
Suara rintihan itu membuat ketiga orang lainnya tak bisa menahan diri mereka lagi. Dirga dan Riana mencari cara untuk bisa membuka pintu tersebut, sedangkan dukun yang bersama dengan mereka tengah memperhatikan keadaan Sakura dari celah kecil di depannya. Mereka tidak bisa membiarkan Sakura terlalu lama bersama dengan Hanna, lantaran terlihat jelas kekuatan hantu tersebut yang sulit untuk Sakura lawan. Apalagi wanita itu tidak menggunakan pelindung apapun.
Diam-diam Dirga pergi meninggalkan kedua wanita tersebut, dia berkeliling ke halaman rumah Hanna. Dirinya berniat mencari banyak kayu untuk memecahkan salah satu kaca, akan tetapi tak ada kayu yang besar dan kuat. Dia sampai memegang pelipisnya, lantaran masih belum menemukan cara. Pun laki-laki itu kembali mengitari halaman rumah Hanna, barangkali dia menemukan sesuatu.
Masih terus bergerak, Dirga sekilas bisa melihat suasana di dalam sana dari jendela. Sakura terlihat semakin tidak berdaya, membuat dirinya semakin panik dan bergegas mencari cara untuk masuk ke sana. Pun tidak lama setelahnya laki-laki itu melihat sebuah pintu yang hanya tertutup oleh papan kayu, serta terdapat sisa garis polisi dari kejadian beberapa waktu yang lalu. Tanpa ragu, Dirga langsung menghancurkan papan kayu tersebut, atas membawa dirinya masuk.
"Sakura!!" teriaknya.
Baik Sakura maupun Hanna, sama-sama menoleh ke sumber suara. Dan hal tersebut sukses membuat Sakura terlepas dari roh jahat itu. Tidak tahu kenapa, setelah dia berhasil masuk ke dalam rumah ini, Dirga justru bisa melihat keberadaan Hanna. Pribadi itu sempat menelan ludahnya sedikit kesusahan, lantaran dia tidak tahu harus bagaimana ketika pandangan roh jahat tersebut terarah padanya.
Membaca situasi Dirga, Sakura berlari dan mendekat ke arah laki-laki itu. Dia meminta Dirga untuk pergi, karena terlalu berbahaya untuk dihadapi laki-laki itu. "Pergi! Mendingan lo buka pintu itu," kata Sakura yang memaksa.
Dirga langsung menuruti apa yang dikatakan oleh Sakura, dia berlari ke arah pintu utama guna membuka pintu tersebut dan membiarkan Riana dan juga dukun itu masuk. Akan tetapi tidak semudah yang dia bayangkan, karena lagi-lagi itu harus mendapatkan banyak kalangan dari barang-barang yang terlempar. Iya, dirinya juga tahu jika Hanna adalah pelakunya.
Bahkan ketika dirinya hampir sampai pada pintu utama, dia mendengar suara Sakura yang terjatuh. Sekilas dia ingin menghampiri wanita itu, akan tetapi Sakura justru melarangnya untuk mendekat. Mau tidak mau, Dirga harus terus bergerak demi hal yang dia harus lakukan saat ini. Dan hanya dalam hitungan beberapa menit, akhirnya laki-laki itu berhasil membuka pintu jalan Riana dan juga dukun itu untuk masuk. Hanya saja, hanya sepupunya yang melangkah masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Kalian di dalam dulu!" kata dukun tersebut.
Entah apa yang ingin dilakukan oleh wanita tua itu, Riana dan Dirga hanya menurut dan masuk ke dalam guna membantu Sakura. Akan tetapi, memang tidak semudah yang mereka pikirkan, karena Hanna hanya mengincar Sakura dan membuat wanita itu tersiksa. Namun, ketika melihat Sakura semakin terancam dalam bahaya, Riana justru baru teringat kalung Sakura ada padanya. Gadis itu langsung merogoh saku, dan mengambil kalung pelindung itu sebelum dilemparkan pada Sakura.
"Sakura, tangkep," kata Riana.
Lemparan yang tepat, yang mana berhasil dia dapatkan. Dengan segera sakura memakai kalung tersebut. Beruntung, roh jahat itu tidak bisa menyentuhnya. Tetapi, di ruangan ini hanya Dirga satu-satunya orang yang tidak memiliki pelindung, yang mana membuat roket itu langsung menyerang Dirga. Bohong jika Sakura dan Riana tidak khawatir.
"Dirga!!" teriak Sakura dan Riana secara bersamaan.
"Lo diam di sini," kata Sakura.
Wanita itu langsung pergi meninggalkan Riana, dia sendiri yang mencoba untuk melompat dan menarik Dirga kembali ke bawah. Ya, memang tidak semudah yang dia pikirkan, tapi setidaknya ada sedikit pergerakan yang berhasil dia lakukan. Namun, tetap saja usahanya tidak berlangsung lama. Karena tenaganya yang tidak cukup membuat wanita itu jatuh dengan sendirinya. Dirga benar-benar terancam.
Sakura sekilas melirik ke arah dukun yang masih berada di depan pintu. Dia mencoba untuk memahami perkataan dukun tersebut dari kejauhan. Namun, hal itu sulit ia pahami. Dan setelah kedua matanya melihat sesuatu yang ada di tangan dukun tersebut, membuat sakura cukup paham apa yang harus dilakukan. Dia hanya perlu membuat Hanna lemah.
__ADS_1
"Hanna!!"
Sakura memanggil nama roh jahat tersebut, persamaan dengan tangannya yang merogoh saku celana. Sebuah kantong hitam yang dia simpan sejak awal, lantas mengambil sesuatu di sana. Tanpa ragu wanita itu menunjukkan sebuah cincin yang merupakan cincin pasangan. Iya, cincin tersebut adalah cincin pasangan yang Dirga pakai. Dan hal itu sukses menarik perhatian Hanna. Roh jahat tersebut melepaskan Dirga dan membuat laki-laki itu terjatuh.
"Lo tau ini apa? Cincin lo. Fisik aslinya, yang mana cincin pasangan asli sama yang kayak Dirga pakai," kata Sakura, dia terus menunjukkan cincin tersebut pada Hanna tanpa rasa takut. "Lo itu bukan manusia, jadi nggak akan pernah bisa pakai cincin ini lagi," kata Sakura lagi.
Perlahan Hanna memasang raut wajah yang sedih, yang mana membuat Sakura berpikiran jika cara ini berhasil. Namun, ada satupun dari mereka juga Sakura akan menggunakan cincin tersebut sebagai senjata untuk menyerang Hanna. Pun dengan cara Sakura yang menakjubkan itu. Bahkan, tak terpikirkan oleh Dirga jika cincin tersebut senjata yang cukup kuat.
Hantu itu terlihat mengeluarkan kedua tangannya ke arah Sakura, seakan meminta cincin tersebut untuk diserahkan padanya. Perlahan Hanna juga semakin dekat ke arah Sakura yang masih terus menunjukkan cincin tersebut. Namun, Sakura tidak akan sempurna yaitu untuk memberikan cincin yang ada di tangannya ini. Dia memastikan sampai Hanna benar-benar mendekat ke arahnya. Dan ketika Sakura merasa jika roh jahat tersebut telah berada di depan matanya, barulah wanita itu melakukan hal lain.
"Kalau gitu, biar gue putus benang merah yang terhubung antara lo dan juga Dirga!"
Semua pasang mata yang berada di ruangan itu hanya bisa terbelalak, lantaran dengan berani Sakura memasang cincin tersebut. Dan keberanian Sakura juga memancing kemarahan Hanna yang lebih dari sebelumnya. Benar saja, benang merah yang berada di antara Dirga dan juga roh jahat itu akhirnya menghilang. Yang lebih membuat mereka terkejut adalah benang merah tersebut justru menghubungkan antara Dirga dan Sakura. Hal tersebut membuktikan jika benang merah itu menemukan pasangan yang tepat.
"Kalian emang jodoh!" teriak Riana.
__ADS_1
Terlihat jelas raut wajah Dirga dan Sakura yang kebingungan. Bahkan, mereka berdua sampai tidak dapat bersuara. Dan di belakang tubuh Sakura, Dirga melihat Hanna yang hendak menyerang Sakura, membuat Dirga menarik wanita itu untuk melindunginya. Beruntung, dukun yang sejak tadi terus bersembunyi, berhasil menangkap Hanna, dan membuat roh jahat itu tidak bisa berkeliaran lagi.