
Dirga menatap Sakura dengan penuh rasa kebingungan, dirinya salah mendengar apa yang dikatakan oleh wanita itu yang akan meminta bantuan pada arwah perempuan. Pasalnya, sejak awal mereka berdua meminta pertolongan pada arwah tersebut, sosok itu sama sekali tidak mau membantu mereka. Ya, sebab itu Dirga cukup terkejut ketika Sakura mengatakan akan meminta bantuan pada sosok itu. Jujur saja, Dirga tak sepenuhnya yakin jika permintaan Sakura akan berhasil.
Lantas laki-laki itu memberikan kesempatan pada Sakura untuk mencoba memintanya kembali. Tentu saja, kali ini mereka sangat berharap pada jawaban dari sosok arwah perempuan itu. Bahkan, Dirga juga ikut menoleh ke sisi kirinya—kendati dia tidak bisa melihat sosok tersebut saat ini.
Terlihat jelas ketika Sakura menarik nafasnya cukup panjang guna menyiapkan diri sebelum dia memulainya. "Maaf, karena sampai detik ini gue masih belum tahu nama lo. Tapi, gue mau minta pertolongan lo," Sakura menjeda kalimatnya, dia menelan ludahnya sedikit kesulitan sebelum kembali berbicara. "Kita semua pengen masalah ini cepat selesai, terutama lo. Jadi, gue mohon kalau lu juga ngebantu kita buat nyelesain masalah ini. Lo sendiri udah lihat, berbulan-bulan kita cari tau siapa pelakunya, dan sekarang kita semua juga udah tau siapa pelakunya," katanya dengan nada suara lembut.
Sakura tak akan berbohong bagaimana hukumnya Dia meminta bantuan pada sosok tersebut. Memang tidak mudah, tapi dia melawan rasa takutnya itu untuk mencapai sesuatu yang mereka inginkan. Dan setelah wanita itu memintanya, Sakura mengamati raut wajah arwah tersebut. Entahlah, berdirinya tidak tahu harus bereaksi seperti apa melihat raut wajah datar yang ditunjukkan oleh sosok arwah tersebut.
"Gimana?" tanya Dirga.
Wanita itu menelan ludahnya sebelum menjawab pertanyaan laki-laki. "Masih belum tau. Dari tadi dia cuman natap gue," jawab Sakura.
Terdengar suara helaan nafas begitu berat dari laki-laki itu, wajahnya terlihat sedikit kesal ketika mengetahui jika sosok tersebut tidak mau memberikan jawaban yang segera. Walau pria itu tidak bisa melihatnya, tapi amarahnya saat ini tidak bisa dia tahan. Sampai-sampai laki-laki itu mengeraskan rahangnya.
"Ey, gue nggak bisa lihat lo sekarang, tapi tolong kasih jawaban ke Sakura sekarang. Jawaban lo sangat-sangat kita butuhkan buat nyelesein masalah ini. Gue capek lama-lama," kata Dirga yang kesal pada sosok tersebut.
__ADS_1
"Ga, kayaknya bukan ide yang bagus kalau lo sampai marah ke dia," kata Sakura yang masih memperhatikan arwah perempuan itu. "Dia itu suka sama lo, tapi kayaknya lo buat dia marah karena cara bicara lo," imbuhnya.
Dirga hanya bisa terdiam ketika dia mendengar kalimat tersebut, pun juga terkejut lantaran hantu juga bisa merasa sakit hati karena ucapannya. Dia mengerjap beberapa kali, sekilas kepalanya terasa kosong dan tidak dapat memikirkan hal apapun. Tatapannya beralih ke arah wanita di depannya itu, seakan meminta pertolongan pada Sakura karena situasinya tak bisa dia kendalikan. Akan tetapi, Sakura malah memintanya untuk tenang dan diam saja di tempat.
Sejak tadi, Sakura memang tidak mengalihkan pandangannya dari sosok arwah perempuan tersebut. Dia masih menunggu jawabannya, dan jelas sangat berharap mendapatkan hasil yang baik. Karena dirinya juga sudah kehilangan cara untuk mengatasinya berdua dengan Dirga. Namun, bukan berarti wanita itu tetap diam saja ketika masih menunggu jawabannya, dia apa untuk berpikir dan mencari cara supaya arwah tersebut mau menerimanya.
Detik berikutnya, wanita itu segera mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu di sana. Ini adalah ide yang dia dapatkan secara mendadak, bahkan ide tersebut tidak bisa dia tunjukkan pada arwah perempuan di sana. Benar-benar hanya Dirga. Dia menunjukkan semua tulisannya pada laki-laki tersebut, menunggu jawaban dari Dirga.
Mungkin Sakura sudah memperkirakan jawaban apa yang akan dia terima ketika menunjukkan idenya itu pada Dirga. Sebab itu, ketika laki-laki itu menggelengkan kepalanya sebagai penolakan, Sakura sama sekali tidak terkejut dan justru memohon pada Dirga supaya ada hal yang menguntungkan buat arwah perempuan itu. Sakura sampai menyatukan kedua tangannya guna memohon pada laki-laki tersebut.
Cukup lama laki-laki itu berpikir dengan kedua alis yang tertekuk bersama, dia lebih memilih untuk memikirkan hasil akhirnya daripada prosesnya. Iya, yang mana pada akhirnya Dirga mau melakukan ide Sakura.
"Ya udah, tapi cuma sekali aja," kata Dirga.
Kontan saja raut wajah Sakura terlihat begitu bahagia. Lantas dia segera memberitahu pada sosok perempuan itu guna meyakinkannya agar mau membantu mereka berdua dalam menyelesaikan masalahnya.
__ADS_1
"Kencan sama Dirga, gimana? Cuma kalian berdua. Gue nggak akan ikut, dan gue juga nggak akan ganggu waktu kalian," kata Sakura tanpa basa-basi.
Ketika Sakura mencoba kembali untuk berbicara dengan sosok arwah perempuan itu, Dirga hanya bisa pasrah karena tidak bisa banyak melakukan penolakan. Mau tidak mau, jika arwah perempuan tersebut sudah menyetujui untuk berkencan dengannya, Dirga tetap harus melakukan hal itu bersama sosok perempuan tersebut. Ini akan jadi hal paling gila selama hidupnya, dan dia tak akan pernah mau melakukannya lagi. Sekalipun, hal tersebut lebih cantik dari semua perempuan yang pernah dia lihat.
Dan tidak membutuhkan waktu lama sampai akhirnya Sakura melihat persetujuan dari hantu tersebut. Demi apapun, wanita itu sampai tidak bisa berkata-kata lagi, pasalnya di dadakannya ini sukses membuatnya mendapatkan uluran tangan dari arwah perempuan itu. Dia tersenyum, bahkan sangat berterima kasih pada sosok yang sudah tidak nyata di dunia ini.
Ya, hanya Sakura yang terlihat bahagia, tapi tidak dengan Dirga yang hanya bisa memutar kedua bola matanya jengah menghadapi kenyataan yang akan dia terima. Bagaimana caranya mereka berdua berkencan nantinya? Bukankah dia akan dipandang aneh oleh orang lain? Terlebih, jika orang tersebut memiliki kemampuan untuk melihat sosok tak kasat mata.
Tepat setelah Sakura menerima persetujuan dari sosok tersebut, mereka berdua menjeda masalah itu. Karena sudah terlanjur berada di tempat ini, Dirga dan Sakura akan menghabiskan waktu mereka berdua di sini. Tentunya, juga mereka akan memikirkan ide-ide lain untuk menyelesaikan masalah. Sakura tidak akan berbohong, jika jauh di dalam benaknya, terdapat perasaan lega yang sulit dia jelaskan. Sungguh, wanita itu sangat berharap jika mereka bisa menyelesaikan masalah yang sudah perbulan-bulan lamanya tidak terselesaikan.
"Ra," panggil Dirga.
Suara panggilan itu membayarkan pikiran sakura secara tiba-tiba, dia berdeham singkat menatap laki-laki tersebut. "Kenapa?" tanyanya. Ia lihat, Dirga terlihat sangat ragu untuk mengatakan kalimatnya.
"Kalau nanti gue beneran jalan sama dia, apa yang bisa dibahas? Sedangkan gue nggak bisa lihat dia,"
__ADS_1