
Hari ini cukup melelahkan saat pekerjaan dilakukan selama sehari penuh. Sakura tengah berada di depan kompor guna membuat makan malamnya—sejak siang tadi, dia belum mengisi perut. Hari ini, Sakura tak akan memperdulikan berat badannya, yang terpenting perutnya kenyang. Masa bodoh jika malam ini telah lewat tengah malam.
Usai beberapa menit wanita itu disibukkan dengan makan malamnya, makanan tersebut kemeja makan sebelum menyantapnya. Rasanya Sakura tidak sabar untuk mengisi forwardnya setelah seharian bekerja keras. Dengan ponselnya yang berada di tangan kiri, wanita itu menyantap makan malamnya bersamaan mencari hiburan dengan gawainya itu. Akan tetapi, baru beberapa suap dia mendengar adanya suara ketukan pintu, yang mana membuat Sakura menghentikan kegiatan makan malamnya.
Kedua tungkainya langsung berjalan keluar rumahku nak melihat siapa tamu yang malam-malam mengetuk pintu rumahnya. Mengintip dari jendela, wanita itu terkejut ketika melihat mobil Dirga terparkir di depan rumahnya.
"Ngapain dia malem-malem ke sini?" tanyanya penasaran.
Wanita itu membuka pintu dan langsung terkejut ketika melihat perawakan Dirga berdiri dengan wajah lesu. Dan lebih terkejutnya lagi ketika melihat ada beberapa luka di wajahnya. Tanpa ragu, wanita itu membiarkan Dirga masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
"Lo kenapa? Ini muka juga—" kalimat wanita itu terpotong itu saja setelah dia melihat darah dari luka tersebut sudah kering. Tentunya, dia bertanya-tanya dengan apa yang terjadi pada laki-laki itu. "Duduk dulu, biar gue ambilin obat," katanya lagi yang langsung lari ke dalam guna mengambil kotak obat.
Sakura masih berperang dengan pemikirannya sendiri, mencoba untuk menerka apa yang terjadi pada laki-laki itu. Pasalnya, sejauh ini Dirga tak memiliki musuh dengan siapapun, selain orang yang berasal dari masa lalunya. Toh, orang itu juga telah masuk ke dalam penjara. Dia mendesis kecil ketika tidak berhasil menerka apapun.
"Lihat gue," titahnya saat akan membersihkan darah kering tersebut.
Baik Sakura maupun Dirga sama-sama terdiam, tak ada obrolan apapun di antara keduanya. Sakura sendiri juga hanya fokus membersihkan luka tersebut. Padahal, jika dilihat dari lukanya, pasti saat perih ketika kampas berakul itu menempel di kulit. Tapi, Dirga sama sekali tidak menampilkan rasa sakit apapun. Dia benar-benar diam dengan pandangan yang turun.
Sampai selesai Sakura mengobati luka tersebut, pada akhirnya Dirga mengangkat wajahnya dan menatap tepat ke arah kedua bola mata Sakura. Pun beberapa detik setelahnya dia baru membuka suaranya.
__ADS_1
"Gue berantem sama Ryan," kata Dirga. Sakura masih membungkam mulutnya dan membiarkan laki-laki itu melanjutkan kalimatnya. "Gue bilang ke dia tentang masalah ini," katanya lagi.
Sakura masih belum memberikan reaksi apapun. Pasalnya, dia rasa jika kalimat itu bukan lagi sebuah rahasia. Ya, dirinya juga punya pikiran jika Ryan pasti mengetahui masalah tersebut. Namun, Sakura juga ingin tahu kenapa Dirga mengatakan hal tersebut pada sepupunya yang merupakan target mereka berdua.
"Apa yang bikin lo ngomong gitu ke dia?" tanya Sakura.
"Karena dia bawa pergi mobilnya hantu itu," Dirga menjeda kalimatnya, lantas laki-laki itu menarik nafas guna melanjutkan penjelasannya tersebut. "Sejak gue tau kalau mobil itu bermasalah, gue minta sama seluruh karyawan yang ada di tempat kerja gue supaya nggak ada satu orang pun yang nyentuh mobil itu. Bahkan, gue ngomong gitu juga di depan Ryan. Cuman, ternyata dia nggak menghargai gue sebagai atasannya yang masih perintah itu. Dan tadi, dia bawa pergi mobilnya. Ya, walaupun gue juga nggak tau ke mana dia bakalan bawa pergi itu mobil," imbuhnya.
Mendengar penjelasan tersebut, Sakura melakukan kepalanya beberapa kali usai memahami maksud dari perkataan Dirga. Baginya, tindakan Dirga juga tidak salah demi melindungi barang dengan masalah yang belum selesai. Lantas wanita itu menggenggam salah satu tangan Dirga guna menenangkan laki-laki tersebut. Sakura juga meminta pada Dirga supaya tidak memikirkannya terlalu dalam. Hanya saja, secara tiba-tiba Dirga kembali mengeluarkan kalimatnya, yang nama-nama buat sakura hanya bisa terdiam.
__ADS_1
"Ryan bakal balas dendam ke kita. Dia bilang, apakah hancurin kita lebih parah. Dia juga udah tahu kalau dia target kita," tutur Dirga.