Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan

Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan
Tanpa Ragu


__ADS_3

Sudah lebih dari seminggu lamanya Dirga tak pernah bertemu dengan Sakura. Ini adalah bagian dari rencana mereka berdua untuk membuat Hanna melemah. Hantu perempuan itu akan berpikir jika Sakura benar-benar akan menjauh, dan dia bebas bisa bersama Dirga. Padahal, tanpa sepengetahuannya, Sakura sering mengawasi hantu tersebut seraya menunggu kabar dari Dirga.


Yang dia pikir hanya akan memakan waktu beberapa hari, ternyata hingga saat ini Dirga belum berhasil menemukan dukun itu lagi. Keduanya juga tidak memiliki informasi apapun tentang dukun tersebut, kecuali Hanna. Dan mustahil untuk bertanya pada arwah itu, Hanna juga tak akan memberitahunya dengan mudah. Hal ini membuat Sakura cukup geregetan, karena terlalu banyak memakan waktu.


"Tapi, bukannya lo yang minta buat dia balik kayak dulu lagi? Jelas dia bakal ngejauhin semua perempuan. Sedangkan dukun itu juga perempuan," kata Riana yang sedang bersama dengannya.


Sakura menepuk dahinya sendiri, pasalnya dia tidak memikirkan itu sejak awal. Dia menoleh ke Riana, seakan berterimakasih pada gadis itu karena sudah menyadarkannya. Sakura tidak jadi menyalahkan Dirga. Untung saja Sakura tidak nekat untuk mengirim pesan pada Dirga. Wanita itu tak bisa menunggu kabar dari Dirga lebih lama lagi, dia bergerak bersama Riana guna mencari tahu. Iya, dia juga mengetahui, jika tak ada informasi apapun yang bisa dia dapatkan tentang dukun tersebut.


"Kita mau cari kemana?" tanya Riana.


Hanya dengan gerakan tangannya, Sakura mengajak Riana untuk ikut bersamanya. Menggunakan mobil Riana, mereka berdua mendatangi lokasi dimana tempat yang membuat Hanna tertangkap oleh dukun perempuan itu. Walau tidak yakin, Sakura dan Riana mencoba untuk memasukinya. Kedua wanita itu akan berkeliling, sampai-sampai membuat Riana penasaran dengan ide Sakura ini.


"Kenapa cari ke sini, sih? Emang lo yakin dukun itu bakalan belanja ke sini?" tanya Sakura.


"Gimana gue jawab pertanyaan lo?" Sakura sempat terhenti usai mendengar pertanyaan Riana. Lantas dia langsung menjawab alasan mereka berdua mendatangi lokasi ini. "Sebenarnya, karena gue penasaran apa ada arwah lainnya yang bakal kejar-kejaran di tempat ini. Sama kayak Hanna sama dukun itu," tutur Sakura.


"Anggaplah ada dukun yang lagi ngejar roh jahat lainnya, tapi kalau beda dukun, gimana?" tanya Riana.

__ADS_1


"Gue bakal coba tanya sama dukun itu," jawab Sakura.


Selama melangkah, Sakura mencoba untuk mengingat lokasi yang saat itu menjadi tempat kencan Dirga dan Hanna. Dia menjentikkan jarinya ketika ingat obrolannya dengan Dirga di telepon saat itu. Dengan segera Sakura melangkah menuju bioskop. Tidak, dia tidak akan membeli tiket di sana, hanya sekedar berkeliling untuk melihat keadaan di sana. Pun Riana juga mengikuti kemana Sakura pergi.


Namun, ini tak semudah yang dia bayangkan, ketika dia melihat ada banyak orang di bioskop ini. Apa ada film baru yang sedang mereka nantikan? Sungguh, keramaian di tempat ini membuat Sakura kewalahan, lantaran dirinya sempat tidak sengaja menabrak orang yang berdiri di sana. Akan tetapi, Riana dengan segera menarik Sakura untuk keluar dari bioskop itu. Dia menjauhkan Sakura dari bahaya yang mungkin terjadi karena berdesakkan dengan orang lain.


"Jangan maksain diri ke dalem sana," kata Riana.


Sakura hanya menghela nafasnya, lantaran perkataan Riana ada benarnya. Wanita itu meletakkan kedua tangannya di pinggang, walau terdiam tapi kedua matanya bergerak ke segala arah. Barangkali dia mendapati hal yang dia ingin lihat saat ini. Dan benar saja, tidak lama setelahnya, dia melihat seorang wanita yang sedang berlarian mengejar roh di sana. Tanpa membicarakannya dengan Riana, Sakura justru berlari guna mengejar wanita itu.


"Sakura emang keterlaluan," kesal Riana yang pada akhirnya dia mengikuti Sakura.


Sakura tidak bisa langsung menghentikan wanita itu, lantaran dia khawatir jika kedatangan yang tiba-tiba justru malah mengganggu dukun itu gagal menangkap roh. Setidaknya, Sakura bisa membiarkan dukun tersebut mendapati tujuannya. Hanya saja, orang yang sedang dikejar justru lebih cepat daripada kecepatan dari dukun itu. Singkatnya, dukun tersebut gagal mendapati roh yang dikejarnya.


"Ayo, kita samperin dia," kata Sakura yang berada di jarak beberapa meter dari dukun itu.


Pun Riana hanya menurut ketika Sakura mengajaknya untuk bertemu dengan dukun itu. Sebenarnya, gadis itu sedikit gugup karena dia tidak pernah berhubungan dengan dukun manapun—tidak peduli seberapa lama dia bisa melihat hantu. Dirinya hanya berada di belakang tubuh Sakura, menjadikan wanita di depannya itu sebagai tamengnya.

__ADS_1


"Permisi, bu," ucap Sakura ketika mereka berdua berhenti melangkah.


Keduanya juga melihat bagaimana raut wajah yang terpasang oleh wanita tua itu. Tentu saja kedatangannya mereka secara tiba-tiba ini mengejutkan wanita tersebut. Akan tetapi, Sakura tidak ingin mundur dengan cepat, dia harus segera menemukan dukun yang dia cari itu. Dirinya sendiri juga tidak tahu, apakah wanita yang ada di hadapannya itu adalah dukun yang memang sedang dicarinya.


"Maaf kalau saya mengganggu, tapi tadi saya sempat melihat ibu mengejar roh. Dan itu membuat saya ingin bertanya," kata Sakura tanpa basa-basi.


Kedua alis wanita tersebut sempat menekuk bersama, dirinya menatap Sakura dan Riana secara bersamaan dan keseluruhan. Wajar memang jika dukun itu mencurigai Sakura dan Riana. Tetapi, ketika secara tidak langsung Sakura mengatakan jika dirinya bisa melihat roh tadi, wanita tua itu hanya menganggukkan kepalanya dan memperbolehkan mereka bertanya-tanya.


Kedua perempuan itu bisa tersenyum lega, karena akhirnya mereka bisa bertanya tentang apa yang ingin dia cari tahu. Lantas ketiganya mencari tempat duduk yang nyaman dan bisa digunakan untuk berbicara dengan bebas—Sakura tak mau ada orang lain yang mendengar percakapan di antara mereka bertiga.


"Nama saya Sakura, dan dia Riana. Kami berdua datang ke sini karena ingin bertemu dengan seorang wanita yang beberapa waktu lalu sempat mengejar roh jahat," jelas Sakura, wanita itu menarik nafasnya panjang sebelum kembali melanjutkan kalimatnya. "Tapi, kami berdua nggak tau siapa wanita itu, karena cuma teman kami yang melihat. Dan karena kami berdua juga melihat langsung ibu sedang mengejar roh, jadi saya pikir saya bisa bertanya dengan ibu untuk mencari wanita itu," imbuhnya.


Tidak langsung menjawab, wanita tua itu justru sedang mengamati Sakura begitu lekat. Pun Sakura sendiri juga mendadak takut dengan tatapan itu, karena belum pernah ada orang yang menatapnya sedalam ini. Sampai dia kesulitan untuk menelan ludahnya sendiri.


"Cuma sayang satu-satunya orang yang ngejar roh jahat mall ini," kata wanita itu.


Kontan Sakura dan Riana menutup mulutnya yang terbuka. Itu tandanya mereka berdua langsung menemukan seseorang yang sedang mereka cari. Beberapa detik saling bertukar pandang, kedua wanita itu tersenyum senang. Pun ketika Sakura ingin kembali bertanya, secara tiba-tiba wanita tersebut membuka suaranya.

__ADS_1


"Kamu harus hati-hati," kata wanita tua itu pada Sakura.


__ADS_2