
Melihat perubahan itu dengan kepala matanya sendiri, membuat Sakura kebingungan bukan main. Maniknya begerak acak lantaran dia tak memiliki celah untuk kabur—pintu rumahnya baru saja dia kunci. Membutuhkan waktu untuk membukanya. Pun dia hanya bisa menelan ludahnya dengan kesulitan. Rasa takutnya semakin bertambah, yang mana dia tak bisa melepaskan tatapannya dari Hanna—kalau-kalau hantu itu menyerangnya.
Sedikit demi sedikit langkahnya dia bawa menuju kamar, akan tetapi setiap pergerakan kecilnya selalu tertangkap oleh Hanna. Hal itu membuat Sakura justru tak bisa bergerak dan memikirkan cara untuk melarikan diri. Wanita itu memiliki perasaan yang kurang baik dengan kejadian ini. Entah sampai kapan dirinya akan bertahan seperti sekarang. Untuk mengambil ponsel dalam tasnya pun juga ragu.
"Hanna, kenapa begini?" tanya Sakura.
Tak ada jawaban dari arwah perempuan itu, membuat Sakura semakin gemetar. Sangat kecil, dia mengambil langkahnya menuju kamar, hingga dirasa berhasil mendapat celah, Sakura berlari dan menutup pintu kamarnya. Memang, pada akhirnya cara itu sia-sia, karena Hanna tetap bisa memasuki kamar itu. Sakura sampai melempar barang-barang di kamarnya, berharap lemparannya itu bisa menghilangkan Hanna dari sana.
"Pergi!! Urusan kita udah selesai!!" teriak Sakura.
Tatapan tajam Hanna semakin menusuk ke arahnya. Sakura kembali memikirkan cara lain untuk menjauh dari hantu tersebut. Hanna dengan cepat bergerak ke arahnya, akan tetapi wanita itu segera mengeluarkan sebuah jimat yang diberikan oleh keluarga ibunya. Beruntungnya, Sakura berhasil membuat hantu itu tak bisa mendekat kepadanya. Dia terus berjalan mundur dengan menampilkan jimat yang dia kalungkan. Sakura berlari sejauh mungkin, dia juga mengambil ponselnya guna menghubungi Dirga.
Karena malam hari, penglihatannya juga tidak bagus. Penerangan di jalan itu cukup kurang, ditambah wajah yang terus terpapar sinar ponsel, membuatnya sulit melihat jalanan. Tak hanya sekali wanita itu tersandung bebatuan karena salah memijak, nafasnya juga tersengal. Namun, dia tetap berusaha memanggil nomor Dirga. Anehnya, laki-laki itu sulit untuk dihubungi, yang mana Sakura sudah tidak karuan di sini.
Sakura melihat ke sekelilingnya, berharap tak mendapati keberadaan hantu tersebut, wanita itu segera mencari tempat bersembunyi. Di tempat itulah dia mencoba untuk menghubungi Dirga lagi. Sampai sekitar tujuh kali wanita itu mencobanya, akhirnya Dirga menjawab panggilan. Jujur saja dia merasa sangat lega. Dengan suaranya yang bergetar, wanita itu akhirnya membuka suaranya.
"Dirga!! Tolongin gue!!"
__ADS_1
Sakura sedang mengatur nafasnya yang berantakan, terdengar suara laki-laki itu yang menyuruhnya untuk menenangkan diri terlebih dahulu sebelum kembali berbicara.
"Hanna ngejar gue," katanya.
"Hanna? Lo udah ketemu dia? Tapi kenapa ngejar lo?"
Walaupun laki-laki itu tidak bisa melihatnya, Sakura menggeleng terlebih dahulu sebelum dia mengatakannya. "Nggak tau. Begitu lo pergi dari rumah gue, ada Hanna di sana. Dan penampilannya dia balik kayak dulu lagi," jelas Sakura.
Penjelasan yang dikatakan oleh wanita itu, membuat Dirga bergegas kembali ke rumah Sakura. Sesuatu yang tidak beres setelah terjadi dan dialami olehnya. Dirga tidak bisa tinggal diam, tidak peduli jika dirinya baru saja tiba di rumah. Laki-laki itu juga merasa cukup aneh, karena Hanna kembali muncul dan hanya menemui Sakura. Memang, hanya wanita itu yang bisa melihat keberadaan Hanna, tapi bukankah seharusnya dia tetap bisa berada di tempat sama dengan dirinya? Entahlah, Dirga tidak yakin bisa memahami hantu perempuan.
Laki-laki itu telah melaju memecah jalanan menuju rumah Sakura. Dia menggunakan kecepatan yang cukup tinggi supaya bisa tepat waktu tiba di rumah wanita itu. Pun dirinya mencoba untuk menghubungi Sakura lagi, minta wanita itu agar memberitahu keberadaannya.
"Sakura. Ini gue, Dirga," kata Dirga.
Dirga mencoba untuk mencari wanita itu ke seluruh ruangan di rumahnya. Namun tetap saja, laki-laki itu tidak berhasil menemukan keberadaan Sakura. Dia kembali keluar, coba mengingat kembali sesuatu yang di kepalanya. Saat dirinya tiba di rumah ini, pintu rumah Sakura sama sekali tidak tertutup. Itu menandakan jika wanita itu pasti meninggalkan rumahnya dengan sesuatu yang terbuka karena dikejar oleh Hanna.
Dia keluar dari area rumah Sakura, menoleh ke kanan dan kirinya. Tetapi sulit, karena kurangnya penerangan di jalanan tersebut. Dia kembali menghubungi Sakura dan meminta wanita itu untuk pulang ke rumahnya—karena sudah ada Dirga di sini.
__ADS_1
Laki-laki itu juga tak hanya diam di rumah wanita itu, berjalan dan memanggil nama Sakura beberapa kali. Berharap wanita itu segera keluar setelah mendengar suaranya. Dia berjalan beberapa meter, dan mendengar suara wanita yang membuatnya merinding. Jujur saja, yang ada dipikirannya untuk pertama kali adalah hantu perempuan itu. Tidak tahu kenapa, Dirga merasa jika Hanna akan mengejutkan dirinya.
Dan setelah kepalanya menoleh dengan gerakan patah-patah, Dirga terkejut karena dia melihat keberadaan Sakura yang telah berjongkok dengan memeluk kedua lututnya.
"Sakura," panggil Dirga.
Pribadi itu segera menghampiri Sakura, dia memeluk wanita itu dan mengajaknya keluar dari tempat persembunyiannya. Iya, Dirga membawa Sakura kembali pulang. Dia tidak melihat kondisi Sakura yang seperti ini. Pasti sangat terkejut dengan kembalinya Hanna yang secara tiba-tiba menyerang.
"Tenang, gue di sini," kata Dirga yang memeluk erat wanita itu.
Sekujur tubuhnya basah akan keringat, Dirga juga merasakan kulit Sakura yang begitu dingin. Pun laki-laki itu segera melepaskan jaket yang untuk menghangatkan tubuh Sakura, lantas kembali memeluknya.
"Dia benci gue," kata Sakura.
Dirga yang mendengar kalimat itu menjauhkan tubuhnya dan menatap Sakura. Dirinya tidak paham dengan yang dikatakan oleh wanita itu. "Maksudnya? Hanna? Kenapa dia benci sama lo?" tanya Dirga.
Sakura terdiam beberapa saat, dia mengangkat wajahnya dan menatap laki-laki yang ada di sebelahnya itu. Kedua matanya terlihat tampak basah, yang mana menandakan jika dirinya baru saja menangis.
__ADS_1
"Dia benci karena gue ada di samping lo," Sakura menjeda kalimatnya, dia menarik nafas panjang sebelum kembali berbicara. "Gue baru sadar, kalau dia pasti keganggu sama keberadaan gue. Hanna mau nyingkirin gue. Kalau kemarin dia balas dendam karena nyawanya, kali ini dia mau bikin lo punya dia seutuhnya," jelasnya.
Sekarang Dirga yang terdiam, dia menanggung kedua alisnya setelah mendengar kalimat Sakura. Dirinya mencoba untuk memahaminya dengan baik. Entahlah, penuturan itu membuat semua terdengar masuk akal. Kalau benar begitu, pasti akan ada korban lain setelah Ryan. Iya, selanjutnya adalah Sakura.