Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan

Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan
Hasil Kencan


__ADS_3

Ini sama sekali tidak menguntungkan untuknya, yang mana malah membuat Dirga berlarian guna mencari sosok arwah perempuan itu yang hingga saat ini tidak dia temukan sama sekali di pusat perbelanjaan ini. Dirga benar-benar kewalahan hanya untuk mencari Hanna. Dia adalah hantu, Dirga tidak bisa menghubungi hantu itu menemukan keberadaannya. Pun Dirga menghela nafas pasrah serta lelah mengelilingi setiap sudut pusat perbelanjaan ini. Namun, tetap saja dia sama sekali tidak menemukan sosok itu.


Dirga duduk pada tempat pada salah satu kursi di sana, maniknya masih memindai tempat tersebut—berharap dia menemukan sosok Hanna ataupun wanita tua yang mengejarnya. Wanita tua itu pasti tidak akan berlari secepat yang dia pikir—seharusnya begitu, namun kenyataannya berbanding terbalik.


"Apa ada hubungannya antara Hanna sama wanita tua itu? Kenapa Hanna lebih kelihatan takut?"


Itu adalah pertanyaan yang ia saat ini bercokol di kepala laki-laki itu. Ya sampai menggaruk kepalanya yang mendadak terasa gatal di tengah-tengah kebingungannya. Namun, saat kepalanya menoleh ke sebelah kiri, dengan jelas laki-laki itu melihat sosok wanita tua yang berjalan menuju eskalator. Tanpa pikir panjang, Dirga sekarang lagi cari tempat duduknya dan bergegas mengejar wanita tua itu. Belum tentu nanti dia kembali bertemu dengan wanita tersebut.


Sampai beberapa meter sebelum laki-laki itu tiba di bawah eskalator, Dirga melihat dengan jelas ketika wanita tua itu berhasil menangkap Hanna. Entahlah, pribadi itu masih belum tahu tujuan dari penangkapan arwah perempuan yang selama ini selalu bersamanya. Dia membawa langkahnya mendekat dengan hati-hati.


"Permisi," katanya dengan suara lembut dan hati-hati. "Maaf, kalau saya mengganggu. Tapi, dia datang ke sini bersama saya," kata Dirga.

__ADS_1


Laki-laki itu memilih kata-katanya supaya tidak membuat kesalahpahaman. Bahkan, Dirga juga menjaga sikapnya. Pasalnya, dia dan wanita tua itu belum pernah bertemu sama sekali, namun Hanna mengenal lebih dulu dibandingkan dirinya.


"Saya tau, tapi perempuan ini roh jahat!" kata wanita itu dengan mempertegas kalimatnya.


Dirga menelan ludahnya sedikit kesulitan sebelum akhirnya tersenyum lembut guna meyakinkan pada wanita tua itu untuk melepaskan Hanna. Dirga memang sudah tahu sejak awal, namun karena ada hal yang harus mereka selesaikan, Dirga bisa menerima kehadiran sosok itu. Akan tetapi, dirinya sedikit terkejut ketika wanita tua tersebut juga mengetahui masalah yang sedang mereka hadapi. Pun Dirga melihat ke arah Hanna yang meminta penjelasannya, dan arwah perempuan itu hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Tapi, dia akan melakukan balasannya dengan cara yang kejam. Karena itu dia harus diikat," kata wanita tua itu lagi.


"Membunuhnya, dan menjadikan kalian sebagai perantaranya," jawab wanita tua itu.


Dirga sampai tidak bisa bersuara lagi setelah mendengar jawaban dari wanita tua tersebut. Laki-laki itu mengerjap beberapa kali, mencoba untuk menelaah ulang kalimat itu. Entahlah, Dirga tidak tahu, apakah Sakura aku sudah mengetahui hal ini atau belum, lantaran hanya wanita itu yang selama ini berkomunikasi langsung dengan Hanna. Kedua alisnya juga tertekuk bersamaan, lantaran tak menyangka dengan pernyataan dari wanita tua itu.

__ADS_1


Namun, Dirga juga tidak bisa melepaskan Hanna begitu saja. Sudah jauh Dirga dan Sakura melangkah untuk mengalahkan Ryan, jika Hanna akan ditangkap, tak ada yang akan membantunya.


"Dirga, aku mohon bantu lepasin aku," kata Hanna yang memohon. "Setelah aku denger ucapanmu selama di museum, aku udah berpikiran untuk berubah," kata Hanna lagi.


Ditengah-tengah kebingungannya, secara tiba-tiba Sakura menghubunginya—seperti yang dia katakan sebelumnya. Dengan pandangan yang masih terarah pada Hanna dan wanita tua itu, Dirga menempelkan ponselnya pada telinga, mendengarkan apa yang ingin dibicarakan oleh Sakura.


"Ini cuma dugaan gue. Kemungkinan, orang yang ngejar Hanna itu dukun yang ngejar roh jahat. Kita juga udah tau, kalau Hanna adalah roh jahat," kata Sakura.


"Terus, gimana menurut lo? Kita lepasin atau pertahanin?" tanya Dirga. Bahkan, dia mengatakannya di depan Hanna dan wanita tua itu.


"Lepasin. Dengan begitu, kita nggak perlu bantu dia balas dendam," jawab Sakura.

__ADS_1


__ADS_2