
Tak ada tanda kebahagiaan dalam setiap wajah orang yang ada di ruang tamu ini. Usai kejadian kemarin, membuat mereka harus berkumpul di rumah Sakura guna membicarakan cara untuk menangkap Hanna. Akan tetapi, di sana hanya ada tiga wanita, yang mana mereka masih harus menunggu kedatangan Dirga. Iya, laki-laki tidak datang tepat waktu ke rumah Sakura.
Keterlambatan Dirga itu membuat Rihanna kembali memikirkan apa yang dikatakan oleh sepupunya. Gadis itu justru khawatir jika sepupunya itu bukanlah datang terlambat, untuk tidak datang. Pasalnya, pasti masih berpikiran jika dia tidak ingin membuat orang-orang di sekitarnya celaka. Padahal, orang-orang di sekitarnya itu justru ingin membantunya untuk melepaskan hantu tersebut supaya tak ada lagi orang yang celaka walaupun bersama dengan Dirga.
"Kok lama banget, ya?" tanya Sakura setelah dia melihat waktu saat ini. Bahkan, pandangannya juga terarah ke luar rumah, barangkali mobil Dirga sudah hampir tiba.
Riana sudah menonton Sakura yang tampak khawatir menunggu kedatangan Dirga. Entahlah, dia tidak yakin apakah harus mengatakan hal ini pada Sakura atau tidak. Karena apa yang dikatakan Dirga, sama sekali tidak diketahui oleh Sakura. Riana keluar dari rumah Sakura, dia mencoba untuk menghubungi sepupunya lagi, lantaran laki-laki itu harus segera datang ke sini—di rumah Sakura sudah terdapat dukun yang akan membantu mereka.
Dengan wajahnya yang sedikit kesal, gadis itu langsung menghubungi Dirga. Dia tidak peduli dengan celotehan Dirga nantinya, yang dia inginkan saat ini adalah kedatangan laki-laki itu. Pun hanya menunggu beberapa saat sampai akhirnya panggilan yang terjawab.
"Dirga, lo cepat datang ke sini! Gue nggak mau tau, pokoknya nggak ada alasan lagi lo pengen bikin orang-orang sekitar lo itu aman. Kalau lo pengen Sakura aman, datang ke rumah Sakura sekarang juga!" kata Riana yang tidak bisa menahan diri.
"Tapi, emang lebih aman kalau Sakura menjauh dari gue. Nyatanya, akhir-akhir ini dia ke aman-aman aja kan karena nggak ketemu gue," balas Dirga.
Walaupun tidak dilihat Dirga, Riana sampai menggelengan kepalanya lantaran tidak menyangka dengan apa yang ada di pikiran Dirga saat ini. Pasalnya, pemikiran laki-laki itu terlalu dangkal, yang mana membuat laki-laki itu terlihat seperti pecundang. Sampai-sampai Riana mengeluarkan emosinya dan memberikan penekanan terhadap laki-laki disebut. Dengan cara itu, akhirnya dia nggak mau datang ke rumah Sakura.
Panggilan keduanya terputus, Riana menatap layar ponselnya dengan sisa amarah yang sudah dia keluarkan untuk sepupunya itu. Akan tetapi, ketika dia melihat Sakura yang datang menghampirinya. Sepertinya, wanita itu mendengarkan obrolannya bersama dengan Dirga. Ya, Riana tidak bisa mengelak, karena memang hal itu yang terjadi serta alasan utama Dirga tidak datang.
"Apa alasannya dia nggak mau dateng?" tanya Sakura.
__ADS_1
"Ya nggak mau lanjutin masalah ini. Katanya, lebih baik kalau menjauh dari dia supaya kita semua aman," jelasnya dengan sedikit keraguan.
Tepat setelah penjelasannya itu, Sakura sama sekali tidak memberikan respon apapun, yang mana membuat Riana merasa bersalah karena harus menjelaskan alasan Dirga yang sebenarnya. Apalagi raut wajah Sakura semakin membuat dirinya merasa tidak tega. Ya, diam-diam Riana mengutuk Dirga yang tidak mau menyelesaikan masalah ini jika tidak dia paksa. Dirga benar-benar keterlaluan, padahal mereka sudah jalan sejauh ini untuk menyelesaikan masalah yang berlarut-larut.
Usai mendengar penjelasan Riana, sakura jujur membawa langkahnya masuk kembali ke dalam rumahnya. Wanita itu duduk di ruang tamu bersama dengan dukun yang juga sudah menunggu cukup lama. Dirinya tetap akan melanjutkan masalah ini, walaupun Dirga tidak ingin menyelesaikannya. Sulit untuk mendapatkan dukun itu dan menghilangkan dana dari dunia ini.
"Jadi, gimana? Masih mau dilanjutkan atau tidak?" tanya dukun tersebut.
Tentu saja Sakura menganggukkan kepalanya, sekalipun tanpa Dirga, masalah ini harus segera diselesaikan. Begitu juga dengan Riana yang masuk ke dalam rumah dengan tatapan yang cukup lesu.
"Roh jahat itu namanya Hanna. Dari semua orang, yang paling dibenci dia adalah Ryan, kakaknya Riana. Tapi, Karena dendamnya dia udah terbalaskan dan membuat Ryan meninggal, orang yang setelahnya menjadi incarannya adalah saya," jelas Sakura.
Sakura menarik nafasnya cukup panjang, wanita itu hendak menjawab pertanyaan, akan tetapi perhatiannya teralihkan setelah dia melihat mobil Dirga yang masuk ke pelataran rumahnya. Bukan hanya dirinya, tetapi Riana dan juga dukun itu langsung melihat ke sumber suara. Hanya Riana yang akhirnya memasang senyuman semua karena melihat sepupunya datang ke rumah ini. Namun, tidak dengan Sakura. Wanita itu hanya memasang raut wajahnya yang datar.
"Maaf, gue terlambat," kata Dirga.
Laki-laki itu langsung menempatkan dirinya tepat di sebelah Riana. Dia menatap secara bergantian ketiga wanita yang berada di ruangan ini. Tatapan mereka masih menatap keluar rumah, mungkin terdapat sesuatu di sana yang tidak bisa Dirga lihat.
Iya, karena pada kenyataannya, ketiga wanita itu sedang melihat Hanna yang hanya bisa berdiri di depan rumah Sakura. Hal ini, menarik perhatian dukun yang akan membantu mereka. Menanyakan alasan roh jahat itu tidak bisa masuk ke dalam rumah ini.
__ADS_1
"Saya memasang pelindung untuk seluruh sudut rumah dan halaman," jelasnya.
Dukun tersebut menganggukkan kepalanya, lantas obrolan mereka kembali pada topik semula. Pun membiarkan Sakura kembali melanjutkan kalimatnya yang tadi sempat berhenti.
"Kemarahan Hanna terhadap saya bukan karena saya melakukan suatu kesalahan. Tetapi, karena dia menyukai Dirga selama bertahun-tahun. Namun, dia tidak nyaman dengan keberadaan saya," tutur Sakura.
"Karena Dirga menyukai kamu?" tanya dukun tersebut dan langsung dianggukki oleh Sakura.
Dukun itu menarik nafasnya cukup panjang, dia melipat kedua tangannya di depan dada. Wanita tua itu sedang berpikir keras dan mencari solusi untuk masalah tersebut. Terlihat jelas guratan kebingungan, lantaran wanita tua itu belum pernah mendapatkan kasus yang seperti ini. Bahkan, tersebut juga mrnatap Dirga dan Sakura secara bergantian.
"Rasa benci roh itu nggak main-main," tutur dukun tersebut.
Tiga presensi lainnya yang berada di ruangan tersebut tidak bisa membuka mulutnya. Karena mereka memang sudah merasakan kemarahan Hanna. Apalagi Hanna adalah roh jahat yang sudah berada di dunia ini selama bertahun-tahun. Mereka semua tidak ada yang tahu ada berapa banyak korban tanpa pengetahuan mereka.
Akan tetapi, mereka semua belum menemukan solusi apapun, secara tiba-tiba Sakura mengangkat wajahnya dan menatap dukun itu dengan tatapan yang dalam. Membuat semua orang juga menatap ke arahnya.
"Karena Hanna paling membenci saya. Itu berarti saya harus hadapi dia langsung," katanya.
"Nggak! Jangan macem-macem! Kalau lo kenapa-kenapa, gimana?!" Dirga menolak ide Sakura itu.
__ADS_1
"Biarin gue ambil keputusan sendiri,"