Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan

Aku Dan Kamu Di Bawah Hujan
Yang Tidak Bisa Disembunyikan


__ADS_3

Dua wanita yang duduk bersebelahan memiliki dua ekspresi yang berbeda. Salah satu dari mereka melipat kedua tangannya di depan dada dengan tatapan yang menyalang. Sedangkan wanita lainnya, hanya duduk dengan tatapan yang sayu, entah harus bagaimana setelah mengetahui sesuatu yang lebih menyakitkan dari kejadian masa lalu. Di depan mereka berdua, seorang laki-laki hanya bisa terdiam dengan pandangan yang turun. Dia akan mengakuinya jika dirinya bersalah lantaran tidak membicarakan hal ini pada Sakura dan juga ibunya.


Keheningan tersebut terjadi cukup lama, dimana Dirga sama sekali tidak berani menatap kedua manik Sakura dan ibunya secara bergantian dalam waktu lama. Hanya helaan nafas yang keluar penuh kepasrahan.


"Kenapa nggak ngomong, Dirga?" tanya sang ibu.


Laki-laki tersebut terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya memberanikan diri mengangkat wajahnya. "Bukan nggak mau ngomong, bu. Tapi, masalah ini bukan masalah yang perlu aku ceritain ke kalian, karena aku pikir aku bisa nyelesein semuanya secepat mungkin,"


"Tapi, kenyataannya masalah ini belum selesai sampai sekarang. Dan lagi, dia bilang kalian udah saling kenal sejak dua tahun lalu," Sakura menambahkan.


"Ra, beneran, aku nggak kenal dia sama sekali. Bisa aku jelasin semuanya sekarang,"


"Jelasin kalau begitu,"


Lantas Dirga menarik nafasnya panjang, bersiap untuk menjelaskan semua kejadian awal dirinya bisa bertemu dengan Liza sampai wanita tersebut memintanya bertanggung jawab sebagai ayah dari bayi yang ada di dalam kandungan wanita tersebut. Sejenak dia melihat kekasihnya yang tampak menunggu penjelasan darinya—begitu juga dengan sang ibu. Laki-laki itu harus bisa mengembalikan kepercayaan kedua wanita tersebut terhadap dirinya.

__ADS_1


"Kamu inget hari pertama toko kamu buka, aku sengaja dateng ke sana? Kamu juga tau kalau aku sengaja telat berangkat ke kantor. Di perjalanan aku ke kantor, tanpa sengaja aku nabrak dia. Tapi, nggak ada luka serius sama sekali yang dia alami. Dokter bilang, kalau dia stres karena sesuatu, dan bilang kalau perempuan itu hamil," Dirga menjeda kalimatnya, menarik nafas panjang sebelum akhirnya melanjutkan kalimat tersebut. "Tapi, setelah aku udah baik untuk nolong dia, tiba-tiba aja dia minta aku supaya nikah sama dia. Ditambah, keluarganya secara tiba-tiba datang ke rumah sakit dan mikir kalau aku beneran ayah dari bayi itu," jelasnya dengan sangat lengkap.


Kedua wanita di sana masih belum bergerak sama sekali dan mempertahankan posisinya. Ya, mereka masih memerlukan waktu untuk mencerna semua penjelasan dari laki-laki tersebut. Namun, beberapa menit setelahnya, Sakura melepaskan lipatan kedua tangannya itu, dia bahkan menatap Dirga yang kembali terdiam.


"Aku tau, bukan kamu ayah bayi itu," ucap Sakura tiba-tiba.


Dirga menatap kekasihnya itu dengan kedua alis yang sedikit tertekuk. Pasalnya, kekasihnya itu tadi sempat tidak percaya padanya. Bahkan, membuat Dirga yakin jika Sakura lebih memilih untuk percaya pada wanita yang sama sekali tidak pernah mereka temui. Akan tetapi, saat ini yang dia lihat dan rasakan justru berbeda dengan pikirannya. Karena pada kenyataannya kekasihnya itu lebih percaya dirinya.


"Tapi, kenapa tadi kamu nggak percaya sama aku?" tanya Dirga.


Bukan hanya Dirga, tetapi ibunda Dirga juga menoleh ke arah Sakura yang berada di sebelahnya. Pasalnya, mereka berdua juga tidak terpikirkan ke arah sana, dan beruntung Sakura bisa mendapati hal tersebut. Membuat hubungan mereka berdua tidak semakin buruk. Dan hal tersebut juga membuat hati wanita paruh baya itu merasa begitu lega.


"Ibu lega banget," ucapnya, yang mana menarik perhatian Sakura dan Dirga bersamaan. "Kalau sampai kalian berdua pisah, ibu bakalan sedih," kata sang ibu lagi.


Sakura tersenyum tipis, dia mengusap punggung ibunda Dirga, memberikan kelembutan penuh perhatian pada wanita tersebut. Usapan menenangkan untuk menghilangkan rasa kekhawatiran tersebut. Iya, Sakura tak mau membuat ibunda Dirga diliputi kekhawatiran karena hubungan dirinya dan Dirga.

__ADS_1


...****************...


"Kamu kenapa nggak ngomong aja sih ke aku? Padahal, kamu sendiri juga tahu kalau aku nggak akan gampang percaya sama omongan orang lain,"


Sakura masih merasa sedikit kesal terhadap kekasihnya yang sama sekali tidak mau membicarakan masalah yang sedang dihadapi bersama dengannya. Apalagi masalah yang dihadapi kekasihnya itu bisa membahayakan hubungan mereka. Ditambah, Dirga juga terlihat berbeda dari sebelumnya, yang mana sebelumnya dia selalu terbuka, tapi masalah ini malah dia benda sendirian. Perasaan janggal Sakura selamat satu bulan ini akhirnya sudah terjawab.


Dan di sebelahnya, Dirga seperti tidak bisa menjawab pertanyaan kekasihnya itu. Dia memang mengakui kesalahannya karena tidak membicarakan hal ini pada Sakura, namun tentunya dia juga memiliki alasan untuk memilih menyembunyikan masalah ini dari wanita yang dia sayang. Toh, kita sendiri tidak menyangka jika butuh waktu lama untuk melepaskan Liza—hingga satu bulan lamanya, wanita itu kembali menemuinya.


"Aku minta maaf banget ke kamu, karena nggak bisa jujur," kata Dirga, tangannya menggenggam tangan Sakura, mengusapnya penuh kelembutan. "Aku cuman nggak mau bawa sesuatu yang buruk ke hubungan kita," jelasnya.


Terdengar Sakura yang menghela nafas panjang. Wanita itu tak akan berbohong jika dirinya sangatlah tidak setuju dengan kalimat Dirga. Pun wanita tersebut menangkup kedua pipi Dirga sebelum menimpali kalimat kekasihnya itu. "Dengerin ya, justru karena kamu nggak ngomong ke aku, bisa berdampak buruk buat hubungan kita. Tolong, dipikir berkali-kali. Supaya kita bisa nemuin solusinya bareng-bareng. Paham?"


Dirga yang mendapat tatapan begitu dekat dari Sakura hanya bisa menganggukkan kepalanya beberapa kali. Barulah kekasihnya itu melepaskan kedua tangannya, membuat laki-laki itu mengerjap beberapa kali lantaran cukup terkejut hingga membuat kedua jantungnya memompa lebih cepat. Maniknya melirik ke arah Sakura yang duduk bersandar dengan kedua tangan terlipat di depan dada—gaya andalan Sakura ketika dirinya sedang serius atau berpikir.


Dan ujung-ujungnya Dirga akan kembali dibantu oleh Sakura, yang mana kekasihnya lah yang akan menemukan ide lebih bagus darinya. Kadang membuat Dirga terlihat seperti laki-laki yang tidak memiliki cara yang baik untuk melindungi Sakura dan juga hubungan mereka. Kendati Dirga juga bersyukur diwaktu yang bersamaan, karena memiliki kekasih yang bisa memahaminya dan mengenal dirinya.

__ADS_1


__ADS_2