
"Rasanya gue nggak bisa ninggalin lo,"
Itu adalah kalimat yang terucap pertama kali dari mulut Dirga ketika laki-laki itu mengantarkan Sakura pulang. Iya, pasalnya setelah mendengar semua perkataan hantu perempuan itu, pikiran kita semakin kawin karena tidak bisa meninggalkan wanita yang dia sukai.
"Jangan macem-macem, deh. Hanna itu suka sama lo. Jangan bikin dia kesel lagi," kata Sakura yang berbisik pada laki-laki itu tidak berkata sembarangan.
Tentu saja, dirinya juga khawatir jika Hanna akan kembali marah karena kelantangannya direndah yang berkata seenaknya tanpa memikirkan Hanna. Melawan hantu itu tidak semudah yang dipikirkan. Bahkan, sekalipun dia adalah makhluk yang tak bisa disentuh, tapi sentuhannya bisa menghancurkan segalanya.
Dengan hati yang sangat berat, Dirga melepaskan kedua tangannya dari pundak Sakura. Mau tidak mau dia harus pergi meninggalkan wanita itu sendirian di rumahnya. Sebenarnya, Dirga sendiri sudah apa minta agar wanita itu tinggal bersama ibunya. Tapi, Sakura sendiri yang menolak, karena mereka tidak memiliki hubungan apapun, yang mana tidak ingin membuat orang lain salah paham. Dan akhirnya laki-laki itu memasuki mobil dan segera pergi meninggalkan Sakura.
Sedangkan Hanna, hantu itu juga berada di dalam mobil bersama dengan Dirga. Ingin mengajak Dirga mengobrol pun tidak bisa, karena laki-laki itu tidak bisa melihat keberadaannya saat ini. Bahkan, sejak meninggalkan halaman rumah Sakura, Dirga sama sekali tidak bersuara. Padahal, Hanna yakin, jika Dirga tahu dirinya ada bersamanya. Hantu perempuan itu sempat kebingungan, lantaran dia tidak bisa berbuat apa-apa ketika bersama dengan Dirga.
Disisi lain, mengetahui jika Sakura sedang berada dalam bahaya, membuat Hanna mendadak terpikirkan untuk menemani wanita itu. Ya, setidaknya ada manusia yang bisa melihat keberadaannya dan mengobrol bersamanya. Dan keputusan akhir dari hantu perempuan itu adalah dia memilih untuk kembali ke rumah Sakura. Sebelum benar-benar pergi, hantu itu menyempatkan untuk menatap Dirga beberapa detik.
"Aku pergi ke Sakura dulu, ya. Jaga diri baik-baik," kata hantu itu. Tak masalah jika Dirga tidak bisa mendengarnya.
Sakura yang baru saja mengunci pintu rumahnya itu merasa khawatir dengan dirinya sendiri. Iya, dirinya juga tidak tenang setelah mendengar penuturan Hanna ketika berada di rumah Ryan tadi. Apa mungkin dia adalah target berikutnya demi membalas perbuatan Dirga? Jika menggunakan dirinya, Sakura sangat yakin Dirga pasti akan lemah dan mengalah.
"Gimana, ya?" gumamnya.
__ADS_1
Secara tiba-tiba kepalanya terasa begitu pening saat harus memikirkan hal ini terlalu dalam. Dirinya sampai menarik nafas panjang, lantas mengaturnya demi menenangkan diri. Ketika langkahnya akan dia bawa menuju kamar, Sakura terkejut ketika melihat keberadaan Hanna di ranjang tidurnya. Wanita itu sampai tidak bisa berkata-kata melihat hantu tersebut tampak berbaring nyaman di atas kasurnya.
"Ngagetin aja," kata Sakura.
Sosok arwah perempuan itu masih belum membuka suaranya, Sakura yang tengah meletakkan diri di atas kursi. Terlihat jelas jika wanita itu sangat frustasi. Ya, Hanna juga tidak akan menyalahkannya. Andai keadaannya dulu sama seperti ini, dia juga pasti tidak akan merasa tenang dan terus memikirkannya di dalam rasa takut.
Lantas hantu itu sekarang aku mau posisinya menjadi duduk berhadapan dengan Sakura. "Malam ini, aku temenin. Siapa tau butuh bantuanku," kata Hanna.
Sakura sempat tersenyum ketika mendengar kalimat itu dari hantu perempuan yang sedang duduk di atas tempat tidurnya. Dirinya menatap Hanna sebelum membalas kalimat tersebut.
"Bukan karena nggak bisa ngobrol sama Dirga?" tanyanya langsung tepat sasaran.
"Sebenarnya, itu juga jadi alasannya,"
"Dari Dirga," ucapnya usai melihat sebuah pesan yang berasal dari Dirga. "Dia nanyain lo," kata Sakura lagi bersamaan dengan melihat ke arah Hanna.
"Dirga nanyain aku? Kenapa? Kangen ya?" tanya Hanna tidak sabaran.
"Dia bilang, kalau dia mah ngasih banyak karena lo pasti bakal nemenin gue di sini," kata Sakura seraya menunjukkan totalnya dan membiarkan hantu perempuan itu membacanya sendiri pesan dari Dirga.
__ADS_1
Tanpa disangka-sangka, reaksi yang diberikan oleh Hanna tidak jauh berbeda dengan reaksi manusia pada umumnya. Diam-diam Sakura mengulas senyum, seakan ikut bahagia ketika melihat hantu perempuan itu tersenyum. Bahkan, dia sama sekali tidak merasa cemburu—mungkin untuk saat ini.
"Senang banget akhirnya dia nyariin aku," kata Hanna yang kelewat bahagia.
Ya, Sakura bisa memahami perasaan itu, karena dirinya juga pernah merasa bahagia ketika seseorang mencari dirinya. Apa lagi orang itu memiliki perasaan yang tulus terhadapnya. Dan keberadaan atau perempuan itu di rumah ini, juga membuat dirinya merasa pedulikan oleh orang lain. Walau yang mempedulikannya adalah makhluk halus, tapi Sakura tidak apa-apa. Toh, yang terpenting dirinya juga bisa berinteraksi dengan sosok itu.
Ketika Sakura sedang tenggelam dalam pikirannya yang begitu tenang dan bahagia, secara tiba-tiba dia terkejut ketika mendengar ada suara motor yang berhenti di depan rumahnya. Dia dan juga Hanna saling bertukar pandang sebelum akhirnya mereka berdua bergerak keluar rumah. Seseorang dengan motor trail itu hendak melakukan sesuatu di rumahnya, namun karena sakura lebih cepat keluar dari sana, sosok itu membatalkan niatnya. Apalagi ketika dia sengaja berteriak supaya tetangganya melihat sosok mencurigakan itu.
"Tolong!! Maling!!" teriak Sakura.
Seorang laki-laki yang sedang berjalan di daerah sana langsung berlari menuju sumber suara. Dia juga melihat sosok yang menggunakan motor trail itu sedang berusaha untuk kabur. Namun, memang karena situasinya tidak mendukung, motor itu dapat berhasil kabur dari sana.
"Mbak Sakura nggak apa-apa?" tanya laki-laki yang menyadari keberadaan sosok tadi.
"Saya nggak apa-apa, pak. Makasih sudah datang dengan cepat," kata Sakura.
Tak lama setelah itu, akhirnya sakura dan hantu perempuan itu kembali masuk ke dalam rumahnya. Jantung Sakura tidak bisa bertemu dengan normal, dia benar-benar takut dan terkejut dengan apa yang terjadi barusan. Bahkan, wanita itu sedikit kesulitan mengatur nafasnya.
"Nggak apa-apa, Sakura. Tindakan kamu udah bener. Beruntung ada warga yang lihat orang tadi," kata Hanna yang mencoba untuk menenangkan Sakura.
__ADS_1
Sakura menganggukan kepalanya beberapa kali dengan kedua mata yang terpejam. Dia masih berusaha untuk menenangkan diri dari rasa keterkejutannya ini. Sungguh, kedua tangan dan kakinya bergetar cukup hebat. Entah bagaimana jika tadi dia sedikit telat untuk bertindak. Rasa takutnya semakin besar.
Hanna sendiri terus membantu wanita itu agar tetap tenang. Walaupun dia adalah hantu, tapi juga bisa merasakan takut dan terkejutnya ketika menghadapi kejadian tadi. Mendadak tatapan hantu perempuan itu mencari tajam, seakan menahan amarah pada sosok yang sangat dia benci.