Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan

Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan
Berkencan (2)


__ADS_3

"Mau kemana lagi?" tanya Dirga.


Berpindah ke lokasi lain, Dirga dan Hanna ini menuju ke sebuah bioskop yang menjadi permintaan arwah perempuan itu. Dirga sekilas melihat ke arah jam tangannya, memeriksa waktu yang dia inginkan berjalan lebih cepat. Namun, hal itu sangat mustahil, lantaran baru dua jam dia bersama dengan Hanna sejak keluar dari rumah Dirga. Masih ada banyak waktu yang belum mereka habiskan.


Laki-laki itu dengan sengaja melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Pasalnya, dengan cara ini mereka hanya akan lebih banyak menghabiskan waktu di perjalanan. Bukan karena tak nyaman, hanya saja Dirga masih belum bisa mah biasakan dirinya berkencan dengan arwah. Apalagi mereka akan menghabiskan waktu yang sangat lama.


Sampai akhirnya laki-laki itu nantikan mobilnya pada salah satu pusat perbelanjaan, yang mana tujuan mereka hanya pada bioskop. Tontonan yang akan mereka tonton juga pilihan Hanna, yang mana memilih untuk menonton film romantis. Wah, bahkan Dirga saja belum pernah melakukannya dengan Sakura, namun arwah perempuan itu sudah mengajaknya lebih dulu, menggantikan tempat Sakura yang seharusnya berada di tempat pertama.


Lantas Dirga dan juga Hanna telah memasuki studio bioskop tersebut. Ya, lagi-lagi hanya Dirga yang membeli tiket untuk menonton film tersebut. Mereka duduk bersebelahan seraya menunggu film tersebut mulai.


"Kalau gue ngomong keras pun nggak akan ada yang denger, kan?" katanya yang terlihat begitu bersemangat.


Dirga hanya sekilas melihat raut wajah yang terpasang pada hantu itu. Dia sedikit mendengus ketika menyaksikan senyumannya secara jelas pada wajah hantu perempuan itu. Sepertinya, memang belum ada hantu yang sebahagia Hanna. Mungkin, hal ini menjadi salah satu keinginan yang belum pernah diwujudkan olehnya semasa hidup. Dirga menyadari, kalau dia melakukan kembali hal yang baik untuk hantu.

__ADS_1


Masih menunggu film benar-benar dimulai, studio ini semakin ramai. Dan yang mengejutkan, ada orang yang memiliki tiket pada kursi yang saat ini diduduki oleh Hanna. Dirga menyaksikannya langsung, saat orang tersebut tanpa merasa bersalah duduk di sebelahnya—menindih Hanna yang tidak terlihat. Karena tak nyaman untuk Hanna, hantu perempuan itu langsung berdiri dengan wajah kesalnya. Sekarang, bagaimana dia ingin menikmati filmnya?


"Kalau gitu, biar gue duduk di sini," kata Hanna yang akhirnya duduk pada lengan kursi. "Tapi, kalau dia ambil minumannya, jatuhnya jadi pelecehan seksual atau nggak, ya?" tanya Hanna.


Mendengar kalimat itu membuat Dirga tertawa, sampai-sampai dia lupa jika sedang berada di tempat umum. Dua orang di sebelahnya menoleh dengan tatapan yang bingung, membuat Dirga merasa malu sendiri. Dirga sampai memberikan isyarat pada Hanna untuk tidak berbicara, dan hantu perempuan itu hanya tertawa lepas melihat wajah malu Dirga.


"Iya, maaf," kata Hanna.


Hanna menikmati kencan mereka di sini, tak peduli jika dirinya berada di lengan kursi begini. Toh, yang terpenting kencan mereka berdua tetap berjalan. Walaupun, seharusnya bisa romantis dari yang saat ini dia lakukan. Memang, dia tak memikirkan hal ini saat mengatakan tempat kencan berikutnya.


Dalam setengah filmnya, secara tiba-tiba Hanna berlari keluar studio ini. Dirga hanya bisa menekuk alisnya, di belakang Hanna terdapat seorang wanita tua yang mengejarnya. Ada apa ini? Apa wanita tua itu mengejar Hanna? Tapi, kenapa?


"Nggak tau, lah!!" kata Dirga yang langsung berlari keluar dari studio tersebut, mengejar Hanna yang entah kemana perginya. "Itu hantu aneh-aneh aja, sih?!" kesalnya yang menoleh ke segala arah guna mencari keberadaan Hanna.

__ADS_1


Berlari ke segala arah sama sekali tak membuatnya mendapatkan sosok itu ataupun wanita tua yang mengejarnya. Dirga merogoh ponselnya guna menghubungi Sakura, memberitahu wanita itu dengan hal yang terjadi saat ini.


"Sakura, Hanna ilang, dikejar wanita tua," kata Dirga.


"Hanna siapa?" tanya Sakura dari balik panggilan.


"Hantu itu,"


"Kok bisa? Siapa yang ngejar dia?!"


Dengan tungkai yang masih berlari dan panggilan yang masih tersambung Sakura, nafas Dirga terengah-engah, tak berhasil menemukan sosok itu. "Gue nggak tau siapa yang ngejar, tapi waktu di lagi di bioskop, tiba-tiba dia kabur dikejar," jelas Dirga.


Mendengar penjelasan Dirga juga membuat Sakura kebingungan. Dia tak berada di tempat yang sama dengan Dirga dan juga Hanna, membuatnya tak tahu harus melakukan apa dari kejauhan. Dia hanya meminta Dirga untuk terus mencarinya, seraya Sakura mencari cara untuk membantu Dirga dari rumahnya.

__ADS_1


"Dirga, cari Hanna lagi. Nanti kalau ada cara, gue hubungin lagi," kata Sakura yang langsung memutuskan panggilan keduanya, dan Dirga kembali mencari Hanna.


__ADS_2