riana lagi.


"Besok atau lusa," timpal Ryan.


Terkejut dengan apa yang didengarnya, Hanna sekarang pergi dari tempat itu dan bergegas menuju rumah Sakura kembali. Dia akan memberitahu hal penting ini pada Sakura. Hal ini adalah yang terpenting untuk wanita itu. Dan Sakura bisa segera memberitahu pada Dirga tentang hal ini.


Baru saja keluar dari rumah Ryan, mendadak foto perempuan itu terhenti di depan pintu. Entah kenapa, secara tiba-tiba dia mencoba memikirkannya kembali ucapan Riana dan Ryan yang akan menjalankan rencana mereka. Hanna merasa cukup yakin jika rencana tersebut akan mereka jalankan untuk Sakura. Hantu perempuan itu sebenarnya sedikit merasa iri dengan Sakura, karena dibandingkan dengannya, Dirga bisa menyentuh dan melihat keberadaan wanita itu. Sedangkan Hanna, hanya bisa beberapa kali. Itupun disaat waktu-waktu tertentu.


Hanna bilang sedikit tidak suka dengan Sakura karena hal itu. Pasalnya, arwah perempuan itu merasa jika dirinya lebih dulu bertemu dan dekat dengan Dirga dibandingkan wanita itu, akan tetapi kompetensi Dirga justru diletakkan pada Sakura. Iya, Hanna merasa tidak adil dengan semua ini. Bahkan, Hanna lebih lama menyukai Dirga dibandingkan Sakura.


"Gimana? Gimana kalau tiba-tiba aku ngambil keputusan untuk ngebiarin Riana sama Ryan buat jalanin rencana mereka?"

__ADS_1


Hantu perempuan itu menoleh ke belakang, melihat pintu rumah tersebut yang tertutup rapat. Terlihat tatapannya yang mendadak berubah begitu tajam. Seakan masih mempertimbangkan pilihan yang akan menguntungkannya. Bahkan, dengan adanya rencana mereka yang saling membalas dendam, kedua posisi itu sama-sama menguntungkan untuk Hanna. Namun, dia harus memilih salah satu diantara keduanya yang mana paling menguntungkan untuk dirinya.


Melanjutkan balas dendamnya atau menyingkirkan Sakura dari Dirga?


__ADS_2