
Selama beberapa jam mobilnya sama sekali tidak bergerak dari tempat tersebut. Dia hanya memperhatikan dari jauh semua yang dilakukan oleh Ryan di rumah tersebut. Ya, walau Dirga tidak bisa melihatnya langsung lantaran adanya banyak penjaga di sana, setidaknya dia tahu jika sepupunya itu memiliki rencana—kendati Dirga juga belum mengetahui rencana tersebut. Dirga tidak bisa membiarkan rencana itu berjalan dengan lancar, dirinya khawatir jika orang-orang terdekatnya yang akan terkena jebakan.
Berada di dalam mobil, laki-laki itu tak henti-hentinya berpikir tentang Ryan. Dia penasaran, apa yang ada di dalam kepala sepupunya itu sampai melakukan hal-hal yang bisa membahayakan orang lain? Pasalnya, semua masalah ini akan lebih mudah jika Ryan berterus terang dan menyerahkan dirinya langsung ke pihak yang berwenang. Hanya saja, Karena laki-laki itu tak mau memiliki riwayat tindakan kriminal, Ryan memilih untuk menyulitkan hidupnya sendiri dengan cara seperti ini.
"Dia benar-benar orang gila," gumam Dirga sendirian.
Laki-laki itu melihat ke arah sekeliling, yang mana dia penasaran dengan daerah ini. Pasalnya, beberapa rumah yang menjadi tetangga Ryan, hanyalah rumah warga biasa. Memang tidak banyak jumlah rumah yang ada di daerah ini, akan tetapi, apa mereka tidak pernah merasa penasaran dan mencurigai pada rumah yang selalu diberi penjagaan ketat itu?
Entah kenapa, secara tiba-tiba sebuah ide melintas di kepalanya begitu saja. Dia mencoba mengamati rumah-rumah di sana yang sekiranya penghuninya berada di luar rumah. Ya, laki-laki itu ingin mencoba mencari tahu tentang keseharian Ryan di daerah ini pada warga di sana. Dia bersiap untuk keluar, hendak membuka pintu mobil, Dirga menyadari jika salah satu penjaga di sana menatap ke arah mobilnya ini dengan tatapan cukup tajam. Hal itu membuat Dirga membatalkan niatan yang untuk keluar dari mobil. Bisa ketahuan jika dia nekat melakukannya.
__ADS_1
Dirga merendahkan jok yang dia duduki saat ini. Pribadi itu sama sekali tidak khawatir jika salah satu penjaga di sana akan mencoba untuk mengintip ke dalam mobil ini. Sebelum memutuskan untuk mencari tahu sendiri, Dirga telah memikirkan untuk menggunakan mobil dengan kaca film yang tidak bisa ditembus pandangan hingga ke dalam. Ini juga salah satu cara untuk mengamankan dirinya sendiri. Padahal dia tidak akan terlihat dari dalam mobil ini, tapi Dirga masih menahan nafasnya untuk meredam suara sekecil apapun itu.
Dia tahu, kedatangannya kasih ini pastinya mengundang rasa curiga oleh orang-orang tersebut. Tempat ini saja tidak banyak penghuninya, wajar jika mobil ini terasa asing bagi mereka. Beruntungnya, dia tidak menggunakan mobil yang sebenarnya memang miliknya.
"Mau apa mereka semua?" ucapnya dalam hati.
Hanya selang beberapa menit setelah mereka semua mencoba mencari tahu isi dari mobil tersebut, sebelum lahirnya pergi meninggalkan Dirga tanpa membuahkan hasil apapun. Laki-laki itu bisa bernafas lega dan kembali menegakkan tubuhnya bernama mantau sepupunya dari jauh.
Kedua bola mata laki-laki itu sama sekali tidak berpindah kepada para penjaga di sana, tepat setelah para penjaga tersebut masuk ke dalam rumah, Dirga memanfaatkan kesempatan ini untuk segera melarikan diri. Sayangnya, dia tidak berhasil untuk mencari dan mengikuti kemana Ryan pergi. Dirga memilih untuk mengalah dan mengakhiri.
__ADS_1
Selama dalam perjalanan pulangnya, laki-laki itu juga mencoba untuk berpikiran dan mencari cara supaya dia bisa mendapatkan banyak informasi. Selain itu, Dirga juga akan melakukan sesuatu terhadap orang suruhannya yang telah mengkhianatinya itu.
"Kalian kerja keras, gue dua kali lebih keras," ucapnya sendirian.
Tempat setelah kalimat itu terucap, laki-laki mengambil ponsel yang berdering, menandakan adanya panggilan masuk. Dirga melihat sekilas jika ibunya yang menghubunginya sat ini.
"Iya, bu. Ada apa?"
"Kamu dimana? Ada Ryan di rumah," kata sang ibu.
__ADS_1
Seakan jantungnya berhenti mendadak, Dirga buru-buru menuju ke rumahnya. Selain itu, dia juga meminta pada ibunya untuk tidak membiarkan Ryan terlalu bebas di rumah mereka. Bahkan, Dirga juga meminta agar sang ibu tetap berada di ruang tamu, dan menutup akses jalan.