
Dirga hanya memiliki sisa sedikit energinya. Dia belum bertemu dengan Sakura, tetapi rasanya seperti tidak akan melihat wanita itu selamanya. Di sebuah ruangan, Dirga dilempar dengan sengaja, membuat tubuhnya tersungkur di atas lantai.
"Dirga!!"
Itu adalah suara Sakura yang berteriak melihat Dirga dilempar. Namun, wanita itu masih terikat kuat, membuat dirinya tak bisa membantu laki-laki itu berdiri. Dirga mendengar suara itu, namun dia sama sekali tidak bergerak, hanya mengerang kesakitan. Pun keadaannya yang lemah ini justru membuat Ryan begitu bahagia. Tentunya, dia bisa melihat Dirga yang jatuh dan tidak bisa bersikap kuat di depan wanita itu.
Atensi laki-laki itu seutuhnya langsung terarah pada Sakura. Sungguh bersemangat untuk membalas Dirga dengan cara seperti ini. Ryan melepaskan ikatan yang berada di tangan dan kaki Sakura. Lantas menggenggam pergelangan tangan wanita itu sampai membuat Sakura tidak bisa bergerak dengan nyaman. Bahkan, Ryan juga sudah bisa membaca pergerakan Sakura yang akan melawannya setelah dilepaskan seluruh ikatan tali tersebut.
"Udah. Lo itu udah nggak punya tenaga banyak, nggak usah macem-macem," kata Ryan. Laki-laki itu menindih tubuh Sakura, mengunci segala pergerakan wanita itu. "Anteng aja. Seneng-seneng bentar, sebelum kisah lo sama Dirga tamat," katanya lagi.
Ryan menempelkan dirinya kepada wanita itu, namun dengan cepat Sakura menendang tubuh bawah Ryan, yang mana membuat laki-laki itu merintih kesakitan. Namun, hal tersebut juga memicu kemarahan dari Ryan yang penampar wajah Sakura tanpa ragu. Bahkan, tamparan itu membuat bekas luka merah diwajah Sakura. Ingin melepas paksa pakaian Sakura, Ryan justru terkecil ketika dirinya mendapat pukulan dari belakang.
"Dirga?"
Sakura membelalakkan kedua bola matanya karena terkejut dengan bangkitnya Dirga yang baru saja memukul Ryan tanpa ragu. Wah, wanita itu sampai tidak bisa berkata-kata karena dia tahu seberapa besar kekuatan Dirga saat memukul Ryan.
"Cara yang sama, hasil yang beda," kata Dirga yang meludah ke sisi kanannya.
__ADS_1
Ryan kembali untuk paketan melawan Dirga yang dengan kurang ajar membuatnya seperti ini. Dengan senyuman angkuhnya, laki-laki itu segera memukul Dirga yang terlihat sedang membantu Sakura untuk menjauh dari mereka. Sempat menubruk Sakura, namun laki-laki itu berusaha untuk bangkit kenapa melindungi wanita yang sedang dia selamatkan.
"Dirga! Hati-hati!" kata Sakura.
Melihat situasi dan kondisi di ruangan tertutup ini, membuat Sakura harus bisa bergerak banyak untuk menghindar dari pertengkaran kedua laki-laki itu. Dia juga beberapa kali berteriak karena banyaknya barang-barang yang pecah—Dirga dan Ryan menggunakan benda-benda di sana sebagai alat penyerangan. Namun wanita itu juga tidak tinggal diam untuk berusaha membuka pintu dan mencari pertolongan di luar sana. Dia khawatir Dirga akan terluka parah jika terlalu lama bertengkar.
Sialnya, pintu tersebut telah dikunci dari luar. Entah harus berapa kali Sakura mengerahkan seluruh tenaganya untuk mendobrak pintu. Dia tidak memiliki banyak energi setelah beberapa hari hanya berada di kamar ini tanpa makanan apapun. Lantas dia memutar arah tubuhnya dan bergerak menuju jendela di kamar itu. Iya, Sakura ingin meminta pertolongan dengan berteriak. Akan tetapi, makanya tiba-tiba saja terhenti ketika sebuah kursi terlempar tepat di hadapannya. Itu adalah lemparan yang berasal dari Ryan.
"Hati-hati!! Cari tempat sembunyi dulu!!" kata Dirga. Laki-laki itu mengatakannya karena dia terlalu khawatir jika Sakura akan terkena lemparan dari pertengkarannya dengan Ryan.
"Dimana?! Nggak ada tempat buat sembunyi!" balas Sakura yang juga bingung dan kesal.
Dan ketika Sakura berhasil mendapatkan celah, wanita itu benda bergerak menuju kamar mandi untuk melindungi dirinya terlebih dahulu. Sayangnya, Ryan justru bangkit dan menggunakan dirinya sebagai sandera. Terdapat sebuah pisau lipat yang ada di saku celananya, dan kini berada di depan nadinya.
Bertepatan dengan itu, secara tiba-tiba pintu keluar pintu terbuka lebar dan menampilkan sosok Hanna dengan aura kemarahannya. Ketika manusia di sana hanya bisa terkejut dengan pandangan yang terarah pada hantu perempuan itu. Iya, karena tempat ini adalah rumahnya, Hanna justru merasa lebih kuat berada di rumah sendiri. Dan dia bisa menampakkan dirinya kepada seluruh manusia yang ada di sini.
Pusat perhatian hantu itu langsung terarah pada Ryan yang terlihat mulai ketakutan karena keberadaannya di sini. Ryan melepaskan Sakura, yang mana sedikit membuat leher wanita itu tergores dengan pisau yang tadi hampir mengenai nadinya. Hanna telepon aku mengejar laki-laki itu.
__ADS_1
Melihat situasi yang mungkin lebih buruk dari sebelumnya, Dirga segera membawa Sakura pergi meninggalkan kamar itu. Setidaknya mereka berdua bisa melarikan diri dari tempat bahaya ini. Bahkan mereka berdua terkejut ketika melihat ada dua mayat yang sudah tergeletak di atas lantai. Sakura menahan diri untuk tidak berteriak lebih keras.
"Itu penjaga Ryan," kata Dirga.
Laki-laki itu terus membawa sakura keluar dari rumah ini. Di sana, dia juga sudah melihat adanya banyak warga yang berkumpul di depan rumah. Ya, ditambah sebuah mobil polisi yang baru saja datang. Namun, terlepas dari mereka berdua yang akhirnya bisa keluar dari rumah itu, di dalam sana masih terdengar adanya seorang gaduh yang disebabkan oleh Ryan dan Hanna. Di sini Dirga dan Sakura mendadak kebingungan, karena mereka berdua tidak mau adanya korban. Apalagi setelah mereka melihat ada dua mayat menjaga Ryan yang tergeletak—mereka berdua yakin jika itu adalah perbuatan Hanna.
Hendak belakang masuk, Dirga justru menahan lengan Sakura agar tidak nekat untuk menambah masalah. Apalagi sekarang sudah terdapat polisi, yang mana mereka berdua juga bisa dicurigai jika saja melihat adanya mayat di dalam rumah itu.
"Jangan! Lebih baik biar polisi lihat sendiri apa yang terjadi di dalem," tutur Dirga.
Laki-laki itu membawa Sakura keluar dari area rumah lama Hanna. Tungkai mereka berdua tidak bisa berjalan dengan normal, lantaran mereka berdua sama-sama sudah kehabisan tenaga dan sempat terluka selama berada di dalam rumah itu.
"Tapi gimana kalau nanti dia malah ngebunuh Ryan? Kita udah sepakat supaya nggak ada korban!" Sakura apa penyebabnya jika Hanna melupakan kesepakatan mereka bertiga.
"Ini diluar kendali kita. Inget, Hanna bukan manusia. Pada dasarnya dia itu roh jahat. Lo sendiri yang juga berkali-kali bilang tentang ini ke gue" tutur Dirga.
Sakura sudah tidak bisa berkata-kata lagi, dia dan Dirga hanya melihat para polisi yang telah memasuki rumah itu guna memastikannya sendiri. Sungguh, mereka berdua cukup gugup dengan hasil yang ditemukan polisi.
__ADS_1
"Ada tiga orang laki-laki yang meninggal," ucap salah satu polisi.
Mendengar pernyataan itu, buat Sakura dan Dirga sangat yakin jika Ryan habis di tangan Hanna. Dendam hantu perempuan itu benar-benar terbalaskan dengan cara yang salah.