
Usai membaca surat yang dia temukan bersama dengan beberapa foto Sakura, laki-laki itu langsung mengernyitkan dahinya, kedua telapak tangan yang terkapal kuat di sisi tubuh. Pasalnya, tanpa pertanda apapun, secara tiba-tiba dirinya telah mendapat serangan semacam ini. Kedua matanya berubah menjadi lebih tajam, Dirga bergegas keluar dari rumah tersebut dan menuju mobilnya. Di sebelah laki-laki itu juga terdapat Hanna yang tidak tahu harus berbuat apa karena hantu perempuan itu merasa berusaha tidak bisa memberitahu Dirga lebih awal.
"Makasih, karena udah jatuhin kertas sama foto tadi, Han," ucap Dirga.
Tidak tahu kenapa setelah dia tahu mengatakannya, Hanna semakin dibuat kebingungan karena laki-laki itu berterima kasih padanya. Dan yang pasti laki-laki itu juga menyadari keberadaannya saat ini. Dia tersenyum, lantas menganggukkan kepalanya beberapa kali—tidak peduli jika Dirga tidak bisa melihatnya.
Dibalik roda setirnya, kerutan di dahi laki-laki itu sama sekali tidak pudar. Dia masih berpikir keras dan mencari tahu lokasi keberadaan Sakura dan Ryan saat ini. Namun pikirannya juga sempat terarah pada kejadian saat berada di dealer. Iya, pasti itu merupakan tanda jika akan adanya hal ini. Dirga sampai mengerang, is kesal karena tidak memperhatikan Sakura.
Akan tetapi, dibandingkan Dirga, Hanna justru lebih kebingungan. Pasalnya, tepat hari di mana dia berhasil mendapatkan informasi ini dengan mendengarkannya langsung dari mulut Ryan dan Riana, hantu perempuan itu memutuskan untuk bergegas kembali menuju rumah Sakura. Iya, emang awalnya dia tempat berpikir untuk tidak memberitahukan pada wanita itu. Namun, hantu perempuan itu takut jika Dirga akan kembali marah padanya.
Alasan utama dia memberitahu Sakura tentang informasi yang dia dapat, supaya Sakura bisa langsung memberitahu pada Dirga. Namun, Hanna sama sekali tidak menyangka jika Dirga sama sekali tidak mengetahuinya dan detik ini. Sebab itu juga, Hanna sama sekali tidak melihat adanya tindakan pengawasan yang ketat dari Dirga untuk Sakura. Dan kejadian ini sungguh di luar dugaan mereka.
...****************...
Dua hari lalu
__ADS_1
Baru saja wanita itu mengunci pintu rumahnya, dia akan pergi menuju ke tempat kerjanya. Akan tetapi, ketika tubuhnya hendak berjalan keluar dari pelataran rumah, ada dua orang laki-laki yang langsung menutupi hidung dan mulutnya menggunakan sapu tangan sebelum akhirnya dia dibawa pergi dari sana. Dia sudah tidak ingat kejadian setelahnya.
Ketika pada akhirnya Sakura tersadar, wanita itu telah berada di sebuah kamar. Entahlah, Sakura juga tidak mengetahui rumah siapa yang sebenarnya sedang dia tempati saat ini. Namun, dia yakin seutuhnya jika Ryan telah menjalankan rencananya. Sakura tak menyangka jika hal ini terjadi lebih cepat dari dugaannya. Padahal dia belum memberitahu Dirga tentang informasi yang sudah diberikan oleh Hanna.
Ini adalah perasaan yang sama untuk kedua kalinya yang dia rasakan setelah kejadian pertama ketika diculik oleh teman masa kuliah Dirga. Sakura tak akan berbohong jika dirinya merasa begitu takut berada di ruangan ini sendirian. Akan tetapi, setidaknya dia juga sudah tahu siapa pelakunya.
Tangan dan kakinya terikat kuat oleh tali, yang mana membuat wanita itu kesulitan untuk bergerak. Iya, bahkan dia sama sekali tidak menemukan celah pada ikatan tersebut. Tatapannya terua terarah pada pintu yang masih tertutup rapat, dan secara tiba-tiba terbuka menampilkan sosok pria dengan senyuman miringnya. Dia adalah Ryan yang merasa tidak bersalah membawa Sakura ke tempat ini.
"Ini lebih baik, 'kan? Dibandingkan yang dulu," kata Ryan.
Laki-laki itu kenapa bicarakan perihal tempat yang dipilih untuk sakura menyekap Sakura. Tentu saja dia mengatakan hal itu demi membuat wanita itu terkesan. Sayangnya, caranya sama sekali tidak berhasil untuk membuat Sakura terkesan dengan tempat yang dia pilih untuk mereka berdua.
Sakura sama sekali tidak pernah untuk menimpali kalimat dari laki-laki yang ada di hadapannya itu. Karena setiap kata yang terucap dari mulut Ryan, adalah sebuah jebakan.
"Ah, kita tunggu sampai pahlawan dateng," kata Ryan. Dia mendekat ke arah Sakura, menyentuh dagu wanita itu seraya berkata. "Tapi, nggak hari ini," balasnya.
__ADS_1
...****************...
"Lo beneran nggak tahu di mana lokasinya?" tanya Dirga yang mencoba untuk mengobrol pada Hanna.
Sayangnya, Dirga sama sekali tidak mendapat respon apapun dari hantu perempuan itu. Iya, ia tahu jika tidak adanya respon dari Hanna, itu berarti hantu perempuan itu benar-benar tidak tahu. Dirga iya bener kehabisan akalnya untuk mencari tahu di mana lokasi yang menjadi tempat keberadaan Sakura dan juga Ryan. Maniknya terus bergerak mencari sesuatu di dalam mobilnya.
Laki-laki itu sempat berhenti di pinggir jalan saat mengambil ponselnya yang berada di sebelahnya. Pribadi itu mencoba untuk melacak keberadaan ponsel Sakura. Jika berhasil, Dirga akan lebih mudah untuk menemui keberadaan wanita itu. Sialnya, ponsel sakura juga tidak bisa dilacak. Dirga semakin frustasi untuk menemukan keberadaan mereka berdua. Tidak! Hanya Sakura yang sangat dia khawatirkan.
"Emang Ryan sialan! Kemana lagi gue harus nyari?!" kesalnya yang sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi.
Dari kejadian pagi tadi hingga detik ini, rasa frustasinya belum terlepas. Bahkan, saat ini jauh lebih parah daripada tadi pagi. Sampai-sampai dia sulit untuk memutar otaknya mana bukan keberadaan mereka.
Melihat Dirga yang tak tenang seperti ini membuat Hanna tak bisa menahan diri untuk meninggalkan Dirga. Hantu perempuan itu sekarang pergi keluar dari mobil Dirga dan meninggalkan laki-laki itu sendirian. Hanna tidak bisa tinggal diam melihat Dirga yang kebingungan dengan amarah dan beban pikirannya. Hanna hanya bergerak guna mencari dimana dia bisa menemukan Ryan.
Arwah tersebut berubah menjadi sosok yang kembali ke jam dipenuhi dengan amarah dendam yang terpendam selama bertahun-tahun. Hantu itu bergerak ke seluruh tempat yang selama ini mereka datangi bersama demi mencari jejak Ryan. Bahkan, Hanna juga mendatangi lokasi yang menjadi tempat penculikan Sakura pertama kali. Namun, walau dirinya memiliki kekuatan yang bisa mempermudahnya mencari keberadaan Sakura dan Ryan, bukan berarti Hanna dapat mencari mereka dengan mudah. Karena setelah beberapa tempat dikunjungi, Hanna tidak melihat tandanya tanda-tanda keberadaan mereka berdua.
__ADS_1
Tujuan Hanna selanjutnya adalah rumah Riana. Hanya gadis itu yang bisa menjadi petunjuk untuk menemukan Sakura dan Ryan. Tanpa ragu Hanna bergegas menuju ke sana. Hantu perempuan itu perlahan semakin murka, karena situasi mereka semakin dipermainkan. Entah kesintingan apa yang akan dilakukan oleh arwah perempuan itu.
"Aku ngelakuin semua ini demi Dirga dan dendam ku yang sebentar lagi bakal terbalaskan!!" ucapnya dengan tegas.