
Tak ada lagi pegawai bernama Ryan ataupun seseorang yang memiliki hubungan saudara dengan Dirga di tempat ini. Bahkan, atmosfer di dalam dealer ini juga terasa berbeda. Para pegawai lainnya juga telah mengetahui air panas yang terjadi diantara Dirga dan Ryan. Bahkan, masalah yang sedang Dirga lakukan telah terdengar oleh para pegawai tersebut. Namun, tak ada yang bisa mereka lakukan selain menutup mulut. Mereka masih membutuhkan pekerjaan untuk kelangsungan hidup.
Dirga yang baru datang itu berjalan lurus tanpa mengalihkan pandangannya ke lain arah. Tatapan laki-laki itu tampak lebih tajam daripada biasanya. Iya, ketika hubungan baik sudah mulai berubah diantara dia dan Ryan, Dirga sama sekali tidak laku untuk menunjukkan perasaannya saat ini. Toh, pada akhirnya sepupunya itu juga menunjukkan sifat aslinya.
Suara gebrakan pintu ruangannya terdengar begitu kuat, menandakan jika Dirga baru saja memasuki ruangannya. Laki-laki itu duduk dengan raut wajah yang sama sekali tidak berubah. Di balik pupilnya itu, terdapat bayangan yang sulit untuk dia lepaskan. Bayangan kejadian masa lalu, atau bayangan dugaannya di masa depan. Pasalnya, mengingat kalimat Ryan yang akan membalasnya, membuat emosinya terkadang ingin meledak. Sampai membuat telapak tangan kanannya terkepal kuat.
"Tiba-tiba dia ilang gitu aja," gumamnya.
Dirga mengambil ponselnya, mencoba untuk memastikan kabar dari orang suruhannya yang tengah mencari tahu keberadaan Ryan. Hanya saja hal itu sama sekali tidak dia dapati setelah beberapa jam menunggu. Aneh sekali, dirinya sama sekali tidak paham dengan cara bekerja orang suruhannya itu. Memang, Dirga sama sekali tidak memberikan paksaan apapun terhadapnya, tetapi dirinya juga mengeluarkan uang supaya mendapatkan informasi yang dia butuhkan melalui orang tersebut.
"Kelamaan kalau gue nunggu kabar dari dia," katanya dengan sedikit kesal lantaran terlalu lama menunggu.
__ADS_1
Laki-laki itu segera bangkit dari tempat duduknya, dia menyambar kunci mobilnya sebelum bergerak keluar. Ya, pada pilihan lain hukumnya memastikan sendiri. Hanya saja, saat beberapa langkah menuju pintu keluar, balapan laki-laki itu terlarang pada banyaknya mobil yang berada di tempat ini. Sekilas dia melihat kunci mobilnya sendiri, pun sepersekian detik berpikir, Dirga memutuskan untuk mengganti mobil.
Dia menggunakan salah satu mobil dari dealernya, lantas laki-laki itu segera melaju menuju rumah Ryan. Entahlah, Dirga tidak tahu apakah kedatangannya nanti akan membuahkan hasil atau tidak. Sebenarnya, ia lebih yakin jika Ryan tidak berada di rumahnya. Hanya saja, arah mobilnya melaju tetap menuju rumah sepupunya itu.
Sampai akhirnya mobil tersebut berada di jarak beberapa meter dari pelataran rumah Ryan. Dirga memantau dari kejauhan, namun rumah tersebut sama sekali tidak menampilkan adanya tanda-tanda pergerakan dari Ryan. Kemana sebenarnya laki-laki itu? Pun dia mencoba kembali untuk berpikir keras, menginap dengan perlahan semua tempat yang memiliki kaitannya dengan Ryan.
Akan tetapi, ketika dia melihat ponselnya yang mati, itu justru terdiam ketika kepalanya teringat akan sesuatu. Kontan kedua alisnya terangkat persamaan setelah mendapatkan satu tempat yang menurutnya menjadi tempat keberadaan Ryan. Tanpa ragu Dirga langsung melajukan mobilnya menuju lokasi tersebut. Iya, Dirga ingat dengan lokasi terakhir yang didatangi oleh Sakura dan juga Riana. Firasatnya mengatakan jika dia tidak akan gagal kali ini.
...****************...
Itu adalah kalimat yang terucap dari mulut orang suruhan Dirga. Seseorang yang lagi berbadan besar tersebut tengah berhadapan dengan laki-laki lainnya yang saat ini menjadi bos-nya.
__ADS_1
Dirga telah dikhianati oleh orang suruhannya sendiri yang mana saat ini telah berpihak pada Ryan tanpa sepengetahuan dirinya. Ryan telah berhasil merebut orang suruhan Dirga supaya memberikan seluruh informasi yang Dirga butuhkan. Dan saat ini, laki-laki tersebut sedang memasang senyuman miringnya. Kepalanya menggeleng beberapa kali, mendengus kasar selamat ulang tahun cinta Dirga sedang mencari dirinya yang secara tiba-tiba menghilang setelah pertemuan terakhir mereka.
"Apa dia juga tau, kalau gue sering ke penjara?" tanya Ryan.
"Iya. Dia juga minta informasi tentang siapa orang yang didatangi Mas Ryan," jawab orang tersebut.
Sudah Ryan bilang, bukan? Bahwa dia akan membalas Dirga dengan cara yang lebih sadis, hingga semuanya itu tidak perlu ikut campur dalam urusannya. Lagipula, bagi Ryan sendiri, arwah perempuan yang selalu mengikutinya itu tak akan pernah bisa mengganggunya.
"Bilang aja ke Dirga, kalau hari ini gue dateng ke penjara," tutur Ryan pada orang suruhan Dirga itu.
Tepat setelah kalimat tersebut diucapkan, orang info pergi meninggalkan tempat ini guna menberikan informasi palsu pada Dirga. Hanya saja, kebodohannya tak bisa melawan Dirga dengan mudah ketika mobil yang dikendarai Dirga telah berada di dekat sana.
__ADS_1
Dirga yang berada di dalam mobil itu hanya bisa meremat ponselnya dengan kuat ketika orang suruhannya itu menipu dirinya.
"Sial, mereka berdua sekongkol!"